Bab 5. Keberanian Celine

Dengan segera Celine memutar otaknya secepat kilat untuk memenangkan perdebatan dengan adik tersayangnya.

"Mohon ampun Yang Mulia. Bagaimana mungkin Hamba berani melakukan hal yang dituduhkan adik? Hamba sangat menantikan kehadiran Yang Mulia, pernikahan yang dianugerahkan ini bagaikan berkah dari surga pada Hamba. Bagaimana mungkin Hamba berani mencelanya?" Dengan air mata mengalir di pipi, Celine benar-benar berubah menjadi artis berkelas internasional, jika di zaman modern.

"Wow"

Semua tercengang. Bagaimanapun kata-kata seperti itu tidak akan mungkin sanggup dikeluarkan oleh Han Cya Lin pada masa lampau. Jangankan mengakui pernikahan, menyapa dan menatap Jenderal Zhou jika berpapasan tidak akan pernah dilakukan Han Cya Lin terdahulu. Dia lebih tertarik pada adik Jenderal Zhou, pangeran Zhang. Apakah kepalanya yang diperban menyebabkannya sadar harus menjilat pada siapa sekarang????

Sedikit senyum, yang sekilas tampak, hadir di bibir Zhao Ming. Sepertinya keputusannya menerima pernikahan pemberian mendiang ibunya ini benar.

Tapi, kalau tidak salah, sikap Han Cya Lin dulu tidak setenang ini. Dulu gadis yang akan dia nikahi adalah gadis bodoh yang mudah emosi. Selama gadis itu tidak membuat masalah untuknya, menikahinya bukanlah masalah besar. Zhou Ming akan menjaga dan memperlakukannya dengan setulus hati seperti pesan mendiang ibunya.

Perdebatan antara kakak-beradik Han masih belum berakhir. Han Lu Yu yang masih merasa tidak puas akan jawaban Celine terus mengejar,

"Kalau begitu kakak, bagaimana kau menjelaskan potongan rambutmu yang tidak rata dan berantakan itu? Bahkan ada bau hangus disana!"

'Apakah rambutku hangus dan terbakar? tapi aku tidak mencium apapun saat baru sadar beberapa hari yang lalu. Apakah Xixi yang merawatku dan memotong rambutku sehingga menjadi seperti ini?' dalam hati Celine berpikir.

Beruntung Celine memiliki pelayan setia yang telaten seperti Xixi. Bau hangus akibat tersambar petir 2 hari yang lalu tentu saja hilang berkat perawatan Xixi yang sekelas salon zaman modern. Sayang sekali baik Han Lu Yu maupun seluruh penghuni kediaman Han belum mengetahui kemampuan Xixi. Jika tidak, pasti Xixi akan diperebutkan. Tunggu hingga Celine kuat dan sanggup melindungi orangnya, maka kemampuan orang-orang di belakang Celine akan tersebar luas.

"Adik, apa yang kau katakan? Aku mencoba model rambut gaya baru yang kuciptakan ini. Bernama ZigZag. Mungkin kau ingin mencobanya juga? Dan lagi bau hangus apa yang kau cium? Rambutku berbau harum. Entah apa yang merasukimu, hingga kau memfitnahku seperti itu?" Elak Celine begitu cepat dan halus.

Sekelebat bayangan hadir di sebelah Celine dan langsung pergi ke sebelah Zhou Ming. Li Ping memberitahu Jenderal bahwa memang benar rambut Han Cya Lin berbau harum.

Begitu cepat perpindahan gerak Li Ping hingga tidak dapat diikuti oleh mata orang biasa, mengejutkan Celine. Pergerakan itu membuat Celine khawatir dan was-was.

"Orang sakti" gumam Celine pelan. Gumaman pelan Celine itu terdengar oleh Jenderal Zhou dan pengawalnya Li Ping, membuat mereka bertukar pandang sejenak.

'Jika penjaganya saja seperti ini bagaimana dengan orang itu sendiri? Jenderal Zhou yang agung dan kejam?' Celine menggigil ketakutan.

'Aku tidak mau mati dalam novel!' pikir Celine.

"Jika kalian tidak percaya padaku maka lebih baik aku mengorbankan diriku" didorong keinginan kuat untuk bertahan hidup, Celine meraih pecahan gelas di dekat kakinya dan mengarahkannya ke lehernya. Membuat sedikit goresan di lehernya.

"Takkkk" pecahan kayu mengenai tangan Celine yang memegang kaca. Menyebabkan Celine mundur dan mengenai pecahan kaca di kakinya. Kaca itu menembus sepatu kain yang dikenakan Celine dan melukai kakinya cukup dalam sehingga membentuk genangan darah disana.

"Aduh" teriak kecil Celine.

Matanya melihat ke bawah. Tampak genangan berwarna merah. Dan tiba-tiba dia merasa pusing.

'Oh apakah pemilik asli fobia terhadap darah? Sungguh sialan' pikir Celine.

"Bruuukkk"

"Nona"

Suara Celine yang jatuh karena pingsan, dibarengi suara Xixi yang dengan sigap menopang tubuh Celine menggema di dalam ruangan.

"Cucuku" suara nenek Celine menyebabkan semua pandangan mengarah pada Celine. Celine pingsan dipangkuan Xixi.

"Tap,,,tap,,,tap,,,tap,,,,"

Langkah kaki sang Jenderal terdengar melintasi ruangan. Diraihnya tubuh gendut Celine. Bagi Jenderal perang sepertinya, berat Celine tidak ada apa-apa nya.

"Jadi adikmulah yang mencoba membuat masalah hingga membuatmu celaka. Penjaga seret perempuan ini dan hukum pukulan 20x" kata-kata dingin Zhao Ming menggema. Tatapannya terarah pada Han Lu Yu.

Segera saja beberapa pengawal datang menangkap Han Lu Yu dan menyeretnya pergi ke halaman.

"Tidak Yang Mulia! Hamba tidak bersalah. Semua yang Hamba katakan benar! Ibu,,,tolong aku,,,,ibu!!!" panik Han Lu Yu meronta-ronta.

Bagaikan tidak mendengar apa-apa, pandangan Jenderal Zhou mengarah pada Marquis,

"Antarkan aku ke kamar Lin'er" Jenderal Zhou berkata sambil mengangkat tubuh Celine.

Segera Marquis memimpin jalan menuju kamar Celine, diikuti Jenderal Zhou, Li Ping, nenek dan pelayannya, selir Yingtsi dan Han Sheng Yi, serta para pelayan.

Dalam perjalanan menuju kediaman Celine, terjadi percakapan antara selir Yingtsi dan anaknya (Han Sheng Yi). Percakapan ini sangat halus dan karena jaraknya lumayan jauh dan Jenderal Zhou dan Li Ping sedang fokus pada luka-luka Celine, maka percakapan ini tidak ada yang tahu.

"Anakku, coba kamu lihat betapa Jenderal Zhou sangat menghargai Celine. Ini semua karena berkat pernikahan itu. Ibu sarankan kamu jangan sampai berbuat masalah seperti Han Lu Yu. Terutama jika rencananya belum matang. Sebaiknya kamu tunggu saat yang tepat jika ingin menyerang dan memanfaatkan situasi" kata selir Yingtsi pelan.

"Baik ibu" jawab Han Sheng Yi. Siapapun gadis di kerajaan ini pasti mau menikah dengan Jenderal Zhou, bahkan jadi wanita simpanannya saja pun mau.

'Mengapa si sombong, bodoh, gendut sialan jelek itu yang mendapat perhatian Yang Mulia??!!!' batin Han Sheng Yi geram.

Sementara itu ~~

Di halaman terdengar pukulan demi pukulan diarahkan ke badan Han Lu Yu.

"Mohon ampun Yang Mulia, Hamba tidak bersalah,,,,,, Hamba tidak bersalah,,,,,akh,,,akh,,,,,," teriakan Han Lu Yu terdengar semakin lama semakin lemah.

Bagaimanapun Han Lu Yu adalah seorang gadis kecil yang lemah. Usianya tak jauh beda dengan Celine. Badannya yang halus tidak mungkin menahan 20x pukulan itu. Tapi Jenderal yang kejam itu sudah memberikan titah. 20 pukulan harus dilaksanakan.

'Tidak adil….ini sungguh tidak adil…gadis gendut sialan itu bilang tidak mau menikahimu, mengapa kau masih bersikap lembut padanya? Bahkan wajahmu yang tetap terlihat tampan di balik topeng perak itu tetap tertuju pada gadis sialan itu?!' air mata terus mengalir dari sudut mata Han Lu Yu.

Tidak kuat menahan kecemburuan dan rasa sakit akhirnya Han Lu Yu pingsan.

Selir Yun, yang selama proses pelaksanaan hukuman menangis di samping, menghampiri tubuh anaknya yang pingsan.

"Bawa Nona kedua kembali ke kediamannya. Angkat sekarang!" Perintah selir Yun.

Segera beberapa pelayan mengambil tandu dan membawa Han Lu Yu ke kamarnya. Setelah memberi perintah, selir Yun segera bergegas kembali ke kamar Han Cya Lin.

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

good mans

2023-04-02

0

Yunita Widiastuti

Yunita Widiastuti

🌹

2022-12-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!