Bab 17. Bukti Kesucian

Xixi mendengar pergerakan Celine dari dalam kamar.

"Tok,,,,tok,,,tok,,,,Nyonya anda sudah bangun?" Suara Xixi terdengar dari balik pintu kamar Jenderal.

"Masuk" jawab Celine.

"Selamat pagi Nyonya" Xixi masuk sambil membawakan sarapan paginya. Celine mengangguk menjawab sapaan Xixi.

"Eh,,,tunggu dulu,,, Xixi, kamu memanggilku Nyonya?" Mata Celine terbelalak. Xixi mengangguk mengiyakan.

"Tadi pagi sewaktu berpapasan dengan Jenderal beliau mengingatkan bahwa siapapun yang tidak memanggil Nyonya akan mendapat hukuman cambuk" jawab Xixi takut-takut.

"Bahkan pelayan pribadiku pun diancam juga? Kemana Jenderal?" Tanya Celine waspada. 

Dia memegang kerah bajunya yang terbuka longgar. Menampakkan beberapa kecupan samar merah disana.

"Aduh nonaku sudah dewasa, baru bangun langsung Tuan yang dicari. Jenderal baru saja pergi dengan membawa seprei kotor bekas semalam, Nyonya" Xixi tersenyum penuh haru.

"Dari istana pasti akan ada pelayan yang bertugas untuk mencuci kain seprei malam pertama Putra Mahkota, untuk membuktikan kesucian Putri Mahkota" Xixi menjelaskan sambil tersenyum malu-malu.

'Aduh,,,,, Bukankah semalam tidak terjadi apa-apa? Lalu darimana kepercayaan diri pihak istana yang tidak langsung datang mencelakaiku???' pikir Celine bingung.

Tatapan bertanya yang berikan Celine direspon dengan baik oleh Xixi.

"Jenderal menghadiri rapat pagi. Beliau berpesan agar permaisuri tidak lupa sarapan sebelum beraktivitas. Dan mungkin Jenderal akan terlambat pulang. Mohon permaisuri menunggu sebentar" Xixi menjawab.

Menunggu apanya. Siapa yang menunggunya. 

"Siapkan air mandiku" perintah Celine dengan marah.

'Sialan Zhou Ming. Dia merobek beberapa pakaianku dan meninggalkan beberapa tanda yang bisa dilihat pelayanku. Benar-benar meninggalkan bekas di tubuhku, meskipun tidak banyak dan tidak semuanya. Bagaimana dia melakukannya? Bagaimana bisa aku tidak sadar? Sepertinya malam-malam selanjutnya aku harus lebih waspada' Sambil berkomat-kamit Celine menyelesaikan mandi dengan cepat. 

Makan pun secepat kilat. Ketiga pelayannya tersenyum. Oh ayolah apa yang ada di pikiran mereka Celine jelas tahu dan dia malas menanyakannya.

"Tolong bawa aku berkeliling kediaman Jenderal Zhou" perintah Celine.

Dengan ditemani ketiga pelayannya Celine mengelilingi kediaman Jenderal. Kamar Celine adalah kamar Jenderal. Sejak menikah Celine otomatis tinggal di kamar Jenderal. Kamar itu besar sekali. Dengan dekorasi minimalis dan dominasi warna hitam putih. 

Halamannya luas. Di beberapa sudut tampak tiang untuk latihan beladiri. Celine bisa melihat cukup banyak ruang kosong. Celine langsung memikirkan tanaman yang ada di rumahnya. Jika bisa dipindah kemari maka akan sangat bagus. Dia tidak akan terlihat terlalu menganggur. Dia juga tidak akan bosan bukan. Dan pas sekali. Kolam milik Jenderal lebih besar dari kolam di kediaman Marquis. Dan sepertinya Jenderal sudah memelihara beberapa jenis ikan di dalamnya.

"Apakah Jenderal memiliki halaman belakang juga?" Celine bertanya polos. 

Tentu saja dia perlu bertanya. Dia sudah berniat untuk sukses dan tidak terbunuh dalam novel. Karena itu kesempatan bercocok tanam dan menjadi kaya tidak boleh dilewatkan begitu saja. Lagi pula dia sudah membayar bunganya semalam. Diberi tanda saat tidak sadar sungguh tidak nyaman. Huh!!!!

"Ada Nyonya" Yunzhi menjawab.

"Antarkan aku ke sana" pinta Celine. Mereka berempat berjalan menuju halaman belakang.

'Wah luas sekali. Aku bisa menanam berbagai macam tanaman di sini. Bisnis tanamanku akan berkembang pesat' mata Celine seketika menyala dengan 'bling-bling'. Lupa akan segala amarah yang sejak bangun tidur tersulut.

Sekarang tinggal memikirkan bagaimana cara memindahkan tanaman-tanaman di rumah Marquis kemari.

Setelah rapat pagi, Jenderal yang berada di ruangan nya dalam istana kekaisaran mendapat laporan dari penjaga bayangannya. termasuk soal Celine di kediaman Jenderal.

Sebelumnya Jenderal Zhou sudah menyerahkan seprei bersih yang terdapat bercak darah di sana. Tentu saja bukan darah Celine, tapi darahnya. Ya Jenderal yang agung menggunakan tangannya yang dilukainya sedikit untuk melindungi istrinya.

Hal ini untuk meredam diskusi-diskusi tidak jelas yang selalu saja hadir di istana. Istana juga tidak bodoh. Jelas tau jika menggunakan darah binatang. Banyak ahli berburu yang akan bisa mengenali darah binatang apa dan jenis apa. Karena itulah dia menggunakan darahnya sendiri meski sempat dilarang Li Ping, pengawal pribadinya.

"Istriku harus aku sendiri yang melindunginya" Zhou Ming berkata pada Li Ping sewaktu pengawalnya itu menawarkan menggunakan darahnya saja. Alasannya karena darah Putra Mahkota terlalu berharga.

"Bagaimana aku bisa menjadi Putra Mahkota dan menjaga rakyat nantinya, jika melindungi istri sendiri saja tidak bisa? Sudahlah. Hanya luka begini saja tidak masalah" jawab Putra Mahkota membuat Li Ping terharu.

"Awas saja jika di masa depan Putri Mahkota menyakiti anda, aku akan langsung membereskannya" kata-kata Li Ping membuat Jenderal tersenyum.

"Yah kita lihat saja bagaimana ke depannya" Zhou Ming mengangguk puas. 

"Jadi dia akan menggunakan lahan di rumahku? Hhmmmm sungguh menarik" kata Zhou Ming sambil membalut luka di lengan bawahnya. Dia melukai bagian tersebut agar tidak terlihat oleh orang luar ataupun musuhnya.

"Ayo kita segera pulang ke kediaman" perintah Jenderal Zhou.

"Baik Jenderal" jawab Li Ping.

Sementara itu Celine sudah mendapat ide. Demi memuluskan rencananya untuk dapat memindahkan seluruh tanamannya ke kediaman Jenderal, Celine berencana membuat jus istimewa untuk Jenderal.

Karena tanamannya belum dipindahkan dan belum berbuah, tentu saja memanfaatkan buah-buahan yang ada di rumah Jenderal. 

Tadi di dapur dilihatnya beberapa buah yang umum digunakan sebagai jus di dunia lamanya. Buah itu adalah wortel, tomat dan apel. Segera saja Celine berjalan menuju dapur begitu mendengar pengumuman bahwa suaminya pulang. 

Bahan-bahan tadi diparut satu per satu dan disisihkan dalam wadah yang berbeda. Lalu masing-masing ditambah air secukupnya. Kemudian diperas menggunakan kain dan dituang dalam wadah dan diberi madu secukupnya. Lalu dengan menggunakan 2 mangkuk berukuran sama masing-masing bahan di 'shake' sedemikian rupa demi mendapatkan larutan yang 'smoothies'. Yah harapannya mendekati minuman jaman modern yang tentunya di dunia novel ini belum ada. Dan akhirnya pada saat akan disajikan harus menuangkan satu demi satu secara hati-hati. Sehingga akan muncul degradasi warna yang indah sekali.

"Wah cantik sekali Nyonya minuman ini" seru ketiga pelayan serempak.

"Hhhmmmm akhirnya berhasil. Meskipun lebih lelah karena disini tidak ada mesin pembuat jus otomatis hhhhh…tapi lumayan. Ini cobalah sedikit, kalian bertiga. Milik Yang Mulia sudah kutuang dalam gelas" Celine menawarkan minuman itu pada ketiga pelayannya.

"Wah Nyonya, minuman ini enak sekali. Hamba belum pernah minum yang seperti ini" Xixi berbinar-binar berkata setelah meneguk habis gelas kecil nya (masing-masing diberi satu gelas kecil oleh Celine). Yunzhi dan Yanzhi membenarkan perkataan Xixi dengan anggukan kepala mereka.

'Benar kan, kurasa kapan-kapan ini akan kujadikan menu minuman dalam restoranku' batin Celine puas.

"Yanzhi dan Yunzhi coba kalian pakai ampas bahan ini sebagai masker wajah. Jangan dilepas sebelum aku kembali ya. Aku dan Xixi akan ke ruang belajar Jenderal sebentar" perintah Celine.

"Baik Nyonya" jawab Yanzhi dan Yunzhi yang langsung melaksanakan perintah Celine.

Celine dan Xixi segera menuju ke ruang kerja Jenderal. Apa yang akan terjadi pada Yanzhi dan Yunzhi??? Bagaimana reaksi Jenderal akan minuman buatan Celine???

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!