"Aku tidak apa-apa,"kata Riana tapi dengan wajah yang benar-benar memucat dan nafas yang memburu.
Riana kembali melirik ke arah Lestari.
"Apa kau mengenal dia?"tanya Tio.
"Tidak! Aku tidak mengenalnya,"sahut Riana dengan cepat.
Tio pun ikut memperhatikan Lestari yang masuk kedalam mobilnya bersama seorang lelaki, lalu pergi dari sana.
Bersamaan dengan itu.
Bus yang mereka tunggu tiba.
"Ayo Ri, Bus nya sudah datang!"ajak Tio.
"Iya!" dengan cepat Riana masuk kedalam Bus.
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☘️
"Kenapa Detektif Harun dan Polisi menggeledah Kamar kita! Apa mereka mengira jika kita yang mencuri barang-barang milik Aldi?"tanya Tika pada Rian.
"Sepertinya begitu,"sahut Rian.
"Apa menurut mu yang mengambil benar-benar anda di antara kita?"
"Bisa jadi seperti itu, karena Aldi di temukan meninggal di Kos ini, dan barang-barangnya pun hilang di tempat ini juga, jadi wajar kan jika mereka melakukan penggeledahan di Kamar kita,"jelas Rian.
Tika mengangguk.
"Oy, bagaimana apa kau sudah bertemu dengan orang yang berkaitan dengan Tio?"
"Sudah!"
"Lalu, apa kau sudah menanyakan soal Tio pada mereka?"
"Aku tidak bisa bertanya macam-macam, karena takut menimbulkan kecurigaan, tapi sepertinya mereka tidak menyukai Tio."
"Kenapa?"
"Entahlah, ketika aku membahas sedikit soal Tio, mereka hanya bisa mengumpat Tio tanpa menjelaskan apapun, keluarga Tio Aneh,"ujar Rian.
"Aneh bagaimana?"tanya Tika bingung.
"Ya aneh saja, tanpa bisa aku jelaskan detailnya."
"Selamat malam!"sapa Riana dengan ramah pada dua teman Kos-nya itu yang tengah duduk di kursi panjang yang ada di depan Kos-kosan.
Rian dan Tika menghentikan obrolan mereka karena yang dibicarakan sudah datang bersama Riana.
"Malam!"sahut Rian dan Tika secara bersamaan.
"Kalian dari mana jam segini baru kembali?"tanya Tika.
"Tio mengajakku jalan-jalan."
Tika mengangguk, tapi ia memberikan tatapan sinis pada Tio.
Gadis itu benar-benar sangat tidak menyukai Tio, dan ia sangat yakin jika laki-laki yang ada di hadapannya ini adalah si peneror itu.
"Kalau begitu aku permisi mau ke kamarku dulu,"kata Riana.
Tika mengangguk.
"Tunggu Riana!"cegahnya dengan tiba-tiba.
"Ada apa?"
"Tadi Harun beserta dua rekannya menggeledah Kamar kita?"
Riana dan Tio terkejut!
"Untuk apa?"tanya Tio.
"Untuk mencari barang-barang pribadi milik Aldi, karena Polisi mendapati jika barang-barang pribadi dan berharga milik Aldi hilang termasuk ponsel dan dompetnya,"jelas Tika.
Seketika Tio dan Riana panik!
Tanpa mengatakan apapun lagi,
kedua orang ini bergegas menuju Kamarnya masing-masing.
*
*
Setelah sampai Kamar.
"Aman!"ucap Tio, yang melihat suatu barang miliknya masih berada di tempat semula.
*
*
*
Begitupun dengan Riana, ia meraih kotak kecil yang ia letakkan bersama tumpukan baju yang ada di dalam lemari.
Riana menggenggam erat kotak itu, dan membukanya perlahan.
wajahnya yang panik berubah jadi tenang karena sesuatu yang ada di dalam kotak itu masih utuh,
sepertinya Harun dan dua rekannya melewati benda itu.
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Pukul 00.00.
Kring....
Kring....
Dering ponsel Riana berbunyi dengan nyaring, dan mampu membangunkan si pemilik.
Riana yang baru beberapa menit memejamkan mata kembali bangun dengan karena dering ponsel itu.
Susah payah ia memejamkan mata karena memikirkan semua masalah yang menimpanya, setelah beberapa menit ia mampu memejamkan mata, tapi dari ponsel kembali membangunkannya.
Riana meraih ponsel yang ada di atas meja dan sedikit itu juga ia terkejut melihat nomor si penelpon.
Dengan gemetar dan hati-hati Riana menjawab panggilan.
"Ha... Halo!"
("Bagaimana! Apa kau sudah memikirkannya?")
"Apa?"
("Tidak usah bertanya lagi kau pasti mengerti apa maksudku karena semalam kita sudah membahas ini kan!")
"Aku tidak mengerti."
("Jika kau ragu melakukannya biar aku yang melakukannya")
Tuuuut......
Panggilan terputus.
Riana yang ketakutan menatap sekeliling kamarnya, dia merasa ada sesuatu yang hadir di dalam Kamarnya itu.
Tapi ia kembali menepis jauh-jauh pikiran buruk itu,
Riana meletakkan ponselnya lalu ia kembali berbaring meskipun ia tidak bisa tidur tapi ia berusaha menutup mata dan telinganya.
☘️☠️☠️☠️☠️☘️
Di tempat lain.
Tepatnya dipukul 01.00.
Lestari tengah bingung dan panik karena tiba-tiba listrik di rumahnya padam.
"Biiii...kenapa listriknya padam?"Teriak Lestari.
Namun sudah berteriak seperti itu tidak ada sahutan dari Bibi ART yang tinggal bersama Lestari.
Lestari beranjak dari ranjangnya dan meraih Ponsel sebagai penerangan.
"Bukankah sudah ada lampu Emergency yang otomatis menyala ketika mati lampu, tapi kenapa bisa gelap seperti ini! apa Bibi lupa memasangnya,"gumam Lestari sambil berjalan membuka pintu kamarnya.
"Biiii....! Bibi di mana?" Lestari kembali berteriak ketika sudah ada di Ruang tengah.
Karena masih tidak ada sahutan di sana, Lestari kembali berjalan menuju belakang, bermaksud untuk ke kamar Bibi.
Namun lagi-lagi Lestari tidak mendapati siapapun di sana karena Bibi ART-nya tidak ada di Kamar.
"Bibi di mana?"Lestari kembali berteriak.
Dirasa Bibi benar-benar tidak ada, Lestari menuju ruang depan.
Ia menyingkap Gorden jendela untuk melihat Bapak Satpam yang biasa berjaga di depan.
Tapi lagi-lagi Lestari tidak melihat siapapun di sana,
bahkan ia sangat terkejut! karena listrik di Rumahnya saja yang padam sedangkan Rumah-rumah yang lain tidak.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres
Lestari berniat membuka pintu depan.
Tapi tiba-tiba.
Ada seseorang yang membungkamnya dari belakang.
Lestari terlonjak dan berteriak!
Tapi tentu suaranya tidak akan keluar karena mulutnya terbungkam sebuah kain.
Dan beberapa menit kemudian ia langsung lemas tak sadarkan diri.
BUG!
Lestari ambruk di lantai.
Dan sosok Hitam yang membungkamnya tadi tersenyum senang.
Ya!
Sosok Hitam yang selama ini di takuti datang untuk menyapa Lestari.
Hanya dengan menggunakan satu tangan, Sosok Hitam itu menyeret tubuh Lestari menuju Dapur.
Sesampainya di dapur Lestari di ikat di sebuah bangku yang ada di meja makan.
Lestari tentu masih hidup, karena tadi ia hanya pingsan akibat obat bius yang di bungkamkan di mulutnya.
Sambil menunggu Lestari sadar kembali, sosok Hitam itu menuju Kitchen dan entah apa yang ia lakukan di sana.
Yang jelas ia tengah memotong-motong sesuatu. mungkin ia tengah memasak.
*
*
*
Hingga 10 menit kemudian.
Lestari perlahan membuka matanya.
Sakit di kepala yang Lestari rasakan membuatnya kehilangan ingatan beberapa menit yang lalu.
Ia mendapati di sekitar ruangan gelap.
Dan hanya melihat cahaya dari lilin yang ada di meja makan tepat di hadapannya.
Dan sedetik itu juga Lestari terkejut setengah mati, kala melihat ada seseorang yang duduk tepat menghadap ke arahnya.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏
Love Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Edelweis
waduh serem nih, pusing aku bacanya thor
2022-12-18
2
UQies (IG: bulqies_uqies)
Nah loh, aku semakin curiga dengan Riana
2022-12-17
2