"Jadi Mbaknya sedang mencari tempat Kos?"tanya penjual Siomay itu.
"Iya Pak, dan ternyata sulit sekali mencari tempat Kos yang murah di Kota besar seperti ini,"keluh Riana.
"Kalau mbaknya mau ada tempat Kos dengan harga murah!"
"Di mana Pak?"antusias Riana.
"Di pinggiran sana Mbak, memang aksesnya agak sulit karena berada Di gang sempit, untuk menuju Halte Bus saja harus berjalan cukup jauh."
"Tidak apa-apa Pak, apa bapak bisa memberikan alamat lengkapnya pada saya?"
Saya sekalian lewat sana Mbak, bagaimana kalau saya antar?"tawar bapak itu.
Dan tentu Riana pun mengangguk karena itu akan mempermudahnya untuk menemukan tempat Ko murah itu.
☘️☠️☘️
Setelah berjalan cukup jauh.
Akhirnya Riana sampai di sebuah gang sempit.
"Di sini Mbak, mbaknya masuk saja ke gang ini dan nanti ada Kos-kosan bernama SURGA, tapi mbaknya hati-hati ya gang itu gelap dan tidak jarang menjadi tempat sembunyi para Preman,"ucap bapak itu, memperingati.
"Iya Pak saya akan berhati-hati, Terimakasih banyak sudah mengantar saya sampai sini."
"Iya sama-sama mbak, kalau begitu saya lanjut dagang lagi ya!"
"Iya Pak hati-hati!"
Setelah bapak penjual somay itu pergi tanpa ragu Riana melangkahkan kakinya memasuki gang yang sangat minim penerangan itu.
☘️☠️☘️
Tak sengaja dan secara bersamaan Tami muncul bersama temannya di belakang Riana dan mereka sama-sama terkejut!
"Siapa kau?"tanya Tami dengan gugup karena ketakutan.
Riana memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud dan tujuannya memasuki gang itu.
"Oooh... Aku kira kau siapa, jadi kau ingin mencari tempat Kos?"Tami berantusias, dan ia langsung mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Riana dan ia pun memperkenalkan temannya yang bernama Tika.
Setelah ketiga Gadis itu berkenalan, tanpa ragu, Tami meminta Riana untuk berkata pada ibu Saidah kalau dia lah Yang membawanya ke Kosan itu.
"Kau tenang saja nanti aku akan mentraktir mu makan malam,"kata Tami merayu.
Riana tersenyum dan mengangguk,
tak masalah baginya hanya untuk mengatakan itu saja, karena Riana rasa Tami gadis yang baik dan bisa menjadi temannya.
Tami senang!
karena hari ini ia dapat 2 orang sekaligus dan otomatis Diskonnya pun bukan lagi 50% melainkan 100%.
☘️☠️☘️
Ketiga Gadis itu berjalan berbaris memasuki gang sempit.
Baru saja beberapa langkah tiba-tiba ada seorang Preman berbadan besar yang dipenuhi Tato menghadang Tami, Riana dan Tika.
Tami langsung bergetar karena ia tahu Preman yang ada di hadapannya adalah Preman yang paling ditakuti di tempat itu, Preman itu sangat kejam dan tak mengenal ampun.
"Maaf bang kami hanya numpang lewat,"kata Tami dengan gemetar.
"Lewat! Lo tau kan! siapapun yang lewat Gang ini di malam hari ia harus membayarnya."
Riana dan Tika terbelalak dengan peraturan gila Preman itu.
Berbeda dengan Tami karena ia sudah mengetahui sejak dulu.
"Tapi bang ini kan baru jam 20: 00 malam biasanya Abang membuat aturan itu di jam 23:00!"
PRANK!
AAAKKH...
Preman itu melemparkan botol minuman yang ada di tangannya tepat di hadapan tiga Gadis itu.
Dan sontak membuat mereka terkejut dan menjerit.
"Maaf bang, maaf,"Tami mengangguk-anggukan kepalanya dan langsung merogoh Tas untuk mengambil lembaran kertas yang bernilai di sana.
Dengan tangan yang gemetar Tami memberikannya pada Preman itu.
Si preman menarik kasar uang yang ada di tangan Tami.
"Kurang ajar! Apa-apaan ini lu ngeledek gua! ini penghinaan namanya!"maki Preman itu tak terima dengan nilai uang yang diberikan Tami.
"Maaf bang tapi saya tidak punya uang lagi,"ujar Tami masih menundukkan kepalanya.
Preman itu melirik Tika dan Riana, dan kedua Gadis itu tentu tahu apa arti dari lirikan itu.
Dengan cepat Tika mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar di sana setelah memberikan uang uang itu jika berniat langsung pergi dari sana dia tentu mengurungkan niat untuk tinggal di daerah seram itu.
Berbeda dengan Riana sejak tadi ia terlihat santai, dan enggan untuk melakukan seperti apa yang dia temannya Lakukan.
Tapi di ujung Gang sana.
Ada seorang pemuda yang menghentikan pemalakan itu.
"Hay! Apa yang kalian lakukan di sana?"teriak pemuda itu yang berada di belakang Preman.
Preman itu tidak terima karena ada yang berani menghentikan aksinya.
Ia berjalan mendekati Pemuda itu dan memukul wajahnya.
BUG!
Si pemuda yang tak tahu jika lelaki besar itu adalah Preman yang ditakuti melayangkan pukulan balasan pada si Preman.
Tapi dengan sangat mudah Preman itu menghindar dan ia langsung menghajar si Pemuda itu secara membabi buta.
sampai membuat pemuda itu tersungkur.
Tami dan Tika panik!
Ia berteriak meminta pertolongan sementara Riana Ia hanya terdiam membisu melihat Preman itu menghajar seseorang dihadapannya padahal pemuda itu sudah tersungkur tak berdaya.
Teriakan Tami dan Tika mengundang perhatian orang-orang yang tinggal di sekitar sana, begitupun dengan para penghuni Kos SURGA.
Karena banyaknya orang yang datang.
Preman itu lari entah ke mana.
Dan pemuda itu di papah untuk masuk ke dalam Kos-kosannya.
Ternyata pemuda itu bernama Tio, ia penghuni baru di SURGA.
Baru sore tadi Tio resmi tinggal di situ.
Ibu Saidah panik!
ia segera meminta putranya Karim, untuk mengambil kotak obat dan segera mengobati luka-luka yang ada di wajah Tio.
Setelah selesai mengobati luka Tio, Ibu Saidah menenangkan anak-anak Kosnya yang terlihat panik terutama Tika, ia sampai mengurungkan niatnya untuk ngekos di sana.
Tapi Tami meyakinkan temannya itu jika kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, begitupun dengan ibu Saidah. Ia yang tak ingin kehilangan sumber penghasilan membujuk Tika dan Riana, ia bahkan berjanji akan melaporkan kejadian ini pada Polisi dan Preman itu akan segera ditangkap.
Hebatnya rayuan Tami dan ibu Saidah membuat Tika pun luluh dan bersedia untuk tinggal di sana begitupun juga dengan Riana.
Setelah semuanya sepakat Bu Saidah mengantar kedua Gadis itu ke kamar masing-masing yang berada di lantai 2 Kosan itu.
Tika ditempatkan di kamar nomor 212.
Sedangkan Riana di kamar 211.
Bersebelahan dengan kamar Ranum, gadis yang terkenal sombong dan angkuh yang berada di kamar 210.
Sedangkan Tami sendiri berada di kamar 214.
Dan Widya di kamar 215.
"Selamat beristirahat! Jika kalian membutuhkan sesuatu panggil saja ibu atau Karim,"ucap Ibu Saidah ramah.
"Baik bu, terimakasih!"sahut kedua Gadis itu secara bersamaan.
Karim mengantar Tio masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai dasar dengan nomor kamar 110.
Di kesempatan ini Tio menanyakan soal Preman itu, dan Karim menjawab dengan apa adanya.
"Apa kau takut?"tanya Karim
"Tentu saja tidak, Saya bukan lelaki pengecut yang hanya takut pada seorang Preman seperti itu,"sahut Tio.
"Hahaha,"Karim tertawa kecil,"kau bahkan sudah babak belur seperti ini oleh Preman itu, tapi masih bisa bicara seperti itu,"ucapnya.
"Ini karena Saya belum siap, suatu hari nanti Saya akan membalasnya lebih dari ini,"ucap Tio dengan pandangan menusuk ke arah tembok.
"Terserah kau saja, sekarang beristirahatlah agar cepat sembuh Dan kau bisa membalas Preman itu,"sahut Karim dan segera pergi dari kamar Tio.
☘️☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️☘️
Terimakasih sudah mau berkunjung ke cerita ke 3 Ntor ini. 🙏🙏
Mohon dukungannya 🙏🤗
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Edelweis
keren ceritanya
2022-12-03
1
UQies (IG: bulqies_uqies)
Lanjut kak 😊
2022-12-02
1