Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!

Seperti janjinya.

Tami mentraktir teman-teman barunya.

Tapi bukan mentraktir dengan makan di Cafe, Restoran atau yang lainnya.

Tami hanya membuatkan Indomie rebus untuk teman-temannya itu.

"Apa ini yang kau maksud dengan Mentraktir?"tanya Tika sambil menatap 3 mangkuk mie rebus yang masih mengepul itu.

"Ah.. kau jangan bicara seperti itu, ini hanya awal saja, kapan-kapan aku akan mentraktir kalian di Restoran, lagi pula ini sudah malam kan tentu sangat berbahaya jika kita keluar."kilah Tami.

Tika menghela nafasnya.

"Baiklah, tidak masalah. Ini juga sudah cukup untuk makan malam,"sahut Riana dan segera menyantap Mie rebus yang menggugah selera itu.

Saat ini ketiga Gadis itu sedang berada di Rooftop bangunan Kos SURGA yang biasa digunakan untuk nongkrong anak-anak Kos di sana.

Tami bercerita banyak pada teman-temannya tentang Kos-kosan yang ia tinggali sudah lebih dari satu tahun ini, termasuk tentang Preman yang sering memalak di gang sempit sana.

Namun Tami tidak menceritakan keanehan apapun di Kos-kosan itu, dan dia nyaman-nyaman saja selama tinggal di sana, lebih-lebih lagi karna harganya murah yang membuat Tami semakin betah.

"Untung aku pulang kerja di sore hari, jadi tidak harus melewati Gang itu di malam hari, tapi aku akan tetap pindah dari sini Jika aku sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,"kata Tika, menimpali cerita Tami.

"Kau kerja di mana Ri?"tanya Tami pada Riana.

"Aku belum mendapatkan pekerjaan karena aku baru saja sampai tadi siang dari kampung halamanku, Tapi besok aku akan bertemu dengan temanku, dia bekerja di Perusahaan besar yang ada di Kota ini, dan dia berjanji akan memberiku pekerjaan di kantor tempatnya bekerja."

"Waaaah. Selamat kalau begitu. Baru saja datang, kau sudah dapat pekerjaan aku dulu sampai berbulan-bulan mencari pekerjaan."sambung Tami.

Mereka terus mengobrol bercanda.

Walaupun mereka baru kenal dalam hitungan jam, tapi mereka sudah terlihat sangat akrab.

Tak terasa satu jam Sudah mereka mengobrol di Rooftop.

Dan Tami berpamitan untuk tidur karena esok hari dia akan bekerja, begitupun dengan Tika.

Tika dan Tami turun dan masuk ke dalam kamar masing-masing.

Berbeda dengan Riana.

Gadis itu masih betah di sana sambil menatap langit yang gelap gulita, tanpa bulan dan bintang sepertinya malam ini akan turun hujan.

Didukung dengan hembusan angin yang dingin menusuk kulit, meyakinkan jika malam ini, benar-benar akan turun hujan.

Tapi meskipun begitu,Riana masih enggan untuk beranjak dari sana, hawa dingin yang menembus kulitnya yang hanya berbalut kaos tipis seolah tidak mempengaruhi nya untuk segera meninggalkan Rooftop.

Riana masih memandang langit-langit, dan sekelebat bayangan keluarganya hadir di pelupuk mata.

Entah bayangan apa yang Riana lihat di sana, sampai membuat ia meneteskan air mata.

Tapi cepat-cepat Gadis itu menghapusnya seolah tak ingin ada yang tahu bahwa dia tengah menangis.

Riana berjalan maju menuju pembatas Rooftop.

Pandangannya tertuju pada sesuatu yang ada di bawah sana.

"Hey! Ngapain lo di sana?" Ranum datang mengagetkan Riana dari belakang.

"Aku hanya mencari angin saja di sini,"Riana bicara sambil memajukan langkahnya mendekati ranum.

Dia mengulurkan tangan pada gadis itu.

"Perkenalkan namaku Riana?"

PLAK!

Ranum menepis tangan Riana.

"Gue nggak butuh perkenalan dari lo, lebih baik lo sekarang pergi dari sini karena gue mau memakai tempat ini,"ketus Ranum, yang memang memiliki sifat sombong dan angkuh.

"Baiklah aku permisi dulu,"Riana segera turun dari Rooftop dan membiarkan Ranum bersama temannya berada di sana.

"Apa Dia anak baru! Kok aku baru lihat ya?"tanya Widya yang saat ini sedang bersama Ranum.

"Sepertinya begitu!"sahut Ranum sambil mengeluarkan beberapa botol minuman di kantong plastik yang ia jing-jing.

☘️☘️☠️☠️☘️☘️

Pagi hari.

Semua penghuni Kos masih bermalas-malasan untuk beranjak dari kasurnya.

Karena semalam hujan deras, menciptakan suasana yang dingin di pagi hari.

Membuat mereka enggan untuk beraktivitas.

Semuanya masih bergelut dengan selimut masing-masing.

AAAKKKHHH....

Di tengah Cuaca mendung dan dingin kehebohan terjadi,

karna suara teriakan dari Bu Saidah yang berada di luar Kos-kosan.

Ia lari pontang-panting setelah beberapa menit keluar dari pagar Kos-kosan.

Bu Saidah memang selalu bangun di pagi hari, Cuaca mendung dan hawa dingin tidak membuatnya untuk bermalas-malasan.

Dan ialah satu-satunya penghuni yang bangun terlebih dahulu, dan aktivitas yang pertama ia lakukan adalah membuang sampah.

Tapi sepertinya!

untuk hari ini aktifitas rutinnya itu, akan sedikit membuatnya Shock!

"Ada apa Bu!" Karim yang mendengar teriakan suara ibunya lantas panik dan segera menuju Bu Saidah yang berada di luar Kos.

"Di...di sana Ma... Ma.... ma!"suara Bu Saidah terbata-bata dan seluruh tubuhnya gemetar.

"Ma, apa! Ibu tenang dulu dan bicara yang jelas ada apa?"

Bu Saidah langsung mencekram tangan Karim.

"Ada mayat di sana, Karim."

Bukan hanya Karim, Tio dan Rian pun ikut keluar karena ia mendengar kepanikan Bu Saidah.

"Di mana mayatnya Bu?"

"Di sana!"Tunjuk Bu Saidah pada sisi Tong sampah yang berukuran besar.

Perlahan Karim mendekati lokasi yang ditunjuk oleh ibunya.

Untuk sejenak Karim tidak menemukan apapun di sana.

Tapi ketika ia memajukan wajahnya ke sisi tong sampah yang banyak tumpukan batu, Karim sangat terkejut setengah mati,

sampai ia menjatuhkan dirinya.

"Astaga! itu benar Mayat!"

Tio dan Rian segera berlari menghampiri Karim untuk memastikan apa yang dilihat lelaki itu.

Rian sampai mengalihkan wajahnya ketika melihat apa yang ada di sisi Tong sampah.

Dan itu benar-benar sesosok Mayat Pria.

Yang dipenuhi darah dari luka menganga yang ada di sekujur tubuhnya, bahkan wajahnya pun sampai tidak dikenali lagi.

Membuat siapapun yang melihatnya, bergidik ngeri sekaligus mual.

Tak perlu membutuhkan waktu lama,

para warga dan penghuni Kos lainnya sudah turun untuk menyaksikan penemuan Mayat itu, dan melihat dari pakaiannya, Pria itu adalah Preman yang sering memalak di Gang.

Tio meminta semua untuk menjauhi Mayat tersebut dan Karim segera menghubungi Polisi.

20 menit kemudian para Polisi datang dan segera Mengevakuasi korban.

Dugaan mereka benar, jika itu adalah Mayat preman yang biasa memalak di Gang sempit.

Dan kuat kemungkinan, jika preman itu tewas karena dibunuh.

Polisi memeriksa TKP dan meminta keterangan pada anak-anak Kos dan warga sekitar, terutama ibu Saidah selaku orang yang pertama kali menemukan jasad korban.

"Baik Pak kami akan siap Jika bapak membutuhkan keterangan apapun dari kami,"ucap Karim pada salah satu anggota kepolisian.

"Baik, Terimakasih atas kerjasamanya kalau begitu kami permisi!"

Polisi meninggalkan Lokasi kejadian setelah sebelumnya memasang garis Polisi di sana.

☘️☘️☠️☠️☘️☘️

Selepas kepergian Tim Polisi.

Para penghuni Kos menjadi gaduh riuh dengan peristiwa heboh di pagi hari ini.

Ada yang mengucapkan syukur atas tewasnya Preman yang meresahkan itu.

Ada juga yang merasa takut karena Preman itu mati dibunuh.

"Dia itu Preman, tentu saja memiliki banyak musuh, bisa jadi dia berkelahi dengan teman sesama Premannya sampai membuat dia mati,"ucap Tio yang menenangkan teman-temannya.

"Benar tidak usah dipikirkan, Polisi juga tengah mengusut kasus ini,"sahut Karim.

Sedangkan Bu Saidah wanita itu masih duduk lemas,

sepertinya ia masih syok dengan apa yang ia lihat beberapa jam yang lalu.

Siang nanti Bu Saidah berniat melaporkan Preman itu ke Polisi!

Tapi sebelum itu ia lakukan, Preman itu justru di temukan tewas terlebih dahulu.

Apakah ini suatu keberuntungan!

Atau justru, awal dari malapetaka yang akan terjadi Kos-kosan SURGA!

☘️☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️☘️

Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏

Mohon dukungannya ya 🙏🤗

Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️

Terpopuler

Comments

Achi

Achi

Dag Dig dug!

Hay ka 🤗🤗🤗😘

2022-12-03

1

UQies (IG: bulqies_uqies)

UQies (IG: bulqies_uqies)

Ya ampun kak,, tegang aku bacanya 😆

2022-12-03

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Breaking News!
2 Bab 2. Kos SURGA!
3 Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4 Bab 4. Teror Di Mulai.
5 Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6 Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7 Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8 Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9 Bab 9. Ranum Berakhir.
10 Bab 10. Penghuni Baru.
11 Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12 BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13 Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14 BAB 14. Mencurigai Tio.
15 BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16 BAB 16. Di Pecat!
17 BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18 BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19 BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20 BAB 20. Menyapa Lestari.
21 BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22 BAB 22. Siapa Pelakunya?
23 BAB 23. Kemana Widya!
24 BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25 BAB 25. Menghilangnya Widya.
26 BAB 26. Karim Marah!
27 BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28 BAB 28. Riana Yang Aneh!
29 BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30 BAB 30. Penghuni Baru.
31 BAB 31. Kemunculan Rachel.
32 BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33 BAB 33. Rachel bertemu Riana
34 BAB 34. Mengikuti Karim
35 BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36 BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37 BAB 37. Membebaskan Widya.
38 BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39 BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40 Menemukan Sedikit petunjuk
41 Kedatangan Polisi
42 Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43 Flash Back
44 Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45 Siapa Nadira?
46 Riana. Nadira
47 Mengintrogasi Riana
48 Pengakuan Yang Mengejutkan !
49 Terungkap- Final Episode
50 Promosi Novel Baru
51 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Breaking News!
2
Bab 2. Kos SURGA!
3
Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4
Bab 4. Teror Di Mulai.
5
Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6
Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7
Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8
Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9
Bab 9. Ranum Berakhir.
10
Bab 10. Penghuni Baru.
11
Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12
BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13
Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14
BAB 14. Mencurigai Tio.
15
BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16
BAB 16. Di Pecat!
17
BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18
BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19
BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20
BAB 20. Menyapa Lestari.
21
BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22
BAB 22. Siapa Pelakunya?
23
BAB 23. Kemana Widya!
24
BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25
BAB 25. Menghilangnya Widya.
26
BAB 26. Karim Marah!
27
BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28
BAB 28. Riana Yang Aneh!
29
BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30
BAB 30. Penghuni Baru.
31
BAB 31. Kemunculan Rachel.
32
BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33
BAB 33. Rachel bertemu Riana
34
BAB 34. Mengikuti Karim
35
BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36
BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37
BAB 37. Membebaskan Widya.
38
BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39
BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40
Menemukan Sedikit petunjuk
41
Kedatangan Polisi
42
Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43
Flash Back
44
Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45
Siapa Nadira?
46
Riana. Nadira
47
Mengintrogasi Riana
48
Pengakuan Yang Mengejutkan !
49
Terungkap- Final Episode
50
Promosi Novel Baru
51
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!