"lalu siapa penghuni Kos yang dicurigai Harun?"tanya Bu Saidah.
"Itu masih dalam penyelidikan Bu biar Harun yang melakukannya, yang terpenting sekarang ibu lebih berhati-hati dan waspada pada siapapun yang ada di sini."kata Karim.
"Baiklah!"
Karim senaja tak menceritakan pada ibunya jika ia dan Harun mencurigai Tio,
karena jika ia ceritakan, khawatir ibunya akan lepas kendali lalu menceritakan pada yang lainnya itu semua akan menggagalkan rencana penyelidikan Harun pada Tio.
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☘️
Sore hari.
Tami dan Riana baru pulang dari bekerja.
Ketika melihat Tami Karim jadi teringat tentang Dokter Budi.
"Jika Dokter Budi pelakunya, kemungkinan besar Tami yang akan menjadi korban selanjutnya."
"Selamat sore Karim!"sapa Tami dan Riana secara bersamaan.
"Sore juga! Tumben kalian sudah pulang di jam segini?"
"Iya, aku izin pulang terlebih dahulu."sahut Tami.
Setelah terlibat perbincangan kecil dengan Karim, Riana dan Tami masuk dan menuju ke kamarnya masing-masing.
Karim masih memperhatikan Tami, ia khawatir jika gadis itu akan menjadi korban selanjutnya karena jika memang benar Dokter Budi pelakunya target berikutnya sudah pasti Tami.
Tapi jika pelakunya adalah Tio, Tami akan baik-baik saja bukan? Karena dia sama sekali tidak memiliki masalah apapun dengan Tami.
Tapi Karim heran karena sudah di jam segini ia belum melihat keberadaan Tio sama sekali.
Karim kembali masuk ke dalam,
dan bertanya pada Bu Saidah di mana Tio berada.
"Siang tadi Tio berpamitan ingin ke rumah temannya yang ada di Jalan XXX, dan dia juga bilang, malam nanti baru akan kembali,"kata Bu Saidah.
Mendengar Tio tidak ada di Kamarnya.
Karim jadi berpikir apakah ini kesempatan dia untuk menggeledah kamar Tio!
"Ya, inilah waktu yang tepat!"
☘️☠️☠️☠️☘️
Di tempat lain.
Harun tengah mendatangi Klinik dokter Budi, Klinik itu sebenarnya sudah tutup satu bulan yang lalu.
Tapi Karena Dokter Budi menyewa tempat itu selama 1 tahun ke depan, jadi Klinik masih belum di kosongkan, karena masih ada 4 bulan waktu tersisa, dan di sana juga masih terdapat banyak alat-alat medis milik Budi.
Dan Harun harus pergi ke sana untuk menemukan sesuatu yang mungkin bisa di jadikan barang bukti jika Dokter Budi pelakunya.
Setelah 1 jam melakukan penggeledahan di bekas Klinik Dokter Budi, Harun dan 2 teman polisinya tidak menemukan apapun di sana selain obat-obatan dan alat-alat kesehatan lainnya.
Dokter Budi, tidak membuka kliniknya lagi setelah Video Viral Nya, beredar dan itu sangat mempengaruhi Kliniknya.
*
*
*
"Di sini nampak normal saja, layaknya Klinik biasa."Gumam Harun, setelah keluar dari Klinik.
Setelah melakukan penggeledahan pada Klinik Dokter Budi.
*
*
Banyak rekan-rekannya yang mengatakan jika Dokter Budi sudah pindah ke kampung halamannya sejak 1 bulan yang lalu.
Menurut kabar yang beredar jika saat ini Dokter Budi tengah sakit keras.
"Jika Dokter Budi tengah sakit keras selama 1 bulan terakhir ini, berarti bukan dia pelakunya! tapi aku harus memastikan jika Dokter Budi benar-benar tengah sakit keras."
Dan pada sore hari itu juga Harun pergi ke kota di mana kampung halaman Dokter Budi berada ia ingin memastikan sendiri bahwa Dokter Budi benar-benar dalam keadaan sakit keras, agar ia bisa memastikan jika bukan Dokter Budi pelakunya.
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☘️
Karim diam-diam membuka kamar Tio dengan kunci cadangan yang ia miliki.
ia terpaksa melakukan ini secara diam-diam dan tanpa diketahui oleh penghuni yang lainnya.
Setelah masuk ke dalam kamar Tio,
Karim mengedarkan pandangannya menatap setiap sudut dan barang-barang yang ada di Kamar Tio.
Tidak ada hal aneh apapun di sana,kamar Tio nampak normal seperti kamar yang lainnya hanya ada satu ranjang kecil dan lemari kecil serta satu meja, tidak ada benda atau sesuatu yang mencurigakan di sana.
Karim coba membuka lemari pakaian yang tak dikunci itu. dan ia mulai menggeledah satu persatu isi yang ada di dalam lemari itu.
"Tidak ada apapun di sini,"gumam Karim.
Dan ia kembali melanjutkan pencariannya di kolong ranjang namun di sana sangat bersih tidak ada apapun.
Tidak ada lagi tempat atau wadah yang bisa digeledah oleh Karim, karena memang di kamar Tio sudah tidak ada apapun, bahkan di meja itu pun nampak kosong tidak ada benda satupun.
*
*
Dan setelah 30 menit melakukan penggeledahan.
Karim memutuskan keluar dengan tangan kosong.
"Apa bukan Tio pelakunya! Atau bisa jadi Tio menyimpan barang-barang bukti itu ke tempat lain?"gumam Karim yang masih terbengong di depan kamar Tio.
"Karim!"hingga satu suara mengagetkannya.
"Riana!"
"Kenapa kau terkejut seperti itu, pada sesuatu?"
"Tidak ada apa-apa, aku hanya terkejut saja melihatmu di sini, ada apa kau ke sini?"
"Aku ingin bertemu dengan Tio,"kata Riana.
"Dia tidak ada di kamarnya dia sedang keluar dan nanti malam baru akan kembali."
"Ah seperti itu, baiklah aku akan mendatanginya nanti,"kata Riana dan ingin berlalu dari tempat itu.
"Riana tunggu!"cegah Karim.
"Ada apa?"
"Em.. lebih baik untuk sementara ini kau jangan terlalu dekat dulu dengan Tio,"Karim tidak tahu harus mengatakan apa dan akhirnya hanya itulah yang keluar dari bibirnya.
"Kenapa?"tanya Riana.
"Tidak apa-apa."
"Apa kau sama seperti Rian, mencurigai Tio yang mencelakai Aldi, dan sebagai pelaku teror?"
Karim terkejut karena ternyata Riana mengetahui maksudnya.
"Tidak apa-apa semua orang berhak mencurigai siapa sesuai kehendak hatinya."
"Riana, aku mencurigainya bukan tanpa alasan dan tanpa bukti. Hasil penyelidikan Detektif Harun semua mengarah pada Tio, tapi kita tidak bisa menangkapnya begitu saja tanpa adanya bukti-bukti yang kuat."
"Baiklah! Kau lakukan saja penyelidikanmu bersama Harun."
"Apa kau akan mengatakan pada Tio soal ini?"
Riana menggeleng.
"Aku tidak akan pernah ikut campur urusan orang lain, selama orang itu tidak mencampuri dan mengganggu urusanku."
Karim mengangguk.
"Terimakasih, jika semuanya sudah selesai dan terbukti Tio bersalah, aku yakin semuanya akan baik-baik saja."
"Kalau begitu aku permisi dulu."Kata Riana.
"Silakan!"sahut Karim.
baru Riana maju 2 langkah lagi-lagi Karim menghentikan langkah kakinya.
"Ada apa lagi?"tanya Riana.
"Tanganmu kenapa?"tanya Karim, yang melihat tangan Riana di perban.
Riana melirik tangannya
"Oh.. ini terkena siram air panas ketika aku sedang membuat kopi di tempat kerjaku."
Karim Mengangguk.
"Semoga lekas sembuh!"
"Terimakasih!"
Kali ini Riana benar-benar kembali ke kamarnya.
Dan Karim pun kembali ke kamarnya karena dia tak menemukan barang bukti apapun di kamar Tio.
"Tidak salah lagi ia pasti menyembunyikannya di tempat lain?"yakin Karim, "dan aku akan mencari tahu itu sampai sendiri!"
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☘️
Tika, Rian dan Widya.
Mereka tengah sibuk mencari informasi tentang siapa Tio,
dan dari mana asal usul serta keluarganya.
Mereka mencari informasi itu dengan menelusuri Media Sosial Tio.
Dan hasilnya cukup membuat mereka tercengang.
Ternyata Tio bukanlah orang tak punya.
Dia anak pengusaha kaya raya.
"Tapi kenapa dia tinggal di kos-kosan seperti ini?"tanya Widia.
"Apalagi? Pasti karena dia ingin melakukan kejahatan itu."Sahut Tika.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih atas kunjungannya 🙏🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini, agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
UQies (IG: bulqies_uqies)
Kok aku malah curiganya sama Riana yah? astaghfirullah, suudzhon🤧
2022-12-14
3