BAB 16. Di Pecat!

Widya yang sangat mengkhawatirkan keadaan Ayahnya menjadi gelisah di dalam Kamar.

Ia sudah berulang kali menghubungi Ayahnya agar berhati-hati di jalan bahkan saat di Rumah pun Widya meminta Ayahnya untuk berhati-hati.

Tok.

Tok.

Suara ketukan pintu memudarkan kekhawatiran Widya dan ia segera membuka pintu itu.

"Riana! Ada apa?"Widya cukup terkejut karena tiba-tiba Riana datang ke kamarnya.

"Apa kau mengkhawatirkan Ayahmu?"tanya Riana tiba-tiba.

Widya mengangguk,ia tidak dapat menutupi kekhawatirannya dengan siapapun termasuk pada Riana.

"Kau jangan khawatir, Ayahmu akan baik-baik saja!"Riana menenangkan Widya.

"Terima kasih!"sahut Widya.

"Kalau begitu aku permisi, ingin kembali ke kamarku,"kata Riana.

"Baiklah, selamat malam!"sahut Widya.

*

*

*

☘️☠️☠️☠️☠️☘️

Keesokan harinya.

Malam itu berjalan baik-baik saja tanpa ada teror dan keributan apapun.

Termasuk dengan Ayah Widya,

Pria tua itu pulang dengan selamat tanpa terjadi apapun.

*

*

Seperti biasa,

mereka melakukan Rutinitas sehari-hari mereka, ya itu berangkat bekerja di pagi hari.

Begitupun dengan Riana dan Tami, mereka berangkat bersama karena kebetulan tempat mereka bekerja satu arah.

Masih belum ada kabar apapun dari Harun, karena ia masih menyelidiki latar belakang semua penghuni Kos-kosan SURGA.

☘️☠️☠️☠️☘️

Riana sudah sampai di tempat kerjanya.

Dan belum ada satu Jam ia bekerja lagi-lagi Lestari mengganggunya.

"Riana, bisa tolong belikan aku minum!"

"Kau mau minum apa! Biar aku ambilkan di Pantry."

"Aku mau minum minuman yang segar-segar Ri, minuman itu hanya bisa kau dapatkan di seberang jalan sana."

Riana menghembus kasar nafasnya, lagi-lagi Lestari membuatnya kesal, tapi lagi-lagi ia harus sabar.

"Baiklah! Akan ku belikan untukmu, tapi tolong, jika pak Bayu datang dan mendapatiku tidak ada di sini, tolong sampaikan padanya jika aku sudah datang lebih awal, dan aku tengah membelikan minum untukmu,"kata Riana berpesan pada temannya itu.

"Baiklah, akan kusampaikan pada pak Bayu jika kau hari ini datang lebih awal."

"Terima kasih!"

Setelah Lestari memberinya selembar uang, Riana segera pergi menuju seberang jalan untuk membeli minuman segar yang diminta Lestari, entah kenapa gadis itu di pagi hari seperti ini ingin meminum minuman yang segar. Tapi apapun itu tentu Riana harus menuruti keinginannya karena dia adalah atasannya.

*

*

Belum ada 10 menit Riana keluar dari kantor pak Bayu datang.

Pak Bayu.

Ia menggelengkan kepalanya kesal, karena lagi-lagi mendapati Riana tidak ada di tempatnya.

"Apa dia datang terlambat lagi?"tanya pak Bayu pada rekan kerja Riana.

"Tidak pak, tadi Riana su...!"

"Pak Bayu!"

Sebelum rekan kerja Riana menuntaskan ucapannya, tiba-tiba Lestari muncul dan memotong perkataannya.

"Lestari, apa temanmu itu belum datang?"

"Maafkan Riana pak, Riana memang belum sampai mungkin ia terjebak macet atau sedikit ada masalah hingga membuat dia datang terlambat,"kata Lestari berbohong.

Padahal jelas-jelas ia yang menyuruh Riana untuk membeli minuman di seberang jalan sana.

Rekan kerja Riana sedikit tercengang dengan perkataan Lestari, tapi tentu ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Lestari sudah memberinya tatapan tajam dan mengisyaratkan untuk menutup mulutnya rapat-rapat.

"Astaga! Belum ada satu bulan dia bekerja di sini tapi sudah seenaknya seperti itu, apa dia kira ini kantor nenek moyangnya bisa seenaknya datang dan pulang,"kesal pak Bayu.

"Sekali lagi maafkan Riana Pak!"ucap Lestari pada Bos besarnya itu.

"Sudahlah kau jangan merasa bersalah seperti itu, ini tentu bukan salahmu, temanmu saja yang tidak tahu diri sudah dikasih pekerjaan malah seperti ini. Jika dia sudah datang suruh dia ke ruanganku."

"Baik pak!"kata Lestari.

Pak Bayu segera berlalu ke ruangannya, dan Lestari tersenyum puas sambil menatap punggung pak Bayu yang berlalu menjauh darinya.

*

*

*

Beberapa menit berlalu,

Riana baru kembali dengan tergesa-gesa.

Ia segera masuk ke ruangan Lestari dengan membawa satu cup minuman segar yang dimintanya.

"Tari, apa pak Bayu sudah datang?"tanyanya dengan panik.

Lestari mengangguk.

"Sudah! dan sekarang pak Bayu memintamu untuk datang ke ruangannya."

Riana terkejut, sekaligus takut.

Jika pak Bayu menyuruh karyawan ke ruangannya sudah pasti ada kesalahan yang dilakukan orang itu.

"Apa pak Bayu bertanya tentangku yang belum datang? Kau pasti mengatakan pada pak Bayu jika aku sudah datang lebih awal kan?"tanya Riana.

Lestari hanya mengedikan bahunya.

"Lebih baik kau segera ke ruangannya saja jangan sampai membuat pak Bayu menunggu."

"Baiklah!"

Riana mengangguk, dan berlalu dari ruangan Lestari.

*

*

*

Sepanjang melangkah menuju ruangan pak Bayu, Riana dilanda kecemasan yang luar biasa.

Tapi meskipun begitu ia tetap meyakinkan dirinya sendiri, jika Lestari pasti mengatakan pada pak Bayu jika dia sudah datang lebih awal dan tidak terlambat.

Tok.

Tok

Tok.

Setelah tiga kali Riana mengetuk pintu ruangan pak Bayu, akhirnya terdengar sahutan dari dalam yang menyuruhnya masuk.

"Selamat pagi pak!"Riana menundukkan kepalanya ketika membuka pintu dan ia berjalan mendekati pak Bayu.

Pak Bayu menatapnya dengan tatapan tajam.

"Kau tahu ini sudah Jam berapa?"

Riana mengangguk.

"Tahu pak, sekarang jam 8."

"Dan kau tahu jam kerjamu itu dipukul berapa?"tanya pak Bayu kembali tapi kali ini nadanya dibuat setegas mungkin.

"Pukul 07:45, pak!"

"Itu artinya kau sudah telat berapa lama?"

Riana terkejut! Ia tahu maksudnya dari pertanyaan yang di ajukan oleh pak Bayu.

"Maaf pak, saya sudah datang di pukul 07.30 tadi, tapi Lestari meminta saya untuk membelikan minuman di seberang jalan sana dan itu memakan waktu beberapa menit lamanya karena saya harus menunggu lampu merah dulu untuk menyeberang jalan, dan saya juga harus mengantri di sana."

BRAK!

Pak Bayu menggebrak mejanya.

Ia sungguh tidak terima dengan alasan yang diberikan Riana.

"Sudah datang terlambat, lalu kau menuduh orang? Sungguh kau ini sangat berbakat dalam berbohong Riana!"maki pak Bayu.

Riana tercengang dengan ucapan pak Bayu.

"Sungguh pak! Saya tidak berbohong, bapak bisa tanyakan langsung pada Lestari jika saya sudah datang lebih awal dari jam kerja saya."

"Saya sudah menemuinya, dan dia mengatakan jika kau belum datang di jam itu."

Hati Riana bagai dihantam batu keras ketika mendengar perkataan dari pak Bayu.

Lagi-lagi Lestari Menghianati kepercayaannya.

"Pak, Lestari berbohong,"kata Riana mencoba membela diri.

"Berbohong! Kau tahu Lestari bekerja di sini sudah berapa tahun? dan dia adalah salah satu karyawan terbaik di Perusahaan ini sehingga kami mengangkatnya sebagai Manajer di sini, sedangkan kau apa? Kau hanya seorang Cleaning Servis dan bekerja pun tidak becus, karena selalu datang terlambat, apa kau berharap bisa disamakan dengan Lestari, apa kau tidak malu mengatakan Lestari berbohong!"

Perkataan pedas pak Bayu benar-benar menyakitkan hati Riana.

Ia meremas kuat jari-jari tangannya sampai memerah dan terasa sakit, tapi rasa sakit itu tentu tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya, terutama pada Lestari yang kembali berkhianat padanya.

Belum usai Riana menetralkan hatinya karena ucapan pedas dari pak Bayu.

Pria paruh baya yang memiliki rambut hanya setengahnya itu tiba-tiba mengucapkan kata pamungkas pada Riana.

"Riana, lebih baik kau segera keluar dari ruanganku, bukan hanya dari ruanganku saja, tapi dari kantor ini juga, karena mulai hari ini kau saya pecat!"

Riana membulatkan matanya.

Sudah ia dimaki-maki tapi ia masih dipecat juga,

Jika memang mau memecat kenapa tidak dari tadi saja!

Kenapa harus memaki dan menghina terlebih dahulu!

Seperti itu kah cara orang-orang kaya memperlakukan seseorang!

Begitulah kira-kira yang ada di pikiran Riana saat ini.

"Kenapa kau masih bengong di situ, cepat keluar sekarang juga!"bentak pak Bayu.

Seketika membuat tubuh Riana terlonjak, dan menghadirkan gemuruh hebat di jiwanya.

Dengan lungai dan dada yang panas menahan amarah, Riana keluar dari ruangan pak Bayu.

☘️☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️

Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏

Mohon dukungannya ya 🙏😁

Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏

Love Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Shyfa Andira Rahmi

Shyfa Andira Rahmi

apa maksudnya coba...dia yg ngajak kerja, dia juga yg bikin gara2😶

2023-09-24

1

Shyfa Andira Rahmi

Shyfa Andira Rahmi

GILLA

2023-09-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Breaking News!
2 Bab 2. Kos SURGA!
3 Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4 Bab 4. Teror Di Mulai.
5 Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6 Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7 Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8 Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9 Bab 9. Ranum Berakhir.
10 Bab 10. Penghuni Baru.
11 Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12 BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13 Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14 BAB 14. Mencurigai Tio.
15 BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16 BAB 16. Di Pecat!
17 BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18 BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19 BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20 BAB 20. Menyapa Lestari.
21 BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22 BAB 22. Siapa Pelakunya?
23 BAB 23. Kemana Widya!
24 BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25 BAB 25. Menghilangnya Widya.
26 BAB 26. Karim Marah!
27 BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28 BAB 28. Riana Yang Aneh!
29 BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30 BAB 30. Penghuni Baru.
31 BAB 31. Kemunculan Rachel.
32 BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33 BAB 33. Rachel bertemu Riana
34 BAB 34. Mengikuti Karim
35 BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36 BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37 BAB 37. Membebaskan Widya.
38 BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39 BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40 Menemukan Sedikit petunjuk
41 Kedatangan Polisi
42 Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43 Flash Back
44 Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45 Siapa Nadira?
46 Riana. Nadira
47 Mengintrogasi Riana
48 Pengakuan Yang Mengejutkan !
49 Terungkap- Final Episode
50 Promosi Novel Baru
51 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Breaking News!
2
Bab 2. Kos SURGA!
3
Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4
Bab 4. Teror Di Mulai.
5
Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6
Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7
Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8
Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9
Bab 9. Ranum Berakhir.
10
Bab 10. Penghuni Baru.
11
Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12
BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13
Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14
BAB 14. Mencurigai Tio.
15
BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16
BAB 16. Di Pecat!
17
BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18
BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19
BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20
BAB 20. Menyapa Lestari.
21
BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22
BAB 22. Siapa Pelakunya?
23
BAB 23. Kemana Widya!
24
BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25
BAB 25. Menghilangnya Widya.
26
BAB 26. Karim Marah!
27
BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28
BAB 28. Riana Yang Aneh!
29
BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30
BAB 30. Penghuni Baru.
31
BAB 31. Kemunculan Rachel.
32
BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33
BAB 33. Rachel bertemu Riana
34
BAB 34. Mengikuti Karim
35
BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36
BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37
BAB 37. Membebaskan Widya.
38
BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39
BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40
Menemukan Sedikit petunjuk
41
Kedatangan Polisi
42
Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43
Flash Back
44
Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45
Siapa Nadira?
46
Riana. Nadira
47
Mengintrogasi Riana
48
Pengakuan Yang Mengejutkan !
49
Terungkap- Final Episode
50
Promosi Novel Baru
51
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!