"Riana! kau di mana!"panik Tika yang kehilangan ponselnya karena terjatuh pasca suara pecahan kaca yang mengejutkannya.
"Riana!"Tika masih terus memanggil temannya sambil meraba lantai untuk menemukan ponselnya, yang ternyata terjatuh dan terpental cukup jauh.
Tika membungkukkan badannya dan terus menggerakkan tangannya dalam kegelapan meraba-raba lantai untuk menemukan ponsel miliknya.
DEG!
"Apa ini!"tangan Tika berhenti di sesuatu yang mengganjal di jari-jari tangannya.
Tika semakin meraba sesuatu yang ia temukan, tapi yang jelas itu bukan ponsel yang ia cari.
"Ini lunak ! Dan ini seperti....!"
Tika mulai bergetar hebat dan merasakan merinding di seluruh tubuhnya.
Tapi meskipun begitu, Tika masih belum menjauhkan tangannya dari sesuatu yang ia sentuh, ia masih ingin memastikannya.
Dengan tangan yang bergetar hebat, dan situasi yang gelap gulita.Tika masih meraba, untuk kembali meyakinkan dugaannya.
Dan Tika sangat yakin jika yang ia sentuh itu,
adalah sepasang kaki Manusia.
"Ri, apa ini kau?"tanya Tika, gemetar, menduga jika itu adalah kaki Riana.
Tidak ada sahutan.
Dan tangan Tika menyentuh cairan sedikit kental di sepasang kaki itu.
"Apa ini?"gumang Tika dan langsung menarik tangannya dan meletakkannya ke wajah untuk mendapatkan jawaban cairan apa yang ia sentuh di sepasang kaki manusia itu.
"Ini!"
Bau anyir yang sangat menyengat, menusuk hidung Tika.
"Darah!"
"AAAAAKKKHHHH!"
Tika menjerit Histeris.
Dan langsung menjauhkan dirinya.
GREB!
Seseorang menangkap pundaknya dari belakang.
"Ada apa!"
Dan ternyata itu adalah Riana.
"Riana apa ini kau?"tanya Tika yang masih ketakutan dan bergemetar sambil meraba tangan Riana, yang menyentuh pundaknya.
"Iya ini aku, Kenapa kau berteriak, apa ada sesuatu?"
"Tadi... Di situ! Kaki....! Ada, ada sepasang kaki di situ, dan kaki itu penuh darah!"gugup Tika dengan suara yang terbata-bata.
"Apa! Kaki!"
"Iya Ri, tadi ketika aku mencari ponselku yang jatuh aku meraba sesuatu dan aku yakin itu sepasang kaki manusia yang dipenuhi oleh darah, coba kau lihat ini!"Tika menunjukkan tangannya yang terkena noda darah.
Dan Riana segera mengarahkan senter ke tangan Tika lalu menyentuh tangan Tika yang memang bernoda merah.
Karena suara pecahan kaca ditambah dengan teriakan Tika yang cukup nyaring, membuat semuanya mendatangi Lantai 2 dan menghampiri Tika juga Riana.
"Ada apa!"
Sambil berjalan sedikit berlari t, Karim, Tio dan juga Rian menghampiri Tika dan Riana.
"Ada seseorang yang memecahkan kaca,"sahut Riana.
Dan disusul dengan Tika yang menceritakan apa yang ia temukan beberapa detik yang lalu.
Tio segera memeriksa pecahan kaca dan benar saja banyak tetesan darah di sana.
Dia mengulurkan tangan dan menyentuhkan jari-jarinya pada ceceran darah itu untuk memastikan jika itu darah hewan atau manusia.
"Ini sepertinya darah manusia!"gumam Tio, namun cukup terdengar dengan yang lainnya.
"Darah manusia!"
Semua saling menatap dan sontak menambah kadar ketakutan mereka 1000 kali lipat.
Rian mendekati Tio dan memastikan jika itu benar-benar darah manusia lalu ia pun melakukan hal yang sama dengan Tio.
"Kau benar, ini darah manusia!"kata Rian setelah memastikan jika yang dikatakan Tio benar.
"Apa itu darah dari kaki yang ditemukan Tika?"tanya Riana.
"Sepertinya begitu."sahut Tio.
"Apa lo yakin itu jika itu kaki manusia, bisa jadi itu hanya halusinasi lo saja yang sedang dalam ketakutan,"Cetus Ranum.
"Aku yakin! Dan sangat yakin, aku sudah memastikannya sendiri dan menyentuhnya secara berulang-ulang."sahut Tika.
"Lalu itu kaki siapa?"Timpal Widya.
"Atau mungkin dia sosok hitam yang kau lihat di luar pagar?"kata Rian, melihat ke arah Karim.
Dan langsung disahuti oleh Riana.
"Kemungkinan seperti itu! Dan orang itu masuk ke dalam Kos-kosan ini."
"Apa dia manusia! Atau makhluk halus?"Widya kembali bertanya, dengan kaki dan badan yang bergetar hebat.
Mereka hanya bisa menduga-duga dan belum bisa memastikan jika itu manusia atau makhluk halus.
Yang jelas sekarang mereka benar-benar merasakan ketakutan parah!
Di tengah kebingungan dan ketakutan mereka.
Sementara Bu Saidah dan Tami masih belum terlihat batang hidungnya, dua wanita yang berbeda generasi itu turun ke lantai bawah, dan sampai sekarang belum kembali.
Dan
Karim baru menyadari kalau ibunya dan Tami tidak ada di sana.
"Di mana ibuku? Dan Tami juga tidak ada di sini?"
"Bu Saidah dan Tami tadi berpamitan turun ke lantai bawah untuk mengecek sesuatu!"sahut Riana.
"Tapi kenapa sampai sekarang belum kembali!"
Karena khawatir dengan ibunya, Karim segera turun ke lantai bawah untuk mencari ibunya dan Tami.
Di situasi yang gelap seperti ini mereka masih belum bisa mengecek sekitaran lantai 2.
Dan membiarkan pecahan kaca dan darah itu berserakan.
"Jangan ada yang membersihkan atau menyentuh pecahan kaca! Aku akan memanggil Polisi."kata Tio, dan menyuruh yang lainnya untuk masuk ke dalam kamar masing-masing.
Mereka masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu rapat-rapat.
☘️☠️
Tika Sudah terlebih dahulu membersihkan tangannya, dan mengganti semua pakaiannya.
Lalu ia kembali ke kamar Tami bersama Riana sambil menunggu sang pemilik kamar yang belum juga kembali.
"Kau baik-baik saja."Riana khawatir, pada Tika yang masih sangat gemetar dan pucat.
Tika Shock parah!
dan esok hari Ia memutuskan untuk pindah dari Kos SURGA, ia sudah tidak perduli lagi dengan harga mahal atau murah yang terpenting ia harus pergi dari Kos-kosan yang diberi nama SURGA tapi sudah seperti NERAKA itu.
"Tentu saja aku tidak baik-baik saja! Dan besok aku mau pindah dari sini."
"Kau yakin akan pindah?"
"Aku yakin, sangat yakin Ri, Apa kau tidak berniat pergi dari sini?"tanya Tika.
Riana berpikir sejenak.
"Sudah Ri, tidak usah dipikirkan lagi, kita harus pindah dari Kos-kosan ini esok hari."
"Tapi jika aku pindah dari sini aku harus tinggal di mana?"
"Ri, jika kau berniat pindah dari sini ikutlah denganku, untuk sementara kita bisa tinggal di rumah bibiku terlebih dahulu, meskipun ia cerewet dan galak tapi itu tentu jauh lebih baik daripada kita harus tinggal di tempat yang menyeramkan seperti ini kan, apa kau tidak takut! jika sosok itu akan bertindak lebih jauh dan lebih agresif, dan tidak menutup kemungkinan dia akan melukai kita?"
"Baiklah! Akan ku pikirkan nanti, karena aku tidak mau merepotkanmu."
"Jangan terlalu lama untuk berpikir, besok kita harus pergi dari sini."
Riana mengangguk.
☘️☠️☠️☠️☘️
Setelah melewati hal yang mengerikan dan mencekam.
Akhirnya mereka bisa melewati malam itu tanpa ada korban jiwa.
Dan saat ini fajar pun sudah menampakkan diri, bertanda pagi hari akan Segera tiba.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini 🙏🙏
Mohon dukungannya ya 🙏🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗.
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
AFM
Waduh kaki siapa itu?
2023-01-25
1
Edelweis
Jantung berdegup kencang baca ceritanya.
2022-12-08
1
AFM
Nah lho, Tami dan bu Saidah kemana?
2022-12-07
1