Riana keluar dari Ruangan Pak Bayu, dan segera menuju Pantry untuk mengambil Tasnya.
Namu langkanya terhenti karna ada
Lestari yang tengah menunggunya di luar Ruangan Pak Bayu.
Riana menatap temannya itu dengan penuh marah.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"tanya Lestari yang tak terima.
"Kenapa?"
"Kenapa apanya? Kalau ngomong yang jelas."kata Lestari.
"Kenapa kau berbohong!"
"Ah itu! Aku bukan berbohong, tapi aku hanya lupa jika kau tengah keluar untuk membeli minumanku,"elak Lestari.
Riana membuang wajahnya kesal, ia benar-benar tengah menahan amarah pada temannya itu.
Lalu Riana melangkahkan kaki menuju ke Pantry untuk mengambil Tasnya dan segera keluar dari kantor itu.
Dia tidak memperdulikan Lestari yang ada di sana.
"Kau mau ke mana? Aku belum selesai bicara denganmu."Lestari mencekal tangan Riana yang hendak berlalu.
Namun dengan cepat Riana menepisnya.
Lestari tak terima ia membulatkan matanya dengan sempurna.
"Kau berani denganku!"
"Tentu saja, Karena sekarang kau bukan atasanku lagi, dan juga bukan sahabatku lagi,"kata Riana dengan tegas lalu pergi dari hadapan Lestari.
"Bukan atasanku lagi? Apa maksudnya!"Lestari berpikir sejenak,"astaga! Apa Pak Bayu memecatnya,"Lestari segera berlari menyusun Riana.
"Riana tunggu!"serunya sambil berlari mengejar Riana.
Sesampainya di Pantry dua gadis itu terlibat Cekcok.
Riana kesal dan marah pada Lestari yang berbohong pada pak Bayu hingga membuatnya di Pecat.
Dan Lestari kesal sekaligus marah pada Riana karena berani melawannya.
"Aku sudah tidak perduli lagi dengan mu Tar."
Karena tak terima dengan Riana yang mulai membangkangnya, Lestari semakin menajamkan kejahatannya dengan cara mempermalukan Riana.
Ia bicara dengan lantang, sampai membuat semua orang memperhatikan mereka berdua.
Lestari mengungkit semua kebaikannya pada Riana pada saat di kampung,
termasuk saat ia membantu Riana untuk mendapatkan pekerjaan di Kota.
"Tapi apa balasanmu! Kau seperti ini padaku!" Kata Lestari dengan wajah yang ia buat kecewa, untuk menarik simpati dari orang-orang yang tengah memperhatikan mereka.
Riana diam tak menyahuti apapun yang di katakan Lestari,
dia hanya menatap orang-orang yang ada di sekeliling yang tengah menatapnya dengan tatapan mengejek.
Beberapa orang mulai mengumpat dan menghujatnya dengan sebutan wanita tidak tahu diri dan tidak tahu berterimakasih.
Mendengar keributan, membuat pak Bayu turun tangan.
Ia semakin kesal karena yang membuat keributan adalah Riana.
"Kenapa kau masih berada di kantor saya? Bukankah saya sudah mengusir mu dari sini! tapi kenapa kau malah menambah masalah di Kantor ini dengan mengajak ribut Lestari?"
Semua orang tertunduk mendengar kemarahan pak Bayu.
Tanpa mengatakan apapun.
Dengan raut wajah yang memerah dan tangan yang mengepal, Riana berjalan keluar dari Kantor itu, tanpa memperdulikan ocehan pak Bayu.
Semua orang menatapnya dengan sini, membuat dada Riana semakin terbakar.
Setelah sampai di luar Kantor.
Riana menatap Gedung tinggi itu.
Ia mencoba menenangkan hatinya dengan menaik turunkan nafasnya secara perlahan.
"Sabar Riana, kau pasti bisa. Aku yakin kau pasti bisa!"Riana menenangkan hatinya.
Tiba-tiba ada seorang Gadis yang berdiri tepat di samping Riana.
"Kau bodoh sekali! Apa ini yang kau inginkan? Sudah kubilang menjadi orang baik dan penyabar itu sangat melelahkan,"kata seorang gadis yang tiba-tiba muncul di sebelah Riana.
Riana menoleh sejenak lalu kembali menundukkan wajahnya.
"Kenapa dia ada di sini!"
Sepertinya Riana sudah sering bertemu dengan gadis itu.
"Untuk apa kau mengikutiku sampai sini?"Tanya Riana yang masih menundukkan wajahnya.
Namun pertanyaan Riana tidak dijawab, karena gadis itu sudah menghilang dari pandangannya.
Riana mengedarkan pandangannya di sekeliling, dan ia sudah tidak mendapati di Gadis itu lagi membuat hatinya sedikit lega.
Riana buru-buru meninggalkan Kantor itu dan menuju Halte Bus dan langsung pulang ke Kos-kosan.
*
*
*
☘️☘️☠️
"Nak Riana, sudah pulang! Bahkan ini belum waktunya jam istirahat?"bingung Bu Saidah yang melihat Riana pulang padahal hari masih pagi.
"Iya Bu,"sahut Riana dengan wajah yang lesu.
"Kau kenapa, apa terjadi sesuatu?"
"Tidak apa-apa Bu, aku hanya sedikit lelah."
"Kalau begitu beristirahatlah!"
"Baik bu, terimakasih aku permisi dulu."
Dengan langkah yang lesu Riana menaiki tangga menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar Riana merebahkan diri dan menatap langit-langit kamarnya, ia kembali mengingat peristiwa di Kantor, mengingat Lestari dan Pak Bayu.
Dadanya panas menahan marah ketika mengingat peristiwa itu, tapi secepat mungkin Riana mendinginkannya.
Ia tidak boleh terpancing emosi hanya dengan hal-hal seperti itu, dia harus mengingat apa kata ibunya Kalau dia harus bersabar.
Tapi Riana juga mengingat Gadis yang menghampirinya.
Riana bangun dari baringnya.
"Kenapa dia muncul lagi? Padahal aku sudah lama menghindarinya! Bahkan aku sampai pergi ke sini untuk menghindari dia,"gumam Riana.
Tapi Riana berpikir sejenak, jauh di lubuk
hatinya yang paling dalam membenarkan perkataan dari Gadis itu,
bahwa menjadi orang yang baik dan sabar itu sangat melelahkan, dia menjadi teringat akan ibunya yang memiliki kesabaran dan kebaikan yang luar biasa.
Tapi semua itu malah membawa keluarganya dalam kehancuran.
"Tidak! Aku tidak boleh berpikir seperti itu! Biar bagaimanapun juga apa yang dikatakan Ibu yang paling benar, bahwa kita harus menjadi seseorang yang sabar dan baik pada setiap orang."yakin Riana.
Untuk mendinginkan dada dan pikirannya yang panas,
Riana memutuskan untuk pergi ke Kamar mandi, ia ini mengguyur seluruh tubuhnya agar merasa dingin.
*
*
*
☠️☠️☘️☘️
Di tempat lain.
Harun tengah mencari tahu tentang asal-usul para penghuni Kos-kosan SURGA.
Bukan hanya yang menyewa di sana, tapi Bu Saidah pun diselidiki oleh Harun.
Harun cukup tercengang melihat apa yang ada di layar Laptopnya.
Ternyata Kos-kosan itu dibangun sudah sangat lama sekali, bahkan di saat Karim belum lahir.
Dan yang membuat Harun lebih terkejut lagi ternyata di Kos-kosan itu terdapat sebuah Ruang bawah tanah.
Tidak mungkin jika Bu Saidah dan Karim tidak mengetahui adanya Ruang bawah tanah di sana!
Karena Kos-kosan itu dirancang sendiri oleh Almarhum suami Bu Saidah.
Tapi kenapa Karim tidak menceritakan bahwa ada Ruang bawah tanah di Kos-kosan itu?
Beberapa pertanyaan muncul di benak Harun.
"Aku harus mencari tahunya sekarang!"
Sebelum Harun menyelesaikan penyelidikannya tentang orang-orang yang ia curigai.
Harun sudah terlebih dahulu beranjak dari sana,
ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Karim untuk menanyakan soal Ruang bawah tanah yang ada di Kos-kosan itu.
Sebelum Harun bertemu dengan Karim ia terlebih dahulu menghubunginya.
"Halo Karim, bisa kita bertemu sekarang?"
(...)
"Baiklah aku segera ke sana."
*
*
Dengan cepat Harun melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah disepakati oleh dirinya dan Karim.
*
*
*
"Kenapa kau malah mengajakku bertemu di sini?"tanya Harun yang heran karena Karim mengajaknya bertemu di tempat yang sepi.
"Aku terpaksa mengajakmu bertemu di sini, karena aku merasa akhir-akhir ini ada yang memperhatikan gerak-gerik kita,"kata Karim.
"Mungkin itu hanya perasaanmu saja,"sahut Harun.
Mereka berbincang dengan posisi berdiri karena memang tidak ada tempat duduk di sana.
"Ada apa! Apa ada yang ingin kau tanyakan atau sampaikan?"kata Karim.
"Iya! Aku ingin menanyakan, soal Ruang bawah tanah yang ada di Kos-kosan SURGA."
Karim terkejut! dengan pertanyaan Harun.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Edelweis
makin penasaran jangan2 Riana dikuasai makhluk jahat.
2022-12-18
0
UQies (IG: bulqies_uqies)
Mungkinkah Riana memiliki kepribadian ganda?
2022-12-15
1