Bab 10. Penghuni Baru.

Karena tidak ada bukti-bukti yang mengarah jika Riana terlibat atas kematian Ranum, Harun dan kedua rekan polisinya memutuskan untuk pergi dari Kos-kosan SURGA.

Tapi, tiba-tiba Harun mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana,

ia jadi tertarik dengan cerita teror yang dikatakan oleh Karim dan Bu Saidah, ia juga mendapatkan laporan jika ada Preman yang tewas di depan Kos-kosan itu, membuatnya semakin tertarik.

Harun meminta dua rekannya untuk kembali ke Kantor terlebih dahulu sedangkan dia ingin berbicara dengan Karim.

*

*

Mendengar niatan Harun yang ingin membantu mereka mengungkap siapa dibalik teror Kos SURGA, Karim menjadi antusias.

Ditambah lagi, Harun menawarkan jasanya secara gratis tanpa imbalan apapun membuat Karim setuju tanpa berpikir lagi.

Karim pun menceritakan semua rentetan kejadian awal mula teror dimulai.

Setelah mendengar cerita panjang lebar dari Karim,

akhirnya Harun menyimpulkan jika pembunuh Ranum adalah orang yang sama dengan peneror yang ada di Kos SURGA.

"Tapi, , apa motifnya Kenapa ia membunuh Ranum?"tanya Karim.

"Karena hanya Ranum yang tak mau kembali ke Kos-kosan ini dan ia bahkan meremehkan pesan dari si peneror, membuat si peneror menjadi marah pada Ranum,"jelas Harun.

Karim mengangguk setuju dengan apa yang menjadi dugaan Harun.

"Apa peneror itu ada di sekitar Kos-kosan ini?"Karim kembali bertanya.

"Sepertinya begitu,"sahut Harun.

Harun meminta semua data para penghuni Kos SURGA untuk mengecek latar belakang mereka termasuk para penghuni lama yang sudah pindah dari sana.

Karim memberikan semua data-data mereka dan Karim juga menyebutkan dua nama yang baru 1 bulan lalu meninggalkan Kos SURGA dengan alasan yang berbeda dari keduanya.

Yang satu beralasan karena tidak nyaman dengan gangguan dari Preman yang sering memalak di Gang sempit (sebelum preman ditemukan tewas)

Dan yang satunya lagi, karena sering terlibat cekcok dengan Ranum, itu yang membuat ia meninggalkan Kos-kosan ini.

Harun tertarik dengan nama yang terlibat cekcok dengan Ranum,

dan Karim pun memberikan identitas orang itu,

yang bernama Susi. Ia bekerja di sebuah Toko roti yang ada di Jalan XXX.

"Baiklah aku akan memulai penyelidikan dari orang yang bernama Susi ini,"kata Harun.

Setelah bicara cukup lama dengan Karim, Harun pun berpamitan dan akan segera melakukan penyelidikannya pada wanita yang bernama Susi.

Harun juga meminta Karim untuk melaporkan apapun hal yang mencurigakan di Kos-kosan SURGA termasuk dengan para penghuni di sana.

Setelah Harun pergi.

Karim menceritakan kesepakatannya menerima bantuan dari Harun untuk mengungkap siapa peneror yang mengganggu Kos-kosan ini.

Dan respon dari Bu Saidah dan penghuni lainnya.

menyetujui dengan tindakan yang dilakukan Karim.

*

*

*

☘️☠️☠️☠️☘️

Malam pun kembali menjelang.

Dan sepertinya Dewi keberuntungan tengah berpihak pada Bu Saidah.

Karena tiba-tiba di malam hari seperti ini ada seorang lelaki yang menanyakan.

"Apakah ada kamar kosong di Kos-kosan ini?"

Seperti mendapatkan sebuah berkah Bu Saidah pun langsung menjawab.

"Tentu, masih ada 3 kamar yang kosong untuk laki-laki, dan 4 kamar kosong untuk wanita."

Tanpa menceritakan kejadian yang tengah menimpa Kos-kosannya, Bu Saidah mengantar lelaki yang bertubuh gempal itu untuk melihat kamar yang akan menjadi tempatnya, sambil memperkenalkan diri masing-masing.

Dan posisi kamar yang akan di tempatinya persis berada di sebelah Kamar Tio.

*

*

Setelah melihat kondisi kamar yang akan ditempatinya,

lelaki itu menyerahkan beberapa lembar uang pada Bu Saidah sambil berkata.

"Saya akan tinggal di sini untuk 2 bulan ke depan, dan ini uangnya."

Lembaran uang itu tentu langsung disambut dengan senang hati oleh bu Saidah.

"Terimakasih banyak nak, ini kuncinya dan silakan beristirahat, semoga nak Aldi tidak hanya 2 bulan tinggal di sini,"kata Bu Saidah, dengan senyum ramah pada lelaki yang ternyata bernama Aldi itu.

"Baik, akan saya pikirkan."

Lelaki yang bernama Aldi itu segera masuk ke dalam kamarnya.

Dan Bu Saidah segera berlalu sambil menghitung lembaran uang yang baru saja ia terima, tanpa memikirkan nasib lelaki itu setelah tinggal di Kos-kosan miliknya.

*

*

*

☘️☠️☘️

Pukul 20.00 malam.

Riana keluar dari kamarnya.

"Ri, Kau mau ke mana?"tanya Tami yang kebetulan juga tengah keluar dari kamarnya, ia berniat ke Dapur untuk membuat mie rebus sebagai makan malamnya.

"Aku ingin ke Rooftop sebentar untuk menghubungi keluargaku, entah kenapa di dalam Kamar tidak ada sinyal,"kata Riana.

"Baiklah, aku titip salam untuk keluargamu!"

"Baik, akan kusampaikan."

*

Riana kembali melanjutkan langkahnya menuju Rooftop dan kini ia sudah sampai di sana.

Baru saja ia akan mengeluarkan ponselnya dari saku jaket,

tiba-tiba ada suara lelaki yang mengejutkannya.

"Waaaah! Ternyata di balik Kos-kosan yang kumuh dan jelek ini, terdapat wanita yang sangat cantik,"Kata Lelaki itu yang langsung mendekat pada Riana.

Riana tak merespon perkataan lelaki itu ia hanya bingung karena tiba-tiba ada lelaki asing di sana.

Menyadari jika Riana tengah bingung dengan kehadirannya,

lelaki itu lantas mengulurkan tangan pada gadis itu.

"Perkenalkan, Nama saya Aldi, dan saya penghuni baru di Kos-kosan ini, siapa Namamu?"

"Riana!"sahut Riana singkat dan sedikit jutek.

Entah kenapa Riana bisa sejutek itu padahal biasanya ia selalu bersikap ramah.

Karena Riana menyebutkan nama tanpa menyambut uluran tangannya,

Membuat Aldi menjadi kesal.

Ia menarik paksa tangan Riana agar membalas uluran tangannya.

"Jangan kurang ajar kau!"bentak Riana yang langsung menepis tangan lelaki itu.

Lelaki yang bernama Aldi itu bertambah kesal dengan sikap Riana.

Dan ia kembali memaksakan diri untuk menyentuh tangan Riana.

"Lepaskan! Jangan kau berani macam-macam denganku,"Riana kembali membentak Aldi.

Hahaha!

Aldi malah tertawa terbahak-bahak mendengar bentakan dari Riana.

"Apa kau tengah mengancamku?"

"Iya! Dan kau jangan berani macam-macam denganku,"kata Riana dengan tegas.

Tapi itu semua semakin membuat lelaki itu terbahak-bahak.

Ia juga semakin kurang ajar dengan menarik kedua tangan Riana agar lebih mendekat padanya.

"Hey! Apa yang kau lakukan!"

Di waktu yang sangat tepat Tio muncul.

Dia segera menghampiri Riana yang tangannya tengah dicengkram oleh Aldi.

"Lepaskan tanganmu darinya!"sentak Tio pada Aldi.

Namun sentakan Tio semakin memancing emosi Aldi.

Ia melepaskan tangan Riana dan maju beberapa langkah menatap tajam Tio.

"Kau jangan ikut campur dengan urusanku,"kata Aldi sambil menunjuk-nunjuk Tio.

BUG!

Tanpa basa-basi dan berkata apapun lagi, Tio langsung melayangkan satu pukulan di wajah lelaki yang menyebalkan itu.

"Kurang ajar!"umpat lelaki itu seraya menyentuh bibirnya yang ternyata sampai terluka akibat pukulan dari Tio.

Aldi membalas pukulan Tio

Dan di saat itu juga Kedua lelaki yang belum saling mengenal itu terlibat perkelahian.

Riana segera turun untuk melaporkan kejadian ini pada Karim.

Dan dengan sigap,

Karim bersama Rian segera naik ke Rooftop untuk melerai perkelahian mereka.

"Awas lo! Gue akan balas perbuatan lo!"kata Aldi yang menunjuk Tio.

"Sebelum lo membalas, gue duluan yang akan membuat perhitungan sama lo,"sahut Tio.

"Sudah! Jangan berkelahi seperti ini, tenangkan diri kalian,"ujar Karim.

*

*

*

☘️☠️

Setelah berhasil mendamaikan Kedua lelaki itu.

Mereka kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.

Tapi.

Tio dan Aldi masih menyimpan dendam di hati masing-masing.

☠️☘️

*

*

Dan tepat dipukul 00: 00

Tiba-tiba lampu di Kos-kosan SURGA Padam.

Tidak ada yang berani keluar dari, karena mereka tahu padamnya lampu pertanda buruk di Kos-kosan itu.

Tapi tidak untuk Aldi.

Ia yang tak tahu apa-apa memberanikan diri keluar dari kamarnya menuju Rooftop untuk mencari angin, ia merasa gerah di dalam kamar karena kipas angin di sana pun padam.

Tanpa memiliki firasat buruk apapun,

dan berbekal penerangan dari ponsel miliknya Aldi menaiki tangga menuju Rooftop.

Dan ia duduk santai di bangku yang tersedia di sana.

Tanpa lelaki itu sadari.

Ada sosok yang berbaju serba hitam tengah memperhatikannya.

☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️

Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏

Mohon dukungannya ya 🙏🙏

Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

Episodes
1 Bab 1. Breaking News!
2 Bab 2. Kos SURGA!
3 Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4 Bab 4. Teror Di Mulai.
5 Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6 Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7 Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8 Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9 Bab 9. Ranum Berakhir.
10 Bab 10. Penghuni Baru.
11 Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12 BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13 Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14 BAB 14. Mencurigai Tio.
15 BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16 BAB 16. Di Pecat!
17 BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18 BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19 BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20 BAB 20. Menyapa Lestari.
21 BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22 BAB 22. Siapa Pelakunya?
23 BAB 23. Kemana Widya!
24 BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25 BAB 25. Menghilangnya Widya.
26 BAB 26. Karim Marah!
27 BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28 BAB 28. Riana Yang Aneh!
29 BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30 BAB 30. Penghuni Baru.
31 BAB 31. Kemunculan Rachel.
32 BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33 BAB 33. Rachel bertemu Riana
34 BAB 34. Mengikuti Karim
35 BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36 BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37 BAB 37. Membebaskan Widya.
38 BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39 BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40 Menemukan Sedikit petunjuk
41 Kedatangan Polisi
42 Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43 Flash Back
44 Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45 Siapa Nadira?
46 Riana. Nadira
47 Mengintrogasi Riana
48 Pengakuan Yang Mengejutkan !
49 Terungkap- Final Episode
50 Promosi Novel Baru
51 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Breaking News!
2
Bab 2. Kos SURGA!
3
Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4
Bab 4. Teror Di Mulai.
5
Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6
Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7
Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8
Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9
Bab 9. Ranum Berakhir.
10
Bab 10. Penghuni Baru.
11
Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12
BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13
Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14
BAB 14. Mencurigai Tio.
15
BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16
BAB 16. Di Pecat!
17
BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18
BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19
BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20
BAB 20. Menyapa Lestari.
21
BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22
BAB 22. Siapa Pelakunya?
23
BAB 23. Kemana Widya!
24
BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25
BAB 25. Menghilangnya Widya.
26
BAB 26. Karim Marah!
27
BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28
BAB 28. Riana Yang Aneh!
29
BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30
BAB 30. Penghuni Baru.
31
BAB 31. Kemunculan Rachel.
32
BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33
BAB 33. Rachel bertemu Riana
34
BAB 34. Mengikuti Karim
35
BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36
BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37
BAB 37. Membebaskan Widya.
38
BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39
BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40
Menemukan Sedikit petunjuk
41
Kedatangan Polisi
42
Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43
Flash Back
44
Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45
Siapa Nadira?
46
Riana. Nadira
47
Mengintrogasi Riana
48
Pengakuan Yang Mengejutkan !
49
Terungkap- Final Episode
50
Promosi Novel Baru
51
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!