"Ruang bawah tanah!" Kejut Karim.
"Iya, dan pasti kau mengetahui tempat itu kan?"
Karim gugup, ia bingung harus jawab apa, dia juga tidak menyangka jika Harun akan mengetahui tempat rahasia ibunya itu.
"Karim kenapa kau diam?"
"Aah.. Aku tengah memikirkan tempat itu, ya! Aku sedikit lupa karena sudah lama sekali tidak memeriksa tempat itu semenjak ibu menghilangkan kunci untuk masuk ke Ruangan itu."
Harun memandang penuh curiga, dengan gerak-gerik Karim yang seperti menutupi keberadaan tempat itu.
"Boleh aku melihat tempat itu?"
DEG!
"Melihat tempat itu! Tempat Rahasia ibu selama ini! tidak! Harun tidak boleh melihat tempat itu sekarang, karna itu pasti akan menjadi masalah besar untuk ibu."
Karim semakin gugup, dan itu semakin menambah kecurigaan Harun.
"Kenapa? Apa kau tidak mengijinkannya?"
"Bukan begitu, kan tadi aku sudah bilang jika kunci untuk membuka ruang bawah tanah itu sudah hilang , jadi kita tidak bisa masuk ke sana."
"Bukankah kita masih bisa menggunakan cara lain!"
"Cara lain!" Karim berfikir sejenak, kemudian ia kembali memberi penjelasan,"tapi Ruangan itu sudah bertahun-tahun tidak di buka dan di bersihkan, sudah pasti kondisi di sana sangat kotor dan bisa jadi tempat itu sudah....!"
"Sudah menjadi tempat persembunyian Sikopat itu!"
Karim semakin terkejut mendengar ucapan Harun, wajahnya seketika memucat.
"Hahaha...," tapi kemudian Harun Tertawa melihat wajah panik Karim,"kenapa kau terlihat ketakutan seperti itu! Aku hanya bercanda, bagaimana mungkin Sikopat itu mau bersembunyi di tempat seperti itu iya kan?"kata Harun sambil menepuk-nepuk pundak Karim.
"Iya, kau benar!"Karim mengangguk, tapi ia tentu merasa jika ucapan Harun bukankah sebuah candaan, karna Harun bukan tipe lelaki yang suka lelucon.
"Bagaimana! Apa aku di ijinkan untuk melihat Ruangan bawah tanah yang ada di Kos-kosan milikmu?"
Dan mau tidak mau, Karim pun mengangguk bertanda mengiyakan keinginan Harun.
"Baiklah, tentu kau boleh melihat tempat itu."
Entah apa yang di sembunyikan Karim dan Bu Saidah di Ruangan itu, hingga ia harus menutupinya dari Harun.
*
*
Harun segera mengajak Karim untuk menuju Kos-kosan.
Tapi langkah mereka terhenti karena ponsel Harun berdering.
"Halo! Ada apa?"
(....)
"Kau yakin?"
(....)
"Baik saya ke Kantor sekarang."
Harun menutup panggilannya dan itu sukses membuat Karim mengukir senyum di sudut bibirnya,
mendengar percakapan singkat yang hanya ia dengar dari satu pihak, tapi Karim sudah sangat yakin jika Harun pasti tidak akan pergi ke Kos-kosan.
Benar saja.
Harun berbalik menghadap Karim.
"Sorry Karim, seperti tidak untuk sekarang aku melihat tempat itu."
"Ok, tidak masalah. Kita masih memiliki banyak waktu untuk melihatnya bukan,"sahut Karim.
Sebenarnya Harun sangat menyesal karena tidak bisa memeriksa tempat itu sekarang, tapi tidak ada pilihan lain baginya,
karena rekan kerjanya meminta ia untuk segera datang ke Kantor karena ada Fakta baru dari kasus kematian Aldi.
*
*
*
Mereka berpisah di sana, Harun pergi terlebih dahulu.
Karim memasang wajah lega karena Harun tak jadi ke Kos-kosan.
"Aku dan Ibu harus segera membereskan tempat itu,"gumam Karim dan ia pun segera berlalu dari tempat itu.
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☘️
Sore hari.
Riana yang tengah di Landa kebingungan memilih menghirup udara segar di Rooftop.
Tami belum kembali dari bekerja, hingga tidak ada teman untuk mengobrol, sedangkan Tika dan Widya entah kemana sejak siang dua Gadis itu tidak terlihat di Kos-kosan.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
Tiba-tiba Tio muncul dari belakang mengagetkannya.
"Tio!"
Tio berjalan mendekat dan duduk di samping Riana, lalu ia kembali mengulangi pertanyaan.
"Aku hanya ingin menghirup angin segar di sini."
"Kau sudah pulang bekerja?"
"Sudah, bahkan besok aku sudah tidak perlu untuk pergi bekerja lagi."
"Kenapa bisa begitu?"
Dan Riana pun menceritakan semua kejadian yang ia alami di Kantor pagi tadi.
Tio menghela nafasnya, setelah mendengar cerita dari Riana, lalu tanpa sadar ia berkata.
"Teman mu itu sungguh keterlaluan, apa kau tidak berniat membalasnya?"
Mata Riana membulat sempurna menatap Tio.
"Membalasnya?"
Tio mengangguk.
"Iya membalasnya, kenapa kau terkejut seperti itu! Apa kau tidak mau?"
Riana diam, ia tengah mengingat sesuatu di otaknya.
"Riana!"panggil Tio, yang melihat Riana membisu.
Dengan wajah serius dengan tegang,
Riana sekali lagi menatap Tio, lalu bertanya.
"Apa itu boleh?"
Tio mengerutkan keningnya, sepertinya ia bingung dengan pertanyaan Riana.
"Boleh apa?"
"Boleh membalasnya?"
"Apa yang kau maksud membalas temanmu itu?"
Riana mengagungkan
"Iya!"
Tio tersenyum.
"Tentu saja boleh, sesekali orang seperti itu harus di balas dengan sedikit peringatan, agar membuatnya tidak bertindak semena-mena,"kata Tio.
"Tidak-tidak! Ibuku bilang kita tidak boleh menyimpan dendam pada siapapun."
Tio bingung.
Kenapa dengan Gadis ini, tadi ia memasang wajah serius seolah benar-benar ingin membalas dendam pada temannya itu.
Tapi Kenapa raut wajahnya tiba-tiba berubah.
"Riana apa kau baik-baik saja?"tanya Tio khawatir.
"Kenapa kau bicara seperti itu! Tentu aku baik-baik saja."sahut Riana sambil tersenyum manis pada Tio.
"Sepertinya kau membutuhkan sedikit hiburan, bagaimana kalau kita keluar."
"Keluar! Kemana?"
"Jalan-jalan, kau tau tidak, di sore hari seperti ini sangat cocok untuk pergi berjalan-jalan,"kata Tio.
"Benarkah!"
Tio mengangguk.
"Tentu."
"Baiklah! Aku juga ingin tau bagaimana rasanya jalan-jalan di kota."
*
*
*
Dan sore itu Riana pergi bersama Tio untuk menikmati suasana sore.
☘️☠️☠️☠️☘️
"Karim! Sepertinya ini waktu yang tepat,"kata Bu Saidah, pada putranya yang tengah sibuk dengan ponselnya.
"Maksud ibu?"
"Riana dan Tio baru saja keluar dari Kos-kosan, dan anak-anak yang lain juga belum kembali."
Karim meletakkan ponselnya, ia sangat paham apa maksud dari perkataan ibunya.
"Kalau begitu, ayo Bu kita bersihkan sekarang!"ajak Karim pada ibunya.
Bu Saidah mengangguk, dan mereka berdua menuju, Ruang bawah tanah.
Siang tadi Karim dan Bu Saidah gagal untuk membersihkan tempat itu, karena masih ada Tio dan Riana di Kos, mereka takut jika Tio dan Riana mencurigai mereka.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
UQies (IG: bulqies_uqies)
Duh, kenapa semua orang mencurigakan yah?
2022-12-17
2