"Dan kemungkinan besar Budi menyimpan dendam pada Ranum, itu sebabnya ia membunuh gadis itu, dan kenapa dia membunuh preman! Itu karena preman itu sangat sering mengganggunya.
Lalu Aldi, ia juga membunuh Aldi padahal mereka tidak saling mengenal, itu karena Dokter Budi marah pada ibumu!"
"Marah pada Ibuku?"
"Iya, dan ia juga menyebarkan teror ini karena ia marah pada ibumu, bahkan ia sampai membunuh penghuni Kos SURGA karena ia ingin merusak nama Kos-kosan itu, seperti nama Kliniknya yang telah rusak. Tapi sekali lagi aku tegaskan, itu hanya dugaanku saja dan aku pun tidak yakin 100% jika Dokter Budi lah pelakunya, karena masih ada beberapa nama yang diduga pelaku."
"Lalu Apa alasanmu bisa menuduh penghuni Kos?"
"Karim, teror dimulai setelah 3 nama memasuki Kos SURGA?"
Karim berpikir sejenak lalu ia menyambung ucapan Harun.
"Iya, dan tiga nama itu adalah Tio, Tika dan Riana."
Dan ingatan Karim kembali pada ucapan Rian subuh tadi.
"Apa benar pelakunya Tio!"
"Bagaimana, apa dari ke 3 nama itu ada yang mencurigakan selama ini?"tanya Harun.
"Tio!"dan akhirnya satu nama itu keluar dari mulut Karim."
Dan itu semakin menguatkan dugaan Harun jika pelaku benar-benar salah satu dari penghuni Kos-kosan SURGA
"Tio, dia pernah terlibat perkelahian dengan Preman di malam pertama ia datang di Kos SURGA, dan di pagi harinya Preman itu ditemukan tewas dan sebelumnya aku pernah mendengar Tio berucap dan berjanji akan membalas Preman itu. Yang kedua Aldi, di malam sebelum lelaki itu ditemukan tewas Tio juga terlibat perkelahian dengan Aldi karena Tio mendapati Aldi tengah mengganggu Riana di Rooftop, dan pagi harinya lelaki itu bernasib sama seperti Preman, harus tewas dengan cara yang mengenaskan, tapi jika dengan Ranum aku tidak tahu, karena aku belum pernah melihatnya secara langsung terlibat cekcok atau masalah dengan Ranum.
Tapi, bukankah Ranum juga ditemukan tewas di pagi hari! Itu berarti pembunuh selalu melakukan aksinya di malam hari?"
"Kau benar!sepertinya pelaku lebih suka melakukannya di malam hari daripada di siang hari."sahut Harun.
"Tapi apa benar jika Tio pelakunya?"
"Itulah yang menjadi tugas kita sekarang, kita harus menyelidiki Tio secara diam-diam tanpa diketahui oleh lelaki itu, bila perlu kita lakukan penggeledahan di kamarnya, karena jika memang dia pelakunya Tio pasti menyimpan semua Kuku para korbannya,"kata Harun.
Dan disambut anggukan kepala oleh Karim.
*
*
*
Setelah mereka sepakat akan menyelidiki Tio secara diam-diam,Karim berpamitan untuk kembali ke Kos-kosan SURGA.
Ia ingin mengintrogasi ibunya, yang tidak menceritakan kejadian tentang Dokter Budi kepadanya.
*
*
*
☠️☠️☠️☠️☠️
Di di Kos-kosan.
Tika dan Widya mendatangi Rian yang sedang berada di Rooftop.
Lelaki itu tengah termenung sendirian di sana entah apa yang tengah ia pikirkan.
*
"Rian!"panggil Widya.
Seketika Rian menoleh pada gadis itu.
"Ada apa?"sahutnya.
"Apa bisa kita bicara?"
"Apa yang ingin kalian bicarakan?"
"Tentang teror yang terjadi di Kos-kosan ini!"
Rian berdiri dari duduknya dan ia menatap lekat Widya dan Tika.
"Apa yang ingin kalian bicarakan?"
"Rian, kita harus bisa mengungkap siapa pelaku teror dan pembunuhan itu agar kita bisa terbebas dari Kos-kosan ini."kata Tika.
"Bukankah itu sudah dilakukan oleh pihak Polisi dan Detektif Harun?"
"Kita juga harus membantu mereka Rian."Sahut Widya.
"Caranya?"
Tika maju semakin mendekat dan ia meminta Rian dan Widya duduk, lalu menanyakan apa yang ingin ia tanyakan.
"Rian, apa alasanmu menuduh Tio yang mencelakai Aldi?"
Rian terkejut dengan pertanyaan dari Tika.
"Aku tidak menuduhnya, kenapa kalian bicara seperti itu?"
"Sudah Rian! Jangan ada yang ditutup-tutupi lagi, katakan jika kau mengetahui sesuatu tentang Tio, ingat! Saat ini kau tengah bicara dengan kami bukan dengan Tio, jadi kau tidak perlu takut."
"Aku tidak takut padanya, aku hanya tidak mau ada keributan lagi di sini."
"Aku tahu itu, dan sekarang coba jelaskan pada kami."
Dan Akhirnya Rian pun menceritakan kenapa dia mencurigai Tio.
"Pada saat Karim membangunkan aku dan Tio untuk menemaninya keluar Kos-kosan, karena Bu Saidah mendengar sesuatu yang jatuh dari atas, Tio keluar kamar dengan menggunakan jaket yang super tebal dan berwarna hitam, bukankah malam itu tengah mati lampu, dan kalian tahu sendiri kan jika di kamar kita itu sangat pengap dan panas apalagi ketika kipas tidak menyala bagaimana mungkin dia bisa tidur dengan jaket setebal itu, aku juga melihat dia sangat berkeringat dengan nafas yang memburu ia seperti habis melakukan aktivitas berat."
"Kau yakin itu!"
"Sangat yakin, tapi aku juga tidak bisa menduga jika Tio lah yang mencelakai Aldi di malam itu."
"Rian benar, bisa jadi Tio hanya tengah berolahraga di malam itu sampai membuat dia berkeringat, dan kenapa dia memakai jaket setebal itu! Mungkin dia merasakan dingin atau yang lainnya,"kata Widya yang berpikir positif tentang teman barunya itu.
"Berolahraga! Di malam buta seperti itu? sungguh tidak masuk akal,"sahut Tika.
Rian dan Widya, juga berpikir sungguh tidak masuk akal jika Tio berolahraga di tengah malam buta seperti itu apalagi suasana sedang gelap gulita seperti itu.
Dan beberapa jam sebelum kejadian itu Tio memang terlibat perkelahian dengan Aldi,semakin menguatkan dugaan mereka jika memang Tio lah yang mencelakai Aldi.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?"tanya Rian.
"Kita harus melaporkan ini pada Detektif Harun kan?"sahut Widya.
"Tidak!"kata Tika.
"Kenapa tidak?"ucap Rian.
"Kita selidiki Tio dengan cara kita sendiri tanpa melibatkan Detektif Harun atau polisi."
"Bagaimana bisa seperti itu,"protes Widya dan Rian secara bersamaan.
"Memang harus seperti itu, jika kita mengandalkan Detektif Harun masalahnya tidak akan selesai, kau tahu sendiri sampai sekarang Detektif Harun belum bisa mengungkap siapa dalang dibalik teror dan pembunuhan itu,"kata Tika.
"Baiklah aku ikut apa katamu saja, tapi walaupun Tio benar mencelakai Aldi, belum tentu ia tersangka dari Teror selama"sahut Rian.
Dan mau tidak mau Widya pun menyetujui usul dari Tika untuk menyelidiki Tio secara diam-diam dengan cara mereka sendiri.
Tanpa mereka sadari dan ketahui bahwa Karim dan Detektif Harun pun tengah menyelidiki Tio.
*
*
*
☠️☠️☠️
Karim sudah kembali di Kos-kosan.
*
*
*
Ia tengah berbicara lebih tepatnya melayangkan Protes pada ibunya.
"Kenapa ibu tidak menceritakan masalah Dokter Budi padaku.?
"Itu hanya masalah kecil Karim,ibu rasa kau tidak perlu tahu dengan masalah seperti itu."kata Bu Saidah.
"Ibu menganggap itu masalah kecil, tapi apa ibu tahu jika dampak dari masalah yang ibu anggap kecil itu menjadi persoalan yang besar bahkan menelan korban jiwa!"
"Apa maksudmu?"
"Dari hasil penyelidikan Harun, kemungkinan Dokter Budi adalah dalang dari pelaku teror dan pembunuhan yang terjadi di Kos-kosan SURGA, begitu juga dengan kematian Ranum."
"Bagaimana bisa Harun bicara seperti itu?"
"Tentu saja bisa Bu, dia seorang Detektif."
"Tapi ibu tidak yakin jika pelakunya adalah Dokter Budi?"
"Aku pun sama begitu Bu, dan Harun juga tidak 100% mempercayai jika Dokter Budi lah pelakunya. Karena ada kemungkinan pelaku adalah penghuni Kos ini."
"Apa!"Bu Saidah terkejut setengah mati, ketika mendengar jika pelaku ada di Kos-kosan miliknya.
"Apa kau tidak sedang bercanda Karim?"
"Tidak! Dan aku minta ibu tetap waspada pada siapapun termasuk anak-anak Kos ibu sendiri."
"Astaga! Lalu apa yang harus kita lakukan Karim?"
"Ibu jangan khawatir, yang penting ibu tetap waspada dan jaga diri ibu baik-baik, karena tidak menutup kemungkinan jika di antara kita akan menjadi korban selanjutnya."
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah Mau berkunjung ke cerita ini.🙏
Mohon dukungannya.🙏
Tolong koreksi
jika ada kesalahan dalam tulisan ini
Agar ntar bisa segera memperbaikinya.🙏😁
Love Banyak-banyak untuk semuanya😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments