Aldi merogoh saku celananya untuk mencari korek guna menyalakan sebatang rokok yang ada di tangannya.
Tapi,
baru saja Aldi menyalakan api di korek itu tiba-tiba angin berhembus dari belakangnya dan memadamkan api kecil itu.
"Sial! Umpatnya, dan Aldi kembali menyalakan korek api.
Tapi lagi-lagi api itu dipadamkan oleh angin yang berhembus dari belakangnya.
Merasa ada yang aneh dengan angin yang membuat api kecil itu padam, Aldi memutar wajahnya, untuk melihat ke belakang.
Dan.
BUG!
Seketika Aldi terjungkal dari bangku karena ia terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Si...Si... Siapa kau!"seluruh tubuh Aldi gemetar menatap sosok serba Hitam yang ada di hadapannya
Aldi mencoba untuk bangkit dan pergi dari sana.
Tapi.
BUG!
Aldi kembali terjatuh karena pelariannya terhenti setelah sosok misterius itu menghalanginya kakinya.
"Mau apa kau!"Aldi semakin gemetar dan sosok misterius itu tak mengeluarkan sepatah kata pun, untuk menyahuti Aldi.
Aldi kembali bangkit dan berusaha untuk pergi dari sana,
tapi sosok itu lagi-lagi menghalangi langkahnya.
Dan sosok hitam itu semakin mendekat padanya.
Aldi memundurkan langkahnya seiring dengan sosok yang dari Neraka itu memajukan langkah kakinya.
Hingga
Aldi tak dapat lagi melangkah mundur karena ia sudah berada di pembatas Rooftop.
Dengan keberanian yang ia kumpulkan, Aldi mencoba melawan sosok itu.
Namun.
SREEET!
Ternyata sosok hitam itu membawa senjata tajam dan langsung ia layangkan di lengan Aldi.
Aldi memekik karena merasakan perih di lengannya.
Dirasa ia tidak bisa melawan sosok hitam itu Aldi pun terpaksa menyerah.
"Jangan! Tolong jangan lakukan apapun pada saya,"pinta Aldi, seraya menangkupkan kedua tangannya memohon pada sosok yang mengerikan itu.
Aldi tak dapat melihat jelas wajah sosok itu karena suasana yang sangat gelap.
Dia hanya bisa melihat bola mata dengan sorot yang tajam dan memutih menandakan betapa kejamnya sosok hitam itu.
"Saya mohon jangan lakukan apapun pada saya, jika kau membebaskan saya, saya akan melakukan apapun yang kau perintahkan,"Aldi kembali memohon pada sosok itu.
Tapi sosok itu tentu tidak akan luluh dengan permohonan dari laki-laki pengecut seperti Aldi.
*
*
Dan.
*
*
WUUUSSSS...
AAAKKH.....
Tanpa ragu, dan diiringi senyum puas yang terukir di ujung bibirnya, sosok mengerikan itu mendorong tubuh Aldi hingga terjatuh dari Rooftop bangunan Kos SURGA.
*
BUG!
Suara cukup nyaring terdengar sampai kamar Bu Saidah, karena posisi jatuhnya Aldi tepat di samping jendela kamarnya.
Bu Saidah yang memang belum tertidur menjadi terkejut mendengar benda jatuh yang cukup keras itu.
"Astaga! Seperti ada sesuatu yang terjatuh,"gumamnya.
Dan tanpa fikir panjang,
Bu Saidah keluar dari kamarnya untuk menuju ke kamar Karim.
Ia berniat membangunkan putranya untuk mengecek apa yang jatuh dari atas.
TOK.
TOk.
TOk
"Karim! Karim! buka pintunya nak!"
Tak ada sahutan apapun dari dalam kamar Karim sampai Bu Saidah berulang kali mengetuk pintu itu.
"Ibu!"
Akhirnya sahutan dari Karim terdengar di telinga Bu Saidah, Tapi sahutan itu bukan berasal dari dalam kamarnya melainkan dari belakang.
Ya!
Ternyata Karim tidak berada di dalam kamarnya.
"Karim, dari mana kau tengah malam begini?"tanya Bu Saidah sedikit cemas.
"Aku dari berkeliling untuk mengecek Kos-kosan Bu."
"Tapi itu berbahaya Karim, di saat lampu padam seperti ini si peneror pasti keluar dari persembunyiannya."
"Justru itu yang aku tunggu Bu, Aku ingin menangkapnya secara langsung."
"Tapi, paling tidak kau mintalah ditemani Tio atau Rian."
"Mereka tengah tertidur pulas, tapi baiklah lain kali aku akan mengajak mereka. Tapi untuk apa ibu malam-malam begini di kamarku?"
"Karim, apa kau mendengar sesuatu yang terjatuh dari atas?"seketika Bu Saidah kembali panik.
"Tidak!"sahut Karim.
"Ibu mendengar ada sesuatu yang terjatuh dari atas, dan itu persis berada di sebelah kamar ibu."
"Apa Ibu yakin?"
"Ibu sangat yakin karim Karena suaranya itu cukup keras."
"Ya sudah, Ibu tunggu di sini aku akan mengeceknya di luar."
Karim ingin berlalu menuju pintu keluar tapi Bu Saidah mencegahnya.
"Jangan sendiri Karim, mintalah Tio atau Rian untuk menemanimu,"kata Bu Saidah yang khawatir jika anaknya keluar sendirian.
"Baik Bu aku akan coba membangunkannya."
Dan dengan terpaksa,
Karim pun mengetuk pintu kamar dua lelaki itu untuk menemaninya keluar Kos-kosan.
Dan setelah Tio dan Rian keluar dari kamarnya, Karim menceritakan apa tujuannya membangunkan mereka.
"Baiklah! Ayo kita lihat, siapa tahu itu ada hubungannya dengan peneror selama ini,"kata Tio.
Berbekal Senter yang cukup terang yang disediakan oleh Bu Saidah,
ketiga lelaki itu berjalan keluar menuju sumber suara.
*
"Tio, Kenapa kau menggunakan jaket hitam tebal seperti itu, bukankah di dalam sangat gerah karena kipas tak menyala?"tanya Rian yang terheran melihat tubuh Tio berbalut jaket berwarna hitam tebal yang sudah pasti membuat suhu tubuhnya menjadi panas ketika digunakan di dalam kamar yang sempit itu.
"Tadi aku merasa kedinginan!"sahut Tio.
"Lihat itu!"seru Karim, yang terkejut melihat dari kejauhan sesuatu yang tertangkap cahaya dari Senter yang ia bawa.
Sesuatu yang tergeletak di tanah persis di sebelah jendela kamar Bu Saidah.
"Apa itu tubuh manusia?"sahut Rian yang juga terkejut!
Dengan cepat ketiga lelaki itu menghampiri sesuatu yang mereka duga tubuh manusia.
Benar saja! sesosok tubuh Manusia
tergeletak dengan luka di beberapa bagian tubuhnya, yang diduga luka itu didapat karena ia terjatuh dari ketinggian.
"Astaga dia benar-benar manusia!"gumam Rian tak percaya.
Karim membalik tubuh si korban yang tergeletak,
dan ia sangat terkejut ketika mendapati ternyata orang itu adalah Aldi, penghuni baru kos-kosan SURGA, dan sudah bisa dipastikan jika lelaki itu tewas.
"Apa dia terjatuh dari atas?"tanya Tio.
"Sepertinya begitu."
Karim segera menghubungi Harun atas peristiwa mengerikan ini.
☠️☠️
Dan beberapa menit kemudian lokasi itu sudah dipenuhi dengan beberapa orang yang terbangun karena mendengar keributan dari ketiga lelaki itu.
Bu Saidah beserta anak-anak yang lainnya pun keluar dan melihat Apa yang terjadi
Tika sampai menangis histeris di pelukan Tami ketika menyaksikan kejadian mengerikan itu,
begitupun dengan Riana dan Widya, mereka Shock menyaksikan kejadian tragis di hadapannya.
Karim menutup jasad Aldi dengan kain.
*
*
☠️☠️☠️
Dan Setelah menunggu 2 jam lamanya.
Harun bersama tim kepolisian tiba di lokasi kejadian.
Mereka segera Mengevakuasi korban dan langsung dibawanya ke Rumah Sakit untuk keperluan Otopsi.
Harun juga meminta keterangan dari beberapa saksi di sana.
Setelah beberapa keterangan ia kantongi, Harun berpamitan ingin kembali ke Kantor.
Tapi sebelum dia benar-benar pergi, Harun meminta pada Karim untuk bertemu siang hari nanti karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan, dan permintaan itu dijawab anggukan oleh Karim.
☠️☠️
Selepas kepergian Harun dan timnya.
Penghuni Kos, dilanda ketakutan dan membuat mereka semakin Stres.
"Bagaimana ini Bu? Teror kembali memakan korban,"kata Widia pada Bu Saidah.
"Betul Bu bagaimana ini, sedangkan kita tidak bisa meninggalkan tempat ini,"sahut Tika yang dari tadi sangat ketakutan.
"Apa yang harus kita lakukan Bu?"sambung Riana meminta solusi pada Bu Saidah.
"Tenanglah! kalian jangan panik dulu, bisa jadi Aldi tewas karena terjatuh atau tergelincir dari Rooftop, bukan karena dibunuh oleh si peneror,"kata Bu Saidah.
"Itu benar, kita tunggu hasil Otopsi dari polisi dulu baru bisa menyimpulkan jika Aldi meninggal karena dibunuh atau murni kecelakaan,"sambung Karim.
"Tapi...! Bukankah semalam anak baru itu terlibat perkelahian denganmu?"tanya Rian secara tiba-tiba, dan pertanyaan itu ia tunjukkan pada Tio,
Ryan bertanya dengan Ekspresi tak biasa, ia menampilkan sorot mata mencurigai pada Tio.
"Kenapa kau menatapku seperti itu! Apa kau mencurigaiku atas kematian anak baru itu?"bentak Tio tak terima, dengan pandangan mencurigai dari Rian.
"Aku tidak bilang seperti itu, tapi kenapa kau malah merasa!"sahut Rian.
"KAU!"Tio sudah hampir meraih kerah baju Rian, tapi untung segera dihalangi Karim.
"Sudah! Kenapa kalian malah ribut seperti ini, bukan seperti ini cara menyelesaikan masalah, kita tunggu hasil dari penyelidikan yang dilakukan Harun."Kata Karim, Kesal.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏🙏
Mohon dukungannya ya 🙏🤗
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Edelweis
sangat menegangkan, pusssing aku bacanya.
2022-12-10
1