Sreeet..
Tanpa membuang-buang waktu sosok misterius itu mengiris pergelangan tangan Ranum yang terikat.
Dan seketika itu juga darah segar mengalir dari lengan itu,
Ranum sadar dan membuka matanya karena merasakan sakit yang luar biasa di lengan kirinya, meskipun Ia membuka lebar matanya tapi ia tak dapat berbicara apalagi berteriak karena mulutnya tengah dibungkam dengan sepotong kain dan tangannya pun diikat.
Ia hanya bisa melebarkan matanya seraya menatap sosok yang tengah tersenyum miring padanya,
bahkan Ranum sampai meneteskan air mata di kedua bola mata indahnya karena merasakan sakit dan takut yang luar biasa.
Hingga beberapa menit kemudian tubuh Ranum semakin mengejang seiring dengan derasnya darah yang mengalir dari nadinya.
Sosok itu mengalirkan air yang langsung menuju ke Bak mandi yang terdapat Ranum di sana.
Kucuran air sampai memenuhi Bak dan seketika berubah warna menjadi merah karena tercampur dengan darah Ranum.
Ranum tak berdaya hingga secara perlahan Gadis itu menutup matanya.
Sosok yang berasal dari Neraka itu meninggalkan Ranum begitu saja setelah memastikan jika Gadis itu benar-benar menutup matanya,
ia membiarkan Ranum terendam genangan air yang bercampur dengan darahnya sendiri.
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Pagi hari.
Suasana sedikit tenang terasa di Kos SURGA karena semalam mereka melewati malam tanpa adanya hal-hal yang mengerikan dan semua bisa tidur dengan nyenyak.
"Apa ini karena aku kembali ke sini, jadi teror itu berakhir!"Celetuk Tika.
Yang saat ini tengah menjemur pakaian di Rooftop bersama kedua temannya yaitu Riana dan Tami.
"Mungkin saja seperti itu,"sahut Tami diiringi dengan kekehan kecil.
"Riana, apa semalam kau tidak bisa tidur aku mendengar suara berisik di kamarmu?"tanya Tika pada Riana yang tengah melamun entah apa yang ia pikirkan.
"Riana!"Tika menepuk pundak Riana yang tak menyahuti pertanyaannya.
"Eeh.. ada apa?"kata Riana terkejut!
"Kau kenapa melamun apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"tanya Tami.
"Tidak, aku hanya tengah kepikiran dengan keluargaku saja."
"Kau pasti sangat merindukan keluargamu ya?"
Riana mengangguk.
"Pulanglah Dan jenguk keluargamu, aku tahu rasanya bagaimana merindukan keluarga,"Timpal Tika.
"Aku akan pulang jika sudah menerima gaji pertamaku,"sahut Riana.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, semalam aku mendengar suara gaduh di kamarmu, apa yang terjadi?"
"Ahh... Itu.. Aku, tidak terjadi apa-apa, semalam ada Kecoa di kamarku, dan itu yang membuatku panik sampai menimbulkan keributan di kamarku, maaf jika sudah mengganggu kenyamanan tidurmu."
"Tidak apa-apa , aku hanya khawatir jika terjadi sesuatu denganmu."sahut Tika.
☘️☠️
Karena hari ini Weekend membuat mereka tidak berangkat bekerja dan tetap tinggal di Kos-kosan SURGA
Setelah melakukan kegiatan mingguan mereka, ketika Gadis itu pun turun dan kembali ke kamar masing-masing.
*
*
*
☘️☘️☠️☠️☘️☘️
Sementara di tempat lain.
Kantor Polisi tengah dihebohkan dengan laporan penemuan mayat di kamar Hotel Kamboja yang berlokasi di jalan XXX.
Beberapa polisi segera meluncur ke lokasi kejadian.
Dan ternyata mayat yang ditemukan itu ialah Ranum.
Ia meninggal dengan kondisi yang sangat miris, tubuhnya terendam di Bak mandi dengan kaki dan tangan terikat.
Polisi juga menemukan luka sayatan yang cukup dalam di pergelangan tangannya. Sangat kuat dugaan jika Ranum tewas karena dibunuh.
Polisi segera Mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP di tempat kejadian.
Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa identitas korban,
polisi menghubungi keluarga Ranum yang ada di Kota XXX.
Dan polisi juga mendatangi kos surga untuk mencari siapa wanita yang bernama Riana, karena nama Riana ada di daftar riwayat pesan terakhir di ponsel milik Ranum.
Polisi menduga jika ini ada kaitannya karena Ranum mengirimkan pesan ancaman pada nomor ponsel yang diberi nama Riana itu.
Dan kebetulan kasus ini ditangani dengan Harun seorang Detektif amatiran.
Harun sebenarnya berasal dari Kota XXX dan ia di sana tengah menangani kasus tewasnya satu Keluarga yang masuk Branking News, di bab awal Cerita ini.
Karena kasus pembantaian itu tak kunjung terungkap dan Harun belum bisa mengungkap siapa pelaku dan Apa motif di balik pembantaian satu keluarga itu.
Hingga batas waktu penyelidikan Harun habis, ia masih belum bisa mengungkapnya.
Harun dikeluarkan dari tim karena dianggap tidak becus dalam menyelidiki kasus.
Dan sekarang ia melangkah ke
Ibukota dan meminta ikut serta untuk menangani kasus pembunuhan Ranum.
Ia bergabung dengan tim kepolisian.
*
*
*
☘️☘️☠️☠️☠️☘️☘️
Sampai di Kos SURGA.
Harun bersama kedua rekan polisinya memasuki pagar dan disambut oleh Bu Saidah yang kebetulan tengah berada di halaman.
"Selamat siang bu!"
"Selamat siang pak,"sahut Bu Saidah sopan, tapi ia sudah mulai gemetar merasakan ada sesuatu yang tidak beres karena ada 3 polisi yang mendatanginya.
"Maaf jika kehadiran kami mengganggu, kami hanya ingin bertemu dengan saudari yang bernama Riana karena menurut informasi yang kami dapat saudari Riana tinggal di Kos-kosan ini."kata Harun.
Bu Saidah gugup dan sudah melayangkan pikiran buruknya tentang Riana yang sampai didatangi 3 orang seperti ini.
"Tapi, Sebenarnya apa yang terjadi sampai anda mencari Riana pak!"tanya Bu Saidah.
Dan Bu Saidah pun sontak terkejut setengah mati ketika mendengar tentang kematian Ranum.
Tapi Bu Saidah sangat yakin jika kematian Ranum tidak ada hubungannya dengan Riana, karna yang ia tau Riana gadis baik-baik.
Dan juga semalam anak-anak Kosnya tidak ada yang keluar dari Kos.
"Kami hanya ingin menanyakan beberapa hal pada Saudari Riana,"kata Harun.
"Baik pak, silahkan masuk, saya akan panggilkan Riana."Ucap Bu Saidah, dan langsung menaiki tangga menuju lantai 2 di mana kamar Riana berada.
Kehadiran Harun dan 2 Polisi tentu menyedot perhatian para penghuni Kos lainnya.
Dan mereka pun berbondong-bondong turun dan menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa anda yang bernama Riana?"tanya Harun, pada gadis yang tepat berada di hadapannya.
"Benar pak, saya yang bernama Riana!"
Dan Harun pun kembali menjabarkan maksud kedatangannya dan Kematian Ranum.
Semua Shock, terutama Widya, ia sampai menjatuhkan dirinya di lantai ketika mendengar kematian temannya itu.
"Benar pak, Ranum memeng mengirim pesan itu pada saya,"kata Riana.
"Apa boleh saya memeriksa ponsel anda?"
"Tentu, silahkan!" Riana menyerahkan ponselnya pada Harun.
Dan Harun memeriksa beberapa pesan di ponsel itu, dan ia tidak menemukan keanehan apapun di sana.
Bu Saidah menjelaskan, jika Ranum memang memiliki sifat Arogan dan ia sering terlibat cekcok dengan beberapa penghuni Kos di sini, ia juga sudah beberapa kali melakukan perundangan pada Riana, tapi bukan hanya Riana, beberapa anak-anak Kos sebelumnya pun selalu menjadi bahan perundungan Ranum.
Dan itu semua di benarkan oleh penghuni Kos lainnya.
"Saya yakin pak, pesan itu Ranum kirim hanya untuk menakut-nakuti Riana saja, karna memang beberapa hari ini Kos-kosan saya mengalami Teror yang mengerikan, ketika malam,"Jelas Bu Saidah.
"Teror!" kejut Harun.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments