Harun kembali dibuat bingung dengan fakta yang baru saja ia terima.
Barang-barang berharga yang dimiliki Aldi hilang berikut dengan ponselnya, berbeda sekali dengan dua korban yang sebelumnya.
Tidak ada satupun barang yang hilang dari korban pertama dan kedua Tapi kenapa dikorban ketiga ini semua barang-barang berharganya hilang.
"Apakah Mereka dibunuh dengan pelaku yang berbeda?"tanya rekan kerja Harun.
"Tapi tidak mungkin! Mereka tewas dengan kuku di jari manis menghilang, dan pelaku menggunakan cara yang sama untuk mencabut kuku itu,"sahut Harun.
"Mereka tewas di dua tempat yang berbeda, yang satu di Hotel dan yang dua di Kos-kosan itu sendiri! Bisa jadi barang-barang berharga milik korban terakhir diambil oleh seseorang setelah korbannya meninggal?"sambung satu rekanya lagi.
"Benar! Yang mengambil barang-barang korban ketiga ini belum tentu pembunuh yang sebenarnya,"kata Harun.
"Tapi kita harus bisa menemukan barang-barang pribadi milik korban terakhir ini, karena Siapa tahu di situ kita bisa menemukan petunjuk siapa pelaku pembunuhan itu!"
"Kau benar! Dan kemungkinan besar barang-barang pribadi korban ketiga hilang di Kos-kosan itu jadi mau tidak mau kau harus menggeledah para penghuni Kos-kosan di sana."
Harun mengangguk membenarkan kata dari rekan-rekannya itu.
Dan ia akan segera melakukan penggeledahan di sana.
*
*
*
☘️☠️☠️☘️☘️
Tanpa membuang-buang waktu lagi Harun segera menuju Kos-kosan SURGA dan saat ini dia bersama dua rekan kerjanya sudah sampai di sana.
Karim dan Bu Saidah cukup terkejut karena Harun datang dengan tiba-tiba tanpa menghubunginya terlebih dahulu.
Biasanya lelaki itu akan selalu menghubungi Karim terlebih dahulu Jika ia ingin datang ke Kos-kosan.
"Nak Harun ada apa?"panik Bu Saidah.
"Maaf Bu kami mengganggu istirahat sore anda, kami di sini hanya ingin melakukan apa yang sudah menjadi tugas kami."
Dan Harun pun menceritakan semuanya pada Karim dan Bu Saidah.
"Baiklah lakukan!"Bu Saidah mempersilahkan Harun untuk memeriksa semua kamar dan Ruangan yang ada di Kos-kosan.
Penghuni yang lainnya pun sudah kembali terkecuali Tio dan Riana yang belum kembali di Kos-kosan, tapi Bu Saidah memberanikan kunci cadangannya pada Harun.
Mereka semua panik dan bertanya-tanya kenapa kamar mereka digeledah!
Dan Bu Saidah pun menjelaskan agar anak-anak Kosnya itu tenang.
Harun dan dua rekannya berbencar untuk menggeledah setiap kamar lantai atas dan bawah.
Tapi mereka tidak menemukan apapun di setiap kamar itu, maksudnya tidak menemukan benda dan barang-barang milik Aldi.
"Apa mereka sudah menjual barang-barang nya."
"Bagaimana apa kau menemukan sesuatu?"tanya Harun pada rekannya.
"Tidak! Saya tidak menemukan apapun di sana."
Penggeledahan mereka membuahkan hasil Nol besar.
Tapi tiba-tiba Harun teringat dengan Ruang bawah tanah yang ada di Kos-kosan ini.
"Bisa antar saya ke ruang bawah tanah!"kata Harun pada Bu Saidah dan Karim.
Semua terkejut mendengar ucapan Harun, sungguh mereka baru mengetahui jika Kos-kosan ini memiliki ruang bawah tanah.
"Baiklah, tentu saja!"sahut Bu Saidah dan segera mengajak Harun dan dua rekannya untuk menuju ke ruang bawah tanah.
Bu Saidah membawa Harun dan dua rekannya menuju dapur karena pintu masuk menuju ruang bawah tanah ada di sana.
Dengan sangat hati-hati Harun dan dua rekannya beserta Bu Saidah dan Karim menuruni tangga menuju ruang bawah tanah.
Sesampainya di sana mereka cukup tercengang karena ruang bawah tanah itu cukup luas, dan di sana juga terdapat beberapa bangku bahkan ada tempat tidur.
Sepertinya ruang bawah tanah ini pernah digunakan seseorang untuk tinggal.
Dua rekan kerja Harun mulai memeriksa tempat itu.
Tapi lagi-lagi mereka tidak menemukan apa-apa.
Dua rekan kerja Harun mengira jika barang-barang pribadi Aldi dibawa oleh pencuri lain yang bukan berasal dari Kos-kosan ini atau mungkin si pencuri itu sudah menjual barang-barang berharga Aldi.
Tapi Harun masih memperhatikan tempat itu,
Ia teringat dengan kata-kata Karim pagi tadi yang mengatakan jika tempat ini sudah sangat lama tidak dibuka dan dibersihkan, dan sudah pasti itu akan sangat kotor bukan?
Tapi mengapa saat ini Harun mendapati ruang bawah tanah itu sangat bersih dan tertata rapi.
Harun melirik Karim dan Husada secara bergantian.
"Ada sesuatu yang mereka sembunyikan!"
Harun bertanya pada Karim.
"Bukankah kau bilang kunci Ruang bawah tanah ini hilang?"
DEG!
Karim sedikit panik tapi ia langsung bisa mengontrol kepanikannya itu.
"Ini, setelah dicari-cari ternyata Ibu masih menyimpan kunci cadangan Ruang bawah tanah ini,"kata Karim, yang dirasa tidak masuk akal oleh Harun.
"Apa tempat ini pernah ditinggali seseorang?"tanya Harun.
Karim menggeleng.
"Tidak!"
"Tapi kenapa di sini ada ranjang dan kursi?"
Yang sontak membuat Karim dan Bu Saidah gugup.
"Oh.. dulu sebelum Ayah Karim meninggal, ia sering menggunakan tempat ini untuk menuangkan Hobinya sebagai pengrajin patung dan ia lebih sering tertidur di sini,"jelas Bu Saidah.
"Kalau saya boleh tahu sudah berapa lama Ayah Karim meninggal?"
"Sekitar 5 tahun yang lalu!"sahut Bu Saidah.
Harun pun bertanya rinci tentang ayah Karim.
Dan menurut penjelasan Bu Saidah Ayah Karim meninggal karena tergelincir di jurang, ia tengah mencari kayu untuk memuaskan Hobinya yang ingin membuat patung dari bahan kayu yang berkualitas.
Dan lelaki itu nekat pergi ke tebing untuk mendapatkan kayu tersebut, tapi naas pria itu malah tergelincir dan mengharuskan ia berakhir di dasar jurang .
Setelah mendengar cerita dari Bu Saidah.
Dan tidak mendapatkan apa-apa dari Kos-kosan SURGA.
Harun dan dua rekannya memutuskan untuk kembali ke Kantor.
Tapi entah kenapa kali ini Harun benar-benar sangat mencurigai Bu Saidah dan Karim,
ia yakin ada yang disembunyikan dari dua orang itu, padahal beberapa waktu yang lalu Harun sangat yakin jika Karim bisa diajak bekerja sama dengannya tapi sepertinya, untuk saat ini tidak!
Justru Karim menjadi target yang ia curigai.
Untuk saat ini Harun benar-benar tidak bisa mempercayai siapapun.
*
*
*
☘️☘️☠️☠️☠️☘️☘️
Riana dan Tio masih berkeliling kotak padahal hari sudah gelap.
"Bagaimana kalau kita kembali ke Kos-kosan sekarang?"ajak Riana, yang mulai merasa lelah.
"Apa kau sudah lelah?"
"Iya!"
"Baiklah ayo kita kembali sekarang."
Tio dan Riana baru memutuskan kembali ke Kos-kosan setelah puas berkeliling kota.
Ketika mereka tengah menunggu Bus di Halte, tak senaja Riana melihat Lestari yang tengah berdiri di samping Mobilnya bersama seorang lelaki, mereka tengah berbicara ria dengan senyum mengembang di bibir Lestari.
Riana menatap temannya itu dengan intens lalu ia kembali mengingat peristiwa pagi tadi.
Dan tiba-tiba ponsel Riana berdering.
"Halo!"
("Kau lihat bukan! Setelah dia menghina dan merendahkanmu dia sama sekali tidak menyesal dan merasa bersalah dengan apa yang dia perbuat, bahkan dia bisa tersenyum dan tertawa seceria itu setelah menjatuhkan harga dirimu di depan banyak orang")
DEG
Riana menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Dia! kenapa bisa menghubungi ku!"
Lalu dengan hati-hati Riana kembali mendekatkan ponsel itu di telinganya.
("Riana, janganlah jadi wanita lemah! dan balas perbuatan semua orang yang berani mengganggumu dan menyakiti mu.")
Riana segera menutup teleponnya dengan panik.
"Kau kenapa?"tanya Tio yang melihat wajah pucat Riana.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏🤗
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments