"Tapi, bukankah kita harus mencari tahu kebenarannya dulu sebelum menuduh Tio sebagai pelakunya,"Widya kembali meragukan teman-temannya jika jika Tio pelakunya.
Tika kesal dengan sikap Widya yang selalu membela Tio.
"Kau ini kenapa! Sejak tadi aku perhatikan kau selalu membela Tio, dan selalu mengelak tentang fakta-fakta jika Tio lah pelakunya."
"Aku bukan membela Tio, Aku hanya tidak mau Jika kita salah menuduh seseorang."
"Jika kau ragu sebaiknya kau tidak usah ikut dengan kami, biar aku dan Rian yang akan menyelidiki Tio."
"Cukup! Kenapa kalian marah bertengkar, pendapat kalian berdua itu benarnya adanya. Pertama, kita tidak boleh menuduh pada seseorang yang belum terbukti bersalah dan kedua, kita juga tidak boleh terlalu percaya pada orang lain jangan berlindung di balik kata teman dan sahabat jika memang dia bersalah dan terbukti sebagai pelaku kita harus tetap menyerahkannya kepada polisi, Jangan coba-coba untuk melindunginya."kata Rian.
Kedua Gadis itu terdiam tapi dari sorot matanya masih saling pandang menebarkan aura kekesalan.
"Kalau begitu kalian kerjakan saja berdua, Aku mau kembali ke Kamar dulu,"kata Widia lalu pergi dari sana.
☘️☠️☠️☠️☠️☘️
Di tempat lain.
Malam hari Harun baru sampai di kota di mana Dokter Budi tinggal.
Dokter itu tinggal bersama orangtuanya di sebuah kampung kecil, dan ketika Harun mengetuk pintu, orangtua Dokter Budi sendiri yang membuka pintunya.
Harun tidak mengatakan Jika dia Detektif yang ingin menyelidiki Dokter Budi atas kasus pembunuhan, Ia hanya mengatakan Jika dia adalah teman dari Dokter Budi.
*
*
Setelah mempersilahkan Harun masuk,
orangtua Dokter Budi langsung membawa Harun untuk masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan Dokter Budi secara langsung.
Dan benar seperti yang dikatakan oleh rekan dokternya, bahwa Budi tengah sakit keras saat ini.
Entah apa yang menyebabkan dia sakit seperti itu, bahkan untuk berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya pun Dokter Budi sudah tidak sanggup.
Harun yang melihat kondisi Dokter Budi menjadi iba, ia yakin jika bukan Dokter Budi pelakunya mana mungkin orang dengan kondisi seperti itu bisa melakukan kejahatan yang mengerikan.
Harun tidak bisa menginterogasi atau menanyakan apapun pada Dokter Budi karena kondisi Dokter Budi yang sangat melemah membuatnya sulit untuk berbicara dan mengenali seseorang.
*
*
*
Harun memutuskan pergi dari Rumah Dokter Budi, dan ia akan kembali ke Kantor.
Tapi baru saja Harun masuk ke dalam mobilnya dan ingin menyalakan mesin mobil tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu pertanda pesan masuk.
Yang mengirim pesan adalah Karim, Ia menyampaikan Jika ia sudah menggeledah kamar Tio tapi tidak dapat menemukan apapun di sana.
Kamar Tio nampak normal seperti kamar yang lainnya, Karim juga menyampaikan jika kemungkinan besar Tio bukanlah pelakunya atau mungkin dia sudah memindahkan semua bukti kejahatannya ke tempat lain.
Harun semakin bingung dibuatnya, jika bukan Dokter Budi dan Tio pelakunya, Lalu siapa!
Riana!
Dan Tika.
Tinggal dua nama ini saja yang terduga, karna Riana dan Tika adalah penghuni baru di sana,
tapi apakah mungkin pelakunya di antara mereka berdua, batin Harun.
"Baiklah! Aku akan mencari tahunya sendiri."
*
*
Harun bergegas kembali menuju Kantor, dan pekerjaannya sekarang adalah! mencari tahu latar belakang penghuni Kos itu sendiri termasuk Riana, Tio dan Tika, tapi Harun juga tetap menyelidiki yang lain, karna tidak menutup kemungkinan jika penghuni lama pun bisa jadi tersangkanya.
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Di Kos-kosan.
Widya yang kesal dengan Tika memilih untuk naik ke Rooftop, tapi ia dicegah oleh Bu Saidah yang menyampaikan jika orangtuanya yang datang.
"Apa! Ayahku ke sini?"Kejut Widya!
"Iya, dia ingin menjengukmu."kata Bu Saidah.
Tanpa menunggu lagi.
Widia segera menemui Ayahnya yang ada di depan.
*
*
*
"Ayah! Untuk apa datang ke sini?"tanya Widya tanpa basa-basi, setelah menemui Ayahnya di depan.
"Tentu saja untuk menjemputmu dari tempat ini."
Widya dan bu Saidah terkejut karena maksud kedatangan orangtua Widya adalah untuk menjemputnya,
tapi Pria itu tidak mengetahui jika putrinya tidaklah bisa meninggalkan Kos-kosan itu.
"Tapi Yah, Aku tidak bisa pergi dari sini!"
"Kenapa! Apa kau betah tinggal di tempat seperti ini, di Kos-kosan ini sudah dua kali memakan korban jiwa, apa kau tidak takut untuk tinggal di sini?"
Orangtua Widya sudah mengetahui berita yang beredar luas pasca kematian Aldi.
*
Jika kematian Preman tempo hari tidaklah membuat heboh!
karena Preman itu tidak memiliki keluarga dan identitasnya tidak jelas, jadi polisi segera menutup kasusnya, karena tidak ada keluarga ataupun kerabat yang mencari Preman itu.
Berbeda halnya dengan Aldi dan Ranum,
mereka berdua masih memiliki orangtua dan keluarga yang lengkap hingga keluarga mereka mendesak Polisi untuk segera menemukan siapa pelaku yang membunuh anak mereka.
"Aku tidak bisa ikut pulang Ayah!"
"Kenapa tidak bisa! Pokoknya Ayah tidak mau tahu sekarang juga kau harus ikut pulang dengan ayah,"tegas Pria itu dan segera menarik tangan Widya secara paksa agar putrinya itu mau pulang.
"Andai saja Ayah tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai aku tidak bisa meninggalkan kos-kosan ini," batin Widya.
Secara perlahan Widya melepaskan tangan Ayahnya.
"Maaf Yah aku benar-benar tidak bisa meninggalkan Kos-kosan ini, dan aku mohon, Ayah segera pergi dari sini."Widya khawatir jika Ayahnya berlama-lama di sana akan menimbulkan bahaya untuk ayahnya sendiri.
Ayah Widya yang merasa kesal karena putrinya tidak mau diajak pulang meluapkan kekesalannya pada Bu Saidah, ia mengira jika Bu Saidah lah yang membuat Widya tak mau pulang.
Dan ketika ia tengah memaki Bu Saidah tiba-tiba Tio datang.
Tio menegur Pria itu agar bicara lebih sopan pada Bu Saidah.
Tapi, Pria tua yang sudah dikuasai emosi yang memuncak itu tak memperduli teguran Tio,
bahkan ia malah marah pada lelaki itu, hingga terlibat perkelahian kecil antara Tio dan orangtua Widya.
*
*
.
*
Di waktu yang bersamaan Karim datang bersama Riana dan Tika dan berhasil menyudahi amarah Tio dan Orangtua Widya.
Widya berhasil menenangkan Ayahnya, dan ia juga berhasil membujuk ayahnya untuk segera pulang Dengan mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja di Kos-kosan ini.
Tapi Widya sangat mengkhawatirkan keselamatan ayahnya, karna ayah nya malam ini terlibat perdebatan dengan Tio.
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments