Bab 4. Teror Di Mulai.

Di saat penghuni lain tengah berkumpul di bawah.

Tengah riuh atas peristiwa penemuan Mayat.

Riana justru masih berada di dalam Kamarnya, ia tidak tertarik dengan kegaduhan yang ada di lantai bawah Karena.

Ia tengah bersiap-siap untuk bertemu dengan Lestari temannya.

Riana keluar Kamar.

Dan di saat ia melewati Lorong untuk menuju lantai dasar.

Tak senaja menabrak Ranum, yang ingin kembali ke Kamarnya.

"Maaf, aku tidak senaja, aku buru-buru,"Riana menundukkan kepalanya berulang-ulang.

Tapi gadis angkuh seperti Ranum tentu tidak bisa menerima permintaan maaf seseorang begitu saja.

"Lo, gak punya mata!"maki Ranum.

"Aku kan sudah minta maaf!"

"Memang Lo kira semua bisa selesai hanya dengan minta maaf?"

"Maksudnya?"

Dengan kasar Ranum menyeret Riana dan mendorong Gadis itu untuk masuk ke dalam Bilik mandi, yang ada di ujung lantai 2.

Sambil memiringkan senyum jahatnya, Ranum meraih gayung yang berisi air lalu ia guyurkan di Rambut Riana.

Hahaha...

Dan ia terbahak-bahak.

"Apa yang kau lakukan! Lihat bajuku jadi basah semua,"kesal Riana.

Melihat raut wajah emosi Riana, dengan matanya yang memerah Ranum jadi tidak terima.

Gadis itu sungguh sangat pantang dibentak dan dipelototi dengan siapapun.

Ia kembali mengguyurkan air di wajah Riana bahkan mendorongnya sampai Riana terjungkal.

"Aawwww."

Pekik Riana karena merasakan sakit di bagian pinggangnya, tapi itu malah membuat Ranum semakin terbahak-bahak.

"Hai kampungan! Ini belum seberapa , ini hanya perkenalan pemanasan dari gue dan jika lo masih berani sama gue, gue bakal ngelakuin hal yang lebih dari ini,"kata Ranum lalu pergi dari sana.

Tapi sebelum ia benar-benar keluar, Ranum sempat menginjakkan kakinya pada tangan Riana yang masih duduk di lantai kamar mandi.

Membuat Riana semakin memekik kesakitan.

Tio yang sedari tadi melihat kegilaan Ranum, hanya tersenyum aneh tak berniat untuk membantu Riana.

Sampai Gadis angkuh itu masuk kedalam kamarnya,

lalu ia melanjutkan langkahnya untuk menuju Rooftop.

☘️☠️

Riana kembali masuk ke dalam Kamarnya untuk mengganti pakaian.

Entah apa yang ada di pikiran Riana, padahal dia diperlakukan semena-mena oleh Ranum, tapi tidak ada raut sedih atau marah di wajahnya,

selain tadi ia kesal dan protes pada Ranum, tapi setelah itu semua terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.

Riana mengganti pakaian nya yang sudah basah kuyup lalu pergi untuk menemui Larasati.

☘️☘️☠️☠️

Kini Riana sudah berada di Kantor tempat Lestari bekerja.

Ia mengirim pesan pada temannya itu jika ia sudah berada di depan gedung Kantor.

Dengan tergesa-gesa Lestari menemui Riana.

Riana senang ketika kembali melihat Lestari.

"Wah, Kau cantik sekali tari!"

"Tentu saja, Aku ini seorang Manager jadi harus terlihat cantik dan sempurna."

Tak mau berbasa-basi Riana pun segera bertanya pada Lestari soal pekerjaan yang ia tawarkan Beberapa bulan yang lalu.

"Aduh, pekerjaan yang aku tawarkan Beberapa bulan yang lalu sudah ada seseorang yang mengisi di posisi itu Ri, tapi jika kau mau di kantor ini masih membutuhkan Office Girls. Apa kau bersedia?"tanya Lestari.

Terlihat Riana berpikir sejenak namun secepat mungkin ia mengangguk, tidak ada pilihan lain baginya, dan ia harus menerima pekerjaan itu.

Toh tidak masalah kan menjadi Office Girls, yang penting dia bekerja mendapatkan uang dan bisa mengubah nasib keluarganya.

"Iya tidak apa-apa Tar, aku bersedia."

Tak butuh waktu lama, Lestari segera membawa Riana untuk bertemu HRD, dan hari itu juga Riana langsung diterima kerja di Kantor.

☘️☘️☠️☠️☘️

Di hari pertama kerja, Riana sungguh sangat di uji kesabarannya.

Bukan dari rekan atau pekerjaan yang ia jalani.

Melainkan dari temannya sendiri Larasati.

Gadis itu dengan sengaja menyuruh Riana bolak-balik untuk mengantarkan minuman padanya dan menyuruh Riana ini itu, sampai ia menyuruh Riana melakukan tugas di luar pekerjaannya.

"Udah kamu tidak usah banyak protes Ri, kau bekerja di sini karena aku kan sudah cepat pijit punggungku."Pinta Lestari.

Dan mau tidak mau Riana harus melakukannya.

☘️☠️☘️

Hingga

tiba jam pulang kantor.

Riana tengah bersiap-siap untuk pulang menuju Kos-kosannya, ia tidak boleh pulang larut malam karena jalanan di Kos-kosannya sangatlah gelap.

"Ri kau bisa ikut aku sebentar?"Ajak Lestari.

"Ke mana lagi Tari, bukankah Ini sudah waktunya jam pulang Kantor ya!"

"Aku hanya minta kau menemaniku untuk memilih Gaun di butik langgananku."

"Tidak bisa Tar, aku harus segera kembali ke Kos-kosan ku sebelum malam."

"Kau jangan khawatir, jika kau takut atau tidak ada kendaraan yang mengantarmu ke sana, aku akan mengantarmu kembali ke Kos-kosan mu."

"Baiklah!" Riana pun mengiyakan ajakan Lestari.

☘️☘️☠️☠️☘️☘️

Malam hari,

Lestari baru selesai dengan urusan gaunnya.

Dan seperti janjinya, dia mengantarkan Riana pulang ke Kos-kosan.

"Apa di sini kau tinggal?"tanya Lestari menatap gang sempit yang gelap itu.

"Iya, ini hanya untuk sementara kok jika aku sudah menerima gaji pertamaku aku akan pindah Kos-kosan ini."

"Hahaha, Memangnya seberapa besar gajimu sebagai Office Girls! sudahlah tidak usah berlebihan, kau cocok kok tinggal di sini, tidak usah bermimpi tinggal di Kos-kosan elit dengan fasilitas lengkap apalagi tinggal di Rumah mewah sepertiku,"ucap Lestari merendahkan.

Riana menghembuskan nafasnya pelan.

"Ya sudah kalau begitu Aku masuk dulu, terima kasih sudah mengantarku!"

"Tidak masalah, lagi pula aku kasihan padamu agar kau bisa menikmati bagaimana rasanya naik mobil mewah ini."kata Lestari sambil menyentuh mobil mahalnya.

☘️☘️☘️☠️☠️☠️☘️☘️☘️

Riana masuk ke dalam kamarnya.

Tapi ia melihat Ranum yang menaiki tangga menuju Rooftop, namun ketika ia mendapat tatapan tajam dari ranum Riana segera mengalihkan pandangannya dan masuk ke dalam kamarnya.

Riana menyimpan semua barang-barangnya lalu menuju Kamar mandi untuk membersihkan diri.

Di Kos-kosan ini tidak di lengkapi dengan Kamar mandi pribadi yang ada di dalam Kamar masing-masing.

Mereka harus mengantri di satu Kamar mandi yang ada di ujung Lantai 2.

Di saat Riana tengah melakukan aktivitas itu, Ranum kembali berulah padanya.

Sungguh gadis itu benar-benar tidak ada puasnya untuk menjahili Riana, ia sengaja mengunci pintu kamar mandi dari luar dan mematikan lampunya.

Ranum tertawa terbahak-bahak dengan aksinya itu, ia bahkan meminta Widya jangan ikut campur apalagi membuka pintu untuk Riana.

Widya yang dasarnya memang sangat takut dengan Ranum terpaksa tidak melakukan apapun.

Beberapa puluh menit Riana terkurung di dalam kamar mandi.

Dengan ia menggedor-gedor pintu.

Akhirnya ia bisa keluar dengan bantuan Tami.

"Ini pasti ulah Ranum kan? Wanita itu memang selalu bikin masalah,"

"Sudah tidak apa-apa ko." Kata Riana, dan ia kembali masuk ke dalam kamarnya.

☘️☘️☠️☠️☘️☘️

Pukul 00:00.

Suara jeritan terdengar nyaring dari Kamar Ranum.

Gadis itu keluar dari kamarnya, dengan raut wajah ketakutan dan badan yang bergetar.

"Ada apa?" Tanya Widya, yang langsung keluar Kamarnya ketika mendengar jeritan Ranum.

"Iii... Itu, lihat itu!" Tunjuk Ranum pada kamarnya.

Karna kegaduhan itu, membangunkan Karim dan ibu Saidah.

"Ada apa ini?"

"Di....di situ ada sesuatu!"sahut Ranum terbata-bata, karna ketakutan.

Karim langsung memasuki kamar Ranum.

"Astaga! UEK! UEK!" Karim mengeluarkan semua isi perutnya, ketika melihat apa yang ada di kamar Ranum.

Tumpukan.

Bangkai Tikus dengan isian perut keluar semua, sehingga mengeluarkan aroma anyir dan pemandangan yang menjijikan.

"Karim ada apa?" Tanya Bu Saidah, yang mulai panik.

"Ibu lihat saja sendiri."Karim mundur dan mempersilahkan ibunya masuk.

UEK!

UEK!

Bu Saidah bereaksi sama dengan Karim, ketika melihat bangkai tikus yang menjijikkan itu.

Bukan hanya 1 atau 2, tapi ada puluhan bangkai di sana, dengan isi di dalamnya berhamburan di lantai di lengkapi dengan darah yang berceceran.

☘️☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️☘️

Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏

Mohon dukungannya ya 🙏

Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️

Terpopuler

Comments

Shyfa Andira Rahmi

Shyfa Andira Rahmi

eehhh....😠

2023-09-24

1

Edelweis

Edelweis

menunggu episode berikutnya. dan ku menunggu mu juga kk di novelku.

2022-12-05

2

UQies (IG: bulqies_uqies)

UQies (IG: bulqies_uqies)

Ya ampun, siapa kira-kira pelakunya, sepertinya ada psycopath yang tinggal di kos Surga itu.

2022-12-04

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Breaking News!
2 Bab 2. Kos SURGA!
3 Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4 Bab 4. Teror Di Mulai.
5 Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6 Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7 Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8 Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9 Bab 9. Ranum Berakhir.
10 Bab 10. Penghuni Baru.
11 Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12 BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13 Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14 BAB 14. Mencurigai Tio.
15 BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16 BAB 16. Di Pecat!
17 BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18 BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19 BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20 BAB 20. Menyapa Lestari.
21 BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22 BAB 22. Siapa Pelakunya?
23 BAB 23. Kemana Widya!
24 BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25 BAB 25. Menghilangnya Widya.
26 BAB 26. Karim Marah!
27 BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28 BAB 28. Riana Yang Aneh!
29 BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30 BAB 30. Penghuni Baru.
31 BAB 31. Kemunculan Rachel.
32 BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33 BAB 33. Rachel bertemu Riana
34 BAB 34. Mengikuti Karim
35 BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36 BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37 BAB 37. Membebaskan Widya.
38 BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39 BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40 Menemukan Sedikit petunjuk
41 Kedatangan Polisi
42 Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43 Flash Back
44 Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45 Siapa Nadira?
46 Riana. Nadira
47 Mengintrogasi Riana
48 Pengakuan Yang Mengejutkan !
49 Terungkap- Final Episode
50 Promosi Novel Baru
51 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Breaking News!
2
Bab 2. Kos SURGA!
3
Bab 3. Kehebohan Di Pagi Hari!
4
Bab 4. Teror Di Mulai.
5
Bab 5. Sosok Hitam Yang Melintas Di Pagar.
6
Bab 6. Sepasang Kaki Manusia.
7
Bab 7. Meninggalkan Kos SURGA.
8
Bab 8. Pesan Ancaman Membuat Mereka Kembali.
9
Bab 9. Ranum Berakhir.
10
Bab 10. Penghuni Baru.
11
Bab 11. Kembali Memakan Korban.
12
BAB 12. Pelaku, Psikopat.
13
Draft BAB 13. Terduga Pelaku
14
BAB 14. Mencurigai Tio.
15
BAB 15. Jika Bukan Tio Dan Budi. Lalu Siapa?
16
BAB 16. Di Pecat!
17
BAB 17. Ada Ruang Bawah Tanah
18
BAB 18. Apa Yang Di Sembunyikan Karim Dan Bu Saidah?
19
BAB 19. Mencurigai Karim Dan Bu Saidah.
20
BAB 20. Menyapa Lestari.
21
BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.
22
BAB 22. Siapa Pelakunya?
23
BAB 23. Kemana Widya!
24
BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.
25
BAB 25. Menghilangnya Widya.
26
BAB 26. Karim Marah!
27
BAB 27. Di Sekap Di Ruang Bawah Tanah.
28
BAB 28. Riana Yang Aneh!
29
BAB 29. Keterangan Dari Saksi.
30
BAB 30. Penghuni Baru.
31
BAB 31. Kemunculan Rachel.
32
BAB 32. Berbaur Dengan Penghuni Kos SURGA
33
BAB 33. Rachel bertemu Riana
34
BAB 34. Mengikuti Karim
35
BAB 35. Riana Berdebat Dengan Siapa?
36
BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?
37
BAB 37. Membebaskan Widya.
38
BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.
39
BAB 39. Mendatangi Desa. Asal Riana
40
Menemukan Sedikit petunjuk
41
Kedatangan Polisi
42
Rahasia Karim Dan Bu Saidah
43
Flash Back
44
Karim Dan Bu Saidah. Di penjara
45
Siapa Nadira?
46
Riana. Nadira
47
Mengintrogasi Riana
48
Pengakuan Yang Mengejutkan !
49
Terungkap- Final Episode
50
Promosi Novel Baru
51
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!