Memutuskan Untuk Kost

Kiara pergi dengan motor maticnya mencari sebuah tempat kost yang tak jauh dari tempat kerjanya. Ia sengaja memilih tempat kost yang jauh dari rumah mertuanya.

"Alhamdulillah, akhirnya aku menemuka tempat kost yang baik dan harganya miring. Karena aku benar-benar bisa membagi uangku. Aku tak ingin jatah untuk orang tuaku berkurang. Aku akan mencari kerja sambilam juga, karena belum tentu juga Mas Bima akan menepati janjinya padaku dengan memberikan jatah bulanan," batin Kiara.

Sejenak Kiara menata semua pakaian yang ia bawa yang ada di dalam kopernya ke sebuah lemari yang sudah tersedia di kamar kosnya. Setelah itu sejenak ia keluar dari kamar kosnya dan ia berkenalan dengan beberapa teman kost yang ada di situ.

Suasana hati Kiara kini sedikit membaik, karena merasa terhibur dengan adanya teman-teman kost yang ternyata semuanya ramah tamah hingga ia pun sekejap saja telah akrab dengan mereka.

Untuk menghibur dirinya yang saat ini sedang dilanda berbagai permasalahan di dalam rumah tangganya ia pun memutuskan sejenak untuk healing menerima ajakan teman-teman kostnya.

Pada saat mereka akan melangkah pergi keluar dari pelataran rumah kost tersebut, datanglah seorang pemilik kost yang ternyata tak asing lagi bagi Kiara. Ia sedikit terhenyak kaget pada saat melihat siapa yang ada di hadapannya. Karena yang barusan menerima dirinya di tempat itu adalah seorang ibu yang ternyata adalah salah satu anak buah dari pemilik kos yang asli.

"Kamu kost di sini? tanyanya memicingkan alisnya.

"Iya Tuan Arya, saya baru saja masuk kost di sini," ucap Kiara singkat.

"Bukannya kamu sudah..

"Saya sengaja kost di sini supaya dekat dengan kantor, supaya saya lebih praktis," ucap Kiara memotong perkataan Arya.

"Hem..jadi seperti itu, ya sudah." Arya melangkah pergi berlalu dari hadapan Kiara dan teman-temannya.

Dia datang untuk mengecek tempat kost miliknya tersebut, ia pun melangkah pasti ke sebuah rumah yang di khususkan untuk ibu kost.

"Selamat sore, Tuan Arya," sapa ibu kost.

"Sore juga, Bu. Bagaimana kondisi tempat kost di sini?" tanya Arya menyelidik.

"Alhamdulillah, selama ini baik-baik saja Tuan. Dan baru saja ada salah satu wanita yang ambil kost di sini namanya Nona Kiara," ucap Bu Kost.

"Iya, saya sudah tahu Bu. Barusan saya juga ketemu dengan dirinya. Karena kebetulan Kiara itu salah satu pegawai di kantor saya, katanya dia kost di sini supaya mempermudah untuk sampai di kantor, untuk menyingkat waktu," ucap Arya.

"Ya sudah, Bu. Kalau begitu saya pamit pulang ya, jangan lupa jika ada hal yang diperlukan atau yang dibutuhkan di tempat kost ini hubungi saya saja. Usahakan tempat kost ini supaya tetap bersih dan terutama semua yang kost di sini merasa nyaman dan aman," ucap Arya.

"Baik, Tuan Arya. Saya akan selalu mengontrol semuanya supaya aman terkendali dan selalu bersih," ucap Ibu kost.

Arya pun berlalu pergi setelah mengecek segala sesuatu di tempat kost miliknya tersebut, tetapi di dalam hatinya ia masih penasaran dengan Kiara.

"Kenapa Kiara sampai kost? padahal yang aku tahu dia itu sudah bersuami. Apakah mereka sedang mempunyai masalah dalam rumah tangga mereka?"

"Kenapa aku jadi memikirkan Kiara?dia itu kan cuma pegawai biasa di perusahaanku. Tetapi aku akan terus merasa penasaran jika belum tahu tentang Kiara yang sebenarnya sedang terjadi dalam kehidupan rumah tangganya."

"Aku akan memerintah salah satu anak buahku untuk menyelidiki tentang hal ini. Supaya aku tidak penasaran lagi."

Saat itu juga Arya memencet nomor ponselnya dan ia mengatakan banyak hal kepada salah satu anak buahnya yang bisa dipercaya, dan ia pun meminta anak buahnya tersebut untuk menyelidiki Kiara.

Tak terasa malam menjelang, Kiara pun bisa beristirahat dengan tenang di tempat kostnya tanpa ada suatu gangguan.

Berbeda situasi dengan Bima yang saat ini sedang memikirkan keberadaan Kiara. Karena sejak sore hari, Kiara pergi. Ia sengaja menonaktifkan nomor ponselnya, karena tidak ingin diganggu oleh Bima.

"Kiara, ayo aktifkan nomor ponselmu. Aku ingin tahu saat ini kamu berada di mana?" batin Bima seraya memainkan ponselnya.

Selagi Bima gelisah memikirkan keberadaan Kiara ada di mana, Mamah Nindy menghampirinya.

"Pasti kamu saat ini sedang memikirkan Kiara? untuk apa sih memikirkan istri yang durhaka seperti itu, bahkan berani dengan Mamah mertuanya."

"Sebaiknya kamu mencari wanita lain saja yang bisa mengerti dengan dirimu, yang patuh terhadapmu. Tidak seperti Kiara yang selalu membangkang perkataanmu."

Mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah Nindy, tak lantas membuat Bima mematuhi perintahnya untuk mencari wanita lain. Justru ia malah marah padanya.

"Mamah kenapa sih? seharusnya jadi seorang mamah itu memberikan suatu saran yang baik bukan malah begini caranya!"

"Masa iya memberikan suatu saran untuk anaknya untuk mengkhianati istrinya dan bahkan menceraikan istrinya serta mencari wanita lain?"

Mamah Nindy pun menjadi terbakar emosi juga.

"Mamah itu ingin yang terbaik buat kamu, malah disalahkan seperti ini. Perbuatan istrimu itu tidak bisa ditolerir. Mana ada seorang istri yang baik, pergi begitu saja tanpa menghiraukan nasehat dari suaminya atau larangan dari suaminya."

"Jika kamu masih saja mempertahankan rumah tanggamu dengan Kiara, mamah yakin kalian tidak akan bahagia. Hanya penderitaan yang akan kalian rasakan seumur hidup!"

Setelah mengatakan hal seperti itu, Mamah Nindy pun berlalu pergi begitu saja. Ia tak menghiraukan lagi anaknya yang masih saja murung memikirkan keberadaan istrinya.

"Seharusnya seorang ibu itu memberikan saran yang terbaik buat anaknya bukan malah menjerumuskan. Aku heran dengan mamahku, berbeda dengan orang tua yang lain pada umumnya."

"Apa yang aku harus lakukan supaya bisa mendamaikan istri dan mamahku? karena aku benar-benar mencintai Kiara, dan aku juga sangat menyayangi mamah. Keduanya bagiku sangat berarti untuk hidupku aku tidak ingin berpisah dengan salah satu dari mereka."

Hati Bima semakin gelisah memikirkan istri dan mamahnya.

******

Tak terasa pagi menjelang, saatnya untuk Bima berangkat ke kantornya. Tetapi hatinya terasa hampa karena tidak ada lagi istri yang menyiapkan segala keperluan untuk ke kantornya. Dan tidak ada lagi istri yang turut serta sarapan dengan dirinya. Bahkan ia harus pergi ke kantor sendiri. Biasanya ia akan pergi bersama Kiara untuk terlebih dahulu mengantarkan Kiara ke tempat kerjanya.

Pagi itu ia memutuskan untuk menemui Kiara di tempat kerjanya. Kebetulan sekali pada saat Kiara baru sampai di pelataran kantor saat itu juga Bima baru sampai. Bima pun langsung mencekal kengan Kiara dan mengajaknya untuk sejenak bercengkrama.

"Sayang kenapa nomor ponsel kamu dari sore tidak diaktifkan, padahal aku ingin mengetahui di mana kamu kost?" tanya Bima lembut.

Episodes
1 Berselisih Paham
2 Cekcok
3 Bertemu Seseorang Di Masa Lalu
4 Hasutan Mamah Mertua
5 Memutuskan Pergi Dari Rumah
6 Memutuskan Untuk Kost
7 Usaha Bima Membujuk Kiara
8 Naik Jabatan
9 Kejutan Manis
10 Menempati Rumah Baru
11 Gelisah
12 Kembali Di Ejek Oleh Mertua
13 Hanya Bisa Menghakimi
14 Tegar & Pantang Mengeluh
15 Tuduhan Yang Sangat Menyakitkan
16 Menyembunyikan Kesedihan
17 Kecurigaan Orang Tua Kiara
18 Persahabatan Dengan Pacar Bima
19 Kiara Melahirkan
20 Bima Kecewa
21 Menjebak Bima
22 Cekcok
23 Masih Saja Berkilah
24 Bersyukur
25 Di Permalukan
26 Hasutan Mamah Nindy
27 Pertikaian Bima & Kiara
28 Kedatangan Meymey
29 Gagal Mengikuti Bima
30 Bima Terjebak Juga
31 Menikah Diam-Diam
32 Keguguran
33 Dendam Seseorang
34 Mulai Terjebak Oleh Musuh
35 Mati Kutu
36 Tertipu Juga
37 Gagal Bertemu
38 Pernyataan Cinta Arya
39 Tantangan Kiara Untuk Arya
40 Ribut
41 Kembali Ke Pelukan Bima
42 Putus Dengan Lisa
43 Balas Dendam Joni Mulai Berjalan
44 Mati Kutu
45 Jatuh Miskin
46 Tinggal Di Kontrakan
47 Kembalinya Sang Mantan
48 Mengejutkan
49 Tak Bisa Menerima
50 Resah & Gelisah
51 Dah Dig Dug
52 Gayung Bersambut
53 Kesusahan Yang Melanda Bima
54 Suatu Permintaan Maaf
55 Permintaan Maaf Di Tolak
56 Niat Mempermalukan Malah Di Permalukan
57 Honeymoon
58 Baby Alvaro Sakit
59 Alvaro Meninggal
60 Pemakaman Alvaro
61 Tidak Punya Etika
62 Bersikap Dingin
63 Tak Pernah Akur Lagi
64 Gagal Menyakiti Kiara
65 Bima Sakit
66 Pencobaan Bunuh Diri
67 Selalu Debat
68 Bima Bertemu Milka
69 Sejenak Curhat
70 Di Labrak
71 Mendapatkan Ancaman
72 Silih Berganti Rintangan Datang
73 Ketegaran Bima
74 Curhatan Joni
75 Akhirnya Risgn
76 Joni Kecewa
77 Pekerjaan Baru
78 Inventaris Kantor
79 Asisten Rumah Tangga Baru
80 Kiara Hamil
81 Dilema
82 Selalu Berulah
83 Ketahuan Juga
84 Berhasil Mendapatkan Maaf
85 Kisah Yang Rumit
86 Rasa Penasaran Kiara
87 Rasa Penasaran Terjawab
88 Meninggalnya Ibu, Mayang
89 Kebaikan Joni Terhadap Mayang
90 Bertemunya Milka Dengan Mayang
91 Tak Cocok
92 Nasehat Seorang Ibu
93 Kecurigaan Milka
94 Kembali Curiga
95 Penyelidikan Milka
96 Kebahagiaan Kiara
97 Ingin Meminta Maaf
98 Penuturan Milka Pada Mayang
99 Milka Kembali Curiga
100 Lapor Polisi
101 Akhir Kisah
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Berselisih Paham
2
Cekcok
3
Bertemu Seseorang Di Masa Lalu
4
Hasutan Mamah Mertua
5
Memutuskan Pergi Dari Rumah
6
Memutuskan Untuk Kost
7
Usaha Bima Membujuk Kiara
8
Naik Jabatan
9
Kejutan Manis
10
Menempati Rumah Baru
11
Gelisah
12
Kembali Di Ejek Oleh Mertua
13
Hanya Bisa Menghakimi
14
Tegar & Pantang Mengeluh
15
Tuduhan Yang Sangat Menyakitkan
16
Menyembunyikan Kesedihan
17
Kecurigaan Orang Tua Kiara
18
Persahabatan Dengan Pacar Bima
19
Kiara Melahirkan
20
Bima Kecewa
21
Menjebak Bima
22
Cekcok
23
Masih Saja Berkilah
24
Bersyukur
25
Di Permalukan
26
Hasutan Mamah Nindy
27
Pertikaian Bima & Kiara
28
Kedatangan Meymey
29
Gagal Mengikuti Bima
30
Bima Terjebak Juga
31
Menikah Diam-Diam
32
Keguguran
33
Dendam Seseorang
34
Mulai Terjebak Oleh Musuh
35
Mati Kutu
36
Tertipu Juga
37
Gagal Bertemu
38
Pernyataan Cinta Arya
39
Tantangan Kiara Untuk Arya
40
Ribut
41
Kembali Ke Pelukan Bima
42
Putus Dengan Lisa
43
Balas Dendam Joni Mulai Berjalan
44
Mati Kutu
45
Jatuh Miskin
46
Tinggal Di Kontrakan
47
Kembalinya Sang Mantan
48
Mengejutkan
49
Tak Bisa Menerima
50
Resah & Gelisah
51
Dah Dig Dug
52
Gayung Bersambut
53
Kesusahan Yang Melanda Bima
54
Suatu Permintaan Maaf
55
Permintaan Maaf Di Tolak
56
Niat Mempermalukan Malah Di Permalukan
57
Honeymoon
58
Baby Alvaro Sakit
59
Alvaro Meninggal
60
Pemakaman Alvaro
61
Tidak Punya Etika
62
Bersikap Dingin
63
Tak Pernah Akur Lagi
64
Gagal Menyakiti Kiara
65
Bima Sakit
66
Pencobaan Bunuh Diri
67
Selalu Debat
68
Bima Bertemu Milka
69
Sejenak Curhat
70
Di Labrak
71
Mendapatkan Ancaman
72
Silih Berganti Rintangan Datang
73
Ketegaran Bima
74
Curhatan Joni
75
Akhirnya Risgn
76
Joni Kecewa
77
Pekerjaan Baru
78
Inventaris Kantor
79
Asisten Rumah Tangga Baru
80
Kiara Hamil
81
Dilema
82
Selalu Berulah
83
Ketahuan Juga
84
Berhasil Mendapatkan Maaf
85
Kisah Yang Rumit
86
Rasa Penasaran Kiara
87
Rasa Penasaran Terjawab
88
Meninggalnya Ibu, Mayang
89
Kebaikan Joni Terhadap Mayang
90
Bertemunya Milka Dengan Mayang
91
Tak Cocok
92
Nasehat Seorang Ibu
93
Kecurigaan Milka
94
Kembali Curiga
95
Penyelidikan Milka
96
Kebahagiaan Kiara
97
Ingin Meminta Maaf
98
Penuturan Milka Pada Mayang
99
Milka Kembali Curiga
100
Lapor Polisi
101
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!