Kiara benar-benar mandiri, ia berhasil membuktikan pada Bima dan Mamah mertuanya bahwa dirinya sanggup berdiri dan berpijak di kaki sendiri dan tak harus mengemis jatah bulanan kepada Bima.
Tak terasa proses perceraian telah selesai dalam jangka waktu hanya beberapa hari saja karena Kiara menggunakan jasa pengacara supaya tidak memakan waktu lama. Ia tidak memikirkan untuk masalah biayanya yang terpenting ia cepat lepas dari Bima.
Bima pun begitu sumringah pada saat menerima surat cerai dari Kiara. Tanpa berpikir panjang tanpa menunggu Kiara mengatakan untuk ditandatangani, ia pun segera menandatangani surat cerai tersebut. Karena ia sudah ingin menikah lagi dengan kekasihnya yang bernama Milka.
"Akhirnya doa Mamah terkabul juga. Kamu bercerai dengan Kiara dan kali ini Mamah akan setuju jika kamu menikah lagi dengan Milka yang keturunan orang kaya dan berprofesi sebagai direktur utama perusahaan milik keluarganya sendiri," ucap Mamah Nindy begitu antusiasnya.
"Iya Mah, aku juga lega sudah bercerai dari Kiara yang penghianat itu! selingkuh dengan bosnya sendiri, aku yakin kali ini Milka tidak seperti itu," ucap Bima.
"Lantas apa kamu akan segera menikahi Milka? karena kita belum mempersiapkan apapun juga. Pastinya keluarga Milka menginginkan pernikahan yang mewah," ucap Mamah Nindy.
"Nanti aku akan konfirmasikan dulu dengan, Milka ya mah. Apakah kita akan menikah secepatnya atau tidak?" ucap Bima.
Hingga saat itu juga, Bima melajukan mobilnya ke rumah Milka. Karena kebetulan hari ini adalah hari libur hingga Bima libur dari kantor tidak bekerja. Ia sangat bahagia dan sangat antusias.
Tak berapa lama, Bima pun telah sampai di rumah Milka. Ia pun langsung bercengkrama dengan Milka dan orang tuanya. Tetapi apa yang di pikirkan Bima tidak sesuai dengan kenyataan yang ia dapatkan. Orang tuanya tidak setuju dengan hubungan antara anaknya dengan Bima.
"Astaga, jadi kamu ini duda? kami pikir kamu ini lajang hingga kamu diam saja pada saat kamu sering datang ke rumah untuk mengajak malam mingguan, Milka," ucap Papahnya Milka.
"Iya, Milka. Kenapa juga kamu tidak mengatakan pada mamah, jauh-jauh hari jika Bima ini duda. Apa lagi pada saat kalian jamin hubungan itu, Bima masih status suami orang. Apa kamu tidak khawatir di katakan sebagai pelakor oleh orang-orang?" ucap Mamahnya Milka.
"Mah-pah, aku pikir bagi kalian tidak mempermasalahkan status duda Mas Bima. Jadi aku tidak pernah bercerita pada kalian. Aku pikir waktu itu kalian juga pernah mengatakan kalau status tidak masalah," ucap Milka.
"Yang kami maksud status ekonominya, maksudnya kami tak bermasalah jika pria itu hanya pegawai biasa tetapi yang penting masih lajang dan belum pernah menikah," ucap Mamahnya Milka.
"Astaga, mah. Itu namanya bukan status tapi kedudukan atau pangkat," ucap Milka menjelaskan.
"Lantas bagaimana ini, mah-pah?" tanya Milka bingung.
"Apa kamu benar-benar mencintai Bima? jika memang kamu benar-benar mencintainya, bukan berarti tidak lantas kamu harus segera menikah dengannya. Justru kamu harus menyelidiki lebih detail lagi tentang kehidupan pribadi Bima, supaya nanti kamu tidak akan menyesal di kemudian hari pada saat kamu telah memilihnya untuk benar-benar menjadi suamimu," nasehat Papahnya Milka.
"Iya Milka, karena zaman sekarang banyak sekali pria pembohong. Ia bisa saja memutar balikkan kenyataan yang telah terjadi pada rumah tangganya. Misalkan yang bersalah dari pihak pria tetapi ia mengatakan pihak wanita yang bersalah hanya karena ingin bisa mendapatkan seorang wanita lagi untuk menjadi istrinya yang baru," ucap Mamahnya Milka.
Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh orang tua Milka, Bima merasa tersinggung. Tetapi ia mencoba menahan supaya tidak marah di hadapan Milka dan kedua orang tuanya. Ia pun memberanikan diri untuk berkata di hadapan Milka dan kedua orang tuanya.
"Tante-Om, saya rasa diri saya tidak seperti yang kalian katakan barusan. Karena rumah tangga saya hancur itu karena istri saya yang berselingkuh hingga ia hamil."
Dengan rasa percaya dirinya Bima mengatakan hal itu.
"Kami akan percaya dengan apa yang kamu katakan jika kami telah mengetahuinya sendiri secara langsung. Kami kan belum tahu dari pihak perempuan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga kalian."
"Kami mohon maaf kepadamu Bima, tidak akan memberikan restu terlebih dahulu kepada kalian berdua sebelum kami benar-benar mengetahui duduk permasalahan dari perceraian yang telah terjadi antara Bima dengan istrinya yang terdahulu."
Orang tua Milka tidak langsung memberikan restu kepada Bima untuk menikahi anak mereka semata wayang. Karena orang tua Milka merasa ada sesuatu hal yang perlu diselidiki dari kehidupan pribadi Bima.
Bima merasa kecewa dengan keputusan orang tua Milka. Ia pun berpamitan pulang dengan wajah bermuram durja tanpa ada senyuman sama sekali.
"Mas Bima, aku minta maaf atas sikap kedua orang tuaku. Tapi menurutku apa yang mereka katakan ada benarnya juga. Aku juga tidak akan bisa menikah denganmu jika tanpa ada restu dari orang tuaku, sekali lagi aku minta maaf ya Mas Bima."
Milka menangkupkan kedua tangannya di dada seraya menatap sendu ke arah Bima.
"Iya Milka, aku tidak apa-apa kok. Lantas bagaimana hubungan kita kedepannya?" tanya Bima bingung.
"Aku akan menikah denganmu jika memang kedua orang tuaku telah memberikan restu padaku. Untuk saat ini kita jalani hubungan seperti ini dulu," ucap Milka.
******
Tanpa sepengetahuan, Bima. Orang tua Milka menyelidiki semua tentang kehidupan Bima. Mereka meminta para anak buahnya mencari tahu tentang Bima. Dan juga mantan istri dari Bima.
Dan pada saat Milka tahu jika mantan istri Bima adalah, Kiara. Ia sempat terhenyak kaget.
" Apa Papah yakin, foto yang di tunjukkan ini adalah mantan istri dari, Bima?" tanya Milka merasa tak percaya pada saat melihat foto yang di tunjukkan oleh Papahnya.
"Iya, itu foto mantan istri Bima. Papah juga cek di pengadilan agama. Yang menggugat cerai terlebih dahulu adalah istrinya dengan alasan. Ia tidak pernah mendapatkan nafkah lahir dari awal menikah. Bahkan dari pengacara yang membantunya, papah mendapatkan informasi jika Bima juga tidak mengakui anaknya. Ia menuduh istrinya selingkuh dengan pria lain tanpa ada bukti yang jelas," ucap Papahnya Milka.
"Sepertinya kamu kaget pada saat melihat foto itu? apakah kamu kenal dengan mantan istri, Bima?"
Kini Papahnya yang berganti bertanya pada Milka. Dan ia pun tanpa sungkan menceritakan semuanya pada Papahnya di hadapan Mamahnya juga.
Selepas Milka bercerita tentang, Kiara. Orang tuanya meminta Milka untuk datang kerumah.
"Ajak saja Kiara sesekali main kemari. Tapi kamu tak usah mengatakan jika kamu sempat dekat dengan, Bima. Supaya papah dan mamah bisa mendengar sendiri dari mulut Kiara tentang kegagalan rumah tangganya," pinta Papahnya Milka
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Anonymous
gbbbbbbbbbgbbbbbbmmmmmmmmmmmmmm2mmmmmm-2@#'@'2
2023-01-02
0