Kiara tetap pada pendiriannya, ia tidak mau tinggal serumah dengan Mamah Nindi.
"Mas, jika kamu tetap memilih mamahmu ya sudah tak usah pedulikan aku lagi. Seharusnya kamu tahu kondisi aku sekarang ini sedang hamil. Masa iya kamu masih saja berkeras hati seperti itu? apa susahnya mencari sebuah rumah yang tak jauh dari rumah mamahmu. Kamu kan bisa setiap hari datang ke rumah mamah. Kamu juga nggak mikir, aku menikah denganmu sudah dua bulan tapi sama sekali tidak pernah kamu beri nafkah lahir," ucap Kiara kesal.
"Sudahlah, mas. Antar aku balik ke kostan lagi karena aku akan segera istirahat, kepalaku pusing," ucap Kiara.
Dia sudah tak ingin lagi memperdebatkan permasalahannya dengan suaminya. Karena tak ingin kepalanya semakin bertambah pusing.
Saat itu juga Bima mengantar Kiara pulang ke kost. Walaupun sebenarnya ia sama sekali tak rela istrinya yang sedang hamil tinggal di kost.
********
Pagi hari, Kiara mulai menjalankan aktifitasnya lagi. Walaupun ia sedang alami ngidam dan alami morning sickness tetapi ia harus tetap bekerja. Karena tidak ada yang bisa ia harapkan dari suaminya. Padahal suaminya seorang bos, punya perusahaan sendiri. Tetapi ia menyia-nyiakan istrinya.
"Hoek hoek hoek"
Kiara langsung berlari ke arah toilet, bahkan Arya sempat melihatnya.
"Kenaka Kiara, apakah ia sakit? padahal hari ini aku akan mengangkat ia menjadi direktur di sini. Karena direktur yang ada di sini aku pindah tugaskan ke perusahaanku yang lain," batin Arya.
Dia tak tinggal diam, melangkah menuju ke toilet wanita dan menghampiri Kiara yamg sedang berada di wastafel.
"Tuan Arya, kenapa anda kemari? ini kan toilet wanita?" tanya Kiara seraya mengusap mulutnya dengan tisue.
"Memang aku salah kemari, yang penting aku tidak masuk ke dalam toiletnya hanya di luar saja kan? aku khawatir denganmu, apakah kamu sakit? jika sakit kamu istirahat saja di kost, biar aku perintah orang untuk mengantarkanmu," ucap Arya tiba-tiba begitu perhatian pada Kiara.
"Saya nggak apa-apa, Tuan. Jadi anda tak perlu khawatir, ini masalah yang biasa di alami oleh wanita hamil."Ucap Kiara seraya melangkah pergi dari toilet tanpa menghiraukan Arya.
"Aku harus menyelidiki lebih lanjut tentang Kiara pada teman-teman kostnya. Kenapa juga suaminya begitu tega membiarkan Kiara yang sedang hamil tinggal di kost," batin Arya.
Dia pun melangkah menuju ke ruang kerjanya, tetapi pikirannya terus saja tertuju pada Kiara.
Beberapa menit kemudian, Arya memerintahkan asisten pribadinya untuk mengumpulkan semua karyawan dan karyawati di ruang rapat. Ia akan menentukan siapa yang akan menjadi seorang direktur.
Setelah semuanya terkumpul di ruang rapat, Arya mulai memimpin rapat. Dan ia pun mengumumkan bahwa Kiara yang akan menjadi direktur di perusahaan tersebut.
Kiara sempat kaget, karena ia sama sekali tidak pernah berpikir jika dirinya akan di pilih menjadi seorang direktur.
"Tuan Arya, apa anda tidak salah memilih saya?" tanya Kiara memicing alisnya.
"Kiara, saya sudah terlebih dahulu melihat menilai kinerja kalian selama ini. Dan hasil keputusan saya tertuju padamu. Jadi saya harap kamu tak menolaknya, jika kamu menolak jabatan direktur ini. Saya justru akan merumahkan kamu sekarang juga," ancam Arya.
"Baiklah, Tuan. Saya tidak akan menolaknya, dan saya akan bekerja sebaik mungkin. Saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan anda pada saya," ucap Kiara tersenyum.
"Nak, kehadiranmu membawa rezeki buat mamah. Kamu nggak usah khawatir, walaupun Papahmu tidak memberikan nafkah pada kita, tapi mamah yakin bisa memberikan segala kebutuhan dirimu," batin Kiara seraya terus mengusap perutnya yang masih rata.
Sore menjelang, Kiara pulang ke kost dengan suasama hati yang sangat riang. Tetapi di saat ia tersenyum, seketika senyum itu hilang kala melihat seseorang yang tak asing lagi yakni Bima.
"Kiara, kamu baru pulang? bagaimana kondisi anak kita?" tanya Bima seraya mengusap perut istrinya yang masih rata.
"Memangnya kamu masih peduli dengan anakmu? kamu hanya datang untuk berbadan basi bukan? jika hanya untuk menanyakan kabar aku juga bisa. Mana tanggung jawabmu?"
"Setelah tahu aku hamil, kamu kemari hanya membawa tangan kosong? tanpa memberiku makanan yang bergizi atau susu ibu hamil?"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara, Bima hanya bisa menghela napas panjang.
"Kiara, aku datang kemari karena ingin mengajakmu kembali ke rumah. Aku sudah cerita pada mamah tentang kehamilanmu. Dan ia tidak keberatan jika kamu tinggal di rumah lagi," ucap Bima.
"Mamahmu tidak keberatan, tetapi aku yang keberatan. Aku tahu sifat asli mamahmu bagaimana. Aku nggak mau ambil resiko dengan kembali ke kandang macan." Kiara berlalu pergi dari hadapan Bima dan ia langsung masuk ke kamar kostnya dan tak keluar lagi.
Bima pun segera kembali ke rumahnya karena tak berhasil membujuk Kiara. Tanpa sepengetahuan Kiara. Arya sudah mengetahui semuanya tentang permasalahan yang telah di hadapi oleh Kiara dari Bu Kost, bukan dari teman-teman kost Kiara.
Karena Bu kost pandai mengambil hati Kiara, hingga ia pun Tan sungkan menceritakan masalah pribadinya pada, Bu kost.
"Jadi selama dua bulan menikah, Kiara tidak di beri nafkah lahir? semua uang suaminya di monopoli oleh mamahnya?"
"Ini namanya tidak adil. Masa iya sudah beristri membiarkan istrinya Kost. Dan sekarang ini sedang hamil pula."
"Jadi awalnya Kiara sudah akan menggugat cerai suaminya? tetapi karena ia hamil, jadi mengurungkan niatnya?"
"Kiara, aku tidak akan membuatmu dan anak yang ada di dalam kandunganmu itu menjadi terlantar. Aku akan membantumu tanpa sepengetahuan dirimu lewat bu kost."
Sejak saat itu, Arya mengirimkan banyak makanan enak, buah, susu untuk Kiara. Ia titipkan pada Bu kost untuk di berikan pada, Kiara.
[Bu, aku baru saja memerintah asisten pribadiku untuk ke rumah ibu. Ia membawa makanan dan buah-buahan serta susu hamil. Tolong berikan pada Kiara, tapi ibu tak usah bilang semua itu dari saya. Dan sebagai tanda terima kasih, saya sudah transfer sejumlah uang ke nomor rekening, ibu.]
Drt drt drt drt drt
Satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel milik Bu Kost.
Dia segera membacanya dan tak lupa mengecek M-banking nya.
"Hem, sering-sering saja seperti ini Tuan Arya. Supaya tabungan ku lekas banyak tanpa harus bekerja keras. Tenang saja Tuan Arya, saya pasti akan bantu anda untuk bisa mendapatkan cinta Kiara. Saya yakin saat ini anda sedang jatuh cinta pada Kiara. Tapi anda belum menyadarinya," batin Bu Kost.
Tak berapa lama, datanglah asisten pribadi, Arya menemui Bu Kost dengan membawa banyak makanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments