Kiara Melahirkan

Tak terasa saat ini, Kiara sedang proses melahirkan di sebuah rumah sakit khusus bersalin. Ia di dampingi oleh orang tuanya. Tidak seperti pasangan suami istri yang lain, melahirkan di dampingi oleh para suaminya. Tetapi hak ini tidak membuat Kiara patah arang dan bersedih apa lagi mengasihani diri sendiri. Wajah Kiara tidak terlihat sedih sama sekali, ia pun bersemangat untuk segera melahirkan anaknya.

Hingga beberapa menit kemudian, lahirlah seorang anak lelaki yang sangat tampan. Kiara sangat senang, begitu pula dengan orang tuanya. Ayah Darwo segera mengadzani cucunya. Walaupun sempat para perawat berbisik-bisik membicarakan ayah dari bayi yang baru di lahirkan oleh, Kiara.

"Alhamdulillah, akhirnya anakku lahir dengan selamat tidak kurang suatu apapun dan dimudahkan segala jalannya untuk aku proses melahirkan. Aku juga diberi kesehatan seperti ini. Terima kasih ya Allah atas penyertaanMu dalam kehidupan aku selama ini," batin Kiara merasa telah lega melihat si jabang bayi yang berjenis kelamin laki-laki.

"Mamah minta maaf ya nak, di saat kamu lahir ke dunia ini malah harus mengalami kepahitan hidup. Dengan tidak diakui oleh papah kandungmu sendiri. Tetapi kamu tidak usah khawatir, karena di samping mamah menjadi seorang Ibu, mamah juga akan menjadi seorang ayah bagi dirimu. Mamah akan berperan ganda untuk kehidupanmu," batin Kiara.

Kiara terus saja tersenyum menatap anaknya yang begitu lucu. Bahkan ia tidak menitikkan air matanya sama sekali. Hal ini yang membuat kagum orang tuanya.

"Bu, lihatlah anak kita. Ia begitu luar dan tegar, entah bagaimana jika wanita lain yang menghadapi hal seperti ini. Pasti sudah menangis, tetapi anak kita malah tersenyum," bisik Ayah Darwo.

"Iya ayah, Kiara benar-benar seorang wanita yang sangat kuat dan tegar. Ia tidak pernah memperlihatkan kesedihannya kepada kita sebagai orang tuanya," ucap Bu Darti.

Mereka sangat bangga dengan sikap Kiara yang tidak cengeng dan begitu kuat dalam menghadapi permasalahan hidupnya yang tidak mudah.

Orang tuanya bertanya pada Kiara, apakah mereka akan diizinkan untuk memberitahu pada Bima jika anak yang telah lahir. Akan tetapi Kiara melarangnya, karena ia ingat betul bagaimana tuduhan yang dilontarkan oleh Bima padanya dan ia juga sangat yakin Bima tidak akan datang untuk menjenguk anaknya yang telah lahir.

*********

Satu minggu kemudian, Kiara mengadakan syukuran untuk pemberian nama kepada anaknya. Ia sudah menyiapkan sebuah nama yakni, Alvaro. Yang akan biasa di panggil dengan, AL.

Bahkan Arya juga turut hadir di acara syukuran pemberian nama pada baby Alvaro.

"Kiara, apakah kamu tidak ingin memberi tahu pada Bima jika kamu sudah melahirkan?" tanya Arya.

"Untuk apa, Tuan Arya. Toh dia sudah menolak anaknya dari masa di dalam kandungan. Dan pastinya ia juga tidak akan peduli jika anaknya sudah lahir. Dia menganggap ini bukan darah dagingnya....

"Ya aku sudah tahu itu, dan bahkan ia. menganggap anakmu ini adalah darah dagingku. Ia mengira kamu telah selingkuh denganku. Hanya karena aku datang di acara syukuran empat bulan kehamilan dirimu waktu itu. Dan juga karena aku memberikan jabatan direktur serta memberikan segal inventaris padamu," ucap Arya.

"Dari mana Tuan tahu? apa mungkin itu hanya perasaan anda saja. Karena Mas Bima tidak mengatakan aku berselingkuh dengan anda, ia hanya mengatakan jika aku ini berselingkuh itu saja," ucap Kiara.

Arya pun menceritakan pada Kiara tentang kedatangannya ke rumah Bima pada saat acara syukuran tujuh bulanan. Pada waktu itu Arya meminta supaya Bima datang ke acara syukuran Kiara. Tetapi malah Ia mendapatkan hinaan dan makian serta tuduhan jika Kiara perselingkuh dengan dirinya.

Mendengar cerita dari Arya, Kiara sempat menarik napas panjang. Ia benar-benar tidak mengira bahwa Bima begitu kekanak-kanakan. Kiara pun hanya diam saja ia tak menanggapi cerita yang barusan dikatakan oleh Arya.

Sebenarnya Arya ingin menanyakan banyak hal pada Kiara, tetapi ia merasa sungkan karena takut menyinggung perasaan Kiara. Ia hanya bisa menyimpan di dalam hati segala kegelisahan yang sedang saat ini rasakan.

"Sebenarnya aku ingin sekali bertanya pada Kiara, apakah perlu aku membantunya untuk proses perceraiannya dengan Bima. Tetapi itu rasanya tidak etis dan tidak sopan. Karena belum tentu juga Kiara akan bercerai dari Bima. Mungkin saja ia masih mencintainya atau berharap dengan lahirnya anak mereka. Rumah tangganya akan kembali harmonis," batin Arya.

******

Pagi menjelang, Kiara memutuskan untuk segera mengurus gugatan cerainya kepada Bima ke pengadilan agama. Ia pun menitipkan Baby Alvaro kepada ibunya.

Dia sudah memantapkan hati dan jiwanya untuk berpisah dari Bima, karena tidak ada lagi yang bisa dipertahankan dari rumah tangganya tersebut. Kebetulan Kiara mengambil waktu cuti setelah melahirkan selama tiga bulan lamanya, sehingga ia bebas untuk mengurus gugatan cerainya tersebut.

Seperginya Kiara, datanglah sahabat barunya yang bernama Milka dengan tujuan ingin menjenguk baby Alvaro.

"Hallo Nak Milka, Kiaranya baru saja pergi ke pengadilan agama untuk mengurus gugatan cerainya," sapa Bu Darti pada saat melihat kedatangan, Milka.

Karena kebetulan sejak bersahabat dengan, Kiara. Milka sering bermain ke rumah Kiara. Hanya Kiara saja yang tak pernah menyambangi rumah Milka, karena terhalang kehamilannya yang saat itu sudah besar. Hingga ia tak berani untuk bepergian, apa lagi sepulang kerja ia sudah merasakan lelah teramat sangat. Hingga ia lebih banyak waktu istirahat di rumah. Itu juga untuk menjaga kondisi badan supaya selalu fit di tengah kehamilannya waktu itu.

Nendengarkan penuturan dari ibu Darti, Milka pun memicingkan alisnya. Karena Kiara sama sekali tidak mengatakan apapun padanya.

"Ya ampun, bukannya Kiara baru melahirkan seminggu yang lalu? kenapa sudah gugup saja ingin menggugat cerai suaminya? dan kenapa pula ia tidak meminta tolong padaku supaya menemaninya jika perlu aku yang akan mengurusnya juga aku bersedia kok, Bu," ucap Milka seraya menghela napas panjang.

"Begitulah Kiara, Nak Milka. Ia itu tidak ingin merepotkan siapapun, segala sesuatu ia kerjakan sendiri," ucap Bu Darti.

"Bu, apakah pada saat Kiara melahirkan ia tidak memberitahu kepada suaminya jika anaknya telah lahir? siapa tahu saja, dengan lahirnya anak. Rumah tangga mereka menjadi kembali seperti sedia kala. Siapa tahu anak bisa untuk menyatukan mereka lagi," ucap Milka.

Bu Darti pun akhirnya menceritakan semuanya tentang Bima, bagaimana sikapnya dan juga ibu mertua Kiara. Hanya saja Bu Darti dalam bercerita tidak menyebutkan nama Bima. Hanya dengan inisial suaminya Kiara dan ibu mertuanya.

Milka sangat geram dan kesal pada saat mendengar cerita tentang Bima dan ibunya. Ia tak habis pikir ada seorang suami yang seperti boneka ibunya.

Episodes
1 Berselisih Paham
2 Cekcok
3 Bertemu Seseorang Di Masa Lalu
4 Hasutan Mamah Mertua
5 Memutuskan Pergi Dari Rumah
6 Memutuskan Untuk Kost
7 Usaha Bima Membujuk Kiara
8 Naik Jabatan
9 Kejutan Manis
10 Menempati Rumah Baru
11 Gelisah
12 Kembali Di Ejek Oleh Mertua
13 Hanya Bisa Menghakimi
14 Tegar & Pantang Mengeluh
15 Tuduhan Yang Sangat Menyakitkan
16 Menyembunyikan Kesedihan
17 Kecurigaan Orang Tua Kiara
18 Persahabatan Dengan Pacar Bima
19 Kiara Melahirkan
20 Bima Kecewa
21 Menjebak Bima
22 Cekcok
23 Masih Saja Berkilah
24 Bersyukur
25 Di Permalukan
26 Hasutan Mamah Nindy
27 Pertikaian Bima & Kiara
28 Kedatangan Meymey
29 Gagal Mengikuti Bima
30 Bima Terjebak Juga
31 Menikah Diam-Diam
32 Keguguran
33 Dendam Seseorang
34 Mulai Terjebak Oleh Musuh
35 Mati Kutu
36 Tertipu Juga
37 Gagal Bertemu
38 Pernyataan Cinta Arya
39 Tantangan Kiara Untuk Arya
40 Ribut
41 Kembali Ke Pelukan Bima
42 Putus Dengan Lisa
43 Balas Dendam Joni Mulai Berjalan
44 Mati Kutu
45 Jatuh Miskin
46 Tinggal Di Kontrakan
47 Kembalinya Sang Mantan
48 Mengejutkan
49 Tak Bisa Menerima
50 Resah & Gelisah
51 Dah Dig Dug
52 Gayung Bersambut
53 Kesusahan Yang Melanda Bima
54 Suatu Permintaan Maaf
55 Permintaan Maaf Di Tolak
56 Niat Mempermalukan Malah Di Permalukan
57 Honeymoon
58 Baby Alvaro Sakit
59 Alvaro Meninggal
60 Pemakaman Alvaro
61 Tidak Punya Etika
62 Bersikap Dingin
63 Tak Pernah Akur Lagi
64 Gagal Menyakiti Kiara
65 Bima Sakit
66 Pencobaan Bunuh Diri
67 Selalu Debat
68 Bima Bertemu Milka
69 Sejenak Curhat
70 Di Labrak
71 Mendapatkan Ancaman
72 Silih Berganti Rintangan Datang
73 Ketegaran Bima
74 Curhatan Joni
75 Akhirnya Risgn
76 Joni Kecewa
77 Pekerjaan Baru
78 Inventaris Kantor
79 Asisten Rumah Tangga Baru
80 Kiara Hamil
81 Dilema
82 Selalu Berulah
83 Ketahuan Juga
84 Berhasil Mendapatkan Maaf
85 Kisah Yang Rumit
86 Rasa Penasaran Kiara
87 Rasa Penasaran Terjawab
88 Meninggalnya Ibu, Mayang
89 Kebaikan Joni Terhadap Mayang
90 Bertemunya Milka Dengan Mayang
91 Tak Cocok
92 Nasehat Seorang Ibu
93 Kecurigaan Milka
94 Kembali Curiga
95 Penyelidikan Milka
96 Kebahagiaan Kiara
97 Ingin Meminta Maaf
98 Penuturan Milka Pada Mayang
99 Milka Kembali Curiga
100 Lapor Polisi
101 Akhir Kisah
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Berselisih Paham
2
Cekcok
3
Bertemu Seseorang Di Masa Lalu
4
Hasutan Mamah Mertua
5
Memutuskan Pergi Dari Rumah
6
Memutuskan Untuk Kost
7
Usaha Bima Membujuk Kiara
8
Naik Jabatan
9
Kejutan Manis
10
Menempati Rumah Baru
11
Gelisah
12
Kembali Di Ejek Oleh Mertua
13
Hanya Bisa Menghakimi
14
Tegar & Pantang Mengeluh
15
Tuduhan Yang Sangat Menyakitkan
16
Menyembunyikan Kesedihan
17
Kecurigaan Orang Tua Kiara
18
Persahabatan Dengan Pacar Bima
19
Kiara Melahirkan
20
Bima Kecewa
21
Menjebak Bima
22
Cekcok
23
Masih Saja Berkilah
24
Bersyukur
25
Di Permalukan
26
Hasutan Mamah Nindy
27
Pertikaian Bima & Kiara
28
Kedatangan Meymey
29
Gagal Mengikuti Bima
30
Bima Terjebak Juga
31
Menikah Diam-Diam
32
Keguguran
33
Dendam Seseorang
34
Mulai Terjebak Oleh Musuh
35
Mati Kutu
36
Tertipu Juga
37
Gagal Bertemu
38
Pernyataan Cinta Arya
39
Tantangan Kiara Untuk Arya
40
Ribut
41
Kembali Ke Pelukan Bima
42
Putus Dengan Lisa
43
Balas Dendam Joni Mulai Berjalan
44
Mati Kutu
45
Jatuh Miskin
46
Tinggal Di Kontrakan
47
Kembalinya Sang Mantan
48
Mengejutkan
49
Tak Bisa Menerima
50
Resah & Gelisah
51
Dah Dig Dug
52
Gayung Bersambut
53
Kesusahan Yang Melanda Bima
54
Suatu Permintaan Maaf
55
Permintaan Maaf Di Tolak
56
Niat Mempermalukan Malah Di Permalukan
57
Honeymoon
58
Baby Alvaro Sakit
59
Alvaro Meninggal
60
Pemakaman Alvaro
61
Tidak Punya Etika
62
Bersikap Dingin
63
Tak Pernah Akur Lagi
64
Gagal Menyakiti Kiara
65
Bima Sakit
66
Pencobaan Bunuh Diri
67
Selalu Debat
68
Bima Bertemu Milka
69
Sejenak Curhat
70
Di Labrak
71
Mendapatkan Ancaman
72
Silih Berganti Rintangan Datang
73
Ketegaran Bima
74
Curhatan Joni
75
Akhirnya Risgn
76
Joni Kecewa
77
Pekerjaan Baru
78
Inventaris Kantor
79
Asisten Rumah Tangga Baru
80
Kiara Hamil
81
Dilema
82
Selalu Berulah
83
Ketahuan Juga
84
Berhasil Mendapatkan Maaf
85
Kisah Yang Rumit
86
Rasa Penasaran Kiara
87
Rasa Penasaran Terjawab
88
Meninggalnya Ibu, Mayang
89
Kebaikan Joni Terhadap Mayang
90
Bertemunya Milka Dengan Mayang
91
Tak Cocok
92
Nasehat Seorang Ibu
93
Kecurigaan Milka
94
Kembali Curiga
95
Penyelidikan Milka
96
Kebahagiaan Kiara
97
Ingin Meminta Maaf
98
Penuturan Milka Pada Mayang
99
Milka Kembali Curiga
100
Lapor Polisi
101
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!