Dewi Kabur

Dewi sempat mendengar apa yang dikatakan oleh sekretaris pribadi Yudha, walaupun Yudha telah membungkam mulut sekretarisnya tersebut. Bahkan Dewi sempat membungkam mulutnya sendiri, supaya ia tidak sampai berteriak histeris dengan apa yang barusan ia dengar dari mulut wanita yang saat ini ada di dekat Yudha.

Dewi telah memutuskan untuk pergi dari hidup, Yudha. Ia tidak akan mengatakan apa pun pada Yudha jika ia sempat mendengar semuanya barusan. Hingga esok harinya, pada saat Yudha sedang ada acara penting di luar kota. Dewi pun mengadakan pertemuan diam-diam dengan sekretaris pribadi Yudha di sebuah cafe.

"Mba, aku minta maaf ya. Mengajak mba bertemu secara diam-diam di sini. Aku hanya ingin bertanya banyak hal padamu, mba. Tentang segalanya tentang hubunganmu dengan Mas Yudha dan tentang kehidupan Mas Yudha. Karena aku benar-benar tak tahu persisnya, aku kenal dengannya hanya lewat akun sosial media Facebook. Dan aku pikir ia pria yang baik hingga aku mau menikah dengannya," ucap Dewi tertunduk lesu.

"Aku mengajak mbak kemari karena waktu itu aku sempat mendengar semua yang mba katakan pada Mas Yudha. Hingga aku ingin menanyakan semua yang mba tahu tentang Mas Yudha juga tentang Bu Ida," ucapnya lagi.

Hingga tanpa ada rasa sungkan, sekretaris pribadi Yudha menceritakan semuanya yang ia tahu tentang Yudha. Tentang perselingkuhannya dengan Bu Ida dan tentang semua harta yang di miliki oleh Yudha adalah milik dari, Bu Ida yang seharusnya menjadi milik mantan istri Yudha yakni Meysa.

Bahkan wanita itu bercerita sangat detai hingga Dewi sudah tahu siapa sebenarnya wanita yang ia lihat di sebuah kantor expedisi waktu itu. Dan ia kini sudah tahu siapa itu, Bu Ida.

Hampir saja Dewi tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu, tetapi wanita itu memberikan semua bukti yang akurat hingga Dewi sudah tidak meragukan lagi tentang apa yang di katakan olehnya.

Bukti dimana pada saat Bu Ida dengan suka rela menyerahkan semua harta miliknya pada Yudha di hadapan pengacara pribadinya dan wanita ini sebagai saksinya. Karena wanita ini sempat mengabadikan moment penting tersebut pada rekaman video di ponselnya dimana hingga saat ini belum ia hapus. Bahkan Yudha dan Bu Ida juga tidak tahu menahu jika pada saat itu diam-diam, wanita ini merekam semuanya.

"Mba, jika mba tahu sifat Mas Yudha seperti ini? lantas kenapa mba mau menjadi wanita simpanannya?" tanya Dewi heran.

"Karena janji manisnya padaku, yang akan menikahiku jika ia telah berhasil mengambil semua milik mantan istrinya. Dan karena aku juga butuh banyak uang, untuk keluargaku. Karena aku ini tulang punggung bagi keluargaku. Tetapi setelah aku dukung semuanya, dan ia berhasil dengan segala tipu dayanya. Ia malah menikah denganmu. Ia tidak menikahi aku yang selama ini telah mendukung segala usahanya," ucap wanita itu.

Setelah mendengar apa yang barusan di katakan oleh, sekretaris pribadi Yudha. Kini Dewi sudah tidak ragu lagi untuk pergi dari kehidupan Yudha selamanya. Bahkan ia sempat meminta maaf pada sekretaris pribadi Yudha.

"Mba, aku minta maaf ya. Aku sama sekali tidak tahu sifat asli Mas Yudha. Tapi mba nggak usah khawatir, aku akan merelakan Mas Yudha untuk mba karena saat ini mba yang lebih butuh. Mba sedang hamil anaknya. Mba, jangan mengatakan apapun pada, Mas Yudha jika kita pernah bertemu aku ya. Saat ini juga aku akan kembali ke kampung dan menggugat cerai, Mas Yudha."

Sekretaris pribadi Yudha sangat senang mendengarnya, karena dengan begitu ia punya harapan untuk bisa menikah dengan Yudha demi anak yang saat ini ia kandung. Ia juga tak lupa meminta maaf pada, Dewi karena secara tidak sengaja menghancurkan pernikahan dirinya dengan Yudha yang baru seumur jagung.

Setelah cukup lama, mereka bercengkrama di sebuah cafe. Dewi berpamitan pulang. Karena saat itu juga ia akan mengemasi semua barang-barangnya untuk segera kembali ke kampung, tanpa berpamitan pada Yudha.

"Aku harus segera berkemas secepatnya, selagi Mas Yudha pergi. Supaya ia tidak bisa mencegah kepergianku ini. Alhamdulillah, Allah baik padaku hingga secara tidak langsung memberi tahu padaku siapa sebenarnya, Mas Yudha. Jika aku tidak tahu semua ini, aku pasti suatu saat nanti hidupnya merana seperti para wanita yang pernah ia dekati."

Setelah selesai berkemas, iapun menulis sesuatu di sebuah kertas dan kertas itu di letakkan begitu saja di meja kamar. Saat itu juga, Dewi pergi dari rumah mewah milik Bu Ida. Bahkan Bu Ida sempat melihatnya turun dari lantai atas, hingga ia pun menghadang langkah, Dewi.

"Dewi, kamu mau kemana membawa koper besar seperti itu? bukannya ini koper yang kamu pakai pada saat datang?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Bu Ida.

Tapi Dewi sama sekali tak menjawab pertanyaan dari, Bu Ida. Ia benar-benar benci pada Bu Ida , setelah mengetahui cerita dari sekretaris pribadi Yudha. Dewi hanya melirik sinis dan mendorong halus tubuh Bu Ida hingga menyingkir dari hadapannya. Dan ia lekas melangkah pergi begitu saja.

"Heh, Dewi! Dasar nggak punya sopan santun kamu ya! di tanya baik-baik malah hanya diam saja!" omel Bu Ida lantang tapi tak lantas membuat Dewi menghentikan langkahnya. Ia malah lebih mempercepat langkahnya untuk segera pergi dari rumah itu.

Kebetulan taxi on line yang ia pesan cepat juga datangnya. Dan tiba-tiba sudah menunggu di depan pintu gerbang. Dewi kelas masuk ke dalam taxi, di dalam hatinya lega karena sudah bisa pergi dari rumah mewah itu.

"Heran aku dengan, Bu Ida. Kok tega ya sama anak sendiri merebut suaminya. Aku saja yang sudah tahu sifat asli Mas Yudha, aku enggan ada di sampingnya. Aku malah merasa jijik sekarang dengan, Mas Yudha yang ternyata tukang selingkuh dan main wanita," batin Dewi terus saja ia merutuki kebodohannya yang dengan mudah mau menikah dengan Yudha.

Tapi kini ia sudah lega karena sudah bisa lepas dari, Yudha walaupun belum seratus persen. Karena ia harus mengurus gugatan cerainya dahulu.

Tetapi setidaknya ia sudah tidak lagi terbelenggu dengan pria hidung belang seperti, Yudha.

Seperginya Dewi, Bu Ida masih saja penasaran. Hingga ia iseng melangkah ke kamar Yudha hanya ingin tahu apakah ada sesuatu yang bisa ia dapat untuk menghilangkan rasa penasaran dirinya tentang kepergian, Dewi yang secara tiba-tiba.

Bu Ida tak sengaja melihat secarik kertas di atas meja kamar Yudha. Ia pun membacanya dan ia tersenyum riang.

"Haaaa... syukurin kamu Yudha. Karena pada akhirnya Dewi sudah tahu segalanya tentang dirimu walaupun aku sama sekali tidak memberi tahu padanya," ucapnya lantang.

Terpopuler

Comments

Icha Krn

Icha Krn

dasar penjahat kelamin..moga2 aja dpt penyakit

2022-12-19

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 60 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!