Meysa terus saja gelisah memikirkan tentang pacar gelap ibunya.
"Kenapa aku menjadi penasaran sekali dengan kekasih ibu ya? lantas bagaimana caranya supaya aku bisa tahu sebenarnya dan bagaimana rupa pacar ibuku? masa iya Ibu menyembunyikan jati diri pacarnya pada anaknya sendiri? sepertinya itu aneh loh," batin Meysa terus saja berpikir dan berpikir mencari cara supaya dirinya mengetahui tentang pacar ibunya.
Hingga ia pun memutuskan memerintah orang untuk memasang CCTV di mobil tanpa sepengetahuan Yudha maupun ibunya.
Saat itu juga Meysa mengendarai mobil yang sering dipakai oleh ibunya dan Yudha untuk bepergian, dia berpura-pura ingin sejenak keluar untuk mengecek kondisi mobil.
"Mas Yuda, aku pergi sebentar ya untuk mengecek kondisi mobil karena mobil kan sering dipakai olehmu dan ibu. Khawatir ada hal perlu diperbaiki maksudnya aku akan membawanya ke bengkel," ucap Meysa.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya apa perlu aku temani," ucap Yuda pura-pura menawarkan diri.
"Nggak usah Mas, biar aku pergi sendiri saja sebaiknya Mas di rumah saja. Nggak apa-apa kan?" ucap Meysa.
"Ya sudah aku menunggumu di rumah saja." Ucap Yuda mengecup kening istrinya.
Meysa juga tak lupa mencium punggung tangan suaminya sebelum ia pergi. Ia juga tak lupa berpamitan pada ibunya.
Setelah itu ia benar-benar pergi mengemudikan mobilnya menuju ke suatu tempat yakni rumah salah seorang temannya yang mampu memasang CCTV.
Seperginya Meysa justru membuat senang Bu Ida dan Yuda.
Bu Ida melangkah menuju ke kamar Yudha di mana saat ini Yudha sedang merebahkan tubuhnya di ranjang tanpa mengenakan baju hanya mengenakan boxer saja. Melihat kedatangan Bu Ida, sedikit membuat kaget Yuda.
"Ibu bikin kaget aku saja," ucap Yuda."
Dengan sangat antusiasnya Bu Ida mulai meraba sesuatu yang ada di balik celana boxer Yudha.
"Ist, ibu nakal ya,"
"Kamu yang ajarin ibu menjadi nakal seperti ini. Benda tumpul ini yang selalu membuat ibu ingin dan ingin menikmatinya."
Terus saja tangan Bu Ida mengusap-usap sesuatu yang ada di dalam celana boxer Yuda.
Hal ini tentu saja membuat benda tumpul itu menjadi tegak keras kaku berdiri, karena sentuhan tangan Bu Ida. Kemudian tanpa ada rasa sungkan, Bu Ida menunduk dan memainkan benda tumpul itu di mulutnya.
Hal ini membuat Yuda serasa di awang-awang, ia pun meelrem melek merasakan sentuhan demi sentuhan yang di lakukan oleh Bu Ida.
"Bu, ini masih pagi loh. Nanti ada yang lihat bagaimana?" tanya Yuda lirih seraya terus mengerang menikmati layanan dari Bu Ida.
"Kamu nggak perlu khawatir, pintu sudah di kunci nasi nggak mungkin kalau Meysa tahu. Lagi pula ia pergi ke bengkel bukan, pastinya pulangnya lama," bisik Bu Ida lirih seraya tangannya terus saja beraksi dan ia pun memainkan lidahnya di telinga Yuda.
Sementara asisten rumah tangga yang da di rumah tersebut juga kembali lagi memergoki Bu Ida saat masuk ke dalam kamar Meysa. Ia pun saat ini sedang mengintip dari balik pintu, mengintip dari lubang kunci tapi tak terlihat. Ia hanya bisa mendengar suara erangan keduanya.
Tiba-tiba satu tepukan di bahu sempat membuat dirinya, berteriak karena kaget. Untuk saja dirinya masih bisa kontrol, hanya membungkam mulutnya sendiri seraya menoleh ke arah orang yang telah membuat dirinya kaget.
"Astaga, Pak. Bikin kaget saja dech,' ucapnya lirih.
"Bu, kamu sedang apa di sini?" tanyanya lirih.
Akhirnya bibi menarik tangan suaminya yang memang bekerja juga sebagai tukang kebun di rumah itu. Suami istri ini tinggal bekerja bersama.
Bibi membawanya menjauh dari kamar Meysa dan melengkah ke dapur.
"Bu, ada apa sih? kok kamu terlihat panik seperti itu? apa yang kamu lihat di kamar Non Meysa?" tanya suaminya.
"Hust.... jangan keras-keras, pak."
Bibi pun celingukan seraya berbisik ke telinga suaminya. Mengetahui apa yang barusan di katakan oleh istrinya, suaminya merasa tak percaya.
"Bu, jangan asal bicara seperti itu karena jatuhnya fitnah loh," ucap suaminya.
"Sumpah, pak. Ini bukan yang pertama kalinya, ibu melihat hal ini kok. Beberapa kali, pak. Ibu ingin loh mengatakan hal ini pada, Non Meysa," ucap Bibi.
"Bu, nggak usahlah. Nanti juga lama-lama akan ketahuan kok. Bapak nggak mau, ibu terbawa masalah mereka," larang suaminya.
"Tapi kasihan, Non Meysa lah pak," rajuk Bibi.
Tetapi suaminya tetap tak mengizinkan istrinya untuk melaporkan perbuatan tak senonoh Yuda dan Bu Ida. Hingga pada akhirnya, bibi pun mengurungkan niatnya tersebut.
"Sebenarnya aku tak tega dengan, Non Meysa. Karena secara tidak langsung ia telah diselingkuhin oleh ibu dan suaminya sendiri."
"Aku nggak habis pikir, tega sekali Ibu Ida menyakiti anaknya sendiri. Jika memang ia butuh kehangatan seorang lelaki kenapa tidak menikah lagi saja ya?"
Terus aja si bibi menggerutu di dalam hatinya. Ia begitu tidak suka dengan tingkah laku Ibu Ida dan Yuda yang terang-terangan selingkuh di belakang Meysa.
Sementara di dalam kamar Meysa, Bu Ida sedang asik bersama Yuda. Ia tetap saja melakukan aksinya dengan mencium beringas bibir Yuda terus turun ke leher dan ke cuping telinga.
Bahkan tak sampai itu, Bu Ida kembali memainkan benda tumpul milik Yuda seperti sedang memakan permen lollipop. Hal ini hanya Yuda rasakan jika bersama dengan Bu Ida saja.
"Bu...terus..hem....."
Yuda sudah mulai meracau seperti orang gila karena ulah dari Bu Ida.
Bu Ida langsung melakukan aksi berikutnya, dengan bermain kuda di atas tubuh Yuda. Ia yang kini berlaku sebagai sopirnya. Dengan sangat cekatan Bu Sida meliukan tubuhnya dan nai turun bergoyang layaknya seorang sinden sedang berjoget jaipongan.
Hingga tak berapa lama, ia mengejang karena mencapai puncak kenikmatan.
Permainan begitu singkat karena mereka khawatir, Meysa pulang dan memergoki mereka.
"Ibu memang luar biasa." Yuda mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Bu Ida.
"Sudah ya, ibu balik ke kamar ibu karena ibu nggak ingin Meysa tahu. Jangan lupa, tuh kasur di bersihkan, jangan sampai membuat Meysa curiga."
Bu Ida terburu-buru keluar dari kamar Meysa, ia langsung menuju ke kamarnya sendiri dengan senyuman kepuasan.
Sementara Yuda lekas membersihkan kekacauan. Pada saat dirinya sedang asik menata kembali spreinya, pintu kamar di buka oleh Meysa.
"Sayang, kamu sudah pulang? kok cepat sekali sih?" tegur Yuda gelapsn karena dirinya masih terlihat keringatan dan belum mandi sama sekali.
Meysa menghampiri Yuda dan memicingkan alisnya menatap Yuda.
"Mas, kok kamu keringatan sekali? dan kok seperti bau sesuatu yah? mas, ini basah cairan itukah? memangnya kamu....
"Heee iya sayang, karena aku tak mendapatkannya darimu..Aku soloan sendiri tadi sambil aku lihat video itu," ucap Yuda tertunduk malu.
"Hem, ganti dech spreinya bau tahu mas."
Meysa melepas spreinya dan mengganti dengan yang baru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Karmila Pasinringi Mila
suamix n ibu laknat
2023-06-18
0