Sengaja Tak Menegur

"Ternyata apa yang dikatakan oleh bibi benar adanya. Aku sungguh tak menyangka, baik suamiku maupun ibuku sama-sama gilanya. Mereka bukan lagi manusia tetapi mirip binatang," gerutu Meysa.

Tak lupa ia menyimpan adegan panas ibu dan suaminya. Karena suatu saat ia gunakan sebagai bukti untuk menggugat cerai, Yuda.

"Silakan kalian bermain sepuasnya Mas Yuda-Ibu, aku tidak akan mengganggu permainan kalian. Tetapi aku akan mempermalukan kalian berdua di muka umum. Tunggu tanggal mainnya," batin Meysa sangat marah.

Sebenarnya ia ingin sekali datang ke kamar ibunya, untuk memergoki langsung perbuatan gila suaminya dan ibunya. Tetapi ia sudah tahu jika dia mengetuk pintu kamar ibunya pasti Yuda akan lari lewat balkon kamar ibunya menuju balkon kamarnya.

Meysa berusaha berbaring kembali, tetapi matanya tetap tidak bisa di pejamkan karena dipikirannya masih saja terlintas video panas yang barusan ia lihat. Hingga ia pun tahu pada saat Yuda kembali lewat balkon kamar.

"Sudah selesai mas, puas tidak? berapa ronde kalian bermain?" tegur Meysa yang membuat kaget Yuda.

Ia berpikir Meysa terpejam matanya dan tidur nyenyak. Tetapi kini justru Meysa sedang menatap ke arah dirinya.

"Sayang, kamu bangun? pasti kaget olehku ya? aku minta maaf ya?" ucap Yuda mengalihkan pembicaraan.

"Kenapa kamu nggak jawab pertanyaanku, mas? berapa ronde kalian bermain? kamu puas nggak?" tanya Meysa yang sudah tidak bisa menahan rasa marahnya lagi.

"Sayang, kamu itu bicara apa sih? apa kamu barusan bermimpi ya?" goda Yuda terkekeh.

"Nggak usah bercanda, mas. Tidak ada hal lucu di sini, jadi tak usah tertawa. Atau kamu menertawakan kebodohanku selama ini? dimana kamu dengan gampang telah berbohong padaku?" ucap Meysa ketus.

"Sayangku lagi datang bulan jadi sensitif begini ya. Aku itu kepanasan jadi mencari angin di balkon. Makanya tadi seharusnya kamu ke balkon," ucap Yuda bohong.

"Kamu kepanasan karena habis olahraga ranjang bukan? berapa ronde, apa kalian berdua sama-sama puas?" sindir Meysa.

"Sayang, kenapa dari tadi kata-katamu seperti itu? seolah kamu ini menuduhku sudah berkhianat darimu. Padahal aku sangat setia padamu," ucap Yuda.

"Setia atau setiap tikungan ada? aku sama sekali tidak menuduhmu, mas. Tetapi aku mengatakan kebenaran, fakta tentang apa yang barusan kamu lakukan. Dan mungkin ini bukan yang pertama kali kalian lakukan hal ini," ucap Meysa kesal.

"Astaga, Meysa. Harus dengan apa aku buktikan bahwa aku ini tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan padaku. Aku cuma cinta dan sayang padamu. Kita sudah menikah, tetapi kenapa kamu malah berprasangka buruk seperti ini padaku?" ucap Yuda masih saja berkilah.

"Terus saja kamu mengelak dan tak akui perbuatanmu itu, mas. Aku ingin melihat sampai sejauh mana kalian akan terus bermain di belakangku dan terus membodohiku," ucap Meysa.

"Kalian, apa maksud dari kata-katamu ini? kalian ini, aku dan siapa?" tanya Yuda.

"Kamu pikir sendiri, mas. Kalian itu ya, kamu dan wanita selingkuhanmu itu," ucap Meysa.

"Astaga, Meysa. Kamu terlalu banyak nonton sinetron hingga terbawa perasaan dan sampai menuduh suami sendiri," ucap Yuda masih saja tak mengaku.

Meysa pun kini diam, karena percuma saja ia terus berbicara tetapi Yuda terus saja berkilah.

"Aku sengaja tak menunjukkan video ini, mas. Aku akan pura-pura jika aku belum tehu perselingkuhanmu dengan ibu. Tetapi nanti saat ada di pengadilan agama akan aku berikan bukti-bukti ini pada pihak pengadilan," batin Meysa.

Dia pun memutuskan untuk memejamkan matanya kembali walaupun itu teramat susah.

Hingga tak terasa pagi menjelang, tetapi suasana hati Meysa tetap tak menentu. Bahkan pada saat di meja makan, ia hanya diam. Ia jijik melihat dua orang yang ada di depannya.

"Ibu, kenapa ibu melakukan hal ini padaku? padahal aku ini anak kandung ibu. Banyak pria di luaran sana, tetapi kenapa juga suamiku yang ibu ambil?"

"Dan kamu, mas. Kenapa kamu bisa melakukan hal serendah itu, melakukan hubungan badan dengan Ibuku. Astaghfirullah aladzim, kenapa aku terus saja ingat hal ini ya Allah."

"Sakit sekali hati ini ya Allah. Sama sekali aku tak percaya Ibu kandungku sendiri selingkuhan suamiku."

Melihat Meysa murung dan tidak berselera makan, membuat Bu Ida memicingkan alisnya.

"Meysa, apakah kamu sakit? kok makannya sedikit dan dari tadi murung?" tanya Bu Ida menyelidik.

"Aku memang sedang tak berselera makan, karena memang sedang sakit," ucap Meysa.

"Jika sakit ya lekas ke dokter, Meysa," ucap Bu Ida.

"Sakit yang aku rasakan ini tidak bisa di periksa oleh dokter. Karena aku sakit hati dengan orang yang aku sayangi," ucap Meysa.

"Yuda, apa yang telah kamu lakukan pada Meysa?" Bu Ida pura-pura bertanya.

"Aku tidak melakukan apa pun. Dari semalam Meysa menuduhku selingkuh, Bu. Dia tak punya bukti tapi menuduh," ucap Yuda.

"Meysa, mungkin kamu sedang salah paham saja pada Yuda. Dan kamu sedang sensitif karena sedang datang bulan," ucap Bu Ida.

"Ibu tahu darimana jika aku sedang datang bulan? padahal aku sama sekali tidak memberitahu pada, ibu," tanya Meysa

"Ya nggak ada yang kasih tahu, hanya ibu mengira-ira saja Meysa," ucap Bu Ida.

"Aku yakin, Mas Yuda yang telah memberi tahu hal ini pada Ibu. Karena hubungan mereka sudah dekat sekali, bahkan tidak ada penghalang antara seorang menantu dan seorang mertua," batin Meysa.

Meysa memutuskan untuk segera berangkat ke kantor, karena ia tak ingin berlama-lama menatap wajah ibu dan suaminya. Bahkan ia tak berpamitan sama sekali dengan ibu atau suaminya.

Seperginya, Meysa. Bu Ida bertanya pada Yuda.

"Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua?" tanya Bu Ida penasaran.

Yuda menceritakan tentang kejadian semalam, dimana Meysa terus saja menyindir dirinya.

"Yuda, kenapa kamu tidak peka? mungkin saja Meysa tahu tentang apa yang semalam kita lakukan," ucap Bu Ida lirih.

"Masa sih, Bu? tetapi Meysa tak menyinggung tentang ibu sama sekali," ucap Yuda.

"Lantas apa yang harus kita lakukan, apa kita sudahi saja ya Yuda?' tanya Bu Ida ragu.

"Jangan, Bu. Aku sudah candu dengan pelayanan dari ibu, karena aku tak pernah mendapatkan hal itu dari Meysa," ucap Yuda.

"Jujur, ibu juga sudah candu denganmu. Setiap waktu ibu selalu ingin dan ingin. Tapi bagaimana jika suatu hari perbuatan kita ini di ketahui oleh, Meysa?" tanya Bu Ida.

"Jangan pikirkan itu dahulu Bu, sebaiknya untuk beberapa hari kita jangan melakukan hubungan dulu di dalam rumah ini. Supaya Meysa tidak curiga, kita lakukan di luar saja," ucap Yuda menaik turun alisnya.

Terpopuler

Comments

Eka Elisa

Eka Elisa

astaga minantu ma ibu mrtua brengsek😠

2022-12-24

1

Annisa Chaer

Annisa Chaer

Dasar biadab

2022-12-07

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 60 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!