Hari libur, dimana Bu Ida memutuskan untuk pergi dari rumah dengan mengajak Yuda.
"Meysa, ibu pergi dulu ya dengan Yuda. Ibu akan ke rumah teman."
Belum juga Meysa menjawab, Bu Ida sudah berlalu pergi. Bahkan Yuda sudah standby di depan kemudinya.
"Hem, inilah saatnya aku akan memergoki kalian. Kalian tidak tahu di dalam mobil sudah aku pasang CCTV. Jadi aku tahu kemana pun kalian akan pergi," batin Meysa.
Mobil melaju, dan Meysa sedang mengamati lewat ponselnya. Ia sudah berniat akan membuat malu ibu dan suaminya jika memang benar-benar mereka saat ini akan melakukan hubungan terlarang.
Tak berapa lama, Meysa telah melihat Bu Ida dan suaminya masuk ke sebuah hotel yang waktu itu sempat Meysa datangi untuk menanyakan tentang kertas check in hotel atas nama siapa.
"Aku harus ke hotel sekarang juga dan aku akan membawa salah satu temanku yang bekerja sebagai seorang pengacara," batin Meysa.
Beberapa menit kemudian, teman Meysa yang memang pernah menaruh hati padanya heran. Kenapa Meysa meminta dirinya ikut ke suatu hotel.
"Meysa, sebenarnya ada apa kamu mengajakku untuk ke hotel ini?" tanya Yosep.
"Kita akan menangkap basah dua insan yang sedang berselingkuh di hotel ini," ucap Meysa.
"Hah, siapa sih? untuk apa kamu mengurusi orang yang selingkuh?' Yosep menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah, kamu diam saja dan menurut. Karena kelak aku butuh bantuanmu juga, makanya aku sengaja mengajakmu kemari," ucap Meysa.
Meysa dan Yosep melangkah ke resepsionist. Dan Meysa menanyakan kamar hotel yang di pesan oleh Ibunya. Setelah ia tahu, ia mengajak Yosep melangkah ke kamar hotel yang di pesan oleh ibunya.
"Aneh, kenapa juga Meysa ingin mendatangi kamar hotel yang di pesan oleh ibunya? kenapa tidak di biarkan saja ibunya, toh mungkin ibunya kesepian karena sudah lama di tinggal meninggal oleh suaminya," batin Yosep.
Pada saat sudah sampai di depan pintu kamar yang di pesan oleh ibunya. Di sinilah Meysa meminta tolong Yosep untuk mengetuk pintu kamarnya.
"Aaaahhhh....sayang...."
Pada saat Yosep akan mengetuk pintu kamar tersebut, ia urungkan ketika mendengar suara ibu Ida.
"Meysa, aku tidak enak. Apa kamu tidak mendengar barusan ibumu sedang....
Tok tok tok tok
Akhirnya Meysa yang mengetum pintu kamar hotel tersebut, karena ia tak sabar.
"Sayang, siapa sih yang ganggu kita? apa kamu pesan sesuatu?" tanya Bu Ida hingga terdengar sampai terdengar oleh Meysa dan Yosep.
"Sebentar, biar aku yang cek," ucap Yuda.
"Jangan lama-lama ya, sayang. Karena aku sudah nggak tahan loh."
Yuda pun melangkah membuka pintu kamar hotelnya. Dan pada saat pint kamar di buka, Meysa langsung saja mendorong tubuh Yuda masuk. Dan ia pun ikut masuk ke kamar hotel itu.
Sementara Yosep terperangah melihat akan hal itu. Ia tak bisa berkata pada saat melihat siapa yang keluar dari pintu kamar hotel itu. Tetapi ia tak berani ikut masuk ke dalam. Ia hanya berada di ambang pintu kamar hotel itu.
"Astaga, apa aku tak salah lihat? itu kan suami Meysa? jadi ibunya berselingkuh dengan suami Meysa? gila banget!" batin Yosep.
"Maaf ya, Bu. Aku sudah menggangu ibu dan Mas Yuda. Aku hanya ingin mengatakan satu hal pada kalian! kalian ini bukan manusia tapi binatang!" bentak Meysa.
"Me-Me-Keysa? bagaimana kamu tahu ibu ada di sini dengan Yuda?" tanya Bu Ida dengan mimik gemetaran.
Bu Ida menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Sementara Yuda juga tak bisa berkata apa-apa. Kedua pasangan selingkuh ini hanya bisa diam saja.
"Kenapa kalian diam? pasti kalian sedang bertanya di dalam hati kan? bagaimana aku bisa tahu semua ini? kalian tak perlu tahu bagaimana aku bisa tahu perbuatan bejat kalian! ingat satu hal, serapat-rapatnya kalian menyimpan bangkai pasti akan tercium juga!"
"Sampai detik ini aku tak percaya, kenapa ibu yang telah melahirkan aku dan sangat aku sayangi bisa berbuat seperti ini padaku?"
"Dan kamu, mas. Aku pikir kamu ini suami yang setia dan tanggung jawab. Ternyata seperti ini sifat aslimu!"
Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Meysa. Kini Yuda mulai berani berkata.
"Sayang, aku minta maaf. Ibumu yang memulainya, ia yang memaksaku melayaninya hingga pada akhirnya malah jadi keterusan seperti ini,' kilah Yuda menyalahkan Bu Ida.
"Heh, apa yang kamu katakan Yuda? kamu sendiri yang mengatakan pada ibu, jika Meysa tak bisa memuaskanmu. Makanya kamu mencari kepuasan pada ibu," ucap Bu Ida.
"Sudah! kalian benar-benar tak tahu malu! tua muda sama-sama bejad! aku sudah tahu sejak lama, hanya saja aku sengaja menunggu waktu yang tepat untuk membongkar kebusukan kalian berdua!'
"Mulai sekarang, kamu bukan ibuku lagi! dan kamu juga bukan suamiku lagi, aku akan secepatnya menggugat cerai dirimu, Mas Yuda!"
Setelah cukup lama, Meysa menumpahkan rasa kekesalan dan emosinya. Ia pun berlalu pergi dengan mata berkaca-kaca. Karena ia tak ingin menangis di depan ibu dan suaminya.
Seperginya Meysa, Yuda gelisah.
"Bu, bagaimana ini? Meysa akan menceraikan aku?"
"Kenapa kamu takut? jika ia menceraikan dirimu justru hubungan kita lebih bebas bukan?" ucap Bu Ida.
"Bu, apa aku nggak salah dengar? apa ibu tak khawatir jika Meysa benar-benar memtuskan hubungan ibu dan anak dengan ibu?" tanya Yuda heran.
"Tidak sama sekali, jika memang itu yang Meysa mau. Akan aku kabulkan, tapi aku tidak akan membiarkan ia tetap memimpin perusahaan peninggalan mendiang suamiku."
"Apa kamu tidak mau menggantikan posisi, Meysa? jika kamu tetap bersamaku dan bahkan menikah denganku, semua yang aku punya akan aku berikan padamu, Yuda."
"Semuanya termasuk perusahaan yang saat ini di kelola oleh Meysa. Karena perusahaan itu masih atas nama mendiang suamiku."
Mendengar iming-iming harta, Yuda langsung sumringah. Karena memang selama ini ia ingin harta yang banyak.
"Baiklah, Bu. Tapi janji ya, ibu akan memberikan semuanya padaku?" ucap Yuda.
"Janji, sayang. Sudah tak usah lagi memikirkan Meysa. Sudah kepalang tanggung dan basah, kita mandi sekalian. Cepat kamu tutup pintu kamarnya dan lanjutkan aktifitas kita."
Yuda pun berlari kecil menutup pintu kamar hotel. Dan ia mulai mencumbu Bu Ida lagi. Kedua insan ingin benar-benar tak punya hati nurani hingga sama sekali tak memikirkan perasaan Meysa.
Sementara saat ini Meysa hanya diam saja dengan mata berkaca-kaca.
"Meysa, jangan kamu tahan air matamu itu. Jika ingin menangis, menangislah saja. Supaya ad sedikit kelegaan di dalam hatimu," ucap Yosep di sela mengemudikan mobilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Eka Elisa
astaga...duo racun ini gk tau diri bnget😈😈
2022-12-24
1
Nonny
🤭🤭🤭🤭lariiii
2022-12-08
0
Pertiwi Tiwi
meysa buruan . balik nama perusahaan ayahmu ke namamu
2022-12-08
1