Berjalannya waktu cepat sekali, tak terasa sudah tiga bulan berlalu. Kini usaha baru yang di rintis oleh Meysa dari nol, sudah mulai nampak perkembangannya.
Meysa benar-benar bekerja keras untuk hal ini, padahal ia sama sekali tidak tahu menahu atau tidak pengalaman di bidang expedisi. Dia hanya membuka usaha expedisi sesuai dengan kata hati.
Karena usaha yang di geluti oleh Meysa pada saat menjadi seorang direktur utama bukanlah usaha expedisi, melainkan usaha export dan import.
Tiga bulan adalah waktu yang singkat, tetapi secepat itu usaha expedisi, Meysa berkembang. Walaupun ia jalani usaha ini kecil-kecilan, belum berkembang besar. Tetapi ia sangat bersyukur karena usahanya ini lancar tidak ada hambatan atau halangan apapun.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Usaha baruku lancar walaupun masih terbilang kecil, tetapi aku senang. Karena cukup untuk menghidupi diri ku sendiri dan juga membayar gaji Mamang dan Bibi," batin Meysa.
Saat ini Meysa sedang ada di kantor expedisinya. Dan ia begitu terkejut pada saat melihat siapa yang datang untuk mengirimkan sebuah paket ke luar kota.
Orang itu pun ikut terkejut pula pada saat melihat, Meysa. Dan ia sempat mengejek Meysa begitu pedasnya. Tetapi Meysa sama sekali tidak marah, justru ejekan darinya sebagai motivasi atau penyemangat untuk dirinya bisa lebih maju lagi dalam mengembangkan usahanya.
"Eh, jandaku? ternyata kamu yang punya expedisi kecil ini? waduh kasihan sekali ya, kamu? dari seorang direktur utama sebuah perusahaan besar export-import. Kini turun jadi pemilik expedisi kecil ini. Duh....kasihannnya jandaku ini," ejek Yuda terkekeh.
Meysa sama sekali tak membalas ejekan dari mantan suaminya. Ia malah pergi begitu saja, hal ini membuat Yuda kesal dan dengan sigap mencekal paksa lengan Meysa.
"Heh, apa-apaan ini? lepaskan!" Meysa marah dan menepis cekalan tangan mantan suaminya.
"Uluh-uluh.... mantan istriku marah rupanya. Kenapa kamu hanya diam saja mendengar apa yang aku katakan?" tegur Yuda.
"Untuk apa aku meladenimu, bagiku tak penting. Masih baik aku tidak menyebarkan video perselingkuhan dirimu dengan ibuku. Apa mau aku viralkan ke semua orang. Jika kamu masih saja ganggu aku, tidak segan-segan aku sebar video porno kalian. Dan aku yakin hanya dalam waktu sekejap, reputasimu hancur."
"Tetapi aku masih punya hati, sesakit apapun rasa ini. Aku masih bisa menahan untuk tidak balas dendam padamu dan ibu. Karena aku tak ingin perusahaan peninggalan almarhum ayah ikut merasakan imbas dari kemarahanku."
Setelah mengatakan akan hal itu, Meysa berlalu pergi dari hadapan Yuda. Sedangkan Yuda hanya diam terpaku menatap kepergian Meysa. Ia sempat berpikir bahwa ia sama sekali tidak percaya jika Meysa menyimpan video syur dirinya dengan Bu Ida.
"Apa benar jika Meysa memiliki video syur aku dengan ibunya? kok aku jadi penasaran ya? jangan-jangan di rumah di pasang CCTV tetapi aku dan ibu tidak tahu ya? sebaiknya nanti aku cek saja kebenarannya."
Setelah mengirimkan paket tersebut, Yuda berlalu pergi dari expedisi milik Meysa. Seperginya Yuda, kini tinggal Meysa yang penasaran dengan paket yang di kirim oleh Yuda.
Ia pun melangkah untuk sejenak berpura-pura mengecek berapa orang yang hari ini telah mengirim paket.
"Astaga, siapa nama wanita yang di kirim paket oleh, Mas Yuda? jangan-jangan... aahhh.. kenapa aku jadi ikut tidur campur dengan urusan pribadi, ibu? biarlah ibu hadapi permasalahannnya sendiri," batin Meysa walaupun di dalam hatinya curiga dan penasaran dengan nama wanita yang tertera untuk menerima paket yang di kirim oleh Yuda.
Meysa pun iseng memfoto nama alamat wanita yang tertera di packing paket tersebut. Ia berpikir jika suatu waktu butuh.
Sementara saat ini, Yuda sedang dalam perjalanan ke kantor. Sebenarnya ia penasaran juga apakah di rumah di pasang CCTV atau tidak. Tetapi saat ini ia ingin menuju ke kantor terlebih dahulu. Ia bukan ingin bekerja, tetapi ingi bertemu dengan sektretaris pribadinya.
Tak berapa lama, Yuda telah sampai di kantor di dalam ruang kerjanya. Ia segera meminta sekretaris pribadinya untuk segera datang ke ruangan.
"Sayang, ada apa memintaku datang?"
tanpa ada rasa sungkan, wanita ini duduk di pangakuan Yuda.
"Eits, main duduk saja. Apa kamu nggak takut jika di lihat pegawai yang lain?" ucap Yuda mencolek hidungku wanitanya.
Yuda menekan tombol remote control ruangan yang ada di kursi. Hingga seketika itu juga pintu terkunci otomatis dari dalam dan juga hordeng tertutup sendiri.
"Hem, pengen ya sayang? memang kita akan melakukan di sini? nggak di hotel ada saja?" ucap wanita itu seraya tangannya mulai nakal meraba ke arah bawah dimana sesuatu telah tegak berdiri karena pengaruh wanita ini.
"Kita kan tak pernah melakukannya di kantor. Aku ingin suasana baru juga, kamu mau kan?"
Perlahan Yuda meraih bibir si wanita, dan mendekatkan pada bibirnya sendiri. Saat itu juga mereka berciuman teramat rakus. Seraya Yuda menyibakkan rok mini yang di kenakan oleh wanitanya. Yuda meraba sesuatu di balik segitu warna pink yang ada di balik rok.
"Kok basah sih sayang?" bisiknya seraya sesekali memainkan lidahnya di telinga si wanita yang membuat ia semakin tak menentu.
Perlahan tapi pasti keduanya melepas semua pakaian yang melekat di tubuh mereka berdua. Dan kini keduanya sudah polisi tanpa sehelai benangpun. Si wanita memainkan pusaka milik Yuda.
Dan menggigit kecil serta berkali-kali mengemutnya seperti mengemut permen lollipop. Hingga akhirnya terjadi apa yang sudah di harapkan oleh mereka berdua di dalam ruang Yuda.
Selagi mereka berdua asik bermain kuda-kudaan. Terdengar pintu ruangan di ketuk oleh seseorang.
"Sayang, bagaimana ini?"
"Biarkan saja, kita selesaikan saja. Tanggung sedang nikmat sekali," racau Yuda seraya merem melek dan meremas dua buah benda kenyal yang ada di dada si wanita.
Sementara ketukan pintu semakin keras dan terdengar tak sabar supaya pintu lekas di buka.
"Tok tok tok tok , Yuda buka! kenapa sih pakai di kunci segala?"
Ternyata yang datang adalah Bu Ida. Yuda dan si wanita mempercepat permainan mereka. Setelah mencapai *******, keduanya lekas berpakaian kembali. Dan Yuda meminta si wanita bersembunyi di kolong meja kerja Yuda.
Setelah itu Yuda membuka pintu dan membuka jendela secara otomatis. Langsung saja Bu Ida nyelonong masuk.
"Kenapa lama sekali sih, buka pintunya?" rajuk Bu Ida.
Yuda melangkah menghampiri Bu Ida dengan memeluk pinggangnya. Dan ia mengajak masuk Bu Ida ke ruang peristirahatan yang ada di ruang kerja Yuda.
"Bu, jangan keluar di sini dulu ya. Aku mau kunci pintunya dulu khawatir ada yang masuk."
Yuda keluar dan meminta pada sekretaris pribadinya untuk lekas keluar dari ruang kerjanya. Si wanita langsung keluar, dan Yuda lekas mengunci pintunya lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Eka Elisa
ksian..ibu miara...uler kobra di rumh nya...atau buaya darat ya...😁😁
enthlah hy emk yg tau
2022-12-27
1
Nonny
😘😘😘😘😘😘😘🤭🤭🤭
2022-12-14
0
Pertiwi Tiwi
kasian de km Bu ida.membela menantimu sekalian selingkuhanmu.gak taunya .diam diam di selingkuhi oleh mantan mantumu.km bela belain itu si yuda.sampai tega km menyakiti hati darah dagingnya sendiri.karma itu namaya. mama itu karmamu Bu ida
2022-12-14
1