Tak terasa sudah satu bulan berlalu dan kini Yudha sudah resmi menjadi duda lagi. Dan umur kehamilan sekretarisnya sudah memasuki umur tiga bulan. Ia pun mendatangi ruang kerja Yudha. Dan ingin meminta ketegasan padanya untuk bertanggung jawab atas anak yang ia kandung.
Hingga pada akhirnya Yudha pun bersedia menikahinya, di tengah ancamannya yang akan menyebarkan video tentang penyerahan harta dari tangan Bu Ida pada Yudha waktu dulu dan juga beberapa video syur dirinya dengan Yudha.
Yudha tak ingin reputasinya buruk di mata banyak orang, hingga ia pun menikahi sekretarisnya. Tetapi di dalam hatinya juga sudah punya rencana jahat untuk istri barunya tersebut.
"Hem, kamu pikir dengan menikah denganku itu sudah membuatmu menang? lihat saja setelah kamu melahirkan, aku akan menceraikan dirimu. Karena aku tak sudi menikah denganmu, aku hanya menikah resmi dengan wanita yang benar-benar aku cintai. Selama ini aku hanya iseng bermain denganmu di kala aku bosan dengan istriku," batin Yudha melirik ke arah istri barunya tersebut di sela selesai acara ijab kabul.
"Setelah aku menikah dengannya, aku akan membujuknya menghapus semua video itu. Dan jika ia tetap tidak menghapusnya, aku akan banting ponselnya," batin Yudha.
Tetapi sejenak ia berpikir lagi, karena ia ingat akan ancaman dari istri barunya yang merupakan sekretaris pribadinya itu. Jika ia pernah berkata punya banyak salinan video itu. Bagaimana jadinya jika ia banting ponselnya, tetapi istrinya masih bisa mengancamnya? pikirannya menjadi oleng tak karuan.
Setelah acara ijab kabul, Yudha membawa istri barunya ke rumah. Bu Ida memicingkan alisnya pada saat melihat istri baru, Yudha.
"Kamu, kenapa kamu ada di rumahku?" tanya Bu Ida ketus.
"Ibu lupa ya, kalau rumah ini sudah menjadi milik sah Mas Yudha? aku datang ke sini karena sekarang aku sudah menjadi istri sahnya," ucap wanita itu tersenyum sinis pada Bu Ida.
"Astaga...jadi Yudha menikah denganmu setelah bercerai dari Dewi? ternyata selama ini kamu mengincar Yudha juga ya, aku baru tahu," ejek Bu Ida.
"Sudah sejak lama aku berhubungan dengan Mas Yudha, tetapi ibu tidak tahu kan? pada saat Mas Yudha masih bersama ibu, aku juga sudah menjalin hubungan dengannya. Hingga ia menikah dengan Dewi, aku masih setia menjadi pacar gelapnya."
Wanita itu mengatakan semuanya tanpa ada rasa malu sedikitpun. Ia justru merasa bangga karena saat ini usahanya telah berhasil dengan menyingkirkan posisi Dewi dan ia kini menjadi istri sah Yudha. Ia sama sekali tidak tahu jika saat ini Yudha sudah punya rencana jahat bagi dirinya, yakni akan menceraikannya setelah ia melahirkan.
Karena wanita ini tak mau di nikahi secara siri oleh, Yudha. Ia tetap mengancam akan menyebarkan semua video yang ada pada dirinya jika Yudha tetap tidak mau menikahi resmi dirinya.
Ia begitu senang dan sangat bahagia, ia melangkah pergi dari hadapan Bu Ida dan melangkah ke kamarnya. Sementara Bu Ida hanya bisa menggelengkan kepalanya.
'Yudha, ternyata kamu parah sekali. Kamu sampai kapan kawin cerai seperti ini? apa nggak cape ya, sebentar-sebentar mengurus perceraian?" gumam Bu Ida yang tak sadar begitu keras hingga terdengar oleh Yudha yang saat ini tepat ada di belakangnya tanpa ia sadari.
"Ehem, sampai aku tak mampu melakukan hubungan di ranjang. Selama aku masih mampu dan aku mudah bosan dengan para wanitaku, selama itu jyga aku akan terus berganti istri,' ucap Yudha seraya tersenyum sinis ke arah Bu Ida yang menoleh ke arahnya kaget.
Tiba-tiba Bu Ida mengatakan hal yang sangat membuat Yudha kesal," aku doakan dalam waktu dekat ini, alat reproduksimu tidak akan berfungsi lagi."
Sontak saja Yudha sangat kesal mendengarnya, tetapi ia tak tega pada saat tangannya sudah di angkat akan menampar wanita tua itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan Bu Ida. Yudha melangkah ke kamarnya dimana saat ini istri barunya sudah menunggu.
Bu Ida menarik napas dalam-dalam, lantas ia juga melangkah ke kamarnya. Tetapi pada saat sampai di kamarnya, ia pun lantas keluar lagi dan memutuskan untuk tidur di kamar tamu yang jauh letaknya dari kamarnya dan kamar Yudha. Karena ia tak ingin mendengar rengekan manja dan lenguhan dari Yudha pada saat kedua insan ini sedang melakukan olahraga ranjang.
"Sialan, Yudha! ternyata ia seperti ini, dulu aku pikir ia pemuda baik hingga aku mau saja dengannya. Aku pikir pernikahanku dengannya akan berjalan langgeng, ternyata hanya sekejap saja.
*******
Berbeda dengan kehidupan Meysa saat ini, ia sudah mempunyai satu usaha expedisi lagi. Hingga ia kini mempunyai dua cabang perusahaan di bidang expedisi. Tetapi ia masih bertahan dengan status jandanya, walaupun sebenarnya banyak juga pria lajang atau duda yang berusaha mendekatinya. Tetapi ia sama sekali tak tertarik. Begitu juga dengan Yosep yang terus berusaha mendekatinya.
"Sudah lama aku berusaha mendekati, Meysa. Tetapi ia tak juga mau membuka hatinya untukku, apakah ia masih cinta dengan si brengsek Yudha itu? tapi tidak mungkin setelah apa yang di lakukan Yudha olehnya? apa iya rasa trauma akan kegagalan dalam rumah tangga bisa sampai selama ini?" batin Yosep di penuhi oleh tanda tanya.
Ia pun saat ini sedang dalam permainan menuju ke cabang expedisi yang baru milik, Meysa. Karena saat ini Meysa sedang ada di kantor ini. Kebetulan jarak dari kantor yang lama tidak begitu jauh. Meysa sengaja memperbesar usahanya dengan jarak cabang kantor tidak terlalu jauh. Supaya mudah ia jangkau dan tak memakan waktu juga tenaga. Ia berpikir ulang jika ingin membuka cabang expedisi diluar kota. Karena menurutnya butuh energi extra.
Meysa tersenyum pada saat melihat kedatangan Yosep. Ia pun mempersilahkannya duduk.
"Hem, semoga saja kedatangan Yosep kali ini tidak membicarakan tentang perasaannya padaku," batin Meysa.
Karena Yosep selalu saja datang dengan mengatakan rasa cintanya pada Meysa dan selalu saja mengatakan ingin menikah dengan, Meysa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Defi Danny Firmansyah
perjalanan bukan permainan.....
2023-03-09
0