Terkadang Meysa merasa heran kepada suaminya yang tak hasratnya begitu besar.
"Masa iya, menunggu aku beberapa hari selesai dari datang bulan nggak kuat sih mas?" ucap Meysa seraya memasang sprei yang baru.
"Sayang, aku ini pria yang normal yang setiap saat pasti kepingin. Memangnya salah jika aku melakukannya sendiri sambil melihat video?" Yuda membela dirinya.
Meysa pun tak berkata-kata lagi karena ia tahu sikap suaminya yang pintar sekali berkilah.
Meysa membawa sprei yang kotor menuju ke arah dapur. Dan pada saat di dapur ia mendapati bibi yang sibuk akan membuat menu untuk makan siang.
"Non Meysa, sudah pulang kok bibi nggak tahu ya?" sapanya.
"Masa sih Bi, mungkin karena bibi terlalu fokus di dapur sehingga tidak tahu jika aku sudah pulang," ucap Meysa tersenyum.
"Ya Allah, jika aku melihat raut wajah Non Meysa yang polos ini, ingin rasanya aku mengungkapkan kebusukan ibu dan suaminya. Aku tidak tega sama sekali jika mereka terus berulah di belakang, Non Meysa," batin bibi.
"Bi, kenapa terlihat murung seperti itu? apakah bibi sedang kurang sehat? jika bibi merasa tidak kurang sehat sebaiknya nggak usah masak, biar aku pesan catering saja," ucap Meysa menata wajah asisten rumah tangganya yang memang terlihat murung.
"Bukan seperti itu Non, bibi sehat saja. Hanya saja saat ini ada sesuatu yang sedang meresahkan hati bibi," ucapnya mulai gelapan karena sudah tak kuat menyimpan kebusukan Bu Ida dan Yuda.
"Memangnya sedang ada masalah apa, bi? ceritakan saja padaku siapa tahu aku bisa membantu, bibi," ucap Meysa mengusap bahu bibi berulang kali.
"Ya Allah, apa sebaiknya aku katakan saja ya pada Non Meysa? aku tidak rela melihat majikanku ini disakiti, apalagi Non Meysa ini sangat baik dan teramat baik," batin bibi.
"Bi, kenapa diam saja katakan saja tak usah sungkan," ucap Meysa.
"Non, bibi mau bicara penting. Tapi jangan di sini bisa nggak ya, di paviliun yang belakang saja," ucap Bibi.
"Memangnya kalau kita bicara di sini kenapa, bi?" tanya Meysa heran.
"Karena apa yang akan bibi ceritakan ini suatu rahasia besar. Bibi ingin hanya Non Meysa saja yang tahu soal ini, tidak dengan yang lainnya," ucap bibi.
Karena Meysa juga penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh asisten rumah tangganya. Ia menuruti kemauannya dengan melangkah ke paviliun belakang untuk mendengarkan cerita yang akan diungkapkan oleh asisten rumah tangganya tersebut.
"Non, sebelumnya bib minta maaf ya karena baru sekarang bibi cerita."
"Begini Non, dari awal mula Non tinggal di sini bersama Den Yuda. Bibi pertama kali tak sengaja melihat Den Yuda dan Nyonya Ida keluar dari kamar tamu secara bergantian tetapi seperti maling, celingak-celinguk begitu."
"Dan sejak saat itu bibi sering melihat Den Yuda juga masuk ke kamar Nyonya Ida, terus begitu lamanya baru keluar."
"Nah, tadi waktu Non pergi. Bibi juga tak sengaja kembali melihat kan hal itu. Tetapi kali ini, Nyonya Ida yang masuk ke kamar Non Meysa. Dan bibi lekas mengintip tapi tidak kelihatan, hanya terdengar saja erangan dua insan yang sedang melakukan olahraga ranjang."
"Non, bibi minta maaf ya. Bukan berarti bibi ini menghasut Non. Tetapi alangkah baiknya Non pasang CCTV, supaya non bisa melihat sendiri apa yang sering di lakukan oleh Den Yuda bersama Nyonya Ida."
Mendengar apa yang barusan di katakan oleh asisten rumah tangganta, sontak saja membuat Meysa memicingkan alisnya tak percaya.
"Bi, bibi jangan fitna ibu dan suami saya ya? nggak mungkin mereka melakukan hal buruk di belakangku," ucap Meysa kesal.
"Astaghfirullah aladzim, untuk apa bibi berkata bohong Non. Bibi ini kasihan sekali pada Non. Jika non tidak percaya, pasang saja CCTV, tapi jangan sampai tahu Nyonya Ida dan Den Yuda. Jika terbukti apa yang bibi katakan salah, bibi rela di pecat beserta suami bibi juga," ucap bibi.
"Hem, baiklah Bi. Untuk saat ini aku akan mempertahankan bibi di rumah ini. Sebelum aku tahu kebenarannya tentang cerita dari bibi."
'Dan aku juga akan memasang CCTV sesuai yang bibi sarankan padaku. Tapi awas saja ya, bi. Jika semua yang bibi katakan itu bohong, bibi benar-benar akan aku pecat dan juga suami bibi."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Meysa, bibi mengiyakan. Ia kini bisa bernapas lega karena sudah menceritakan hal itu pada Meysa.
"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menceritakan hal ini pada, Non Meysa. Aku yakin apa yang aku lihat tidaklah salah. Aku yakin Allah pasti akan membongkar kebusukan Nyonya Ida dan Den Yuda. Supaya mereka tidak terus berbuat zinah," batin Bibi.
Hingga suatu hari, Meysa mencari kesempatan yang tepat untuk memanggil temannya yang berprofesi sebagai pemasang CCTV. Di saat suaminya kerja dan ibunya pergi arisan dengan teman-temannya.
"Semua ruangan sudah aku pasang CCTV, tanpa sepengetahuan Mas Yuda dan ibu. Bahkan kamar ibu, kamar tamu, dan juga kamarku di pasang CCTV."
"Kini aku tinggal melihat apakah yang bibi katakan itu benar. Sepertinya itu tidak mungkin, masa iya Ibuku tega selingkuh dengan suamiku?"
Tak terasa malam menjelang, dimana semua manusia di rumah itu terlelap dalam tidur nyenyaknya. Akan tetapi tidak dengan, Yuda.
Dia mulai kelimpungan karena ingin melakukan aktifitas ranjang tetapi Meysa masih dalam kondisi datang bulan. Hingga di tengah malam, ia bangun dari pembaringan secara perlahan supaya tidak mengagetkan Meysa.
Ia pun melangkah ke arah balkon kamar, dan meloncat ke balkon kamar Bu Ida tanpa sepengetahuan Meysa. Dan ia membangunkan Bu Ida untuk mengajaknya melakukan aktifitas ranjang di tengah malam yang dingin karena kebetulan hujan lebat.
"Hem, mana Mas Yuda?"
Meysa terbangun pada saat ia merana di samping tempatnya berbaring tidak ada suaminya. Tetapi ia melihat pintu kamarnya masih terkunci.
Meysa pun mulai curiga, ia melangkah ke toilet kamar mandi juga tak ada Yuda. Hingga ia pun memutuskan untuk iseng membuka rekaman video CCTV dari ponselnya.
Ia ingin mengecek dimana keberadaan Yuda saat ini. Setiap ruangan ia cek lewat rekaman video CCTV di ponselnya.
"Kemana Mas Yuda, di semua ruangan tidak ada. Hanya satu tempat yang belum aku cek CCTVnya. Yakni kamar ibu."
Meysa pun segera mengecek kamar ibunya lewat rekaman video CCTV yang ada di ponselnya.
"Astaghfirullah aladzim, Mas Yuda-ibu?" Meysa terperangah melihat apa yang sedang di lakukan oleh suami dan ibu kandungnya sendiri.
Hingga ia tak bisa berkata-kata, hanya air matanya saja yang menetes seraya matanya terus menatap adegan panas yang ada di rekaman video CCTV.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nonny
ada beneran ka, tetanggaku ketahuan begini 🤭🤭 tp cuma ceritanya aku karang saja. Tapi kejadian nyata ada dimana ibu kandung ketahuan begituan sama suaminya
2022-12-06
0
Pertiwi Tiwi
mertua sama mantu buang saja.kesarang ikan piranha.biar tubuh mereka di cabik cabik .
2022-12-06
1