Hampir Ketahuan

Meysa kembali ke dapur dan ia mengatakan kepada suaminya bahwa tadi Ibunya sempat melihat kelakuannya.

"Mas Yuda, lain kali kamu jangan bersikap seperti tadi ya? aku merasa malu karena Ibu mengatakan tadi sempat melihat," ucap Meysa.

"Iya maafkan aku sayang, karena aku sudah tak tahan ingin melakukannya setelah nanti makan mie instan," ucap Yuda terkekeh.

"Aku minta maaf, mas. Kali ini tidak bisa melayanimu karena aku sedang datang bulan," ucap Meysa.

"Ya terpaksa aku malam ini puasa," ucap Yuda murung.

"Bukan cuma malam ini saja Mas, tetapi untuk satu minggu kamu harus puasa," ucap Meysa.

"Bukannya pada saat kita akan tidur juga telah melakukannya, kenapa kau tahu kamu datang bulan tiba-tiba seperti?"

"Tamu bulanan memang datangnya secara tiba-tiba, mas. Kamu juga kenapa masih saja merasa kurang, padahal pada saat mau tidur kita sudah melakukannya satu kali bukan?" tanya Meysa merasa heran karena begitu besar hasrat suaminya itu.

"Namanya sesuatu yang enak, aku tidak akan pernah bosan bahkan akan selalu ingin dan ingin lagi," ucap Yuda terkekeh seraya menyantap mie instan tersebut.

Sementara Bu Ida teringat saja akan perbuatan nakal Yuda barusan pada Meysa.

"Astaga, Yuda. Kenapa kamu melakukan hal itu di tempat yang tidak sewajarnya sih? aku kan jadi ingin di perlakukan yang sama seperti Meysa olehmu. Tetapi bagaimana caranya supaya aku bisa mendapatkannya?" gumam Bu Ida seraya mondar mandir di dalam kamarnya.

Berapa menit kemudian Meysa dan Yuda kembali ke kamar karena mereka telah selesai memakan mie instan. Tetapi tak sengaja Yuda melirik ke arah kamar Bu Ida, ia melihat Bu Ida sedang mengintip dari balik pintu kamarnya.

Yuda mengerdipkan satu matanya ke arah pintu kamar Bu Ida. Bu Ida tersenyum melihat tingkah Yuda tersebut.

Sesampainya di kamar, Meysa berpamitan untuk tidur terlebih dahulu.

"Mas, aku masih mengantuk dan ini juga baru jam dua dunia hari. Aku tidur duluan ya," ucap Meysa sudah merebahkan tubuhnya di pembaringan dan matanya sudah terpejam.

"Tunggu beberapa menit, pasti Meysa sudah tertidur pulas. Dan saat itu aku akan masuk ke kamar Bu Ida," batin Yuda tersenyum riang.

Beberapa menit kemudian...

Yuda melangkah keluar dari kamarnya secara perlahan-lahan. Kebetulan kamar Bu Ida di samping kamarnya hingga ia bisa cepat masuk ke dalam kamar Bu Ida.

"Aku bisa melihat tafi reaksi ibu pada saat melihatki meremas buah dada Meysa." Yuda menghampiri Bu Ida yang sedang berbaring miring.

"Ibu, jangan marah. Aku tahu ibu sedang ingin bercinta kan? aku bisa melihat dari wajah ibu. Ayok kita lakukan sekarang juga, mumpung Meysa sedang tertidur pulas." Yuda meremas pangkal paha Bu Ida yang membuat dirinya mulai seperti terkena setrum.

"Hem, ping bisa dech kamu membuat ibu seperti ini.. Kunci dulu pintu kamarnya, supaya Meysa tidak tahu kamu ada di sini," pinta Bu Ida pada Yuda.

Sementara Yuda melangkah mengunci pintu kamar, Bu Ida langsung melucuti semua pakaian sendiri. Ia sudah siap tempur dengan menantunya itu.

Yuda yang melihat hal itu tak membuang kesempatannya, ia pun ikut melucuti pakaiannya sendiri. Dan kini keduanya sama-sama sudah tidak memakai sehelai benangpun.

Pergulatan terjadi diantara keduanya di ranjang milik Bu Ida. Hingga tak sadar Bu Ida mengerang sampai terdengar di kamar Meysa. Bahkan hal yang sama juga tak sadar di lakukan oleh Yuda. Keduanya sama-sama sedang terbuai dan melayang di awan hingga tak sadar dengan suara yang di timbulkan oleh mereka.

Meysa perlahan membuka matanya, ia meraba di sampingnya tidak ada suaminya. Dan lebih kaget lagi pada saat ia tak sengaja mendengar dua insan yang sedang bercinta. Meysa diam sejenak dan menajamkan pendengarannya.

"Astaga, itu sumber suara dari kamar ibu. Ada bunyi ah ih uh bukan hanya suara wanita tapi juga suara pria. Apakah pacar ibu diam-diam datang ke rumah ya? masa iya ia datang dini hari seperti ini?"

Meysa bangkit dari berbaringnya dan ia melangkah keluar kamarnya.

Krekkkkk...

Bunyi pintu kamar Meysa sempat terdengar sampai kamar Bu Ida.

"Ibu dengar nggak, kamar Meysa terbuka?" bisik Yuda di sela berada di ata tubuh Bu Ida.

"Cepat kamu selesaikan dan kamu bisa masuk ke kamarmu lewat balkon ini. Nanti ibu akan mengecoh Meysa," bisik Bu Ida.

Yuda mempercepat genjotanya hingga tak lama kemudian, keduanya sama-sama kelojotan karena telah mencapai ******* dalam percintaan mereka.

Sementara Meysa asik mencoba mengintip dari lubang kunci, tetapi tidak terlihat. Sementara Yuda lekas melompat dari balkon kamar Bu Ida menuju ke balkon kamarnya sendiri.

Pada saat Meysa asik mengintip kamar Bu Ida. Ia terlonjak kaget pada saat Bu Ida membuka pintu kamarnya.

"Meysa, kamu sedang apa di depan pintu kamar ibu?" tanya Bu Ida pura-pura tidak tahu.

"Bu, tadi aku mendengar suara seseorang di dalam kamar ibu. Apakah ibu punya pacar? maaf ya Bu aku lancang bertanya karena pada saat itu aku tak sengaja menemukan kertas check ini hotel atas nama ibu. Jika ibu punya pacar kenapa di sembunyikan? aku tidak akan marah kok, Bu. Jika pria itu bisa buat ibu nyaman di sisinya dan bisa buat ibu bahagia," ucap Meysa.

"Maafkan ibu ya, Meysa. Jujur saja memang ibu punya pacar dan kami jamin hubungan belum lama. Jadi menurut ibu belum saatnya saja ibu mengenalkannya padamu," ucap Bu Ida berbohong.

"Berarti tadi yang aku dengar suara ibu dan pacar ibu ya? coba panggil, Bu. Aku ingin kenalan dengannya," Meysa membuka pintu kamar Bu Ida agak lebar dan ia celingukan mencari seseorang.

"Bu, mana pacarnya?" tanya Meysa penasaran.

"Kamu mimpi ya Meysa. Di kabar ibu tidak ada siapa-siapa, hanya saja barusan ibu sedang melihat film yang sedikit dewasa. Tetapi tak sengaja ibu mendengar suara langkah kakimu, jadi ibu matikan televisinya. Ibu minta maaf ya, tidur kamu terganggu karena ibu menyalakan televisi terlalu keras," kembali lagi Bu Ida berbohong.

"Oalah, aku pikir ibu yang sedang bercinta dengan pacar ibu. Ya sudah aku kembali ke kamarku ya, Bu."

Meysa pun kembali ke kamarnya, dam ia memicingkan alisnya pada saat melihat Yuda susah ada di pembaringan.

"Mas Yuda, tadi saat aku bangun kamu tidak ada di ranjang kok sekarang sudah ada?' tanya Meysa menepuk bahu Yuda hingga Yuda yang pura-pura memejamkan matanya, ia pun membuka matanya.

"Aku dari tadi ada di kamar mandi, kamu cek kamar mandi nggak?" tanya Yuda.

"Oalah, nggak sih Mas. Aku hanya cek kamar ibu karena tadi aku terbangun pada saat dengar suara ah ih uh dari kamar ibu," ucap Meysa terkekeh.

Episodes
Episodes

Updated 60 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!