...🍁🍁🍁...
Sepulang dari rumah Martha, Javier langsung pergi ke kantor dan melakukan pekerjaannya seperti biasa. Tapi ada hal tidak biasa yang terjadi padanya, ia mulai senyum-senyum sendiri dan membayangkan gadis bernama Savana.
Sepertinya benar bahwa Javier menyukai Savana, ia telah kena batunya sendiri. Bilang tidak akan menyukai Savana, tapi sekarang sikapnya menunjukkan yang lain. Ia menyukai Savana sebagai seorang wanita, bukan hanya karena rasa bersalah dan bukan karena gadis itu adalah sahabat Elena.
"Leo, katakan padaku."
"Ya, pak?"
"Apa aku sudah gila karena aku telah jatuh cinta pada seorang wanita yang usianya 19 tahun lebih muda dariku." kata Javier sambil menatap Leo dengan serius. Kedua pria itu kini dalam perjalanan pulang ke mansion.
Leo tersenyum simpul kemudian dia mulai bicara. "Pak, cinta itu datang pada siapa saja dan terkadang membuat seseorang menjadi gila. Artinya hati memang tidak memandang kepada siapa kita akan jatuh cinta, tidak memandang usia ataupun status. Itulah yang saya rasakan pak. Bahkan sekarang kekasih saya usianya 10 tahun lebih muda dari saya haha."
"Jadi apa menurutmu ini sah sah saja? Apakah perasaanku ini wajar?" tanya Javier lagi.
"Tentu saja pak, anda berhak untuk jatuh cinta! Saya setuju pak!"
"Siapa yang meminta persetujuanmu, hah?!" sarkas Javier yang membuat Leo mencebik.
"Bukankah bapak bertanya?"
Javier terdiam, tenggelam dalam pikirannya sendiri sampai Leo kembali bicara tentang Savana. "Nona Savana adalah wanita cantik, imut dan seksi pak. Anda tidak salah memilih wanita,"
Ucapan Leo sontak saja membuat Javier menunjukku reaksi yang tidak biasa. Ia menatap tajam pada Leo. "Kau bilang apa barusan? Seksi?!"
"Ah...iya kan memang nona Savana itu seksi pak." kata Leo dengan polosnya, lalu ia memalingkan wajahnya karena takut dengan tatapan Javier.
Javier menarik kerah baju Leo, ia terlihat tidak suka ada yang membicarakan Savana. "Sekali lagi kau bicara seperti itu tentangnya, aku akan mengirimmu ke Afrika sana!" ancam Javier lalu melepaskan kerah bajunya.
Leo pun tersenyum, matanya memicing menatap sang bos. "Jadi--benar kan kalau bapak suka pada nona Savana?" goda Leo.
"A-aku...tidak..." Javier gelagapan.
"Jangan jaim jaim pak, atau nanti nona Savana akan berpindah hati pada si Justin, ah--atau mungkin nanti nona Savana akan jatuh cinta lagi pada mantan kekasihnya yang tampan itu!" oceh Leo memanasi Javier.
Raut wajah Javier langsung ketar-ketir mendengar ucapan Leo yang terus mengomporinya. Berbagai spekulasi mulai muncul didalam pikirannya. Pasalnya, bukan hanya dirinya saja yang menginginkan Savana. Ada Jonas dan Justin, mereka dua pria tampan dengan latar belakang yang tidak biasa juga. Lalu mereka juga masih muda.
"Itu tidak akan terjadi kan Leo? Lalu aku harus bagaimana?"
"Anda harus mendekati nona Savana, jangan memberikan kesempatan untuk pria lain merapat. Saya yakin nona Savana juga menyukai bapak, tapi masalahnya--"
"APA?" Javier tegang.
"Nona Elena, apakah dia akan menerima hubungan bapak dan nona Savana?" tanya Leo seraya berpikir.
Javier juga ikut berpikir tentang Elena. Sebab ia serius ingin menjalin hubungan dengan Savana, dalam kata lain mengakhiri masa lajangnya. Ini pertama kali ia benar-benar jatuh cinta seorang wanita dan ia akan memperjuangkannya.
*****
5 hari kemudian, Elena dan Savana terlihat sedang berada di kolam renang. Kedua gadis itu terlihat seperti tengah bersantai dengan pakaian renang mereka yang minim.
Ternyata tak hanya ada mereka disana, ada seorang gadis lain berambut keriting. Dia adalah Alexa sahabat baik Elena dan juga Savana, yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di luar negeri sebagai seorang desainer baju.
"Ini sangat menyenangkan, sudah lama kita tidak berkumpul bertiga disini. Tapi Elena, apa tidak apa-apa kita disini? Daddy mu tidak ada di rumah?" tanya Savana yang sebenarnya penasaran dengan keberadaan Javier selama 5 hari ini. Sebenarnya ia merindukan Javier, walau ia sebal padanya.
"Daddy sedang pergi ke Prancis, dia akan pulang 3 hari lagi." jelas Elena pada Savana.
"Oh begitu...lalu bagaimana dengan kau Alexa? Kapan aku dan Elena bisa pergi ke butik mu?" tanya Savana pada Alexa yang baru saja selesai video call dengan kekasihnya.
"Lusa, kalian harus datang! Butikku akan segera launching, kalian harus jadi orang pertama yang memamerkan baju desainku!" cetus Alexa pada kedua sahabatnya.
Elena dan Savana tersenyum lebar saat mendengarnya. Mereka senang karena Alexa sudah sukses dengan impiannya. "Pasti kami akan datang!" kata Savana dan Elena kompak.
Tak lama kemudian, Alexa dan Elena naik lebih dulu. Mereka sudah selesai berenang, sementara Savana belum puas berenang.
Beruntung mansion itu sepi, hanya ada pelayan wanita saja. Sebab pengawal pria ada di luar mansion. Savana pun keluar dari kolam renang setelah dirasa puas. "Ah...aku lupa bawa bathrobe! Astaga..." gumam Savana saat menyadari bahwa bathrobenya tak ada disana.
Savana pun berjalan masuk ke dalam rumah dengan kondisi yang masih memakai bikini. Tanpa sengaja matanya bertemu dengan seseorang bertubuh tinggi.
"Sa-Savana?" Javier terbelalak lagi-lagi disuguhkan dengan penampilan tubuh molek Savana yang hampir telanjang itu.
Elena bilang si old man pulang 3 hari lagi. Kenapa dia sudah ada disini sekarang? Elena pembohong!
Sontak saja Savana berlari menghindari orang itu, dia malah melangkah asal kembali ke area kolam renang. Javier menyusul Savana yang berlari dalam keadaan basah itu, ia khawatir Savana jatuh.
"Hey! Jangan berlari!"
"Ish...ini memalukan!" gerutu Savana malu.
Savana berlari ke dekat kolam renang, lalu ia terpeleset dan kehilangan keseimbangan. "KYAAKK!!"
"Hati-hati!"
Javier berusaha menarik Savana agar tidak jatuh ke dalam air, tapi dia malah ikut tertarik ke dalam kolam.
BYURR!
Keduanya terjatuh ke kolam renang, alhasil Javier juga ikut basah. Mereka terjatuh dengan kondisi Javier yang memeluk tubuh Savana.
Perasaan mereka berdua kembali berdebar, apalagi ketika atensi mereka saling bertemu.
"O-om..." Savana gugup.
"Kau..."
"Pak! Pak Presdir." teriak Leo dari tengah rumah. Javier panik dan seketika ia menarik tubuh Savana dari kolam renang dan membawanya pergi.
Suara Leo semakin mendekat ke kolam, ia mencari-cari Javier. Sementara pria itu membawa Savana bersembunyi di balik tembok.
"Om...apa yang om lakukan? Kenapa mengajakku bersembunyi? Jangan mesum, om!" seru Savana kesal.
"Diam dulu disini, aku tidak mau Leo melihat tubuhmu!" sergah Javier seraya memeluk Savana dengan posesif dan semakin memojok.
Savana terdiam dan wajahnya memerah. Ada gelanyar aneh ditubuhnya saat Javier mengatakannya.
"Pak presdir! Pak! Apa pak presdir tidak ada disini? Aneh...padahal aku tadi melihatnya ke arah kolam." gumam Leo, lalu ia tubuhnya dan kembali masuk ke tengah rumah.
Tak lama setelah Leo pergi, Savana dan Javier hendak keluar dari persembunyian mereka. Namun Javier menahan tubuh mungil Savana, sebagai seorang pria jelas ia tergoda dengan Savana. Tapi lebih dari itu, ia menyukai Savana karena sikap polosnya.
"Om..lepaskan..."
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi seperti ini,"
"Om..."
"Aku tidak akan melepaskanmu lagi Savana,"
"Hah?!" Savana menatap lekat Javier, ia dibuat berdebar-debar lagi saat pria itu menatapnya dengan hangat. "Tolong jangan memberikan aku harapan palsu lagi, jangan membuatku berdebar-debar seperti ini."
Javier tersenyum lalu menarik tubuh Savana hingga bersandar ke tembok dan terhimpit tubuh kekarnya. "Kau boleh berdebar-debar dan aku tidak akan memberikanmu harapan palsu lagi. Aku akan memberikanmu bukti,"
Beberapa detik kemudian, bibir Javier telah menempel pada bibir ranum Savana. Savana awalnya terkejut, namun akhirnya ia memberikan akses pada Javier untuk menguasai mulutnya dan mereka pun berbagi saliva.
Ini sangat manis, aku sangat menyukainya. Aku rasa Leo benar, aku sudah jatuh cinta padanya. Tidak peduli dia sahabat putriku atau bukan, karena aku melihatnya sebagai seorang wanita.
"Eunghh--" lenguh Savana mulai merasakan panas ditubuhnya.
Ketika tengah asyik berciuman, tiba-tiba saja....
"SAVANA! Apa yang kau lakukan?!"
Suara seorang wanita membuat Javier dan Savana menghentikan aktivitas mereka. Raut wajah keduanya memucat.
...****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Siti Nur Janah
ooh apa itu elena? oo kamu ketahuan , ciuman lagi
2025-02-22
0
Ramadhani Kania
o...o..kalian ketahuan....😂😂
2023-01-02
1
Bila
Aku datang lagikak Irma 🤣🤣
2022-12-16
1