Bab 4. Javier pulang ke rumah

...🍀🍀🍀...

"WHAT?! Apa maksudmu Savana?"

"A-aku rasa aku...aku tidak perawan lagi, El." jawab Savana terbata-bata. Sambil menggaruk kepalanya dengan wajah bingung.

Elena memicingkan mata, memperhatikan raut wajah tak yakin dari Savana."Eh...kau seperti tidak yakin begitu. Apa mungkin si brengsek Jonas yang--"

Savana menggelengkan kepalanya dengan cepat. "No! Bukan dia, tapi orang lain. Dia sepertinya sudah..." ucap Savana sambil mencoba mengingat kejadian semalam, tapi nihil dia tak ingat.

"Siapa dia? Siapa yang sudah mencemari temanku yang polos tiada Tara ini?! Katakan padaku, Van!" Elena menatap dalam Savana, dia memegang erat kedua bahu Savana. Dia tau benar bahwa sahabatnya itu selalu berusaha menjaga diri, tidak seperti dirinya yang sudah berulang kali melakukan hubungan intim bersama kekasihnya. Walaupun agak bar-bar, Savana itu polos dan Elena sangat tahu itu.

"Apa kau diperkosa?" tanya Elena lagi dengan suara yang sedikit keras dan membuat beberapa pengawal didepan rumah kaget.

"Hush! Kecilkan suaramu Elen!" seru Savana pada sahabatnya itu sambil melotot.

"Jadi siapa yang sudah melakukannya padamu?" tanya Elena lagi.

"Aku tidak tahu! Semalam aku mabuk dan...dan...aku bertemu seorang pria, lalu aku tidak ingat lagi. La-lalu tadi pagi aku tidur seranjang dengannya, a-aku tidak ingat." Savana bingung.

Tak tahu harus bagaimana menjelaskan waktu yang bahkan dia tidak mengingatnya.

"Oemji Savana! Apa kau benar-benar sudah xx dengan pria itu? Kau terlihat ragu!" cetus Elena tak yakin.

"Aku juga tak tau, aku tak ingat! Tapi aku melihat ada tanda cinta di leher dan dadanya, i-itu..." Savana gelagapan.

"Lalu kau bagaimana? Apa tubuhmu merasakan sesuatu?" tanya Elena serius.

"Bagian bawahku basah saat itu, tapi tidak ada darah atau semacamnya disana." ucap Savana dengan polosnya. Ya, memang setelah Javier pergi dan Savana pergi mandi. Gadis itu merasakan bahwa bagian inti tubuhnya basah dan agak melebar.

"Astaga! Itu artinya kau memang disentuh olehnya tapi dia tidak memasukimu! Dia hanya bermain-main dengan jarinya." kata Elena yang menang berpengalaman dalam hal ini.

"Ah? Bermain-main? Maksudnya?" tanya Savana tak paham.

"Aih...ya sudahlah, lebih baik kau pergi ke kamar dan beristirahat. Nanti kita makan bersama ya!" ucap Elena perhatian.

"Ah...iya, jadi intinya aku masih perawan kan?" tanya Savana lagi yang akhirnya mengerti bermain dengan jari.

"Ya, kau aman! Tapi laki-laki kurang ajar mana yang berani menyentuh sahabatku ini? Kalau aku tau orangnya, sumpah aku akan membunuhnya!" geram Elena.

"Iya, aku juga kehilangan jejaknya. Aku hanya tau dia pria yang tampan dan usianya jauh lebih tua dariku! Aku juga ingin meminta pertanggungjawabannya." cetus Savana sedih dan kesal.

"Nanti kita balas dia! Aku akan minta daddyku untuk membantu kita menemukan orang brengsek itu!" kata Elena.

Ya, Javier adalah orang yang berpengaruh di negara itu. Dia selalu berada di luar rumah dan sibuk. Bahkan jarang pulang ke rumah, terhitung sebulan sekali atau setahun sekali barulah ia pulang ke rumah menemui Elena. Hanya berkomunikasi dengan telepon atau video call.

"Oh ya...tentang Daddymu, aku belum pernah melihatnya." ucap Savana.

"Iya, kau tau kan daddyku itu selalu sibuk di luar." kata Elena sedih mengingat sudah dua bulan ia tak bertemu dengan daddynya.

Savana menepuk pelan pundak Elena seraya menghiburnya. "Setidaknya Daddymu masih ada kabar, kalau daddyku mungkin dia sudah bahagia dengan keluarga barunya. Aku sudah mati baginya! Ayolah, senyum!" kata Savana menghibur, ia tersenyum semangat.

Elena pun memeluk Savana, ia meminta maaf pada sahabat yang serasa saudara itu karena sudah mengeluh didepan Savana tentang daddynya. Padahal masih mending dirinya dibandingkan Savana yang sama sekali tidak dipedulikan oleh papanya. Papanya menikah lagi, ibunya juga sama, ia ditinggalkan begitu saja dan tidak diinginkan kedua orang tuanya.

Bahkan mereka sama sekali tidak menghubungi Savana, terutama papanya yang dekat sedari kecil dengannya.

****

Malam itu di gedung kantor Sanderix.

Javier dan Leo baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka dan berniat untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Kali ini Javier memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari ini memang ia berniat untuk pulang ke mansion nya setelah 2 bulan berlalu. Dan tak lama lagi Elena akan berulang tahun.

Javier diantar oleh Leo untuk pulang ke mansionnya itu. Dimana ia memanjakan Elena dengan fasilitas mewah dan kekayaaan, tapi bukan dengan kasih sayang. Di dalam perjalanan pulang, Javier curhat pada Leo tentang Elena.

"Leo, apa menurutmu aku adalah ayah yang egois? Ayah yang buruk?" tanya Javier.

"Mengapa bapak bicara begitu?"

Ah apa ini karena berita tentang nona Elena yang sering tidur bersama kekasihnya itu? Batin Leo.

"Putriku...dia sudah berbuat sejauh itu, aku memang salah tidak memperhatikannya tapi aku bekerja juga demi kebaikannya. Leo aku harus bagaimana? Aku ingin dekat dengannya, tapi apakah sudah terlambat?" tanya Javier pada Leo, penuh sesal di dadanya karena sudah mengabaikan Elena.

"Maaf pak, sebelumnya saya berkata seperti ini bukan karena saya menggurui bapak. Tapi saya tau benar bagaimana perasaan anak-anak. Memang benar kalau bapak memberikan semua fasilitas mewah dan uang yang berkecukupan untuk nona Elena. Tapi yang dibutuhkan seorang anak bukan hanya fasilitas mewah Pak, namun juga kasih sayang dan perhatian." tutur Leo menjelaskan.

Seketika Javier termenung mendengar ucapan Leo. Ia seperti mencerna apa yang diucapkan Leo. "Lalu aku harus bagaimana?"

"Menurut saya, bapak lebih baik meluangkan waktu untuk nona Elena. Contohnya pulang setiap hari ke rumah, mungkin." saran Leo.

"Lalu pekerjaanku di luar negeri?"

"Bukankah disana ada tuan Theo yang bisa membantu bapak?" saran Leo lagi.

"Baiklah...saranmu akan ku pertimbangkan. Dan segera kau bereskan si Mark itu! Aku ingin dia menjauh dari putriku!" ujar Javier pada Leo.

Leo tersenyum dan menjawab ya dengan patuh.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit, akhirnya Javier sampai di mansionnya. Sedangkan mobil Javier dibawa oleh Leo dan akan digunakan besok untuk menjemputnya.

"Tuan sudah pulang?" sapa Hilda, kepala pelayan di rumah itu. Hilda adalah wanita paruh baya sekaligus pengasuh Elena dari kecil.

"Iya Bi, dimana Elena?"

"Nona ada di kamarnya tuan, nona bersama--"

Belum sempat Hilda menyelesaikan kata-katanya, Javier sudah melenggang berjalan melewati Hilda. Javier naik ke lantai atas menuju ke kamar Elena. Pintu kamar itu terbuka dan membuat Javier lebih mudah untuk melihat Elena di dalam sana.

Namun alangkah kagetnya Javier begitu melihat sosok lain disana tengah menggunakan kimono handuk dengan rambutnya yang basah. Savana tampak seksi dan cantiknya berkali-kali lipat, diibaratkan seperti Alexandra Dadario maybe.

"Ka-kau--"

"Kenapa kau ada disini?" tanya Savana dengan suara keras, ia menatap Javier tajam.

Kenapa dia ada disini?

Javier juga terkejut melihat Savana, ia pun jadi mengingat kejadian semalam. Wajahnya memerah lalu ia memilih untuk melangkah pergi dari sana. Namun Savana menarik tangan Javier. "Om! Kau mau kemana? Kita harus bi--"

"LEPAS!" Javier menepis tangan Savana.

Bisa gawat kalau Elena tau.

Tubuh Savana oleng dan dengan cepat Javier menarik tangan gadis itu. Namun Javier juga ikut jatuh dan Savana berakhir dalam posisi menindih tubuh Javier.

Brugh!

"Ack!" pekik Javier merasakan sakit di bagian kepalanya.

Kedua atensi mereka pun bertemu tanpa sengaja. "O-om..." kata Savana bingung saat ada benda keras menyentuh perutnya.

Sial! Junior bangun. Bagaimana bisa? Seorang anak kecil membangunkannya? Javier panik.

"ENYAH DARI TUBUHKU!" ujar Javier penuh penekanan.

"SAVANA!"

"Huh? Elena?" Savana panik saat mendengar Elena memanggil namanya.

...****...

Terpopuler

Comments

Siti Nur Janah

Siti Nur Janah

kau mau bunuh bpkmu?

2025-02-19

0

Lily Miu

Lily Miu

bapakmu tu nak

2023-02-24

1

Ramadhani Kania

Ramadhani Kania

gk sbr nunggu nya oey....

2023-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejutan terindah!
2 Bab 2. Tanggung jawab, om
3 Bab 3. I'm not virgin anymore
4 Bab 4. Javier pulang ke rumah
5 Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6 Bab 6. You still virgin
7 Bab 7. Aku bukan pelacur
8 Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9 Bab 9. Mari berkencan
10 Bab 10. Jadian
11 Bab 11. Mengompori Elena
12 Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13 Bab 13. Savana sakit hati
14 Bab 14. Savana kecelakaan?
15 Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16 Bab 16. Nenek Savana
17 Bab 17. Ada yang cemburu?
18 Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19 Bab 19. Menyadari perasaan
20 Bab 20. Kolam renang
21 Bab 21. Mencintai Savana
22 Bab 22. Gara-gara film
23 Bab 23. Genggaman tangan
24 Bab 24. Pameran seni
25 Bab 25. Kecewanya Savana
26 Bab 26. Savana kesal
27 Bab 27. Maafkan aku Savana?
28 Bab 28. Hanya anak ingusan
29 Bab 29. Menanti jawaban
30 Bab 30. Resmi jadi kekasih
31 Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32 Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33 Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34 Bab 34. Javier panik
35 Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36 Bab 36. Semua gelap!
37 Bab 37. 1 bulan kemudian
38 Bab 38. Diejek
39 Bab 39. Steve dan Emma
40 Bab 40. Donor mata
41 Bab 41. Bisa melihat lagi
42 Bab 42. NENEK!
43 Bab 43. Surat dari Martha
44 Bab 44. Duka Savana
45 Bab 45. Hubby baby girl
46 Bab 46. Kesan pertama
47 Bab 47. Margaretha baik
48 Bab 48. Malam pertama di muka?
49 Bab 49. Jangan sentuh aku
50 Bab 50. Satu restu lagi
51 Bab 51. Margaretha antusias
52 Bab 52. Couvade syndrome
53 Bab 53. Hari bahagia
54 Bab 54. Cemburunya Hubby
55 Bab 55. Savana marah lagi
56 Bab 56. Jodoh Alexa?
57 Bab 57. Leo main sosor
58 Bab 58. Eun woo?
59 Bab 59. Ngidam bumil cantik
60 Bab 60. Born (End)
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1. Kejutan terindah!
2
Bab 2. Tanggung jawab, om
3
Bab 3. I'm not virgin anymore
4
Bab 4. Javier pulang ke rumah
5
Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6
Bab 6. You still virgin
7
Bab 7. Aku bukan pelacur
8
Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9
Bab 9. Mari berkencan
10
Bab 10. Jadian
11
Bab 11. Mengompori Elena
12
Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13
Bab 13. Savana sakit hati
14
Bab 14. Savana kecelakaan?
15
Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16
Bab 16. Nenek Savana
17
Bab 17. Ada yang cemburu?
18
Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19
Bab 19. Menyadari perasaan
20
Bab 20. Kolam renang
21
Bab 21. Mencintai Savana
22
Bab 22. Gara-gara film
23
Bab 23. Genggaman tangan
24
Bab 24. Pameran seni
25
Bab 25. Kecewanya Savana
26
Bab 26. Savana kesal
27
Bab 27. Maafkan aku Savana?
28
Bab 28. Hanya anak ingusan
29
Bab 29. Menanti jawaban
30
Bab 30. Resmi jadi kekasih
31
Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32
Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33
Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34
Bab 34. Javier panik
35
Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36
Bab 36. Semua gelap!
37
Bab 37. 1 bulan kemudian
38
Bab 38. Diejek
39
Bab 39. Steve dan Emma
40
Bab 40. Donor mata
41
Bab 41. Bisa melihat lagi
42
Bab 42. NENEK!
43
Bab 43. Surat dari Martha
44
Bab 44. Duka Savana
45
Bab 45. Hubby baby girl
46
Bab 46. Kesan pertama
47
Bab 47. Margaretha baik
48
Bab 48. Malam pertama di muka?
49
Bab 49. Jangan sentuh aku
50
Bab 50. Satu restu lagi
51
Bab 51. Margaretha antusias
52
Bab 52. Couvade syndrome
53
Bab 53. Hari bahagia
54
Bab 54. Cemburunya Hubby
55
Bab 55. Savana marah lagi
56
Bab 56. Jodoh Alexa?
57
Bab 57. Leo main sosor
58
Bab 58. Eun woo?
59
Bab 59. Ngidam bumil cantik
60
Bab 60. Born (End)
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!