...🍁🍁🍁...
Elena baru saja kembali dari kamar mandi, ia melihat sahabatnya sedang berjingkrak-jingkrak diatas ranjangnya. "Apa gara-gara di pukul mamanya temanku jadi gila? Kasihan dia, aku harus menghiburnya." gumam Elena seraya melihat Savana dengan cemas.
"Eh...Elena?" Savana menyadari keberadaan seseorang di ambang pintu kamar itu. Kemudian Savana kembali duduk di atas ranjang, senyuman tak terlepas dari bibir Savana.
"Van, kapan kau akan bekerja?" tanya Elena sambil duduk di samping Savana.
"Apa kau menyuruhku untuk bekerja? Aku baru saja kembali dan aku sedang patah hati El!" kata Savana yang berbanding terbalik dengan raut wajahnya saat ini.
"Kau patah hati tapi kau tersenyum, melihatmu seperti ini aku jadi ragu putusnya hubungan pertunanganmu dengan Jonas membuatmu patah hati." kening Elena berkerut, matanya memicing menatap Savana.
"Aku memang patah hati! Tapi aku tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan bukan? Hidup terus berjalan, lagipula pria brengsek itu tidak pantas untuk aku tangisi!"
"Nah...begini baru bagus. Ini baru Savana-ku. Tenang saja Van, pria di dunia ini masih banyak! Hahahaha..." Elena merangkul tubuh Savana lalu tertawa. Ia senang Savana sudah baik-baik saja.
"Benar dan aku pasti akan mendapatkan yang lebih baik haha." Savana tertawa lalu memeluk Elena dengan bahagia. Meski ia tak bisa mengatakan apa sumber kebahagiaannya.
Aku sudah pacaran dengan Daddymu, El. Apakah kau akan marah padaku kalau kau tau tentang ini?
"Kau masih belum masuk kerja, kan? Ayo ikut pemotretan bersamaku! Kau pasti akan senang dan terhibur disana." ajak Elena pada sahabatnya itu.
Teman-teman modelku sangat tampan, siapa tau ada yang membuat Savana tertarik.
"Baiklah, aku juga tidak ada kerjaan. Galeriku baru di buka 1 Minggu lagi." Savana mengangguk setuju. Ya setelah kepulangannya dari Inggris, Savana memang telah membuka galeri seni yang sesuai dengan jurusannya. Ia jago melukis, desain, bahkan Savana memiliki suara yang bagus.
Elena tersenyum, ia akan membuat Savana senang dengan menunjukkan pada gadis itu bahwa banyak pria di dunia ini.
*****
Sesampainya di mansion mewah Sanderix, Javier terlihat linglung sambil memegang bibirnya. Di kepalanya terbayang-bayang sosok Savana dan ingatan tentang dia yang mencium gadis itu duluan.
"Astaga! Javier kau sangat memalukan, memalukan." gumam Javier sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kenapa aku tergoda olehnya? Bahkan dia hanya anak kecil,"
"Tuan!"
"ASTAGA! Bik Hilda! Mengagetkan saja." Javier langsung memegang dadanya, ia begitu terkejut saat Hilda memanggilnya.
"Hehe maaf tuan besar, saya cuma bertanya saja hehe." Hilda terkekeh. "Oh ya tuan, apa tuan sudah makan malam?"
"Sudah. Saya langsung ke kamar ya bik." pamit Javier pada kepala pelayan di rumahnya itu. Hilda terheran-heran melihat wajah Javier yang memerah, ia bertanya-tanya dalam hatinya. Jarang sekali melihat Javier yang dingin tersipu malu.
Semalam Javier kesulitan untuk tidur karena ia membuka hubungannya dan Savana saat ini. Mereka pacaran dan Javier yang memintanya.
"Ya, hanya pacaran. Tidak sampai menikah kan? Pacaran bisa putus kapan saja. Aku hanya menunggu waktu sampai gadis itu tidak marah lagi dan memutuskanku. Lagipula aku dan dia adalah hal yang mustahil." gerutu Javier.
Tapi dosakah aku membohongi gadis polos seperti dia?
Rupanya pria itu masih belum serius dengan perasaannya pada Savana, padahal Savana serius padanya dan mulai jatuh cinta pada Javier.Perasaan Javier saya ini hanya sebatas tanggung jawab saja.
Ting!
Suara ponsel berbunyi membuat Javier yang sedang berbaring harus mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Javier melihat nomor tidak di kenal mengirimkannya pesan.
["Om, ini aku Savana....apa om sudah tidur? Kalau sudah tidur tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengabari om bahwa besok aku akan pergi bersama Elena ke tempat pemotretan. Karena kita sudah pacaran, jadi harus saling mengabari satu sama lain. Komunikasi itu penting om."]
Javier hanya membuka pesan itu, tapi dia enggan membalasnya. "Dia sepertinya menganggap hubungan ini sungguhan. Maaf, tapi kita akan putus nanti." gumam Javier merasa bersalah.
Ting!
Lalu satu pesan lagi terkirim ke ponselnya dari Savana.
["Oh ya om, om juga harus mengabariku ya. Selamat malam om, nice dream :)"]
Tidak ada balasan dari Javier, lagi-lagi dia hanya membacanya lalu pergi tidur. Javier memutuskan untuk mengabaikan Savana agar Savana sendiri yang memutuskan hubungan mereka.
Sementara di balkon kamarnya, Savana masih belum tidur menunggu balasan dari Javier.
"Padahal pesannya sudah dibaca, tapi tidak dibalas. Memangnya pesanku ini koran yang hanya di read saja!"
"Oh...mungkin om sudah tidur." Savana mencoba berpikiran positif. Meski ia jadi teringat Jonas yang dulu jarang membalas pesan dan panggilan telpon darinya, ternyata dia berselingkuh. Semoga saja Javier tidak sama seperti Jonas.
****
Keesokan harinya di tempat pemotretan sebuah mall, yang ternyata adalah mall Sanderix. Savana tengah duduk dan melihat Elena pemotretan produk baru dari mall tersebut.
Elena terlihat sangat cantik dengan balutan blouse berwarna merah dan pasangannya seorang pria dengan memakai kemeja merah juga tengah berfoto dengannya. Pria itu adalah model ternama, tampan, kulit putih bersih bak opa Korea. Namanya Justin.
Selama pemotretan, Justin terus melihat ke arah Savana tapi tak berani mendekatinya. Entah apa arti tatapannya itu.
"Elena." Justin memanggil Elena.
"Ya kak Justin?"
Woaw...dia pasti mau menanyakan Savana.
"Apa kau mengenal wanita yang memakai baju biru itu?" tanya Justin dengan malu-malu.
"Oh...dia temanku kak, kenapa?" tanya Elena, padahal sebenarnya dia sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan oleh Justin.
"Eunghh--apa dia sudah punya kekasih?" tanya Justin pada Elena.
"Tidak! Dia jomblo kak!" Elena semangat menceritakan tentang Savana.
Elena dan Justin terlihat dari kejauhan sedang mengobrol-ngobrol, sementara Savana beranjak dari tempat duduknya manakala dia melihat seorang wanita tengah berjalan berdampingan bersama dengan kekasihnya. Savana kesal, sebab semua pesan dan panggilannya tidak dibalas sama sekali oleh Javier. Tapi pria itu kini malah terlihat sedang dekat dengan seorang wanita.
"Siapa wanita itu?" gumam Savana kesal.
"Oh wanita itu adalah Tante Mona," sahut Elena yang tak sengaja mendengar ucapan Savana.
"Kau kenal dia El?" Savana menoleh ke arah Elena.
"Ya, dia adalah orang yang dijodohkan dengan Daddyku oleh nenekku." ucap Elena yang terlihat tidak senang saat mengatakannya.
Oh jadi dia adalah pelakor. Batin Savana kesal.
"Wanita berdada besar dan menor itu? Hah! Bagaimana bisa dia dijodohkan Daddymu yang sempurna El? Ini tidak bisa dibiarkan!" kata Savana mengompori Elena agar tidak menyukai wanita yang bahkan tidak tahu siapa itu.
"Benar kan? Dia berdada besar dan pasti semua wajahnya itu adalah hasil oplas! Bagaimana bisa nenekku menjodohkan Daddyku dengannya!"
"Jadi kau juga tidak suka El?" tanya Savana seraya tersenyum menyeringai.
Bagus El, jangan biarkan Daddymu dekat dengan wanita lain sebab aku yang akan jadi mommy mu kelak. Haha.. Batin Savana tertawa jahat.
"Ya, kalaupun daddyku menikah lagi kelak. Tidak dengan wanita jadi-jadian seperti dia. Ku kira dia sudah menyerah, tapi ternyata dia masih kegenitan!" Elena menunjukkan kemarahannya pada Mona yang terus mendekati papanya. Dari dulu ia tak suka pada Mona.
"Bagus El, kita harus memberikannya pelajaran! Daddymu berhak mendapatkan barang ORI," kata Savana konyol, malah ikut memanasi Elena. "Aku tidak terima Daddymu bersama wanita implan begitu, cih..."
"Ayo Van, bantu aku serang dia!" Elena berjalan cepat menuju ke arah papanya dan Mona yang baru saja keluar dari gedung mall besar itu.
"Siap El, aku akan mendukungmu! Haha."
Savana tertawa lalu menyusul Elena dari belakang. Dia siap menghajar si pelakor yang mendekati kekasihnya itu.
...****...
Kira-kira penyerangan apa yang akan dilakukan dua sahabat ini ya? 😂 yok kasih komen dan gift nanti author tambah lagi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Ida Jasmin
bocah mu nyerang pelakor...savana aya" wae😂😂😂😂😂
2023-11-03
0
Sunarmi Narmi
Tobyattt.....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🙈🙈🙈🙈
2023-08-16
0
Ramadhani Kania
kira2 nanti Elena marah gk y ma Savana low Savana da hub ma dadynya...🤔
2023-01-02
1