Bab 18. Tiga pria bikin pusing

...🍁🍁🍁...

Suara deheman Javier sontak saja membuat Justin menjauh dari Savana. Keduanya tampak gugup seperti sudah melakukan sesuatu.

Savana langsung mendelik sinis begitu tau siapa yang datang kesana. Pria menyebalkan yang sudah melukai hatinya. Tak ragu gadis itu menunjukkan wajah malasnya, meski Javier menatapnya dengan tajam.

Apa-apaan dia? Kenapa menatapku begitu? Diamkan saja Savana, bodoh amat!

"Selamat malam pak Presdir." sapa Justin pada Javier, ia mengenal Javier sebagai CEO yang tanda tangan kontrak dengannya.

Javier menatap Justin dari atas sampai ke bawah. Ia memperhatikan wajah, penampilan pria yang ada di depannya itu dengan seksama.

Tampan sih, kulitnya putih bersih seperti tepung, tapi tubuhnya kurus dan tidak sixpack seperti diriku. Batin Javier lalu tersenyum tipis. Ia membandingkan dirinya dengan Justin, yang disebut sebagai anak kemarin sore.

"Hemm..." sahut Javier, lalu ia menghilangkan senyumannya.

"Pak Presdir, sedang apa disini? Apa pak Presdir mengenal Savana?"

"Saya adalah ke--"

"Bukankah kau sudah tau siapa dia kak Justin? Dia adalah ayah SAHABATKU, Elena." kata Savana menyela lagi ucapan Javier.

Kau mau bilang apa? kekasih? Apa kau sudah gila?

Javier kesal, ia ingin mengakui hal yang membuat Savana senang dengan pengakuan kekasih, tapi Savana seolah menutupi semuanya dan tidak ingin orang tau. Ya, mungkin setelah apa yang dilakukan Javier sebelumnya membuat Savana sakit hati.

"Oh ya ya...kau dan Elena kan bersahabat. Tapi kenapa pak Presdir datang kemari?" tanya Justin tak paham.

"Apa saya tidak boleh mengunjungi sahabat putri saya?" tanya Javier balik dengan penekanan yang mengintimidasi dan membuat Justin tidak berkutik.

"Ma-maaf pak Presdir, kalau pertanyaan saya menyinggung anda." ucap Justin merasa tidak enak.

Tak lama kemudian pintu kamar mandi di ruangan itu terbuka, terlihat Elena baru saja keluar dari sana. Javier lega sebab ada Elena disana, itu artinya Justin tidak hanya berduaan saja dengan Savana. Tapi Javier tetap kesal karena Savana berciuman dengan Justin. Setelah ini ia akan meminta penjelasan dari wanita itu.

"Daddy, Daddy ada disini juga?" sambut Elena pada papanya itu.

"Iya El," jawab Javier seraya tersenyum pada putrinya, namun lirikan matanya tertuju pada Savana. Lagi-lagi membuat Savana sebal karena sikapnya yang labil.

Jangan menatapku seperti itu old man. Maki Savana pada Javier dalam hati.

"Makasih ya dad, Daddy sudah mengabari ku soal Savana." kata Elena sembari duduk di kursi kosong tepat di samping Savana. "Oh ya dad, Daddy bawa apa?" tanya Elena seketika atensinya tercuri pada tangan Javier yang memegang bunga dan kantung kresek yang entah apa isinya.

Javier terlihat gugup menjawabnya, ia jaim kalau menjawab semua itu untuk Savana. Javier orang yang kaku.

Aduh pak presdir kenapa anda diam saja? Ya sudah aku saja yang bicara. Leo kesal sendiri karena Javier diam saja ketika ditanya.

"Oh ya, pak presdir membawakan makanan dan bunga untuk nona Savana." ucap Leo seraya tersenyum profesional.

Savana menoleh sedikit ke arah Javier, lalu memalingkan wajahnya lagi. Hati Javier mencelos karena Savana mengabaikannya lagi dan lagi.

Sabar Javier, sabar menghadapi anak remaja.

"Untuk Savana? Wow...Daddy baik sekali, makasih dad." kata Elena senang karena Javier perhatian pada sahabatnya itu.

"Makasih om, tapi saya sudah makan barusan." kaya Savana basa-basi.

"Tidak apa Savana, kau makan lagi saja. Bubur yang kubawa itu hanya sedikit. Kau harus makan banyak supaya kau cepat sembuh." tutur Justin perhatian pada Savana. Elena tersenyum melihat perhatian Justin pada Savana ,ya dia memang sudah berniat untuk menjodohkan Justin dan Savana.

Sementara Javier terlihat tidak senang, buktinya ia menatap Justin dengan tatapan yang menyiratkan permusuhan.

"Aku bisa cepat sembuh kalau tidak melihatnya disini." gumam Savana pelan.

"Barusan kau bilang apa Savana?" tanya Justin yang sepertinya tidak mendengar jelas apa yang digumamkan oleh Savana.

"Tidak apa-apa! Oh ya om, makanannya untuk Elena saja. Elena belum makan malam dan ini sudah waktunya untuk minum obat." ucap Savana ketus.

"Aku bantu minum obat ya," ucap Javier dan Justin bersamaan.

Sontak saja Elena, Savana dan Leo memusatkan atensi mereka pada kedua pria itu. Seketika suasana menjadi hening sejenak. Namun Javier dan Justin saling melihat satu sama lain dengan terheran-heran.

Dari tadi aku merasa ada yang entah dengan pak presdir. Dia... sudah seperti apa yang aku pikirkan kan? Batin Justin.

Anak ingusan ini, kenapa dia begitu menyebalkan? Kenapa aku tak suka Savana dekat dengannya? Mereka juga sudah berciuman. Batin Javier.

"Biar saya saja yang ada disini, bukankah besok kau ada pemotretan pagi?" tanya Javier, dengan maksud menyingkirkan pria itu dari sana.

"Wow...pak presdir sangat perhatian sekali pada saya. Tenang saja pak, saya tidak akan terlambat hanya karena membantu Savana minum obat." tutur Justin sambil tersenyum dan menunjukkan satu lesung pipinya.

Wow...pak Presdir berdebat karena nona Savana? Leo memperhatikan kedua orang itu yang berdebat sengit.

Tapi perdebatan itu berhenti saat ada seseorang membuka pintu.

Klek!

Pintu ruangan itu terbuka dan terlihat seorang pria membawa bunga mawar ungu ditangannya. Pria itu adalah Jonas, mantan tunangan Savana. Seketika Savana langsung pusing dan cenat cenut kepalanya.

Belum habis dua pria di depannya ini bersitegang, kini datang satu pria sampah menganggunya.

"Sayang! Aku datang!" Jonas langsung menghampiri Savana dan membawakan bunga kesukaannya, yakni mawar berwarna ungu. Jonas langsung menyenggol Javier dan Justin, lalu ia memegang tangan Savana. "Sayang, bagaimana keadaanmu? Aku kesini untuk menjengukmu! Nenek Martha menghubungiku, bahwa kau kecelakaan...kenapa kau tidak mengabari ku? Kita kan masih bertunangan sayang!" beo Jonas yang membuat Savana jijik.

"Jonas pergi! Kita sudah tidak bertunangan lagi, kita sudah putus!" serka Savana seraya menunjukkan pintu keluar dengan hari telunjuknya pada Jonas.

Jonas? Bukankah dia-- Javier ingat, saat Savana mabuk waktu itu sempat menyebutkan nama Jonas.

"Sayang...maafkan aku sayang, aku khilaf--aku--"

Savana melirik ke arah Elena sahabatnya. "Elena, tolong...usir dia! Aku pusing, tolong."

Ketiga pria ini membuatku sakit kepala! Sungguh!

"Siap!"

Elena langsung memberikan bogem mentah ke wajah Jonas, lalu dia pun menyeret Jonas ke luar dari sana meski Jonas enggan. Sebenarnya Elena ingin memberikan pelajaran lainnya pada Jonas, tapi ia harus menjaga Savana.

"Kalian juga...keluarlah, aku pusing..." lirih Savana sambil memegang kepalanya, yang menang terasa pusing. Savana meminta Leo, Javier dan Justin untuk keluar dari sana.

Mereka bertiga pun menurut dan pergi dari sana, Savana juga harus istirahat. Di rumah sakit, Elena yang menjaganya karena Savana tak tega merepotkan sang nenek yang sudah tua.

"Pak, mau saya antar ke mansion atau apartemen?" tanya Leo pada bosnya yang duduk dibelakang. Javier terlihat melamun.

"Pak!"

"Ke apartemen saja," jawab Javier lemah.

"Tenang saja pak, saya yakin bapak bisa mendapatkan nona Savana! Mereka berdua tidak ada apa-apanya." cetus Leo seraya tersenyum.

"Huh, apa maksudmu Leo?" atensi Javier pun tertuju pada Leo.

"Diantara kedua pria itu, bapak paling keren. Bapak kaya, mapan, tampan, tubuh bapak juga...beuh sangat keren!"

Javier tersenyum kecil mendapatkan pujian dari Leo. Ia merasa diatas angin. "Ya kan?"

"Ya pak dan saya yakin bapak bisa mendapatkan nona Savana." jelas Leo yakin.

"Apa hubungannya dengan Savana?!" sentak Javier menyangkal rasanya pada Savana.

"Ah...bapak ini, saya tau isi hati bapak! Cobalah untuk sedikit mengekspresikan diri bapak pada nona Savana. Perempuan itu suka pada pria yang hangat dan perhatian!" saran Leo yang hanya didengarkan oleh Javier tanpa direspon olehnya.

Namun terlihat pria itu tertegun seperti berfikir, mungkin dia mencerna ucapan Leo.

Apa ia benar-benar menyukai Savana? Lalu apa ia benar-benar harus mencurahkan hatinya?

...*****...

Spoiler...

Kedua insan itu jatuh ke dalam kolam renang, dengan posisi yang bisa membuat salah paham. Keduanya sama-sama basah dan...

Terpopuler

Comments

.sehuniiee

.sehuniiee

widih yang ngejar cowoknya tiga-tiganya inisialnya j

2023-01-31

1

Ramadhani Kania

Ramadhani Kania

Jafier mulai ad rsa ma Savana....🤭😂

2023-01-02

1

Aerik_chan

Aerik_chan

Dua aja pusing...ini tambah satu datang 😅

Well dominated Love hadir

2022-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejutan terindah!
2 Bab 2. Tanggung jawab, om
3 Bab 3. I'm not virgin anymore
4 Bab 4. Javier pulang ke rumah
5 Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6 Bab 6. You still virgin
7 Bab 7. Aku bukan pelacur
8 Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9 Bab 9. Mari berkencan
10 Bab 10. Jadian
11 Bab 11. Mengompori Elena
12 Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13 Bab 13. Savana sakit hati
14 Bab 14. Savana kecelakaan?
15 Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16 Bab 16. Nenek Savana
17 Bab 17. Ada yang cemburu?
18 Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19 Bab 19. Menyadari perasaan
20 Bab 20. Kolam renang
21 Bab 21. Mencintai Savana
22 Bab 22. Gara-gara film
23 Bab 23. Genggaman tangan
24 Bab 24. Pameran seni
25 Bab 25. Kecewanya Savana
26 Bab 26. Savana kesal
27 Bab 27. Maafkan aku Savana?
28 Bab 28. Hanya anak ingusan
29 Bab 29. Menanti jawaban
30 Bab 30. Resmi jadi kekasih
31 Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32 Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33 Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34 Bab 34. Javier panik
35 Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36 Bab 36. Semua gelap!
37 Bab 37. 1 bulan kemudian
38 Bab 38. Diejek
39 Bab 39. Steve dan Emma
40 Bab 40. Donor mata
41 Bab 41. Bisa melihat lagi
42 Bab 42. NENEK!
43 Bab 43. Surat dari Martha
44 Bab 44. Duka Savana
45 Bab 45. Hubby baby girl
46 Bab 46. Kesan pertama
47 Bab 47. Margaretha baik
48 Bab 48. Malam pertama di muka?
49 Bab 49. Jangan sentuh aku
50 Bab 50. Satu restu lagi
51 Bab 51. Margaretha antusias
52 Bab 52. Couvade syndrome
53 Bab 53. Hari bahagia
54 Bab 54. Cemburunya Hubby
55 Bab 55. Savana marah lagi
56 Bab 56. Jodoh Alexa?
57 Bab 57. Leo main sosor
58 Bab 58. Eun woo?
59 Bab 59. Ngidam bumil cantik
60 Bab 60. Born (End)
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1. Kejutan terindah!
2
Bab 2. Tanggung jawab, om
3
Bab 3. I'm not virgin anymore
4
Bab 4. Javier pulang ke rumah
5
Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6
Bab 6. You still virgin
7
Bab 7. Aku bukan pelacur
8
Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9
Bab 9. Mari berkencan
10
Bab 10. Jadian
11
Bab 11. Mengompori Elena
12
Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13
Bab 13. Savana sakit hati
14
Bab 14. Savana kecelakaan?
15
Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16
Bab 16. Nenek Savana
17
Bab 17. Ada yang cemburu?
18
Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19
Bab 19. Menyadari perasaan
20
Bab 20. Kolam renang
21
Bab 21. Mencintai Savana
22
Bab 22. Gara-gara film
23
Bab 23. Genggaman tangan
24
Bab 24. Pameran seni
25
Bab 25. Kecewanya Savana
26
Bab 26. Savana kesal
27
Bab 27. Maafkan aku Savana?
28
Bab 28. Hanya anak ingusan
29
Bab 29. Menanti jawaban
30
Bab 30. Resmi jadi kekasih
31
Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32
Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33
Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34
Bab 34. Javier panik
35
Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36
Bab 36. Semua gelap!
37
Bab 37. 1 bulan kemudian
38
Bab 38. Diejek
39
Bab 39. Steve dan Emma
40
Bab 40. Donor mata
41
Bab 41. Bisa melihat lagi
42
Bab 42. NENEK!
43
Bab 43. Surat dari Martha
44
Bab 44. Duka Savana
45
Bab 45. Hubby baby girl
46
Bab 46. Kesan pertama
47
Bab 47. Margaretha baik
48
Bab 48. Malam pertama di muka?
49
Bab 49. Jangan sentuh aku
50
Bab 50. Satu restu lagi
51
Bab 51. Margaretha antusias
52
Bab 52. Couvade syndrome
53
Bab 53. Hari bahagia
54
Bab 54. Cemburunya Hubby
55
Bab 55. Savana marah lagi
56
Bab 56. Jodoh Alexa?
57
Bab 57. Leo main sosor
58
Bab 58. Eun woo?
59
Bab 59. Ngidam bumil cantik
60
Bab 60. Born (End)
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!