...🍁🍁🍁...
"Mona, sudah kubilang jangan dekati aku lagi! Kumohon...aku sedang bekerja, apa kau tidak lihat?" Javier mulai kesal dengan Mona yang datang tanpa pemberitahuan dan menganggunya.
Sudah berulang kali Javier menolak perjodohan ini tapi mamanya yang bernama Margaretha tetap bersikukuh menjodohkannya dengan wanita itu. Bahkan Javier pernah mengatakan bahwa ia menolak untuk menikah lagi.
"Aku akan pergi kalau kau setuju untuk dinner malam ini denganku. I'm promise Javier." bujuk Mona pada pria itu.
"Tapi aku--"
"DADDY!"
Suara teriakan melengking dari seorang wanita, membuat Javier, Mona dan Leo yang ada disana langsung melihat ke arahnya. Terlihat Elena dan Savana berjalan bersamaan dengan raut wajah yang marah.
Ow, ow, wajah Javier saat ini seperti ketahuan selingkuh saja. Terutama dari Savana yang semalam ia acuhkan pesan-pesannya dan panggilan telepon tadi pagi. Ada terbersit rasa bersalah, tapi tetap saja Javier cuek dan berusaha membatasi diri dari Savana.
Brengsek memang! Tapi Javier ingin terlepas dari Savana dengan cara gadis itu memutuskannya.
"Daddy, kenapa kau bersama dengan wanita freak ini dad?" tanya Elena dengan berkacak pinggang, atensinya menatap jijik pada Mona. Begitu pula dengan Savana, dia merasa lebih cantik dari si Mona.
"Kenapa kau marah begitu baby? Bukankah Tante akan segera menjadi mommymu? Tentu kau harus membiasakan diri untuk melihat kebersamaan Tante dan Daddymu." kata Mona sambil menggamit tangan Javier dengan manja. Mona tak luput dari senyumannya yang membuat kedua sahabat itu bebal.
Beraninya dia menyentuh kekasihku?
Jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan Savana saat ini, ia yang mulai menyukai Javier tentu saja marah kekasihnya di pegang-pegang seperti itu.
Ish! Aku tak mau punya ibu tiri seperti dia! Dasar rubah. Batin Elena kesal.
"Elena, lakukan sesuatu!" bisik Savana pada sahabatnya itu.
"Oke! Nanti kau ikuti isyaratku ya." bisik Elena.
Savana manggut-manggut. Sementara Javier, Mona dan Leo tampak melihat kedua anak gadis itu dengan bingung.
"Kau serius mau jadi mommyku?"
"Tentu saja baby," mata Mona langsung berbinar-binar hanya dengan pertanyaan itu saja dari Elena.
"Elena...apa yang kau katakan?" Javier menatap Elena dengan bingung. Apa yang ia rencanakan sebenarnya?
Disisi lain Savana diam saja karena ia tau bahwa sahabatnya itu memiliki sebuah rencana.
"Oke kalau begitu, pertama-tama ayo kita makan siang bersama! Kau, daddyku, om Leo dan Savana. Kita makan siang bersama sekarang!" tegas Elena sambil tersenyum menyeringai. Lalu ia menggandeng tangan Mona dan membawanya menjauh dari Javier, mereka masuk ke dalam mall dan berencana untuk makan siang disana.
Savana? Oh jadi gadis ini adalah Savana yang membuat tuan Javier kepikiran?
Leo melirik ke arah Savana, gadis cantik dan imut yang sudah memikat hati Javier itu. Tapi menurut Leo, Savana terlalu muda bagi Javier. Savana lebih cocok jadi anaknya.
Savana tersenyum melihat itu semua, lalu ia pun mendekati Javier. "Om...kenapa om tidak--"
"Leo pergilah duluan!" ujar Javier yang membuat perkataan Savana terpotong. Leo mengangguk paham, lalu ia pun berjalan menyusul Elena dan Mona yang sudah ada di dalam mall.
"Ada apa?" tanya Javier dingin.
"Om, kenapa om tidak membalas pesan dan panggilanku? Semalam aku menunggu balas dari om." ucap Savana meminta penjelasan dari Javier.
"Apa aku harus menjelaskan itu?" tanya Javier ketus.
Savana terheran-heran dengan perubahan sikap Javier, semalam pria itu begitu lembut tapi sekarang sikapnya kembali dingin. "Om...tentu saja om harus menjelaskannya kenapa om tidak membalas semua pesan dan panggilan dariku. Kita kan sudah menjalin hubungan, jadi sudah sepantasnya kalau aku tau apa yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh kekasihku."
"Hah! Apa gaya pacaranmu memang seperti ini Savana?" Javier menatap Savana dengan sinis dan menusuk ke dalam hatinya.
"Maksud om apa?" tanya Savana sambil menggigit bibir bagian bawahnya.
"Kau selalu menghubungi kekasihmu pada larut malam? Apa kau tidak tahu jam tidur?"
"Ma-maaf jika om memang terganggu, tapi bukankah om juga tidak membalas semua pesan dan panggilanku meski om sedang online. Aku hanya meminta penjelasanmu, tapi kau malah balik marah padaku. Sebenarnya aku tidak paham apa salahku sehingga kau begini." jelas Savana dengan sedih, lalu dia melangkah pergi dari sana meninggalkan Javier seorang diri.
Savana tau perasaan Javier belum serius padanya untuk saat ini. Tapi Savana akan berusaha mengambil hati pria yang sudah menjamah tubuhnya itu.
"Haaihhh....kapan dia akan mmeinta putus denganku?" Javier gusar. "Kata-kata tidak cukup, sepertinya dengan tindakan."
Javier memutuskan untuk mencari cara agar Savana menjauhinya. Entah apakah ia berhasil atau tidak .
*****
Di restoran di dalam mall, kini Elena, Savana, Javier dan Mona berada di satu meja yang sama. Mereka memesan makanan, awalnya mereka hanya makan biasa sampai Elena menyuruh nyuruh Mona untuk mengambilkan ini itu padanya.
Elena dan Savana mengerjai Mona habis-habisan. Ya, mereka berdua memang kompak dan tak heran di sebut kembar cantik. Dalam hal kejahilan pun mereka kompak.
"Aduh...duh Tante, maaf ya. Tanganku kepeleset Tan." kata Savana dengan raut wajah bersalah setelah menumpahkan minuman pada baju Mona.
Huhu, rasakan mau Monakor.
Savana mengedipkan sebelah mata pada Elena dan kali ini Elena yang beraksi .
Mona mendengus tapi mencoba sabar. "Tidak apa-apa kok sayang." wanita itu masih mempertahankan senyumannya. Sementara Javier cuek saja, dari kejauhan Leo melihat itu dan menahan tawa. Ia tak menyangka bahwa Savana dan Elena sangat kompak menjahili Mona.
Sialan! Jalangg..jalangg kecil ini benar-benar membuatku muak. Kalau bukan karena ada Javier disini, aku sudah menjambak mereka berdua terutama si Savana ini.
"Biar Elena bantu bersihin ya Tante," Elena beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil tisu. Namun tangannya sengaja menyenggol piring berisi makanan yang ada diatas meja dan mengenai paha Mona.
"Yah! Tante maaf, Tante aku tidak sengaja!" kata Elena dengan raut wajah bersalahnya.
"Tidak apa-apa, tante ke kamar mandi dulu ya." ucap Mona sambil mengusap bahu Javier.
"Aku antar ya sayang," tanpa disangka-sangka Javier mengatakan sayang pada Mona.
Sayang itu sungguh sangat menusuk hati Savana, apa yang sebenernya Javier lakukan? Dia yang mengajak pacaran tapi sikapnya begini?
Namun kata sayang itu membuat Mona berbunga-bunga. Ia menggandeng tangan Javier dengan manja. "Iya sayang!"
Akhirnya Javier menyadari pesonaku juga.
Om sebenarnya om kenapa? monolog Savana dalam hatinya bingung.
...*****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
RossyNara
awas ya om tunggu pembalasan dari Savana 👊👊👊
2025-01-12
0
Ramadhani Kania
wah perlu d kasih pelajarn nie si om duda...
2023-01-02
0
vie❤️
c'om ngeselin lama²..klo ga niat mo tanggung jwb ngapain ngasih harapan🤭😆😆,,pinter aja dek kirana aduk² ni emosi🤧🤧
2022-12-10
0