Bab 17. Ada yang cemburu?

...🍁🍁🍁...

Begitu neneknya sudah datang, Savana langsung mengusir Javier dengan kata-kata halus namun pedas bagi pria itu. Ia tak mau dekat-dekat lagi dengan Javier, pokoknya tidak mau.

"Ekhem! Bukannya om sibuk ya? Kenapa om masih ada disini? Om tidak usah mencemaskanku, ada nenekku disini. Jangan sampai gara-gara aku, kencan om dengan si cantik jadi terganggu." Savana bicara dengan bibir memonyong, mata yang memicing pada pria itu.

Sana pergi saja bersama si Monakor itu dan jangan pedulikan aku.

Javier merasa raut wajah Savana sangat imut, apalagi kalau di marah. Dia pun menahan tawa dan memilih untuk pergi tanpa banyak bicara.

"Ya sudah, saya pergi dulu. Nyonya Martha, saya pamit dulu." kata Javier dengan sopan.

"Baiklah nak, terimakasih kau sudah menjaga cucuku. Kau pasti punya banyak pekerjaan, tapi masih sempat menjaga cucuku disini. Kau sangat baik!"

"Sama-sama nyonya. Oh ya nyonya, Savana belum makan. Tolong nyonya bujuk ya, agar dia mau makan supaya Savana bisa minum obat." ucap Javier lembut pada sang nenek. Savana mendelik sinis begitu mendengar kata-kata Javier pada neneknya.

Huh! Dasar sok baik.Kau pikir aku akan luluh dan memaafkanmu begitu saja setelah apa yang kau katakan padaku? Tidak semudah itu Ferguso!

Javier sadar saat ini Savana masih marah padanya, ya sudah dia akan mencari cara lain untuk meminta maaf pada gadis itu. Sekarang dia pergi dari sana untuk menghadiri meeting di kantor. Sebenarnya Javier sangat sibuk, tapi dia mengesampingkan semua kesibukannya demi menjaga Savana di rumah sakit. Ya, pasti karena rasa bersalah pada gadis itu.

Setelah Javier pergi, Martha langsung memukul lengan Savana dan membuat gadis itu meringis. "Aduh...duh...sakit nek!" pekik Savana sambil memegang lengannya yang memerah. "Tuh lihat ini jadi merah!"

"Rasakan! Lagipula kenapa kau bersikap seperti itu pada tuan Javier yang menolongmu?! Bukannya berterima kasih tapi kau malah bersikap ketus padanya!" tegur Martha pada cucunya itu. Sedari tadi ia dapat merasakan bahwa sikap Savana pada Javier sangat tidak baik, acuh dan juga cuek.

"Karena aku tidak suka dia dan aku tidak minta ditolong olehnya!" seru Savana kesal.

"Ckckck...dasar anak ini! Kapan nenek pernah mengajarkanmu untuk tidak sopan? Kau harus sopan pada yang lebih tua, jangan seperti ib--"

"Iya nek, aku tidak akan seperti mamaku. Aku dan mama berbeda." raut wajah Savana langsung berubah drastis saat membahas soal Griselda.

Martha pun jadi bungkam saat melihat raut sedih Savana. Martha sayang pada Savana, tidak seperti mamanya yang meninggalkannya begitu saja dan datang hanya karena butuh.

Lihatlah, bagaimana bisa kau tidak datang disaat Putrimu mengalami musibah Grisel? Kau sangat keterlaluan.

Hari ini Martha dan wanita paruh baya yang bernama Grace yaitu orang kepercayaan Martha, merawat dan menjaga Savana di rumah sakit.

Martha begitu melimpahkan Savana dengan kasih sayang, walaupun gaya bicara selalu seperti orang yang marah-marah.

Wanita tua itu membujuk Savana untuk makan, minum obat. Tak lama kemudian Savana jatuh tertidur karena efek obat yang di minumnya.

"Nyonya, apa anda akan mengabari nyonya Griselda?"

"Ya, aku harus bicara dengannya! Setidaknya dia harus peduli pada darah dagingnya sendiri," Martha sakit hati begitu melihat Griselda berada di dalam satu satu acara televisi dan di wawancara. Griselda bahkan tidak mengakui bahwa Savana adalah anaknya pada media. Griselda hanya mengakui anak dari suami barunya sebagai anak satu-satunya dan dia adalah seorang gadis cantik bernama Angela, usianya 5 tahun lebih muda dari Savana. Sungguh Martha tidak tahu kenapa putrinya begitu membenci cucunya sejak bercerai dari suaminya. Dia bahkan menikah

Hidupku mungkin tidak lama lagi, siapa yang akan menjaga Savana bila nanti aku pergi? Kau harus bertanggungjawab pada anakmu Griselda.

****

Siang itu di kantor, Javier melakukan aktivitas seperti biasa. Usai rapat, Javier makan siang bersama dengan Leo pada waktu sore. Waktu itu sangat terlambat untuk makan sebab rapatnya tidak sebentar.

Di sela-sela pekerjaannya, Javier memikirkan Savana. Apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu? Apa dia masih kesakitan? Apa dia sendirian di rumah sakit? Javier bertanya-tanya dalam hatinya.

"Pak, anda terlihat tidak fokus. Ada apa pak?" tanya Leo pada Javier.

"Leo, bagaimana menunjukkan kesungguhan untuk meminta maaf pada wanita?" bukannya menjawab, Javier malah balik bertanya dan dia menanyakan apa yang ada di dalam hatinya. Javier menanyakan kepada Leo karena Leo memiliki banyak pengalaman dalam berkencan dengan wanita, tidak seperti dirinya yang dijuluki pohon tua.

"Kesungguhan untuk meminta maaf? Ah...saya tau pak!" Leo tersenyum, kemudian dia membisikkan sesuatu pada Javier. CEO dari Sanderix grup itu hanya manggut-manggut saja.

*****

Malam itu Javier dan Leo pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Savana. Javier membawa bunga dan juga makanan untuk Savana, berharap gadis itu akan menyukai apa yang ia bawa. Ya, ini adalah salah satu itikad baiknya untuk meminta maaf.

Aku tidak percaya pak presdir akan bersikap seperti anak ABG. Padahal dulu saat menikah dengan nona Elisa, pak Presdir tidak begini. Tampaknya pak presdir telah jatuh cinta pada nona Savana. Leo membatin, ia cukup senang melihat ada sinyal hijau bahwa Presdirnya yang kaku itu akan segera memiliki pawang.

Mereka berdua pun sampai didepan ruang rawat Savana. Saat Javier membuka pintunya, ia melihat Savana tengah berduaan bersama seorang pria. Ya, itu adalah Justin. Teman model Elena dan Javier kenal Justin, salah satu model di mallnya juga.

Justin terlihat menyuapi Savana dan gadis itu tersenyum manis saat di suapi olehnya. Tanpa sadar Javier menatap keduanya dengan suram. Javier dan Leo berdiri diambang pintu.

"Kak Justin, aku sudah kenyang." ucap Savana menolak suapan lagi dari Justin.

"Satu lagi saja Savana, kau harus sehat."

"Auhh..." tiba-tiba saja Savana meringis kesakitan sambil menutup matanya.

"Kenapa?"

"Mataku... sepertinya kelilipan." jawab Savana.

Justin menyimpan mangkuk bubur itu diatas nakas kemudian dia mendekat ke arah Savana. Justin meraih wajah Savana, lalu meniup niup mata kiri Savana. Dilihat dari belakang, Savana seperti tengah berciuman dengan Justin.

Javier meremass tangannya dengan kuat, dadanya sesak melihat pemandangan itu. Sampai ia pun mendekati Justin dan Savana.

"Ehem!"

...****...

Author up lagi kalau ada sajennya guys 😁😁😘😘

Terpopuler

Comments

Siti Nur Janah

Siti Nur Janah

bilang bos kalo memang ada rasa sebelum terlambat

2025-02-21

0

RossyNara

RossyNara

hey ada yang terbakar tapi bukan wajan eh ternyata hati om duda yang terbakar,,,,, sookor

2025-01-12

1

Ramadhani Kania

Ramadhani Kania

mang enk Jafier....

2023-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejutan terindah!
2 Bab 2. Tanggung jawab, om
3 Bab 3. I'm not virgin anymore
4 Bab 4. Javier pulang ke rumah
5 Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6 Bab 6. You still virgin
7 Bab 7. Aku bukan pelacur
8 Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9 Bab 9. Mari berkencan
10 Bab 10. Jadian
11 Bab 11. Mengompori Elena
12 Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13 Bab 13. Savana sakit hati
14 Bab 14. Savana kecelakaan?
15 Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16 Bab 16. Nenek Savana
17 Bab 17. Ada yang cemburu?
18 Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19 Bab 19. Menyadari perasaan
20 Bab 20. Kolam renang
21 Bab 21. Mencintai Savana
22 Bab 22. Gara-gara film
23 Bab 23. Genggaman tangan
24 Bab 24. Pameran seni
25 Bab 25. Kecewanya Savana
26 Bab 26. Savana kesal
27 Bab 27. Maafkan aku Savana?
28 Bab 28. Hanya anak ingusan
29 Bab 29. Menanti jawaban
30 Bab 30. Resmi jadi kekasih
31 Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32 Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33 Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34 Bab 34. Javier panik
35 Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36 Bab 36. Semua gelap!
37 Bab 37. 1 bulan kemudian
38 Bab 38. Diejek
39 Bab 39. Steve dan Emma
40 Bab 40. Donor mata
41 Bab 41. Bisa melihat lagi
42 Bab 42. NENEK!
43 Bab 43. Surat dari Martha
44 Bab 44. Duka Savana
45 Bab 45. Hubby baby girl
46 Bab 46. Kesan pertama
47 Bab 47. Margaretha baik
48 Bab 48. Malam pertama di muka?
49 Bab 49. Jangan sentuh aku
50 Bab 50. Satu restu lagi
51 Bab 51. Margaretha antusias
52 Bab 52. Couvade syndrome
53 Bab 53. Hari bahagia
54 Bab 54. Cemburunya Hubby
55 Bab 55. Savana marah lagi
56 Bab 56. Jodoh Alexa?
57 Bab 57. Leo main sosor
58 Bab 58. Eun woo?
59 Bab 59. Ngidam bumil cantik
60 Bab 60. Born (End)
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1. Kejutan terindah!
2
Bab 2. Tanggung jawab, om
3
Bab 3. I'm not virgin anymore
4
Bab 4. Javier pulang ke rumah
5
Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6
Bab 6. You still virgin
7
Bab 7. Aku bukan pelacur
8
Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9
Bab 9. Mari berkencan
10
Bab 10. Jadian
11
Bab 11. Mengompori Elena
12
Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13
Bab 13. Savana sakit hati
14
Bab 14. Savana kecelakaan?
15
Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16
Bab 16. Nenek Savana
17
Bab 17. Ada yang cemburu?
18
Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19
Bab 19. Menyadari perasaan
20
Bab 20. Kolam renang
21
Bab 21. Mencintai Savana
22
Bab 22. Gara-gara film
23
Bab 23. Genggaman tangan
24
Bab 24. Pameran seni
25
Bab 25. Kecewanya Savana
26
Bab 26. Savana kesal
27
Bab 27. Maafkan aku Savana?
28
Bab 28. Hanya anak ingusan
29
Bab 29. Menanti jawaban
30
Bab 30. Resmi jadi kekasih
31
Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32
Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33
Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34
Bab 34. Javier panik
35
Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36
Bab 36. Semua gelap!
37
Bab 37. 1 bulan kemudian
38
Bab 38. Diejek
39
Bab 39. Steve dan Emma
40
Bab 40. Donor mata
41
Bab 41. Bisa melihat lagi
42
Bab 42. NENEK!
43
Bab 43. Surat dari Martha
44
Bab 44. Duka Savana
45
Bab 45. Hubby baby girl
46
Bab 46. Kesan pertama
47
Bab 47. Margaretha baik
48
Bab 48. Malam pertama di muka?
49
Bab 49. Jangan sentuh aku
50
Bab 50. Satu restu lagi
51
Bab 51. Margaretha antusias
52
Bab 52. Couvade syndrome
53
Bab 53. Hari bahagia
54
Bab 54. Cemburunya Hubby
55
Bab 55. Savana marah lagi
56
Bab 56. Jodoh Alexa?
57
Bab 57. Leo main sosor
58
Bab 58. Eun woo?
59
Bab 59. Ngidam bumil cantik
60
Bab 60. Born (End)
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!