Bab 19. Menyadari perasaan

...🍁🍁🍁...

2 Minggu telah berlalu, sejak Savana mengalami kecelakaan dan berakhir di rumah sakit dengan patah tulang kaki. Akhirnya hari ini ia pulang ke rumah dan Martha yang membawanya pulang ke mansion. Tentu saja Martha tidak akan membiarkan Savana sendirian di apartemennya, ia ingin Savana ada yang merawat kalau tinggal bersamanya.

Kaki Savana sudah membaik dan siang itu Savana akan pulang. Selama 2 Minggu itu, Jonas dan Javier gencar mendekatinya. Hampir setiap hari mereka datang ke rumah sakit. Sementara Justin, ia sibuk dengan pemotretan bahkan sekarang pria itu sedang berada di Milan bersama dengan model lainnya.

Ketika Savana sedang berganti baju, Martha pamit pergi keluar dari ruangan itu untuk membayar biaya administrasi selama Savana berada di rumah sakit.

"Huft... akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit. Aku benci bau obat, aku benci rumah sakit. Setelah ini aku harus mengatur ulang pameran seni ku lagi!" gumam Savana sambil mengancingkan kemeja bajunya.

Klek!

Tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka, sontak saja Savana langsung menoleh ke arah pintu. "KYAAKK!!" teriak Savana terkejut melihat sosok pria diambang pintu kamar yang melihatnya setengah telanjang, sebab ia belum memakai celana panjang. Hanya celana pendek dan kemeja yang bahkan belum di kancingkan. Lalu memperlihatkan gundukan kenyal milik Savana.

Javier menelan saliva, membuka matanya lebar-lebar secara refleks saat melihat penampilan Savana yang seperti itu. Sungguh, Savana membuat junior dibawah sana langsung sesak.

ASTAGA!

"OLD MAN JERK!!" pekik Savana marah, kemudian ia membalikkan badannya.

"Ma-maafkan aku...aku tidak sengaja!" kata Javier buru-buru.

"JUST GO!!" teriak Savana sambil menyembunyikan air matanya yang mengembun. Ia sungguh malu karena Javier melihat tubuhnya yang bisa dibilang setengah telanjang itu.

Javier mengigit bibir bagian bawahnya, lalu ia pun keluar dari ruangan itu dan tak lupa mengunci pintunya.

Deg, deg!

Hati Javier berdebar-debar saat melihat pemandangan barusan. Pemandangan itu tidak asing sebab Javier sudah pernah melihatnya sebelumnya. Bahkan ia sudah pernah menjamah tubuh Savana.

"Astaga! Apa yang aku lakukan? Lagi-lagi tubuhku beraksi terhadap gadis yang seumuran dengan putriku. Apa ini wajar?" gumam Javier bingung dengan perasaannya sendiri.

Ia sebenarnya agak kaku dalam urusan asmara, bahkan ia tak pernah bermesraan dengan mantan istrinya. Sebab dulu ia menikah dengan mama Elena karena terpaksa. Elisa menjebaknya dengan obat perangsang dan membuat Elisa hamil Elena. Setelah menikah 2 tahun, Elisa dan Javier bercerai karena Elisa tidak tahan dengan sikap dingin Javier. Selama dua tahun itu Javier tidak pernah sekalipun menyentuhnya.

Lalu kini Javier malah memiliki hasrat terhadap sahabat putrinya sendiri. Gila!

Di dalam ruangan itu, Savana mengumpat Javier dengan kesal juga mengumpat dirinya yang bodoh karena tidak mengunci pintu. Ia pikir walaupun tak mengunci pintu, orang yang akan masuk ke ruangan itu pasti memiliki etika untuk mengetuk pintu.

"Hiks...Savana bodoh! Kau terlihat sangat murahan di matanya. Tubuhmu sudah di jamah olehnya dan sekarang--aih..."

Savana duduk di atas ranjang dengan berlinang air mata. Ia sudah berpakaian lengkap kali ini.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dan suara Javier dari luar sana.

Tok,tok,tok!

"Apa kau sudah selesai berganti baju?" tanya Javier dengan suara pelan seperti berhati-hati.

"Mau apa om kesini? Pergi!" usir Savana kesal.

Tidak ada suara dari luar sana karena Javier langsung masuk ke dalam ruangan itu. Ia melihat Savana menangis dan marah padanya. Javier mendekat ke arah Savana dan hendak mengusap air mata gadis itu.

"Aku ingin bicara--"

"Stop! Om pasti mau bilang aku cewek murahan lagi kan? Aku tidak mau mendengarnya lagi, jadi jangan bicara om."

"Savana kamu salah pah--"

"Aku sudah cukup malu, tolong om jangan bicara apapun...hiks..." gadis itu menangis seperti anak kecil, tersedu-sedu. Javier menghela nafas kasar, ia hendak menjelaskan tapi Savana terus memotong ucapannya.

"Dengarkan dulu aku bicara! Jangan langsung me--"

Klek!

"Tuan Javier, anda ada disini juga?" tanya Martha dan Grace yang baru saja membuka pintu kamar itu. Mereka melihat Javier berdiri tak jauh dari Savana berdiri.

"I-iya nyonya Martha, saya datang kesini untuk menjenguk Savana." jawab Javier gugup. Martha mengerutkan keningnya, ia merasa heran kenapa akhir-akhir ini Javier sering terlihat bersama Savana.

Apa jangan-jangan tuan Javier menyukai Savana dalam hal seperti itu? Ah...tidak mungkin kan!

Martha segera menepis pikirannya, lalu berjalan menghampiri Savana yang matanya terlihat sembab. "Savana kau kenapa? Kau menangis nak?" tanya Martha pada cucunya itu.

"Ka-kakiku sedikit sakit nek, tadi saat aku ganti baju, ta-tak sengaja aku menyenggol kakiku dan masih terasa sakit." ucap Savana gugup sembari menyeka air matanya.

"Kau ini! Biasanya juga kau tidak pernah menangis kalau sakit ataupun jatuh, kenapa sekarang menangis?" Martha terheran-heran karena ia tau Savana bukan gadis cengeng yang akan menangis oleh rasa sakit fisik di tubuhnya. Savana biasanya menangis karena dibentak atau ada yang membuatnya sakit hati.

"Nek...ayo kita pulang." ajak Savana sambil membawa tas selempangnya.

"Biar saya bantu bawakan barangnya nyonya," ucap Javier sopan sambil membawakan tas besar di sana.

"Tidak usah, biar saya saja tuan." kata Grace pada Javier.

"Ini berat nyonya, biar saya yang bawakan." kata Javier seraya tersenyum, ia menenteng tas itu lalu pergi mendahului Martha, Grace dan Savana yang masih ada dibelakangnya.

Martha menatap cucunya dengan tatapan aneh dan membuat Savana bertanya. "Ada apa nek? Kenapa dengan tatapanmu itu?"

"Kau...ada hubungan apa dengan tuan Javier?"

"Huh?"Savana tercekat mendengar pertanyaan neneknya. "Apa maksud nenek? Tentu saja dia adalah ayah sahabatku!"

"Dia selalu berada di sekitarmu, perhatian padamu, bahkan dia sudah membayar biaya administrasi pengobatanmu. Savana, nenek tidak mau kau ada hubungan apapun dengannya!" cetus Martha pada cucunya.

Bagaimana bisa cucuku berhubungan dengan pria yang sudah menikah? Ini tidak benar. Batin Martha cemas.

"Nek..." lirih Savana masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Martha.

"Ayo kita pulang," ajak Martha dengan raut wajah kurang menyenangkan. Secara terang-terangan dia melarang cucunya untuk tidak memiliki hubungan dengan Javier.

Ada apa dengan nenek?

Mereka pun pulang ke mansion Martha diantar oleh Javier juga. Martha langsung mengganti uang pengobatan Savana pada Javier setelah Savana dan Grace masuk lebih dulu ke dalam manusia.

"Tidak apa-apa nyonya, saya tidak keberatan." Javier menolak.

"Maaf tuan Javier, tapi saya yang tidak keberatan. Tolong terimalah dan saya mohon jauhi cucu saya," ucap Martha tegas.

Javier bingung dan bertanya-tanya kenapa sikap Martha berubah padanya. "Nyonya..."

"Saya sadar dan saya tau gelagat anda tuan Javier, anda menyukai cucu saya. Tapi tidak pantas seorang yang sudah beristri mendekati cucu saya." ketus Martha.

Aku? Menyukai Savana? Batin Javier tersentak dengan perkataan Martha.

"Nyonya anda--"

"Saya harap anda menjauhi cucu saya." kata Martha yang memangkas ucapan Javier. Ya, Savana dan neneknya sama-sama suka menyela.

Martha pun masuk ke dalam mansion, dia sungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia mengira Javier mempunyai istri padahal pria itu seorang duda.

Ternyata ucapan Martha membuat Javier menyadari perasaannya. Bahwa ia memang menyukai Savana sebagai lawan jenis.

"Aku menyukai Savana...ya aku menyukai dia. Hah...ini gila!" seru Javier sambil tersenyum sendiri.

...*****...

Hai Readers jangan lupa komennya dong biar cepat up, 😍 part kolam renang bab selanjutnya ya...

Terpopuler

Comments

Ramadhani Kania

Ramadhani Kania

ayo perjuangin Savana Javier...

2023-01-02

0

Zila Aziz

Zila Aziz

ah sudah... hubungan tak direstui

2022-12-14

0

Tiahsutiah

Tiahsutiah

si om baru sadar dengan petasaan nya🤣🤣🤣

2022-12-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejutan terindah!
2 Bab 2. Tanggung jawab, om
3 Bab 3. I'm not virgin anymore
4 Bab 4. Javier pulang ke rumah
5 Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6 Bab 6. You still virgin
7 Bab 7. Aku bukan pelacur
8 Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9 Bab 9. Mari berkencan
10 Bab 10. Jadian
11 Bab 11. Mengompori Elena
12 Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13 Bab 13. Savana sakit hati
14 Bab 14. Savana kecelakaan?
15 Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16 Bab 16. Nenek Savana
17 Bab 17. Ada yang cemburu?
18 Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19 Bab 19. Menyadari perasaan
20 Bab 20. Kolam renang
21 Bab 21. Mencintai Savana
22 Bab 22. Gara-gara film
23 Bab 23. Genggaman tangan
24 Bab 24. Pameran seni
25 Bab 25. Kecewanya Savana
26 Bab 26. Savana kesal
27 Bab 27. Maafkan aku Savana?
28 Bab 28. Hanya anak ingusan
29 Bab 29. Menanti jawaban
30 Bab 30. Resmi jadi kekasih
31 Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32 Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33 Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34 Bab 34. Javier panik
35 Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36 Bab 36. Semua gelap!
37 Bab 37. 1 bulan kemudian
38 Bab 38. Diejek
39 Bab 39. Steve dan Emma
40 Bab 40. Donor mata
41 Bab 41. Bisa melihat lagi
42 Bab 42. NENEK!
43 Bab 43. Surat dari Martha
44 Bab 44. Duka Savana
45 Bab 45. Hubby baby girl
46 Bab 46. Kesan pertama
47 Bab 47. Margaretha baik
48 Bab 48. Malam pertama di muka?
49 Bab 49. Jangan sentuh aku
50 Bab 50. Satu restu lagi
51 Bab 51. Margaretha antusias
52 Bab 52. Couvade syndrome
53 Bab 53. Hari bahagia
54 Bab 54. Cemburunya Hubby
55 Bab 55. Savana marah lagi
56 Bab 56. Jodoh Alexa?
57 Bab 57. Leo main sosor
58 Bab 58. Eun woo?
59 Bab 59. Ngidam bumil cantik
60 Bab 60. Born (End)
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1. Kejutan terindah!
2
Bab 2. Tanggung jawab, om
3
Bab 3. I'm not virgin anymore
4
Bab 4. Javier pulang ke rumah
5
Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6
Bab 6. You still virgin
7
Bab 7. Aku bukan pelacur
8
Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9
Bab 9. Mari berkencan
10
Bab 10. Jadian
11
Bab 11. Mengompori Elena
12
Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13
Bab 13. Savana sakit hati
14
Bab 14. Savana kecelakaan?
15
Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16
Bab 16. Nenek Savana
17
Bab 17. Ada yang cemburu?
18
Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19
Bab 19. Menyadari perasaan
20
Bab 20. Kolam renang
21
Bab 21. Mencintai Savana
22
Bab 22. Gara-gara film
23
Bab 23. Genggaman tangan
24
Bab 24. Pameran seni
25
Bab 25. Kecewanya Savana
26
Bab 26. Savana kesal
27
Bab 27. Maafkan aku Savana?
28
Bab 28. Hanya anak ingusan
29
Bab 29. Menanti jawaban
30
Bab 30. Resmi jadi kekasih
31
Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32
Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33
Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34
Bab 34. Javier panik
35
Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36
Bab 36. Semua gelap!
37
Bab 37. 1 bulan kemudian
38
Bab 38. Diejek
39
Bab 39. Steve dan Emma
40
Bab 40. Donor mata
41
Bab 41. Bisa melihat lagi
42
Bab 42. NENEK!
43
Bab 43. Surat dari Martha
44
Bab 44. Duka Savana
45
Bab 45. Hubby baby girl
46
Bab 46. Kesan pertama
47
Bab 47. Margaretha baik
48
Bab 48. Malam pertama di muka?
49
Bab 49. Jangan sentuh aku
50
Bab 50. Satu restu lagi
51
Bab 51. Margaretha antusias
52
Bab 52. Couvade syndrome
53
Bab 53. Hari bahagia
54
Bab 54. Cemburunya Hubby
55
Bab 55. Savana marah lagi
56
Bab 56. Jodoh Alexa?
57
Bab 57. Leo main sosor
58
Bab 58. Eun woo?
59
Bab 59. Ngidam bumil cantik
60
Bab 60. Born (End)
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!