...🍀🍀🍀...
Savana mengangkat tangannya, gadis itu terlihat sangat marah. "Cukup om! Dari pelacur sampai wanita murahan. Jadi itu anggapan om padaku? Okay fine, om. Aku selalu mentolerir sikap om selama ini...om sendiri yang mengajakku untuk berpacaran bukan? Aku juga tau om terpaksa, tapi aku pikir...aku pikir om benar-benar akan bertanggungjawab dan menghargai perasaanku. Benar, aku telah jatuh cinta pada om tanpa kusadari. Tapi bukan berarti om bisa mengabaikanmu, bukan berarti om bisa memperlakukanku seenaknya bahkan menghinaku!"
"Tu-tunggu..." Javier berusaha bicara namun tertahan oleh Savana yang terus bicara.
Cinta? Tunggu! Dia benar-benar mencintaiku.
"Aku...sudah cukup dengan semua ini. Kalau om tidak mau bertanggungjawab ya sudah. Tinggal bilang saja tidak, kan? Tanpa perlu MENYAKITI HATIKU dengan menghinaku. Dan...mulai saat ini aku tidak akan menganggu om lagi, aku tidak akan meminta apapun dari om. Aku sudah menyerah padamu, om! AKU MENYERAH" kata Savana sakit hati, ia menangis lalu berlari pergi dari sana.
Akhirnya kata lelah keluar juga dari bibirnya setelah diabaikan selama 1 Minggu oleh Javier. Padahal dulu saat ia berhubungan dengan Jonas, tak pernah ia diabaikan selama 1 Minggu.
Javier hendak mengejar Savana, namun dia belum memakai baju. "SAVANA! Tunggu saya! Saya---aargghhh sial!"
Pria itu buru-buru memakai kaos oblong dan celana boxer yang mudah dipakai, kemudian ia pun berlari mengejar Savana ke depan rumah. Hilda dan beberapa maid di rumah itu melihat Javier yang berlari ke depan rumah.
Mereka bertanya-tanya ada apa depan Javier, terlebih lagi pria itu memanggil nama Savana. Sahabat dari putrinya. Sebenarnya apa yang terjadi?
"SAVANA! SAVANA!"
Tadinya Javier ingin meminta para penjaga mansion itu untuk menutup gerbang, namun terlambat. Gadis itu sudah melajukan mobilnya keluar dari mansion dengan ugal-ugalan.
"Sial! Aku tidak bermaksud mengatakannya! Savana maafkan aku! Maaf!" Javier menarik rambutnya sendiri dengan kasar, ia menyesali apa yang ia katakan pada Savana.
Kenapa kata murahan itu keluar dari bibirnya? Ya ampun, Javier sudah gila dan sekarang ia jadi semakin merasa bersalah.
Javier pun menyusul Savana seorang diri karena takut terjadi sesuatu pada Savana dengan mengenakan boxer dan kaos oblong, ia tak peduli dengan penampilannya saat ini yang penting ia bisa mengejar Savana dan bicara padanya.
*****
Savana mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan, disertai dengan kemarahan dan sesak didadanya. Bulir air mata itu tidak bisa ia hentikan. Kata-kata Javier masih terngiang di kepalanya dan telah merasuk ke dalam hatinya.
"Sialan! Aku benci kau Om! Aku benci! Aku benci air mata yang tak mau berhenti ini, aku tidak suka. Huaaahhh... huaaahhh...Elena papamu sangat jahat, Elena..."
Tak lama kemudian, Savana yang ngebut itu tak sengaja melanggar rambu lalu lintas dan mobilnya bertabrakan dengan mobil lain dari arah kanan.
BRAK!
Bemper mobil Savana hancur, gadis itu tidak sadarkan diri didalam mobilnya dengan darah mengucur dari kepalanya.
Tak berselang lama setelah kecelakaan itu, Javier secara sengaja lewat jalan sana sebab ia mengejar Savana. "Ada apa ditengah jalan itu? Kenapa banyak sekali orang, juga ada ambulan dan polisi?" gumam Javier penasaran.
Javier pun segera menepikan mobilnya, ia berjalan ke tengah-tengah jalan yang kini di kelilingi oleh polisi, juga ada dua mobil ringsek disana. Javier sama sekali tak peduli dengan pandangan orang-orang saat ini padanya. Mungkin dia disebut orang aneh yang baru bangun tidur.
"Astaga...ini kan mobil Savana!" pekik Javier saat melihat plat mobil berwarna merah yang rusak itu.
"Pak polisi! Dimana orang yang ada di mobil ini? KATAKAN PADAKU PAK POLISI?!" Javier bertanya pada salah satu petugas kepolisian itu dengan berteriak panik.
"Orang itu dibawa ke rumah sakit xx, tuan." jawab salah satu polisi itu.
Javier segera berlari masuk ke dalam mobilnya lalu ia tancap gas menuju ke rumah sakit yang dikatakan oleh petugas kepolisian.
"Savana...kau harus BAIK-BAIK saja. Kau pasti baik-baik saja." gumam Javier sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia mencemaskan keadaan Savana.
...****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Siti Nur Janah
kapok. kalau anakmu tau pasti akan marah padamu javier
2025-02-21
0
Efrida
kapok
2023-08-20
0
Ramadhani Kania
Elena tew bisa marah bsar dia ma dedynya....
2023-01-02
0