Bab 9. Mari berkencan

...🍁🍁🍁...

Beberapa menit sebelum Griselda sampai di apartment putrinya. Wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda itu baru saja berbicara dengan sekretarisnya yang mengabarkan bahwa pertemuannya dengan CEO Sanderix grup di tunda.

Griselda sama sekali tidak marah dengan penundaan jadwal pertemuannya itu sebab ia memiliki pertemuan dengan Jonas dan juga mamanya. Jonas adalah pria yang dijodohkan dengan Savana putrinya. Mama Jonas adalah salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan yang dikelola oleh Griselda. Hubungan mereka bukan sekedar hubungan bisnis saja melainkan hubungan pertemanan yang dekat.

"Maaf, Amber... kenapa kau tiba-tiba meminta aku bertemu denganmu? Ada apa?" tanya Griselda terheran-heran karena sahabatnya datang menemuinya tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.

"Begini Grisel, maaf sebelumnya Kalau aku telah mengganggu waktumu. Tapi aku harus mengatakan semua ini yang berkaitan dengan kedua anak kita!" kata Amber sahabat baiknya.

"Ya? Ada apa dengan anak-anak kita? Bukankah hubungan anak-anak kita sangat baik."

"Jonas, lebih baik kau yang menjelaskan kepada tante Griselda." desak Amber pada Jonas yang duduk tepat di sampingnya.

"Begini Tante...Savana dia tiba-tiba saja memutuskan pertunangan kami begitu dia kembali ke Chicago."

"A-apa? Savana begitu? Apa alasannya?" Griselda sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Jonas. Ia heran sebab hubungan antara jones dan Savana selama ini baik-baik saja.

"Tante, ini semua karena Savana yang terlalu cemburuan dengan saya. Saat dia ke apartemen saya, dia terkejut karena saya bersama teman wanita saya disana. Tapi kejadian sebenarnya bukan begitu tante, saya tidak sendiri di sana. Saya bersama dengan teman-teman yang lain dan mereka seorang pria. Namun Savana terlanjur marah dan salah paham, dia kemudian menyerahkan cincin pertunangan kami dan mengatakan putus." jelas Jonas dengan wajah yang meyakinkan dan memelas. Seolah semua ini adalah salah Savana yang salah paham.

"APA? Apa benar begitu Jonas?!"

Tidak, Savana tidak boleh membatalkan pertunangan ini. Sudah susah payah aku menjodohkan mereka dan Savana setuju karena dia juga mencintai Jonas. Seenaknya saja anak itu ingin membuat bisnisku hancur! Pembatalan pertunangan sama saja dengan kehancuran perusahaan dan persahabatanku dengan Amber.

Griselda terlihat begitu gelisah dan takut. Akhirnya dia mengatakan kepada Jonas dan juga ibunya untuk tidak khawatir. Sebab dia akan berbicara dengan Savana dan menjelaskan semuanya untuk tidak salah paham dan mengambil keputusan di bawah kendali emosi.

****

Kini Griselda sudah berada di depan apartemen putrinya. Ia bahkan sudah menamparnya barusan. Savana menatap mamanya dengan terheran-heran. Dari kejauhan Javier dan Elena melihat semua itu.

"Ma! Kenapa Mama datang datang dan langsung menamparku?" tanya Savana tak terima dengan perlakuan mamanya.

"Berani sekali kau! Kau pikir kau siapa memutuskan pertunangan seperti itu? Hah?!"

"Lalu apa menurutmu, aku harus tetap menjalani hubungan ini seperti orang bodoh dan tunanganku akan terus bercinta dengan wanita lain!" teriak Savana emosi, ia menahan air matanya sekuat mungkin.

"Jangan bohong! Jonas tidak berselingkuh darimu, kau salah paham dan kau yang cemburuan persis seperti papamu!" tunjuk Griselda pada putrinya.

Savana terkejut dengan apa yang dikatakan oleh mamanya. Mamanya membela dan lebih percaya pada Jonas daripada dirinya. Selama ini Savana selalu menuruti apa mau Griselda, bahkan pertunangan dengan Jonas pun karena keinginan Griselda dan memang saat itu Savana tertarik pada Jonas. Tapi nyatanya

"Papa bukan cemburuan, tapi kau memang benar berselingkuh sampai kau melahirkan anak haram itu!"

"SAVANA! KEEP YOUR MOUTH!" bentak Griselda.

Saat tangan Griselda melayang dan hendak menampar Savana lagi, ada satu tangan mencekal tangan Griselda.

"Siapa yang--" Griselda marah, ia menoleh pada pria yang menahan tangannya itu. Seketika ia langsung mengerutkan kening saat melihatnya. "Tuan Javier?"

"Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah nyonya Griselda." ucap Javier dingin dan tegas. Lalu dia melepaskan tangan Griselda.

Javier menatap Savana yang berkaca-kaca, pipinya juga memerah karena ditampar oleh Griselda. Sungguh Javier tidak menyangka bahwa Griselda yang merupakan ibu dari Savana, tega menyakitinya. Hati Javier jadi semakin merasa bersalah.

"Tante! Savana punya alasan kenapa dia membatalkan pertunangannya dengan bajingan itu! Tante jangan main pukul dan dengarkan penjelasan dari Savana!" seru Elena marah pada Griselda.

Griselda tidak dapat berbuat apa-apa karena ada Javier dan Elena disana. Akhirnya dia memilih pergi dan memilih lain hari untuk berbicara dengan Savana.

Savana pun mempersilahkan Javier dan Elena untuk masuk ke dalam apartemennya. Apartemen itu terlihat rapi dan anggun, tidak seperti pemiliknya yang cuek.

"Aku akan buatkan buatkan minum dulu ya, om, Elena."

"Tidak usah ,biar aku saja yang membuatnya. Kau tunggu disini ya,"

"Elena, aku tidak apa-apa." balas Savana seraya tersenyum. Tapi senyum itu menyiratkan luka di matanya. Bahkan Javier tidak mengalihkan pandangan dari Savana meski berulang kali wanita itu memalingkan wajah darinya.

"Dad, tolong jaga Savana dulu ya. Aku akan buatkan minuman sekalian ambil cemilan kesukaanku dan Savana," ujar Elena pada ayahnya.

"Ya nak," balas Javier sembari tersenyum.

Setelah Elena melenggang pergi ke dapur, kini tinggal Savana dan Javier yang duduk berdua di ruang tengah itu. Savana diam saja dan memutar bola matanya kesana kemari, asalkan tidak bertatapan dengan Javier.

Mau apa dia kemari? Menyebalkan dan memalukan sebab dia melihat mama menamparku. Oh! Aku pasti tampak menyedihkan.

"Little girl, saya mau bicara." kata Javier memecah keheningan disana. Savana pun menoleh padanya.

"Bicara saja,"

"Saya akan bertanggungjawab atas apa yang saya lakukan malam itu."

"Apa maksud om dengan uang? Kapal pesiar? Liburan? Maaf saya tidak mau menerima semua itu--jika om kesini hanya untuk menghinaku, lebih baik--"

"TIDAK! Saya tidak bermaksud untuk menghinamu. Tolong dengarkan ucapan saya sampai akhir," ucap Javier seraya mendekat pada Savana.

"Tidak! Aku tak mau dengar, om tidak perlu bertanggungjawab! Anggap saja malam itu kita tidak melakukan apa-apa," kata Savana marah.

"Little girl!" sentak Javier

"Berhenti bicara atau Elena akan mendengar kita. Aku paham, aku yang salah dan aku tidak berpikir jernih. Aku akan cari pria lain yang mungkin akan menjamah tubuhku dan aku akan meminta pertanggungjawabannya." seloroh Savana dengan senyum getir di bibirnya. "Om tidak perlu khawatir! Aku tidak akan meminta pertanggungjawaban mu!" sambungnya lagi.

"Kau tidak boleh bicara begi--"

"Tara....makanan dan minuman sudah datang!"

Kedatangan Elena membuat percakapan Javier dan Savana terputus. Elena datang membawa makanan dan minuman lalu menyimpannya ke atas meja.

Tak lupa Elena membawakan kompres untuk mengobati luka di pipi Savana. Elena begitu menyayangi Savana sahabatnya itu dan Javier dapat melihat kasih sayang itu.

Malam pun tiba, Javier pun di usir secara halus oleh Savana dari apartemennya. Tapi saat Javier akan pergi, pria itu malah membawa Savana masuk ke dalam kamarnya. Tak lupa Javier mengunci pintunya.

"Om! Elena ada di luar dan apa yang om lakukan?" Savana kesal, kedua pergelangan tangannya di genggam erat oleh satu tangan Javier dan diletakkan diatas kepalanya.

"Saya bilang dengarkan saya dulu! Saya minta maaf karena saya telah melukai hatimu dan saya akan. bertanggungjawab, sungguh little girl." Javier menatap Savana dengan tatapan yang dalam dan bersungguh-sungguh. Hingga Savana pun terbuai ke dalam tatapannya itu.

"Tanggung jawab dengan cara apa?"

"Mari kita berkencan," jawab Javier yang sontak membuat kedua mata berwarna abu-abu itu melebar. Lalu matanya jadi berbinar binar.

"Untuk pernikahan saya belum bisa, tapi kita bisa berkencan kalau kau mau."

Kedua netra mereka bertemu. Entah siapa yang memulai, kini dua benda kenyal milik mereka saling bertemu dan menyapa.

...***...

Terpopuler

Comments

Lily Miu

Lily Miu

dasar kurang ajar

2023-02-24

0

Ramadhani Kania

Ramadhani Kania

bkln bucin nie kyknya om duda...

2023-01-02

0

pembaca novel

pembaca novel

siapa yang cium duluan hah🤣

2022-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejutan terindah!
2 Bab 2. Tanggung jawab, om
3 Bab 3. I'm not virgin anymore
4 Bab 4. Javier pulang ke rumah
5 Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6 Bab 6. You still virgin
7 Bab 7. Aku bukan pelacur
8 Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9 Bab 9. Mari berkencan
10 Bab 10. Jadian
11 Bab 11. Mengompori Elena
12 Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13 Bab 13. Savana sakit hati
14 Bab 14. Savana kecelakaan?
15 Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16 Bab 16. Nenek Savana
17 Bab 17. Ada yang cemburu?
18 Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19 Bab 19. Menyadari perasaan
20 Bab 20. Kolam renang
21 Bab 21. Mencintai Savana
22 Bab 22. Gara-gara film
23 Bab 23. Genggaman tangan
24 Bab 24. Pameran seni
25 Bab 25. Kecewanya Savana
26 Bab 26. Savana kesal
27 Bab 27. Maafkan aku Savana?
28 Bab 28. Hanya anak ingusan
29 Bab 29. Menanti jawaban
30 Bab 30. Resmi jadi kekasih
31 Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32 Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33 Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34 Bab 34. Javier panik
35 Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36 Bab 36. Semua gelap!
37 Bab 37. 1 bulan kemudian
38 Bab 38. Diejek
39 Bab 39. Steve dan Emma
40 Bab 40. Donor mata
41 Bab 41. Bisa melihat lagi
42 Bab 42. NENEK!
43 Bab 43. Surat dari Martha
44 Bab 44. Duka Savana
45 Bab 45. Hubby baby girl
46 Bab 46. Kesan pertama
47 Bab 47. Margaretha baik
48 Bab 48. Malam pertama di muka?
49 Bab 49. Jangan sentuh aku
50 Bab 50. Satu restu lagi
51 Bab 51. Margaretha antusias
52 Bab 52. Couvade syndrome
53 Bab 53. Hari bahagia
54 Bab 54. Cemburunya Hubby
55 Bab 55. Savana marah lagi
56 Bab 56. Jodoh Alexa?
57 Bab 57. Leo main sosor
58 Bab 58. Eun woo?
59 Bab 59. Ngidam bumil cantik
60 Bab 60. Born (End)
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1. Kejutan terindah!
2
Bab 2. Tanggung jawab, om
3
Bab 3. I'm not virgin anymore
4
Bab 4. Javier pulang ke rumah
5
Bab 5. Permintaan Elena pada daddynya
6
Bab 6. You still virgin
7
Bab 7. Aku bukan pelacur
8
Bab 8. Javier dan rasa bersalahnya
9
Bab 9. Mari berkencan
10
Bab 10. Jadian
11
Bab 11. Mengompori Elena
12
Bab 12. Kekompakan dua sahabat
13
Bab 13. Savana sakit hati
14
Bab 14. Savana kecelakaan?
15
Bab 15. Jangan peduli padaku lagi
16
Bab 16. Nenek Savana
17
Bab 17. Ada yang cemburu?
18
Bab 18. Tiga pria bikin pusing
19
Bab 19. Menyadari perasaan
20
Bab 20. Kolam renang
21
Bab 21. Mencintai Savana
22
Bab 22. Gara-gara film
23
Bab 23. Genggaman tangan
24
Bab 24. Pameran seni
25
Bab 25. Kecewanya Savana
26
Bab 26. Savana kesal
27
Bab 27. Maafkan aku Savana?
28
Bab 28. Hanya anak ingusan
29
Bab 29. Menanti jawaban
30
Bab 30. Resmi jadi kekasih
31
Bab 31. Semalam di apartemen Savana
32
Bab 32. Cerita Javier dan Elisa
33
Bab 33. Retaknya hubungan sahabat
34
Bab 34. Javier panik
35
Bab 35. Kebenaran dan kecewa
36
Bab 36. Semua gelap!
37
Bab 37. 1 bulan kemudian
38
Bab 38. Diejek
39
Bab 39. Steve dan Emma
40
Bab 40. Donor mata
41
Bab 41. Bisa melihat lagi
42
Bab 42. NENEK!
43
Bab 43. Surat dari Martha
44
Bab 44. Duka Savana
45
Bab 45. Hubby baby girl
46
Bab 46. Kesan pertama
47
Bab 47. Margaretha baik
48
Bab 48. Malam pertama di muka?
49
Bab 49. Jangan sentuh aku
50
Bab 50. Satu restu lagi
51
Bab 51. Margaretha antusias
52
Bab 52. Couvade syndrome
53
Bab 53. Hari bahagia
54
Bab 54. Cemburunya Hubby
55
Bab 55. Savana marah lagi
56
Bab 56. Jodoh Alexa?
57
Bab 57. Leo main sosor
58
Bab 58. Eun woo?
59
Bab 59. Ngidam bumil cantik
60
Bab 60. Born (End)
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!