19. Pintu Rahasia

Celia menutup matanya saat melihat tubuh polos pria tampan di hadapannya saat ini.

pemuda itu melilit tubuhnya dengan handuk lalu menghampiri Celia yang sedang ketakutan setengah mati.

Walaupun pemuda itu mengetahui kalau Celia masuk ke tempatnya melalui pintu rahasia yang mudah bergeser jika menemukan tuas rahasia yang ada di gudang penyimpanan bahan makanan itu.

"Hei kau!"

Bentak pemuda itu saat Celia masih membelakangi tubuhnya.

"Aku tidak melihatmu. Tolong menjauh lah dariku!"

Pinta Celia tanpa membalikkan tubuhnya.

"Ini kamarku, bagaimana mungkin aku harus menjauh dari kamarku sendiri?" Omel pemuda itu.

"Ini kamarmu? Ya Allah, bagaimana bisa aku bisa berada di sini?" Tanya Celia bingung.

Pria tinggi besar ini dengan perawakan wajah Arab mendengar sebutan nama Allah dari mulut Celia. Ia merasa kalau Celia adalah seorang wanita muslim.

"Apakah kamu seorang muslim?"

"Iya! Maaf aku tadi sedang bersembunyi dari para penjahat yang mengejarku di restoran itu." Ucap Celia terbata-bata.

"Penjahat?"

"Iya, saya tidak bohong tuan!"

Ucap Celia dengan tubuh gemetar dan wajah terlihat pucat.

"Mana mungkin ada penjahat kalau restoran ku..! Astaga..!"

Wajah Khalid menegang mengingat ada gangster yang selalu datang ke restoran itu dengan membuat ulah.

Pemuda tampan itu menampilkan rekaman CCTV yang ada di televisi. Ia melihat di setiap sudut restoran di mana para pelayan dan staff lainnya sedang bersembunyi di ruang rahasia.

Sementara di luar restoran tidak terlihat CCTV nya karena sudah di rusak oleh Cyra agar tidak terekam aksinya untuk menumpas para penjahat.

Celia hanya duduk di tempatnya dan tak ingin bergerak sebelum di pinta sama pemilik rumah itu.

Pemuda itu kembali lagi ke Celia menanyakan kronologi peristiwa yang menimpa dirinya. Celia begitu bingung menjelaskan kepada pemuda ini karena dirinya saat ini sedang di awasi oleh pengawal kerajaan.

"Bagaimana bisa penjahat mengikuti kalian? dan di mana saudaramu yang makan bersama denganmu itu?"

Tanya pemuda tampan itu.

Melihat Celia diam, ia akhirnya menghubungi manajer restorannya dan menanyakan apa yang terjadi di restoran itu.

"Ada masalah apa di restoran? Kenapa bisa ada penjahat masuk ke restoran itu?"

"Maaf prince! Restoran kita sedang ada dua tamu kehormatan. Dua gadis itu itu adalah princess dan restoran itu di booking raja Maroko untuk menjaga keamanan kedua putrinya." Jelas manajer itu.

Degggg....

"Dia adalah princess..?"

Tanya pemuda tampan itu sambil melirik Celia yang sedang memeluk kedua kakinya dan menangis seperti tawanan.

Ia sedang memikirkan Cyra yang ada di luar sana melawan para penjahat.

Pemuda tampan itu kembali lagi ke Celia dan menegur gadis itu dengan sopan saat mengetahui Celia bukan gadis sembarangan.

"Nona! Apakah kamu sudah baikan sekarang?"

"Aku masih takut. Mereka akan membunuhku kalau aku tidak bersama Cyra." Ujar Celia sambil mengusap air matanya.

"Kamu aman di sini bersamaku. Apakah kamu ingin menghubungi saudaramu?"

Celia baru ingat, kalau ia bisa menghubungi Cyra. Celia mengambil ponselnya dan berharap agar Cyra sudah bisa mengatasi keadaan di luar restoran.

"Celia!"

"Cyra!"

"Syukurlah kamu selamat!" Ucap Celia berbinar.

"Kamu di mana? Aku sudah keliling gudang dan dapur restoran tapi tidak menemukan kamu."

"Aku...?" Celia menatap wajah tampan pemuda yang ada di hadapan ini seakan minta pendapatnya harus menjawab apa pada Cyra.

Pemuda itu meminta ponsel Celia untuk berbicara langsung pada Cyra.

"Saudaramu aman bersamaku. Kenalkan aku pemilik restoran itu, jadi jangan kuatirkan saudaramu. Di mana kamu sekarang? aku akan mengantarnya padamu?"

"Aku masih di dalam restoran. Baik aku tunggu kalian."

Ucap Cyra sambil menarik nafas lega.

"Assalamualaikum nona!" Sapa pemuda itu pada Celia untuk mencair kan suasana yang sempat membuat Celia menegang.

Celia menjawab salam itu sambil menangis.

"Aku akan mengantarmu ke saudaramu. Tapi bolehkah kita berkenalan dulu, sebelum kamu meninggalkan kamar ku?"

Tanya pemuda itu sambil menyodorkan tangannya ke arah Celia.

"Namaku Celia." Ujar Celia tanpa mau bersalaman dengan pemuda tampan itu.

"Aku Khalid."

Ucap Khalid yang kagum dengan princess Maroko ini yang tidak mau menyentuh tangannya.

"Kamu benar-benar seorang princess di manapun kamu berada hingga tidak mau kulitmu bersentuhan dengan lelaki lain yang bukan muhrim mu."

Puji Khalid dalam hatinya.

"Baiklah. Kita temui saudaramu. Dia sedang menunggumu di restoran." Ucap Khalid.

Celia segera bangkit berdiri dan mengikuti langkah Khalid. Mereka memasuki ruang perpustakaan Keluarga membuat Celia kagum melihat penuhnya buku-buku di perpustakaan itu membuat ia menghentikan langkahnya sambil memindai satu persatu rak buku.

Khalid membalikkan tubuhnya dan melihat Celia masih terpukau dengan buku-buku itu.

"Apakah nona ingin melihat buku-buku itu?"

"Bolehkah aku melihatnya sebentar?"

"Silahkan! Waktumu hanya lima menit, nona."

Tanpa menjawab ucapan Khalid, Celia begitu lincah membaca judul tiap buku yang mungkin belum pernah ia baca.

Ia mengambil lima buku yang belum pernah ia membacanya.

"Bolehkah aku meminjam buku mu?"

"Silahkan nona Celia!"

"Aku akan mengembalikannya."

Ucap Celia yang tiba-tiba sudah berada di ruang kerja milik manajer restoran.

"Banyak sekali pintu rahasia di sini." Puji Celia.

"Kami harus menjaga keamanan para staf agar tidak tertangkap oleh para penjahat lokal atau gangster yang selalu mengganggu restoran ini untuk meminta upeti." Ucap Khalid.

Cyra yang sedang duduk di restoran ditemani manajer restoran tersebut nampak gelisah menunggu kedatangan Celia.

"Cyra!"

"Celia!"

Keduanya berpelukan sambil menangis. Cyra menguraikan pelukannya dan melihat Khalid.

"Terimakasih tuan! Sudah melindungi saudaraku."

Ucap Cyra haru.

"Dengan senang hati nona!"

"Aku akan segera mengembalikan buku mu, tuan Khalid!"

"Tidak usah buru-buru, nona Celia karena aku sudah membaca semua buku yang ada di perpustakaan itu." Ujar Khalid tenang.

"Deggggg....

"Ternyata masih ada orang pintar juga di sini."

Gumam Celia yang sangat suka dengan pria jenius sepertinya.

"Sepertinya kita tidak bisa pulang karena ban mobil kita pecah di tembak musuh Celia."

"Terus bagaimana kita bisa pulang?"

"Kita hanya bisa menumpang mobil pengawal."

"Baiklah. Sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini." Ujar Celia.

Keduanya pamit pulang pada tuan Khalid yang mengantar mereka sampai di depan halaman restoran.

"Terimakasih atas kebaikan anda, tuan Khalid."

Ucap Celia sekali lagi sebelum masuk ke mobil pengawal.

"Bagaimana bisa kamu bersama dengan tuan Khalid, Celia?"

"Mereka memiliki beberapa pintu rahasia yang tersambung dengan restoran dan kediaman tuan Khalid."

Ujar Celia menceritakan bagaimana ia bisa terjebak di kamar pribadi tuan Khalid.

"Astaga! Apakah kamu sedang melihat pria itu bugil?"

Tanya Cyra saat keduanya sudah berada di apartemen.

"Cih! Hanya bokongnya saja yang terlihat olehku."

Ucap Celia dengan wajah memerah membayangkan tubuh kekar tuan Khalid.

"Kelihatannya tuan Khalid sangat tampan Celia. Apakah kamu tidak menyukainya?" Goda Cyra.

"Entahlah!" Ujar Celia terlihat malu-malu.

"Ehm...ehm..!" Seperti ada yang sedang jatuh cinta nih."

Tawa Cyra cekikikan saat melihat raut wajah Celia yang sedang kasmaran pada tuan Khalid.

Terpopuler

Comments

Ria Nasution

Ria Nasution

halalin Celia tuan Khalid

2022-12-11

1

Osie

Osie

ayeeee ku setujuuu..bungkoosss celia khalid..sejln..seiman..sama sama anak raja..cucok dah..tp thor boleh lah ku request celia jago bela diri jg...ya ya yaaa

2022-12-11

2

Avina Dwi

Avina Dwi

keren kak lanjuttt

2022-12-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!