2. Ketahuan!

Cyra dan Celia tidak begitu peduli dengan teguran itu. Keduanya menganggap Sean sedang bicara dengan gadis lain. Melihat sikap dua gadis itu yang tidak mempedulikannya sama sekali membuat Sean makin naik pitam.

"Hei! Aku sedang bicara dengan kalian berdua." Ucap Sean seraya menarik lengan Cyra.

Cyra menatap wajah Sean dengan aura membunuh. Sean yang terlihat menantang dirinya makin mencengkram lengan Cyra.

"Apakah kamu tidak mengerti perkataanku?" Tanya Sean ikut menatap manik tajam milik Cyra yang sangat indah itu.

"Bagaimana caramu memanggil kami? Sekarang yang tidak mengerti di sini itu, siapa? apakah pantas orang sepertimu di hargai?"

Cyra menyingkirkan tangan Sean dengan kasar dari lengannya. Sean begitu kaget dengan tenaganya Cyra yang menurutnya begitu kuat untuk wanita seukuran Cyra.

Sean merasa malu dengan perkataan Cyra, hanya saja ia ingin sekali mendapatkan perhatian Cyra, tapi cara yang dilakukan Sean malah membuat Cyra tidak respect dengan dirinya.

Cyra dan Celia segera beranjak dari tempat itu dan kembali ke kelas untuk mengikuti mata kuliah berikutnya.

"Apakah kamu tidak memberikan pelajaran untuk mereka?" Tanya Ryan seakan sedang meledek Sean, yang terkenal sebagai pria playboy.

"Aku rasa dua gadis itu bukan gadis biasa. Mereka seperti punya kekuatan sendiri, entah itu pesona aura mereka atau kecerdasan yang mereka miliki.

Apakah kamu bisa meretas akun milik Cyra?" Tanya Sean pada Ryan yang jago dengan IT seperti Celia.

"Baik! Nanti aku akan mencobanya. Sebaiknya kita kembali ke kelas." Ajak Ryan.

"Tunggu Ryan! Tolong dapatkan Cyra untukku!"

"What....? Kenapa kamu tidak mengusahakan sendiri? kenapa harus memintaku? untuk mendapatkan gadis secantik dan secerdas mereka.

Ryan menolak permintaan Ryan karena ia juga menyukai Cyra. Bola mata Cyra yang biru dengan kulit putih mulus di dukung hidung mancung bibir sensual dan dagu lancip.

Tubuhnya yang jenjang bak super model. Begitu pula dengan Celia . Pesona gadis cantik yang memiliki rambut panjang hitam legam dengan kulit kuning Langsat tapi sedikit pemalu.

Otak jenius yang diwarisi oleh seorang ibu yang saat ini sudah menjabat menjadi ratu Maroko. Kedua ibu mereka benar-benar menjadi ratu yang disegani di negara mereka masing-masing.

Hanya saja kedua gadis ini tidak ingin diperlakukan seperti putri bangsawan lainnya yang harus dijaga super ketat oleh pengawal mereka..

Davin memang sengaja tidak menyuruh prajuritnya untuk mengawasi Cyra karena dengan kekuatan yang dimiliki putrinya Cyra sama seperti dirinya.

Ketika sudah berada di kelas. Suasana tidak seheboh tadi pagi. Kelas itu terlihat lebih tenang karena Sean sudah mengkondisikan teman-temannya untuk tidak lagi membully Cyra dan Celia.

"Ada apa dengan mereka Celia? Perasaan tadi pagi kelas ini seperti pasar malam dan sekarang malah seperti kuburan."

Tanya Cyra menggunakan bahasa Indonesia agar teman-temannya tidak mengerti.

Sean merasa bingung mendengar percakapan Cyra dan Celia yang menggunakan beberapa bahasa saat keduanya bicara. Rasa penasaran pria tampan ini makin bertambah-tambah.

Dosen mulai membuka kelas dengan memperkenalkan dirinya dan mata kuliah yang akan di sampaikan nya.

Dosen itu menanyakan secara acak nama dan negara asal serta berapa banyak bahasa yang mereka kuasai.

"Hari ini kita akan mempelajari mata kuliah geografi manusia. Sebelum saya membahas mata kuliah ini, saya ingin tahu siapa diantara kalian yang mengusai lebih dari dua bahasa?" Tanya profesor Kimberly.

Cyra, Sean, Celia dan beberapa mahasiswa lainnya mengacungkan tangan mereka.

"Coba kamu si tampan sebutkan nama mu!"

"Nama saya Sean. Saya mengusai tiga bahasa selain bahasa Inggris. Yaitu bahasa Jerman, Perancis dan Yunani."

"Kamu sendiri berasal dari mana?"

"Saya asli Amerika." Ujar Sean.

"Siapa yang lebih banyak mengusai bahasa negara lainnya lebih pada, Sean?"

Celia mengangkat tangannya." Nama saya Celia, saya mengusai lebih dari sepuluh bahasa yaitu Indonesia, Arab, Yunani, Jerman, Belanda, Portugal, Rusia, Itali, India, Spanyol. Cina dan Jepang."

Ujar Celia membuat yang lain langsung minder dengan gadis itu.

"Apakah kalian berdua saudara?" Tanya profesor Kimberly pada Cyra dan Celia.

"Kami saudara sepupu. Ibu kami berdua saudara kembar, maksud ku saudara kembar empat." Timpal Cyra.

"Apakah kalian berdua juga terlahir kembar?"

Cyra dan Celia mengangguk.

"Celia! berapa saudara kembarmu?"

"Saya memiliki saudara kembar empat dan sepupu saya kembar tiga." Imbuh Celia.

"Hebat. Terimakasih Celia dan Cyra. Apakah ada lagi yang lain yang mengusai lebih dari sepuluh bahasa?" Tanya profesor Kimberly.

Semuanya terdiam karena diantara mereka paling mengusai dua bahasa. Entah itu bahasa Inggris dengan bahasa negara mereka sendiri jika berasal dari belahan negara lain.

mata kuliah itu berlangsung seru karena membahas berbagai macam budaya dan karakter manusia berdasarkan lingkungan mereka dibesarkan.

Lagi-lagi setiap kali Professor mengajukan pertanyaan, Cyra dan Celia yang lebih dominan menjawabnya.

Dalam sebulan, nama Cyra dan Celia menjadi viral di kampus itu karena kejeniusan mereka. Dengan terkenalnya mereka di kampus, banyak senior di kampus itu mulai mendekati kedua gadis itu dengan berbagai motif.

Hal ini membuat Sean dan Ryan begitu geram hingga membuat kedua pria tampan ini menjadi dingin kepada Cyra dan Celia.

Cyra yang tidak begitu peka dengan perasaannya Sean hanya menganggap biasa saja pada pria tampan itu.

Seperti di saat keduanya mengikuti kegiatan kampus yaitu olahraga bulutangkis, Sean sedikitpun tidak memberikan kesempatan Cyra untuk menguasai permainan.

CYRA yang kesal meninggalkan permainan itu dan mengambil tempat menjadi penonton.

Cyra yang geram, mengerjai Sean membuat kok itu menjauh dari jangkauan Sean.

Otomatis Sean kalah telak saat babak kedua tunggal putra.

"Mengapa aku tidak bisa lagi menjangkau kok padahal sudah hampir dekat denganku."

Batin Sean saat permainan usai.

Ia pun mengganti bajunya dan berkemas untuk segera pulang ke rumahnya. Lagi-lagi ia melihat seniornya yang sedang mendekati Cyra dan mengajak gadis itu berkencan.

Cyra terlihat tidak begitu suka dengan beberapa seniornya yang terlalu agresif saat mengajaknya kencan.

Cyra memanggil sekelompok burung gereja dengan menggunakan kekuatannya menghampiri mereka.

Dalam sekejap burung-burung terbang mengelilingi tubuh Seniornya yang bernama Nathan.

Pria tampan yang bernama Nathan ini, melindungi wajahnya dari serangan burung gereja itu. Dan Cyra segera kabur dari tempat itu menuju mobilnya.

Sean yang memperhatikan Cyra dari dalam mobilnya mulai menaruh curiga kalau Cyra mempunyai kekuatan.

"Sepertinya Cyra bukan gadis biasa. Dia memiliki sesuatu yang bisa mengendalikan apapun dengan kekuatannya.

Pantas saja, dia tidak pernah takut denganku dan tenaga yang dimilikinya, lebih dari tenaga pria dewasa. Siapa kamu Cyra."

Gumam Sean lalu menghampiri Cyra yang hendak masuk ke dalam mobilnya.

Sean menggedor pintu mobil Cyra saat Cyra menyalakan mesin mobilnya. Cyra menurunkan kaca mobilnya dan memperhatikan wajah Sean yang sedang tersenyum padanya.

"Hai Cyra!"

"Ada apa Sean?"

"Apakah malam ini kamu punya waktu senggang?"

"Tidak ada waktu yang nganggur untukku karena semuanya bermanfaat bagiku dalam setiap detiknya."

Ujar Cyra dengan wajah datar.

"Itu berarti kamu menolakku?"

"Jika sudah tahu jawabannya, mengapa harus mengulangi lagi pertanyaan itu di depanku?"

"Baiklah. Jika kamu tidak ingin aku mengajakmu berkencan, bagaimana kalau aku menyebarkan informasi ke semua orang bahwa kamu memiliki kekuatan dalam dirimu."

Ancam Sean membuat Cyra tersentak.

Duarrrr..

Terpopuler

Comments

Rosdiana Diana

Rosdiana Diana

Selamat datang bunda Anju cantik. Makasih ya sudah mampir

2022-12-02

1

Anju Hernawati

Anju Hernawati

lanjut author

2022-12-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!