Perubahan sikap Cyra membuat Sean mulai enggan mendekati lagi gadis itu. Cyra merasa biasa saja karena ia melihat seorang Sean tidak begitu istimewa di hatinya.
Hal ini dijadikan Chloe, seorang gadis yang sudah pernah berkencan dengan Sean menghampiri pemuda itu untuk mendapatkan kembali hati Sean.
Chloe memang tidak sekelas dengan Sean dan Cyra karena mengambil jurusan berbeda dengan keduanya, namun ia selalu mengikuti apapun informasi yang berhubungan dengan Sean, termasuk kencan Sean dan Cyra yang berantakan.
Chloe mendekati Sean yang sedang membuka lokernya.
"Hai Sean!"
Sean terlihat dingin pada Chloe yang menyapanya dengan manis.
"Kau mau apa?"
Tanya Sean dingin.
"Berkencan lagi denganmu."
"Aku tidak lagi berminat padamu."
Ucap Sean ketus untuk menghentikan gadis ini menganggunya.
"Apa hanya perempuan kampung itu, membuat kamu mengabaikan aku?"
Chloe tidak lagi sabar menghadapi sikap Sean yang selalu menghindari dirinya.
Chloe yang melihat Cyra yang sedang melintas ke arah mereka tidak menghentikan Sean yang saat ini sedang menghina dirinya.
Chloe sengaja membuat Cyra mendengar sendiri perkataan Sean yang selalu memperlakukan wanita yang habis manis sepah dibuang.
"Apa hubungan kita berakhir hanya satu malam setelah kamu puas meniduri ku?"
"Hubungan kita tidak memiliki komitmen. Kita hanya melakukan suka sama suka setelah itu kita akan saling melupakan. Bukankah itu perjanjiannya?"
Imbuh Sean yang tidak ingin lagi berurusan dengan Chloe.
"Apakah kamu hanya menginginkan tubuh wanita setelah puas meniduri kami, kamu membuang kami seperti sampah. Apakah itu prinsip hidupmu pada wanita yang kamu anggap mainan?"
Chloe sengaja memanasi hati Sean agar pria tampan ini mengatakan apa saja agar Cyra membenci Sean.
Cyra yang membuka lokernya yang tidak jauh dari Sean menyimak semua perkataan Sean dengan menahan amarahnya yang amat sangat saat ini.
"Beruntunglah diantara kami tidak terjadi apa-apa."
Batin Cyra yang masih berdiri tenang mencari sesuatu di loker miliknya. Pintu loker itu di biarkan terbuka untuk melindungi wajahnya agar Chloe tidak melihat ekspresi wajahnya saat ini.
"Ok Sean! Tidak apa kalau prinsip hidupmu seperti itu pada wanita. Apakah kamu akan memperlakukan sama pada gadis kampung itu?" Tanya Chloe lirih.
Sean membalikkan tubuhnya melihat Cyra yang sudah menutup lokernya dengan kasar lalu menuju kelasnya.
"Sial!"
Apakah dia mendengar semua perkataan ku barusan?"
Sean merasa kerongkongannya terasa kering saat melepaskan beban dihatinya karena merasa sangat galau tidak mendapatkan cinta Cyra.
Tapi ia juga tidak berani mendekati Cyra saat ini walaupun hatinya sangat merindukan gadis itu.
"Astaga! Perasaan apa ini? Aku sudah mencoba melupakan gadis itu, tapi malah membuat aku makin merindukannya.
Sean masih berdiri di depan lokernya sambil mengepalkan kedua tangannya dengan menahan amarahnya pada Chloe yang tidak beranjak juga di depannya.
"Pergi dari hadapanku atau kamu mau aku mencekik lehermu?" Ancam Sean dengan wajah yang sudah memerah menahan geram pada wanita ular yang menghalangi jalannya untuk mendapatkan kembali Cyra.
Sean meninju lokernya untuk mengusir Chloe. Gadis itu seketika tersentak dan memilih menghindar dari amukan sean.
Tempat loker itu sudah sepi dari mahasiswa yang mengambil atau menyimpan barang bawaan mereka.
Tinggalkanlah Sean sendirian yang sedang membenahi hatinya untuk membiarkan perasaannya saat ini menjadi lebih baik.
"Apakah dia akan membenciku setelah mengetahui perasaanku pada wanita yang pernah aku kencani? apakah dia akan membenciku?"
Sean kembali ke kelasnya dengan wajah datar. Saat di kelas ia lebih fokus kepada dosen yang sedang mengajar mereka saat ini.
Walaupun matanya menatap dosennya, namun pikirannya mengembara entah ke mana.
Profesor Kimberly membahas lagi tentang mata kuliah geografi manusia. Ia mengajukan pertanyaan pada mahasiswanya untuk memberikan poin tambahan nilai saat mahasiswa itu bisa menjawabnya sebagai nilai tugas mereka.
"Ada yang bisa menguraikan lagi apa itu geografi manusia?"
Tanya profesor Kimberly sambil memperhatikan wajah satu persatu mahasiswanya.
Ada yang mencoba menjawabnya, namun kurang tepat. Hingga Celia mengacungkan tangannya untuk menjawab.
"Silahkan Celia!"
"Geografi manusia merupakan cabang geografi yang bidang studinya mencakup aspek gejala di permukaan bumi yang mengambil manusia sebagai objek pokoknya.
Gejala manusia sebagai objek studi pokok meliputi aspek kependudukan dan aspek aktivitas manusia.
Hal ini berbeda dengan geografi fisik yang lebih mempelajari tentang bentang alam.
Akan tetapi, geografi manusia menggunakan peta dan grafik-grafik lain yang dihasilkan dari geografi fisik dan teknis dalam penelitian dan analisis, serta menggabungkan tema-tema dalam geografi fisik yang akan mempercepat pekerjaannya." Jelas Celia secara mendetail.
"Hebat Celia! Jawabanmu sangat tepat."
Puji profesor Kimberly yang makin jatuh hati pada Celia dan Cyra karena kejeniusan dua gadis ini.
"Sekarang pertanyaan berikutnya, aspek apa saja dalam aktivitas manusia sebagai objek studi pokok?"
Kini giliran Cyra yang ingin menjawabnya setelah teman-temannya tidak bisa menjawab secara lengkap apa yang di pinta oleh profesor Kimberly.
"Silahkan Cyra!"
"Aspek aktivitas manusia meliputi aktivitas ekonomi, politik, sosial dan budaya."
Jelas Cyra.
"Benar sekali Cyra! Terimakasih untuk jawabannya. Saya harap yang lain bisa mengusai materi perkuliahan kita seperti Celia dan Cyra.
Mata kuliah ini sangat ringan untuk di pelajari jadi, kalian tidak perlu menunggu ujian untuk lebih bekerja keras mendapatkan nilai."
Imbuh Profesor Kimberly.
Jawaban yang sangat berkualitas dari Celia membuat Ryan makin kagum pada Celia. Gadis ini hampir mengusai semua nata kuliah dengan mudah.
Ia berpikir lagi untuk menetapkan hatinya pada Celia yang terlihat lebih jenius dari pada Cyra.
"Aku lebih suka wanita jenius dari pada wanita berani seperti Cyra." Batin Ryan sambil menyusun rencana untuk mengajak Celia kencan.
Ryan menyampaikan niatnya pada Sean yang terlihat sedang tidak ingin di ganggu.
"Sean! boleh aku mengganggumu, sebentar?"
"Katakan saja apa yang kamu inginkan?"
"Apa yang membuatmu gagal saat kencan dengan Cyra?"
"Untuk apa kamu menanyakan itu?"
Sean merasa takut jika Ryan yang akan mengajak Cyra kencan.
"Aku ingin mengajak kencan Celia. Tapi aku bingung cara mengajak gadis pendiam itu."
"Aku yakin Celia akan menolakmu, bro."
"Bagaimana kamu tahu dia akan menolakku? apakah dia pernah mengatakan kepadamu tentang ketidaksukaan dia padaku?"
"Dia tidak ingin menghabiskan waktunya untuk hal konyol seperti berkencan. Apa lagi mereka berdua itu muslim, jadi kamu harus mencari restoran halal untuk bisa mengajak Celia berkencan."
"Restoran halal adalah soal gampang, hanya saja untuk bisa mengajak gadis itu bisa keluar dari apartemennya itu yang sulit."
Imbuh Ryan terlihat pesimis.
"Kenapa kamu tidak coba saja dengan mulai mendekatinya dengan hal-hal yang membuatnya tertarik.
Misalnya buku atau sesuatu yang berhubungan dengan ilmu. Itu yang bisa aku dapatkan dari Celia. " Ucap Sean.
Ryan terlihat berpikir keras apa yang bisa menarik minat gadis itu untuk ia bisa lebih dekat dengan Celia sebelum mengajak gadis itu kencan.
"Sekarang dia sedang ke perpustakaan kampus. Kenapa kamu tidak menyusul ke sana dan memperhatikan buku-buku apa saja yang sedang ia baca.
Jika kamu ingin mendapatkannya, kamu harus lebih hebat darinya."
Ucap Sean makin membuat Ryan pusing..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments