Sean memohon agar Cyra tidak membatalkan kencan mereka. Putri dari Davin itu, akhirnya masuk ke mobil Sean.
Sean begitu bangga bisa mengajak Cyra karena hanya dirinya lah yang diterima oleh Cyra daripada para seniornya yang tidak bisa menaklukkan hati wanita ini.
Mereka mendatangi restoran yang rupanya sudah di sewa oleh Sean untuk satu malam itu tanpa ada pengunjung yang lain.
"Kenapa restorannya terlihat sepi, Sean?"
Tanya Cyra sambil memindai pandangannya ke seluruh area restoran yang hanya terdapat meja dan bangku yang tertata rapi.
Musik mulai mengalun menyambut kedatangan pasangan tampan dan cantik ini.
"Aku hanya ingin kita berdua saja di restoran ini, yang akan di temani oleh para pelayan restoran dan pengiring musik. Dan satu hal lagi meja ini sudah di penuhi hidangan lezat yang siap di santap oleh kita berdua." Ujar Sean bahagia.
"Bagaimana mungkin kamu sudah memesan makanan ini, sementara aku tidak mengetahui apakah ada standar halal di restoran ini?"
Cyra menolak menyicipi makanan itu."
"Apa masalahnya dengan halal dan tidaknya makanan ini?"
"Baiklah sebelum aku menyentuh makanan ini, apakah kamu bisa memanggil chief restoran ini?"
"Baiklah."
Sean meminta pelayan untuk memanggil chefs andalan restoran itu.
"Permisi, selamat malam, tuan, nona! Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Cyra langsung menanyakan apa saja menu makanan yang dimasak oleh chef-nya.
"Daging apa yang anda masak yang ada di meja ini, tian?"
"Daging sapi, ayam dan juga lobster."
"Apakah ada bumbu penyedap masakan yang kamu masukkan di antara makanan ini?"
"Ada sedikit gelatin dan lemak babi untuk menambah aroma rasa di dalam makanan itu." Jelas chefs itu.
"Dan puding ini juga?"
"Iya nona."
"Terimakasih chef untuk keterangannya. Anda boleh kembali ke tempat anda." Ucap Cyra.
"Baik. Silahkan menikmati makanannya, nona!"
Chef itu meninggalkan pasangan ini dengan perasaan senang. Sementara Sean sudah mengerti dengan tatapan Cyra seperti kilatan pedang yang siap menghunus ke jantungnya.
"Harusnya kamu tanya dulu apa yang aku suka dan tidak aku sukai dari makanan yang ada di restoran ini.
Dan kamu tahu sendiri, keyakinan kami melarang umatnya untuk menyentuh makanan yang di dalamnya sudah terdapat zat-zat yang diharamkan untuk kami makan.
Maaf aku tidak bisa memasukkan makanan haram ke dalam tubuhku demi menyenangkan mu, Sean.
Ini bukan sebuah penghinaan untukmu tapi lebih kepada nilai takwa kami pada Tuhan yang kami sembah."
Ucap Cyra segera meninggalkan restoran itu.
"CYRA! Kita bisa memesan makanan yang lainnya, ku mohon jangan pergi begitu saja! makanlah sesuatu yang mungkin masih ada nilai halalnya di restoran ini.
Cyra tidak mau mendengar penawaran Sean selanjutnya. Ia tidak ingin terjebak dengan hal-hal aneh yang sedang direncanakan oleh Sean.
Sean mengejar Cyra untuk menghentikan langkah gadis itu. Cyra membalikkan tubuhnya dan langsung membuat blokade dengan menggunakan kursi dan meja dalam formasi horisontal.
Sean dan para pelayan restoran itu tampak tertegun melihat cara Cyra menggunakan kekuatan matanya.
Bukan hanya itu saja, ia juga merusak semua CCTV yang ada di setiap sudut restoran hingga tidak merekam aksinya.
Untuk menghentikan Sean agar tidak mengejarnya, Cyra mengangkat benda-benda yang ada di meja restoran di buat melayang. Sean yang menyaksikan itu tampak takjub hingga melupakan untuk mengejar Cyra.
Ada juga pelayan yang syok menyaksikan aksi Cyra yang tidak biasa untuk seorang manusia normal, akhirnya pingsan. Dengan pingsan mereka tidak akan mengingat aksi Cyra saat mereka sadar.
Terakhir Cyra mengembalikan meja dan kursi ke tempat semula dengan benda-benda di atasnya tertata dengan rapi.
Sean akhirnya bisa mengejar Cyra namun kakinya di buat kaku oleh Cyra sampai Cyra naik taksi dan Sean pun baru bisa menggerakkan lagi kakinya.
"Baru kali ini aku menghadapi kencan aneh dengan wanita yang aneh."
Gumam Sean terlihat lemas mengalami kesan yang luar biasa dengan gadis yang tidak biasa.
Rencana Sean yang ingin meniduri Cyra dengan menaburkan setiap makanan itu untuk Cyra akhirnya kandas juga.
Mungkin kencan dengan gadis lain mudah bagi Sean untuk mengajak mereka tidur, tapi tidak dengan Cyra yang memiliki kekuatan yang membuat ia harus mencari cara untuk mendapatkan tubuh Cyra tanpa ada perlawanan dari gadis itu.
...----------------...
Cyra meletakkan tasnya di atas sofa dan langsung masuk ke kamar ganti untuk menanggalkan bajunya dan mengenakan baju tidur. Celia yang baru usai membaca Alquran melihat wajah saudaranya ini terlihat kesal.
"Apa yang terjadi Cyra? Apakah dia memaksa mencium kamu? atau apa jangan-jangan dia berusaha...?"
"Jangan suuzon begitu!"
"Lalu kenapa kamu cemberut?"
"Bajingan itu seakan sedang menjebakku dengan memesan makanan yang sudah tersaji di atas meja sebelum kami tiba di restoran itu.
Dan satu lagi, makanan yang disajikan semuanya haram di makan oleh orang yang memiliki keyakinan seperti kita."
Jelas Cyra membuat Celia mulai paham.
"Apakah Sean tidak menanyakan dulu keyakinan mu?"
"Itulah yang aku sesalkan."
"Bagaimana kamu tahu kalau hidangan itu tidak halal?"
"Aku meminta chef-nya untuk menjelaskan menu apa yang ia masak untuk kami."
Jadi kamu langsung kabur begitu saja darinya karena dia tidak menghargai kamu?"
"Aku bahkan sekarang sedang lapar Celia." Keluh Cyra.
" Apakah kamu mau aku masakin mie instan?"
"Boleh! itu ide yang sangat bagus." Ucap Cyra kembali semangat.
Keduanya makan mie instan berdua di ruang keluarga sambil menonton Drakor.
Sementara itu Sean yang merasa gagal membuat Cyra masuk dalam jebakannya, memaksa ia mendatangi lagi apartemen Cyra hanya untuk minta maaf pada gadis itu.
Tapi niatnya itu dihalangi oleh petugas apartemen yang tidak mengijinkan Sean masuk ke lift yang tersambung langsung ke lantai kamar Cyra. Larangan itu tentu saja atas perintah Cyra sendiri.
"Maaf tuan! Anda di larang untuk ke atas permintaan nona Cyra."
Ujar petugas apartemen itu tanpa basa-basi begitu mencocokkan data pribadi milik sean yang diberikan oleh Cyra.
Sean akhirnya mengalah dan memilih pulang dengan hati dongkol.
"Kenapa sulit sekali menaklukkan gadis kampung itu. Dan sialnya lagi kenapa juga aku menyukai gadis penyihir itu. Iya, dia seperti penyihir. Hanya seorang penyihir yang mempunyai kekuatan magis seperti itu."
Ucap Sean hanya untuk menghibur hatinya karena sudah terlanjur benci dengan Cyra.
Di kamar apartemen, Cyra dan Celia belum bisa memejamkan mata mereka. Keduanya kembali mengobrol.
"Cyra!"
"Hmm!"
"Apakah kamu menyukai Sean?"
"Entahlah Celia, apakah aku menyukainya atau tidak, aku sendiri tidak mengerti dengan perasaan ku." Sahut Cyra.
"Aku ingin mendapatkan cinta dari seorang lelaki hanya sekali seumur hidup, seperti cinta kedua ibu kita." Imbuh Celia.
"Setiap wanita pasti menginginkan hal yang sama Celia, hanya saja tidak semua laki-laki memiliki prinsip yang sama seperti kita wanita." Imbuh Cyra.
"Yah, karena kodrat wanita hanya menunggu jodohnya datang, sementara laki-laki mencari wanita yang pantas ia ajak berumah tangga untuk melayaninya dan melahirkan keturunannya.
itulah sebabnya, pria punya banyak pertimbangan untuk mendapatkan perempuan mahal sebagai bentuk kebanggaannya sebagai lelaki.
"Mahal..?"
"Perempuan yang selalu menjaga hati, jiwa dan raganya hanya untuk disentuh oleh satu laki-laki di malam pengantinnya." Ucap Celia bijak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments