Hari itu mahasiswa setiap jurusan sibuk mengikuti sidang skripsi, tidak terkecuali Sean, Ryan, Cyra dan Celia.
Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh dosen penguji dari setiap bab skripsi mereka yang dijelaskan secara detail oleh Celia dan Cyra tanpa ada kesalahan sedikitpun.
Hasil penelitian mereka di terima karena hampir setengah halaman yang berisikan catatan kaki itu mendominasi skripsi mereka.
Teman-temannya agak sedikit bingung dengan kedua gadis ini yang memiliki banyak catatan kaki di skripsi mereka.
"Bagaimana bisa catatan kaki kalian begitu banyak di skripsi ini?" Tanya Catherine.
"Dengan banyaknya catatan kaki, otomatis nilai yang diberikan dosen penguji adalah A." Ujar Celia.
"Apakah itu menjamin nilai kita bagus?"
"Karena hasil penelitian mu banyak merujuk pada setiap pendapat ahli dari berbagai buku referensi yang kamu dapatkan dan itupun kamu harus bisa mempertanggungjawabkan hasil penelitian mu berdasarkan permasalahan yang kamu dapatkan sesuai pertanyaan yang diajukan dosen saat menguji." Timpal Cyra.
"Kalian berdua sangat keren. Bagaimana kalian mengetahui langkah-langkah dalam penyusunan skripsi yang baik dan benar?"
"Itu karena kami sudah memiliki banyak gelar dari setiap perkuliahan yang kami ikuti dari berbagai negara. Dan mungkin ini yang terakhir kalinya kuliah kami."
Ucap Cyra membungkam mulut teman-temannya yang selalu kepo dengan keberhasilan mereka.
Deggggg...
Teman-temannya hanya tertegun mendengar pengakuan dua gadis ini yang hanya tersenyum manis di depan mereka.
Beatrix dan Patricia yang menjadi musuh bebuyutan Cyra dan Celia hanya memandang sinis keduanya.
Usai menerima nilai hasil yang didapatkan dari sidang skripsi itu dengan nilai A, keduanya bergegas meninggalkan kampus itu untuk merayakan keberhasilan mereka.
Keduanya tidak ingin di dampingi dua lelaki tampan yang selalu saja menguntit mereka, ke manapun mereka pergi.
Apa lagi sejak mengetahui siapa ayahnya Sean, membuat keduanya jaga jarak dengan Sean, walaupun Sean belum mengetahui perkejaan lain ayahnya.
Keduanya menuju mobil mereka diikuti mobil pengawal kerajaan yang akan mengikuti ke manapun keduanya pergi.
Tanpa disadari pengawal, ada beberapa mobil lainnya yang keluar bersamaan dari tempat parkir kampus itu mengikuti mobil milik Celia dan Cyra.
"Sepertinya mobil kedua gadis itu di ikuti oleh mobil lainnya." Ucap anak buahnya tuan Walton.
"Apakah mereka juga musuh yang ingin membunuh kedua gadis itu?" Tanya Nichy.
"Entahlah, apakah mereka lawan atau kawan, tapi kita tetap perhatikan dulu pergerakan mobil di belakang mereka, apakah mobil itu hanya diam saja, berarti mobil itu sedang mengawal mobil gadis itu." Ujar Leon.
"Aku berharap mobil itu adalah mobil musuh untuk menghabisi dua gadis itu untuk mempermudah pekerjaan kita." Ujar Nichy.
"Tuan! sepertinya kita sedang di ikuti oleh mobil lainnya yang ingin mengincar princess." Ujar Amir pada pengawal lainnya.
Pengawal Amir membalikkan tubuhnya dan melihat mobil di belakang mereka beriringan dengan pergerakan stabil mengikuti mobil mereka tanpa ingin menyalip.
"Apakah tim sneaker sudah berada di restoran yang akan dituju princess?"
Tanya pengawal Amir cemas dengan keselamatan dua princess kerajaan itu.
"Apakah kita harus memberitahu princess Celia untuk lebih berhati-hati?" Tanya Amar.
"Mereka sedang merayakan keberhasilan mereka saat ini. Sebaiknya kita jangan merusaknya." Ujar Amir.
Di restoran halal milik orang timur tengah itu, dua gadis ini sedang menunggu pesanan mereka. Rupanya siang itu restoran sangat sepi kecuali mereka berdua sebagai pengunjung.
Rupanya Celia tidak tahu kalau restoran itu sudah di booking oleh ayahnya raja Fatih untuk menjaga keamanan dua princess itu.
"Apakah restoran ini sudah tidak di minati pengunjung?" Tanya Celia seraya memotong daging stik yang ada di hadapannya.
"Mungkin saja restoran ini akan ramai setelah kita pergi." Ujar Cyra.
Sementara di depan restoran, para penguntit memarkirkan mobil mereka dan ingin makan siang di restoran Arab itu.
"Apakah restoran ini tutup untuk pengunjung lain?" Tanya penjahat itu dengan tampang garangnya.
"Maaf Tuan-tuan! Restoran ini sudah di booking. Tunggu satu jam lagi baru di buka untuk umum." Ujar pelayan restoran.
"Buka pintu ini atau aku ledakkan kepalamu cepat!"
Salah satu penjahat itu tidak sabar mendapatkan penjelasan dari pelayan itu laku mengancam dua pelayan restoran itu dengan mengacungkan pistol ke kepala mereka.
"Tapi tuan!"
Brukkkk...
Penjahat itu tumbang dengan sendirinya oleh sneaker yang sudah stay di tempat mereka.
Pelayan restoran itu tercengang dengan wajah pucat melihat empat orang penjahat sudah tergeletak di depan restoran dengan bersimbah darah.
Belum juga rasa syok nya melihat keempat penjahat itu tewas, terjadi lagi tembak menembak dari gerombolan penjahat lain dengan para pengawal.
Melihat keributan yang terjadi di luar sana, memancing tanya Celia dan Cyra yang menyaksikan pertempuran di tempat itu dari dinding kaca tembus pandang dari tempat mereka menikmati makan siangnya.
Celia dan Cyra baru menyadari bahwa keadaan mereka saat ini tidak aman.
"Cyra! Apa yang harus kita lakukan?" tanya Celia gugup.
"Tenang Celia!"
Cyra menyedot minumannya dengan tenang lalu berdiri seraya menarik pergelangan tangan Celia agar mengikuti langkahnya.
"Celia! Sebaiknya kita masuk ke dapur restoran ini." Ujar Cyra.
Keduanya segera masuk ke dapur restoran untuk bersembunyi.
"Kamu di sini dulu Celia!"
"Kamu mau ke mana Cyra?"
"Melihat keadaan di luar. Dan kamu jangan ke mana-mana karena para pelayan restoran sudah pada sembunyi."
Ujar Cyra sambil melangkah pelan menuju ke ruang makan.
"Tapi Cyra aku tidak mau sendirian." Ujar Celia ketakutan.
Cyra tidak peduli dengan keluhan Celia. Gadis ini dengan berani menantang maut.
Ia keluar dari restoran itu dan menghadang para penjahat yang sedang menyusup ke dalam restoran.
Pengawal Amir begitu terkejut melihat Cyra berdiri dengan gagahnya sambil menyingkirkan para penjahat dengan kekuatannya.
Satu persatu para penjahat itu dibuat tumbang olehnya tanpa ada peluru yang tembus ditubuh mereka.
Ada juga penjahat yang hanya bisa termangu di tempatnya melihat kekuatan princess cantik satu ini begitu anggun menjatuhkan para lawannya sambil meliukkan tubuhnya menghindari tembakan yang mengarahkan ke arahnya.
Para sneaker di buat takjub dengan ulah Cyra seperti pendekar wanita Cina yang sedang mengibas peluru dengan kekuatannya hingga rentetan peluru itu jatuh begitu saja tanpa mengenai tubuhnya.
Tapi kecerobohan Cyra yang terus maju menghadang lawan tanpa memikirkan keselamatan Celia di dalam sana yang sedang di kepung oleh dua orang penjahat yang berhasil masuk mengincar gadis itu, sedang mengawasi Celia di area dapur.
Pintu dapur itu di buka oleh penjahat. Celia yang sedang ketakutan menahan nafas sambil berdoa agar penjahat itu tidak melihatnya.
"Keluarlah cantik! Tunjukkan dirimu!"
Ucap salah satu penjahat sambil memeriksa di sela-sela tempat penyimpanan bahan makanan.
"Ya Allah! Tolong aku!"
Ucap Celia sambil membekap mulutnya dengan menahan tangisnya.
Suara tembakan mulai di dimuntahkan oleh penjahat ke sembarang arah membuat Celia merasa sesak saat ini.
Karena terlalu takut, Celia berjalan mundur tanpa sadar menginjak salah satu pengait yang membuat ia sudah berada di ruangan lain.
Tepat di kamar itu, seorang pemuda tampan sedang mengganti bajunya dan membuat Celia harus berteriak histeris dan membuat pemuda itu ikut terperanjat menatap wajah cantik Celia sambil menutup aset berharganya.
"Akkkkkkk!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Osie
aaacchh kenapa celia g bs ilmu bela diri sih..maunya spti cyra tdk hy jenius tp juga bs bela diri..minimal bs lindunhi diri sendirilah
2022-12-11
1