Sebagai bentuk terimakasihnya, Ryan ingin mentraktir makan siang pada Celia dan Cyra. Namun Cyra ada urusan penting dan ia menolak untuk ikut bergabung dengan mereka. Jadilah keduanya jalan berdua saja.
"Celia! jangan kuatir aku akan mengajak kamu makan di restoran halal. Pastinya restoran milik orang Timur tengah." Ujar Ryan.
"Terimakasih Ryan! Maaf sudah merepotkan kamu."
"Tidak apa Celia! Aku sangat senang di repot kan oleh mu."
"Celia!"
"Hmm!"
"Apakah aku boleh bertanya sesuatu pada mu?"
"Silahkan, Ryan!"
"Mengapa agamamu melarang umat kalian mengkonsumsi babi atau apa saja yang berkaitan dengan binatang itu?"
"Karena binatang itu memakan kotorannya sendiri. Terdapat banyak cacing di dalam tubuhnya selain cacing pita. Dan prilakunya saat kawin, si jantan akan terangsang jika si betina nya di kawinin oleh jantan lain baru ia akan melakukan hubungan intim dengan betinanya.
Dan itu akan cenderung berpengaruh pada perilaku manusia. Itulah mengapa Islam tegas melarang umatnya untuk makan binatang itu." Ujar Celia.
"Dan bagaimana dengan minuman beralkohol?"
"Minuman itu terlihat sederhana namun efeknya akan menyebabkan pelakunya bukan hanya hilang kesadaran tapi akan membuatnya bisa berlaku tindak kriminal seperti pemerkosaan, melakukan hubungan terlarang atau pembunuhan.
Selain itu akan merusak kesehatannya dan untuk kami yang Islam saat nanti di surga, yang mana orang-orang muslim yang dulu nya suka minum minuman alkohol di dunia, dan saat nanti dia berada di surga, ia tidak akan lagi mendapatkan minuman khamar itu di surga.
Karena khamar di surga lebih nikmat berkali-kali lipat daripada di dunia dan yang meminumnya tidak akan pernah mabuk." Imbuh Celia.
"Wah! Ternyata keyakinan kalian itu sudah memberitahu dampak baik buruknya sesuatu yang sudah di larang untuk tidak menyentuh hal yang berbau haram." Puji Ryan.
"Itu kembali lagi ke individunya masing-masing. Ada yang masih melakukan pelanggan dengan mengenal nikmatnya dosa, tapi Tuhan ku selalu menunggu tobat hambaNya sebelum ajal datang menjemputnya."
"Apa itu tobat, Celia?"
"Bentuk permohonan manusia saat ia sudah jenuh dengan dosa yang ia lakukan dan kembali kepada jalan yang benar dan berjanji tidak akan pernah mengulangi dosa yang sama."
"Apa indikasinya jika permohonan tobat hambaNya di terima sama Tuhan."
"Ketika dia sangat membenci dengan dosa yang pernah ia cicipi sebelumnya. Dan ia lebih memperbanyak amal baiknya dan bukan amal salah."
Jelas Celia dengan kalimat yang sederhana agar Ryan mengerti.
"Terimakasih untuk ilmu yang berguna ini Celia. Walaupun saya belum mengerti tentang ajaran kalian tapi saya sangat senang dengan keindahan Islam saat bicara denganmu."
Keduanya tiba di restoran yang menyajikan makanan halal dan Ryan menikmati makanan timur tengah itu untuk pertama kalinya.
Sebenarnya tempat yang didatangi oleh mereka adalah restoran langganan Cyra dan Celia. Hanya saja Celia tidak ingin mengatakannya kepada Ryan agar pria ini bahagia sudah mengajaknya di tempat yang istimewa.
"Ryan!"
"Iya Celia!"
"Saat kita menikmati makanan ini, tolong jangan lagi mengajak aku bicara saat makan karena itu salah satu ajaran kedua orangtuaku." Pinta Celia.
"Baik nona Celia!" Goda Ryan membuat Celia tersenyum.
Ryan memperhatikan adab Celia saat menikmati makanannya. Mulai dari membaca doa dan mengakhiri makannya dengan doa. Banyak sekali pelajaran yang dipelajari Ryan hari ini.
Sikap Celia yang santun dan sabar menjelaskan apapun yang ditanyakan Ryan kepadanya. Di tambah lagi gadis ini begitu tenang dan santun dalam bicara.
"Celia! Jika semua gadis bersikap tenang sepertimu, dengan penampilan yang sopan, mungkin dunia ini akan aman.
Karena tidak ada lagi laki-laki yang tergiur dengan wanita seksi saat mereka tampil dengan pakaian seronok untuk menggoda lelaki." Batin Ryan.
Keduanya sudah berada di mobil dan Ryan mengantar Celia ke apartemen milik gadis itu. Pengawal istana yang di kirim raja Fatih mengawasi pergerakan mobil Ryan agar tetap dalam keadaan aman.
Rupanya Celia mengetahui bahwa saat ini ada mobil pengawal kerajaan Maroko sedang mengikuti mereka.
Ia pun segera menghubungi ayahnya agar memberinya ruang privasi agar pertemanannya dengan Ryan berjalan apa adanya.
"Hallo Abi!"
"Iya sayang!"
"Bisakah Abi meminta pengawal Abi untuk menjauh dari mobilnya teman Celia?"
"Apakah putri Abi sedang berpacaran?"
"Tidak ada pacaran Abi, kami hanya makan siang bersama."
"Tapi keadaan kamu tidak aman sayang. Lagi pula bagaimana kamu bisa mengetahui kalau ada pengawal kerajaan sedang mengikuti kalian?"
"Karena di mobil itu ada logo kerajaan Maroko dan itu terlihat jelas ayah. Aku tidak mau temanku tahu kalau aku adalah putri kerajaan Maroko." Ucap Celia dalam bahasa Arab.
Ryan hanya memegang tengkuknya sambil menyetir mobil. Ia sedikitpun tidak mengetahui isi percakapan antara Celia dan ayahnya.
"Sudah dulu Abi! Sampaikan salam ku untuk ummi.
"Celia!"
"Iya Abi!"
"Kamu adalah putri abi dan kebanggaan Abi."
"Sampai kapanpun, Celia tetap putri Abi dan itu tidak akan pernah terbantahkan akan hal itu."
Jelas Celia lalu mengakhiri pembicaraan mereka dengan salamnya.
"Maaf Ryan! Aku menghubungi ayahku tanpa meminta izin padamu karena ada hal darurat yang ingin ku sampaikan secepatnya pada ayahku."
"Darurat?"
Tanya Ryan tidak mengerti.
"A..iya! Maksud aku ada masalah internal keluarga yang saat ini sedang di selesaikan oleh ayahku. " Ungkap Celia.
"Apa pekerjaan ayahmu Celia?"
Deggggg....
"Aduh! Kenapa dia harus mengajukan pertanyaan seperti itu? Mampus aku. Mana mungkin aku jawab pekerjaan Abi seorang kepala negara atau raja."
Celia memikirkan pekerjaan apa yang cocok untuk ayahnya.
"Ayahku seorang petani kurma."
"Hebat sekali kamu Celia. Ayahmu seorang petani tapi kamu sangat jenius dan memiliki apartemen mewah."
"Itu karena petani kurma di negara Arab rata-rata kehidupannya makmur dan ia bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi."
"Wah! Hebat. Dan sejak kapan kamu mulai belajar sepuluh negara?"
"Sejak usiaku empat tahun."
"What...?"
Mobil yang dibawa Ryan hampir oleng karena tak percaya dengan pengakuan Celia yang sudah belajar sepuluh lebih bahasa dari berbagai negara sejak usia dini.
"Bisakah kamu tidak terlalu merespon ceritaku terlalu berlebihan?"
"Maafkan aku Celia! Aku hanya takjub saja mendengar ceritamu. Terus berapa saudara kandungmu?"
"Aku memiliki saudara kembar empat." Ujar Celia sambil memegang stir mobil agar Ryan tidak hilang kendali saat membawa mobil.
"Maksudmu ibumu sekali hamil kembar empat?"
"Hmm!"
Lagi-lagi Ryan makin di buat terkaget-kaget oleh Celia.
"Apakah kalian keluarga kembar?"
" Iyaa, Ryan. Kedua pihak dari orangtuanya kakek nenek ku sama-sama keturunan kembar."
"Astaga! Keluarga besar kalian sangat keren Celia. Sekali lahir langsung banyak anak. Aku ingin sekali punya anak kembar yang banyak seperti keluargamu Celia."
"Apakah kamu sudah punya pacar Ryan?"
"Belum Celia!"
"Apakah kamu belum menjatuhkan pilihanmu pada wanita yang kamu sangat cintai?"
"Diantaranya itu. Aku menginginkannya tapi sayangnya dia tidak begitu peduli dengan perasaanku, itulah yang membuat aku begitu pesimis apakah dia mau menjadi pacarku atau tidak." Jelas Ryan.
"Kalau belum menyatakan perasaanmu, bagaimana gadis itu bisa mengetahui kalau kamu sangat menyukainya?"
"Oh iya benar juga ya!"
"Apakah aku boleh tahu siapa gadis yang kamu Incar itu, Ryan?"
"Gadis itu adalah kamu Celia!"
Degggg....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Osie
haderhh no pacaran celia..haram hukumnya dlm Islam..btw celia n cyra beda sm ortunya yaaa..calista n camilla usia 7 thn sdh kuliah bahkan sdh ambil S2 sanking jeniusnya
2022-12-07
1