7. Amarah Calista

Berita tentang putrinya Celia dan keponakannya Cyra yang heboh di dunia Maya dengan berbagai macam judul yang memfitnah kedua gadis itu.

Mereka menyebutkan kedua gadis itu adalah keturunan penyihir dan juga memiliki ilmu hitam.

Ibu dari kembar empat ini begitu berang dengan pemberitaan itu, hingga ia harus turun tangan sendiri untuk meretas akun pemilik konten YouTube dan memblokir akunnya hingga tidak ada lagi yang bisa menonton Chanel itu.

"Seenaknya saja kalian mempermalukan kedua putriku. Kalian kira sedang berhadapan dengan siapa saat ini?"

Gerutu Calista memblokir semua Chanel you tube pemilik akun yang sudah menyebarkan hoax.

"Sayang!" sapa Fatih merengkuh pundak sang istri seraya mengecup leher jenjang Calista.

Fatih sedang memperhatikan apa yang sedang di kerjakan istrinya di laptop miliknya.

"Kamu sedang apa Calista?"

"Melindungi putrimu dan keponakanku Cyra."

"Apa yang terjadi pada keduanya? apakah mereka di ganggu oleh pemuda-pemuda Amerika? Atau ada yang nekat melamar mereka?"

Tanya Fatih terlihat gelisah dengan putrinya Celia.

Calista menghentikan aktivitasnya dan mengajak suaminya berbaring.

"Cyra sedang di bully oleh orang-orang karena kekuatan yang dimiliki gadis itu."

"Apakah Celia juga kena imbasnya?"

"Begitulah sayang. Aku harus memberitahu berita ini pada Camilla."

"Lebih baik jangan dulu sayang. Camilla bisa ngamuk kalau putrinya saat ini disudutkan oleh netizen. Apa lagi Davin tidak akan diam begitu saja mendengar berita itu." Ujar Fatih menasehati istrinya.

"Tanpa kita memberi tahu mereka, pasti mereka juga akan tahu dan tidak ingin memberi tahu kita."

Calista menarik selimutnya dan tidur sambil menghadap sang suami.

"Sayang! Celia bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa perlu kita ikut campur urusannya."

"Putrimu itu terlalu pendiam dan tidak begitu peduli dengan berita yang kadang menyulitkan dirinya. Dia lebih memilih diam dan membiarkan isu itu berhembus sendiri."

"Beda sekali anak jaman sekarang daripada anak jaman dulu." imbuh Calista.

"Jangan samakan jaman kita dibesarkan oleh orangtua kita dengan jaman mereka dibesarkan oleh kita. Karena keduanya sudah berbeda jaman." Timpal Fatih.

"Apakah aku boleh mengunjungi putriku di Amerika sayang?"

"Jangan dulu sayang! Mereka tidak akan membiarkan mu ikut campur urusan mereka. Lagi pula perjanjiannya tidak seperti itu. Mereka ingin kita hadir saat mereka wisuda."

"Kamu ini selalu saja menjaga perasaan putrimu dan tidak memperhatikan perasaanku."

Calista mulai cemberut.

"Aku lebih senang memperhatikan tubuhmu yang masih terlihat seksi di usia seperti ini."

Fatih sedang membekap bibir istrinya agar tidak lagi mengeluhkan putri mereka dan putrinya Camilla.

Sementara Camilla di belahan benua sana sedang ditenangkan oleh suaminya Davin dengan mengajaknya bercinta.

Davin tidak memberikan kesempatan Camilla memprotes perbuatan putrinya yang selalu saja berbuat ulah. Bagaimanapun caranya ia ingin Camilla tetap tenang menghadapi putri mereka satu-satunya dan Cyra adalah kesayangan ayahnya.

"Kau selalu melindungi putrimu tanpa memikirkan perasaanku." Batin Camilla.

Sampai permainan panas itu usai, Davin baru membahas tentang Cyra tapi Camilla sudah kelelahan.

Senyum Davin merekah melihat istrinya tepar juga setelah beradu pinggul dengannya.

"Bicara denganmu harus punya seribu akal untuk bisa menenangkan mu."

Ucap Davin sambil mengelus punggung mulus istrinya dengan peluh yang masih menempel di kulit putihnya.

Davin menghubungi Fatih untuk membahas tentang putri mereka.

"Apakah kamu ingin mengunjungi putrimu Celia, Fatih?"

"Jangan terlalu gegabah mengambil keputusan Davin. Berilah mereka kesempatan untuk menyelesaikan permasalahannya."

"Tapi kedua istri kita ini tidak sabaran menemui putri mereka." Sahut Fatih.

"Masalahnya dia ibu negara ini tidak bisa keluar sendirian tanpa ada pengawalan kerajaan." Imbuh Davin.

"Itulah yang menjadi pertimbangan ku, Davin. Kedua putri kita tidak akan menyukainya karena mereka tidak mau membawa nama besar kerajaan untuk melindungi mereka." Ucap Davin.

Kalau begitu kita harus kompak menahan istri kita agar tidak menunjukkan batang hidung mereka di sana karena akan mengungkapkan identitas putri kita sebagai princess dari dua kerajaan yang sangat berpengaruh di dunia politik." Lanjut Fatih.

"Tapi untuk lebih jelasnya, kita bisa melakukan video call dengan mereka." Ucap Davin.

"Itu jauh lebih baik daripada meminta keduanya kembali ke negara mereka masing-masing." Ucap Fatih.

...----------------...

Saat kembali ke aktivitas mereka sebagai mahasiswa, Cyra dan Celia mendengar beberapa bullyan dari beberapa mahasiswa yang sudah mengetahui Cyra memiliki kekuatan sihir bahkan mengatakan keturunan penyihir.

Celia menggenggam tangan Cyra agar saudaranya itu tidak terpancing dengan hinaan itu.

"Tenanglah Cyra! Mereka sengaja memancing emosimu agar kamu mengeluarkan kekuatan mu dan itu akan mempermudahkan mereka untuk mempermalukan kamu dengan merekam aksimu." Bisik Celia.

"Insya Allah Celia, aku tidak mudah terpancing dengan manusia-manusia sampah ini." Ucap Cyra sambil berdecih.

Baru saja keduanya masuk ke loker penyimpanan, tiba-tiba banyak mahasiswa perempuan menghampiri keduanya dengan mendorong tubuh Cyra dan Celia secara bersamaan.

"Hei, penyihir! Kalian tidak pantas kuliah di sini. Harusnya kalian kuliah di tempat pengembangan ilmu penyihir daripada di sini." Ujar Patricia sambil tersenyum sinis pada keduanya.

"Andai saja sekolah itu ada, kami tidak akan segan untuk masuk ke sana, dengan begitu aku bisa membuat mulutmu merapat kecuali kamu ingin makan dan minum." Balas Cyra dengan tenang.

"Apakah kamu tidak takut bila kampus ini mengusir kalian berdua karena kalian adalah keturunan penyihir?" Imbuh Beatrix makin memanasi keadaan.

"Apakah kamu mau menjamin dirimu sendiri saat kami dikeluarkan dari kampus ini?" Timpal Celia.

"Kenapa malah aku harus jamin diriku untuk bisa membuat kalian berdua di usir dari negara ini?" Ujar Patricia.

"Bagaimana kalau aku mengatakan keluargamu itu imigran gelap untuk bisa masuk ke sini karena kemiskinan kalian. Jika saja negara ini mengetahui identitas mu sebenarnya, maka kaulah yang pantas dideportasi oleh negara ini. Apakah kamu mau aku yang akan hubungi presiden Amerika sendiri untuk mengusirmu dari negara ini?

Jelas Celia membuat Patricia kalang kabut karena kehidupan pribadinya dibongkar oleh Celia.

"Rupanya kalian berdua pintar juga berkelit. Dan kau Celia, aku bisa mengirim kamu ke penjara tanpa harus memiliki kesalahan berarti." Ucap Beatrix.

"Coba saja kalau kamu bisa Beatrix! aku ingin mendengar mulut besar mu itu untuk bisa mengirimkan kami ke penjara."

Ucap Cyra sambil mendorong teman-temannya yang menghalangi jalan mereka menuju loker.

"Dasar keturunan penyihir!"

Umpat Patricia yang tidak puas berdebat dengan Cyra dan Celia.

"Siapa keturunan penyihir Patricia? Tanya Profesor Martin.

"Itu prof, Celia dan Cyra memiliki ilmu penyihir ." Ucap Patricia sambil menunjuk ke arah Cyra dan Celia.

Profesor Kimberly yang sudah mengetahui kalau Cyra dan Celia bukan mahasiswa biasa, menanggapi ucapan Patricia terlihat seperti angin lalu.

"Cyra! Apakah kamu ingin aku membuat mereka kapok untuk menghina kalian?" Tanya Sean yang ingin membela Cyra dan Celia.

"Aku tidak butuh bantuan mu."

"Ujar Cyra sambil menatap tajam wajah Sean yang yang sudah membuatnya tidak betah berlama-lama di loker itu.

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

aku tunggu detik detik cyra n celia wisuda aacchh..biar geger seisi kampus gitu tau siapa 2 C sebenarnya

2022-12-05

1

Idrah Gusmiati

Idrah Gusmiati

semangat thor

2022-12-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!