Ryan yang tidak ingin gegabah untuk mengajak Celia berkencan lebih memilih untuk mengikuti kebiasaan yang dilakukan gadis jenius itu.
Di akhir pekan, Celia dan Cyra sedang berolahraga di sekitar area apartemen sambil melihat keadaan penduduk Amerika.
Sikap dermawan Celia yang selalu memberi makanan untuk para pengemis yang tidak lain adalah tuna wisma yang berkeliaran di emperan gang-gang sempit.
Keduanya membawa kantong plastik cukup besar untuk memberikan roti burger dan minuman mineral botol pada setiap pengemis.
Diam-diam, Ryan merekam kegiatan keduanya penuh rasa kagum. Dan selebihnya keduanya belanja bersama untuk kebutuhan dapur mereka.
Satu lagi hal menarik, mereka tidak pernah mau bersalaman setiap kali ada yang meminta mereka berkenalan kecuali sesama wanita.
Cyra dan Celia mengambil masing-masing barang yang akan mereka belanjakan. Satu persatu barang dari rak supermarket itu sudah berpindah ke troli mereka.
Sementara itu ada seorang staff supermarket menyusun barang yang lebih besar yang di letakkan di atas rak paling atas.
Karena tidak berhati-hati susunan kaleng biskuit yang mulai bergeser perlahan yang sebentar lagi akan jatuh. Sementara seorang ibu muda yang sedang mendorong balitanya yang duduk di troli itu tidak menyadari bahaya akan mengancam putrinya.
Ibu muda itu sibuk melihat barang yang akan di ambilnya. Sementara pengunjung lain yang melihat kaleng biskuit yang mulai bergerak hendak jatuh spontan berteriak.
"Awasssss!"
Teriakannya memancing Cyra dan Celia kompak melihat tumpukan kaleng biskuit yang mau menimpa balita itu, di cegah oleh Cyra hingga kaleng-kaleng biskuit itu melayang di udara.
Troli bayi itu segera di jauhkan dari kaleng biskuit agar tidak menimpanya. Saat troli balita itu diselamatkan Cyra baru menjatuhkan semua kaleng biskuit itu sesuai keinginannya yang jatuh ke lantai.
Wanita yang tadi berteriak langsung pingsan melihat aksi Cyra. Sedangkan ibu si bayi itu hanya termangu di tempatnya, hingga disadarkan oleh Celia sambil menggendong bayi yang sudah mulai menangis ketakutan melihat barang-barang jatuh berserakan di lantai supermarket tersebut.
Beberapa petugas berlarian menghampiri tempat kejadian. Cyra mengajak Celia untuk meninggalkan tempat itu dan segera ke kasir untuk membayar belanjaannya mereka.
"Sebaiknya kita cepat kabur dari sini. Jangan sampai mereka mengetahui kita Celia."
Ujar Cyra sambil memakai masker dan topinya.
"Ada kalanya aku bersyukur melihat kekuatanmu bisa menolong orang lain Cyra. Tapi aku masih cemas jika banyak orang yang akan mengetahui tentang kekuatan mu, yang akan membuat kita malah tidak aman lagi berada di negara ini."
"Sudahlah Celia! lagian kita di sini tinggal setahun lagi untuk menyelesaikan pendidikan kita."
"Aku mohon jangan terlalu terekspos di depan publik Cyra atau kita akan di suruh pulang oleh ayah kita berdua."
"Itu tidak akan terjadi Celia. Lagi pula jika kita pulang yang ada para bangsawan kerajaan akan melamar kita dan itu sangat membuatku takut." Imbuh Cyra.
Cyra menyalakan mesin mobilnya dan Celia merapikan belanjaan mereka.
Keduanya tidak sadar, aksi mereka sudah terekam oleh CCTV. Di tengah jalan Cyra baru ingat kalau dia lupa merusak cctv yang mengarah ke arah mereka tadi.
"Celia gawat!"
"Ada apa Cyra?"
"Aku lupa merusak cctv yang ada di tempat itu."
"Biar aku saja yang merusaknya."
Celia menenangkan Cyra yang terlihat gelisah.
"Celia! Apakah nanti apartemen kita akan didatangi oleh banyak wartawan?"
"Entahlah Cyra! Kita doakan saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan kita"
"Aku hanya takut, kota ini akan heboh jika aksi kita tadi banyak yang merekamnya. Ayahku akan membunuhku jika aku mengeluarkan kekuatan ku disembarang tempat."
Cyra terlihat sendu.
"Mengapa kamu jadi sedih Cyra? Yang kamu lakukan demi kebaikan. Kamu tidak sedang pamer. Hanya saja kamu tidak sabaran pada hal-hal tertentu membuatmu cepat marah dan mengeluarkan kekuatan mu di saat yang tidak tepat." Ujar Celia menasehati saudara sepupunya.
Tampaknya perkiraan keduanya salah. Walaupun Celia sudah meretas jaringan CCTV yang ada di bagian koridor supermarket tersebut, tapi ada beberapa orang yang berhasil merekam aksi Cyra yang menyelamatkan balita tersebut.
Begitu mengetahui plat mobil yang pemiliknya adalah Cyra, mobil mereka di kejar oleh polisi. Bunyi sirine itu yang awalnya diabaikan oleh kedua gadis itu kini mulai mengusik ketenangan mereka.
"Cyra! Sepertinya mobil polisi itu mengarah ke arah kita."
Ucap Celia yang melihat mobil polisi hampir mendekati mobil mereka.
"Perasaan kita tidak melanggar peraturan lalu lintas, kenapa kita di kejar? Apa kita harus kabur atau berhenti, Celia?"
"Kita tidak melakukan kesalahan. Mungkin polisi hanya salah paham. Sebaiknya kita menuruti permintaan mereka Cyra.
Jika kita jalan terus yang ada kita penasaran sendiri apa yang terjadi dan itu membuat polisi itu makin marah." Imbuh Celia.
Cyra segera menepikan mobilnya ketika mobil polisi itu berhasil menggiring mobil mereka untuk menepi.
Cyra dan Celia serentak keluar dari mobil dengan menunjukkan dokumen pribadi mereka beserta surat-surat kelengkapan ijin berkendara.
Petugas polisi yang terdiri dari dua orang itu menyapa keduanya dan meminta dokumen yang dibutuhkan untuk mengetahui identitas mereka.
Keduanya saling menatap begitu mengetahui dua wanita yang ada di hadapan mereka saat ini bukan orang sembarangan.
Ada nama belakang mereka yang disertai logo dua kerajaan yaitu nama raja Fatih dan raja Davin atau di kenal Devino.
Kedua polisi itu saling bertatapan dan mulai bingung dengan tindakan mereka untuk menangkap kedua wanita yang ada di depan mereka.
Satu orang polisi menarik lengan temannya agar sedikit menjauh dari Cyra dan Celia supaya pembicaraan mereka tidak di dengar oleh kedua gadis itu.
"Apakah kita telah melakukan kesalahan menahan mereka yang keduanya merupakan princess dari dua negara yang terkenal.
Yang ada bukan kita yang menahan mereka, justru kita yang akan di tahan gara-gara berita nggak jelas ini."
Ucap polisi Andrew.
"Sebaiknya lepaskan mereka atau kita akan berurusan dengan dua negara itu. Yang ada urusan kedua gadis itu malah melibatkan negara ini dan dua negara dari gadis itu."
"Tapi untuk lebih meyakinkan kita, lebih baik kita memeriksa apa yang di miliki anggota kerajaan. Jika mereka adalah princess, sebaiknya kita periksa lencana kerajaan. Pasti keduanya memiliknya." Ucap polisi William.
"Baiklah."
"Maaf nona-nona! Jika benar kalian adalah princess, apa bisa tunjukkan lencana kerajaan kalian?"
Dengan tenangnya, kedua gadis itu mengambil apa yang dibutuhkan oleh dua polisi itu. Keduanya memberikan lencana mereka namun dua polisi itu tidak mau mengambilnya karena mereka tidak layak untuk memeriksa milik berharga kedua gadis ini.
"Maafkan kami nona-nona! Urusan ini cukup sampai di sini saja. Kami berdua tidak akan memeriksa kalian berdua dan kita anggap ini tidak terjadi." Ucap Andrew.
"Permisi pak!"
Ucap Celia.
"Ada apa nona?"
"Apa yang membuat kalian mengejar mobil kami?"
"Karena ada laporan yang menyatakan kalian memiliki ilmu sihir hingga menyebabkan kehebohan di supermarket. Tapi setelah kami mengetahui siapa kalian, sepertinya itu hanya hoax." Imbuh William.
Celia dan Cyra terlihat gugup, tapi Celia mudah mengatasinya dengan baik agar tidak memancing kecurigaan dua polisi itu.
"Terimakasih atas pengertiannya pak."
Ucap Celia lalu memberi isyarat pada Cyra dengan matanya agar kembali lagi ke mobil mereka.
Cyra membawa lagi kendaraan mereka dengan penuh rasa syukur. Lencana kerajaan mereka menyelamatkan mereka dari skandal yang dibuatnya.
'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments