[18]

Yudistira

Malam ini di gang pojok gudang, jam 7 malam.

"Astaga! Kapan gue istirahatnya kalo begini?!" Ucapnya sambil terus mengacak-acak rambutnya, yang baru saja dia bersihkan.

"Kenapa sih lo? Pasti si Yudis ya? Lagian lo malah cari masalah sih ke tuh anak"

"Bukan cari masalah itu namanya, gue cuma bales dendam aja. Yakali, gue cuma diem aja. Sementara, tuh anak seenaknya ke gue!"

"Iya juga sih"

"Iya juga sih~" Mengulang ucapan Arumi.

"Udah lah gue mau keluar dulu" Sambungnya.

Stella yang dari kejauhan sudah merasa aneh. Sebab, dia dari tadi melihat beberapa orang terus berdatangan dan pergi dari tempat itu. Entah apa yang mereka lakukan malam-malam. Stella semakin mendekat di tempat yang sudah Yudistira perintahkan. Dan, perlahan pun kedua pupil matanya membesar. Masih tak percaya dengan apa yang dai lihat sekarang.

"Bantu gue anter ini ke sana" Ucapnya sambil menunjuk tempat yang gelap gulita di sebrang gang.

"Lo suruh gue, cuma buat anter prangko kayak begini?"

"Udah buruan, orang nya udah pada nunggu dari tadi"

Stella langsung berjalan ke sebrang dan memberikan barang itu pada pelanggan Yudistira. Yang ternyata ada laki-laki juga wanita. Mereka terlihat senang, sambil menyimpannya di lidah mereka. Stella terdiam, merasa keanehan akan hal itu.

"Jujur ke gue, yang lo jual tadi apa? Gak mungkin kan lo jual prangko malem-malem"

"Cuma obat"

"Obat? Narkoba?!" Yudistira hanya diam saja, fokus menghitung uang yang dia dapat.

"Astaga, Yudis! Jawab gue!"

"Pokoknya itu tadi obat gunanya buat ngobatin orang yang kecanduan alkohol. Bisa juga buat orang yang depresi kayak anak-anak di sekolah ini, pokoknya aman dah. Gak usah di bawa ribet!"

"Tapi tetep aja kan itu termasuk narkoba?!"

"Ya iya, udahlah yang penting sekarang gue ngebantu mereka semua. Gue cuma jual 1 ke tiap anak kok, gak lebih. Dokter aja ada takarannya kan?"

"Gue gak mau lagi yah di suruh kayak beginian, kalo gue kena masalah karena kelakuan lo ini. Yang ada gue bakal habis-habisan di marahin orang tua gue. Boleh nakal, asal jangan gila!" Tegas Stella, langsung pergi meninggalkan Yudistira.

"Boleh gila, asal bisa membantu sesama. Jangan terlalu dibawa serius, gue jual itu pun karena gue mau ngebantu mereka dari kehidupan mereka yang kacau akibat orang tuanya sendiri. Gak ada salahnya kan buat ngebantu?" Mendengar itu langkah kaki Stella terhenti, dan perlahan berjalan kembali dengan penuh rasa kekecewaan pada Yudistira.

Keesokan harinya, banyak murid yang terus berdatangan menghampiri meja Yudistira. Terus meminta janji temu untuk memesan obat yang dia jual. Karena, menurut mereka itu sangat efektif sekali. Stella masih tak habis fikir, Yudistira masih saja menjual itu pada semua murid di sekolah.

"Ikut gue!" Ucapnya sambil menarik tangan Yudistira keluar dari kelas.

"Lo masih jual itu?" Dia hanya terdiam, tak menjawab sepatah kata pun.

"Yudis! Lo ini kenapa sih?"

"Gak perlu lo urus hidup gue, selama menurut cara gue ini bener. Gue bakal terus ngelakuin ini" Ucapnya lalu pergi meninggalkan Stella sendirian.

Dari awal masuk pun Yudistira sudah membawanya, hanya saja baru dia jual belikan. Menurutnya, itu tak salah jika untuk saling membantu. Yudistira masih menjual narkoba itu, setiap hari. Namun, untuk yang sudah pernah membeli. Dia tidak akan memberinya lagi. Dia pun tau akan resikonya jika terus memakai tanpa henti.

Yudistira pun lambat laun jadi terkenal di kalangan para murid. Semuanya, terus membuat janji untuk mendapatkan apa yang Yudistira jual. Namun, perlahan timbul kecurigaan di kalangan para guru dan petugas sekolah lainnya. Kecurigaan itu bermula saat dimana kebanyakan dari orang terus izin keluar dari asrama, setiap hari yang sama, juga waktu yang sama.

Para guru juga para petugas sekolah terus mencari tau apa yang sebenarnya mereka lakukan setiap malam minggu, di jam 7 malam. Dan, kecurigaan itu mulai terpecahkan. Dimana penjaga sekolah mengikuti salah satu murid yang terlihat gerak-geriknya mencurigakan. Dan penjaga itu akhirnya memergoki Yudistira sedang menjual narkoba kepada para murid.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!