"Lo harus cium sepatu gue"
"Sebelum lo cium sepatu gue, jangan lupa buat olesin ini lem ke bibir lo" Tambahnya.
"Jangan gila"
"Harusnya lo sadar, yang lebih dulu gila siapa?" Ucapnya dengan menatap Stella serius.
"Oke~" Sontak membuat geger seisi kelas.
Stella mulai melipatkan kedua kakinya, dan membungkukkan tubuhnya. Namun, bukan untuk mengikuti perintah Jimi. Tapi, untuk membuat Jimi jera.
BRAK!!
Dia menarik kaki Jimi, hingga membuatnya jatuh ke lantai. Lagi-lagi perbuatan Stella, membuat teman-teman kelasnya jantungan dengan kelakuannya.
"Gue gak senurut itu! Lo pikir gue bakal dengan mudah ngelakuin hal kaya begituan? Otak gue masih pada tempatnya"
Jimi terus kesakitan, akan semua bagian tubuh yang terbentur itu. Sementara, Stella pergi meninggalkan kelas. Dan, tak lupa melempar petasan Firecrackers ke arah Jimi.
BRUM!!
Suara itu membuat seisi sekolah benar-benar kaget. Sementara, Stella malah tersenyum puas akan aksinya itu. Dan pergi meninggalkan kelas.
"Ada apa ini?!"
Lagi-lagi Stella masuk ruangan Kepsek. Karena, sudah sering membuat masalah. Dan selalu dapat hukuman, kini dia bereaksi biasa saja. Dia terus membuat masalah, karena rencana utama nya kali ini adalah untuk di keluarkan dari sekolah itu. Namun, semesta berkata lain.
"Kalian ini hobby banget buat masalah. Yang satu manjat, yang satu cari masalah mulu. Gak sekalian aja buat rencana bersama?!" Tiba-tiba mereka berdua saling menatap satu sama lain.
"Hukuman kali ini, kalian harus membersihkan WC. Mulai dari WC guru, siswa, maupun siswi"
"Bu! Yakali bersihin WC! Kan udah ada pak umam" Ucap tak terima Renila.
"Baiklah saya tambahi hukumannya"
"Bersihin WC udah cukup bagi saya" Ucap Stella, lalu pergi keluar lebih dulu dari ruang kepsek itu.
Baru saja keluar dari ruangan kepsek, dia sudah melihat keberadaan Yudistira dengan meledek. "Hukuman apa yang sekarang lo dapet dari bu Popi?" Stella memilih tak menjawabnya. Dan terus mengabaikan ucapan dan keberadaan Yudistira terus menerus.
"Gue ngomong sama lo kali"
"WOI!!"
"Mending lo diem, sebelum gue tonjok wajah lo itu"
"EY EY EY! Takutnya~" Tengilnya.
"Gak boleh gitu loh jadi cewek, nanti gak laku-laku" Tambahnya.
GUBRAK!!!
"STELLA!!!" Teriak bu Popi, yang melihat kelakuan Stella dengan kedua matanya. Dia menendang keras tubuh Yudistira hingga terpental ke tembok. Namun, Stella malah terus berjalan dan mengabaikan bu Popi.
Yudistira terus menatap gadis itu yang semakin menjauh dari pandangannya. Perlahan senyuman membentuk di bibirnya. Sambil beranjak, dan pergi dari tempat itu.
"Gimana kalo kita kerja sama?"
"Lo sama gue kerja sama buat keluar dari sekolah ini?" Tambahnya.
"Sampai kapanpun usaha bakalan gagal. Gue udah coba keluar dari sekolah ini, dan baru tadi pagi gue berhasil keluar dari sekolah ini, malah dibuat kebingungan"
"Maksud lo?"
"Kita gak bakal bisa pergi kemana-mana"
"Bisa langsung to the point gak lo?!" Stella jadi kesal sendiri.
"Sekolah ini di tengah hutan!"
"Jangan ngada-ngada lo"
"Lo bisa liat, muka gue lagi gak bercanda kan?"
Ya, sekolah itu adalah sekolah tersembunyi. Yang khusus untuk mendidik anak-anak yang memang membutuhkan pendidikan lebih. Di tengah-tengah hutan, agar sedikit kemungkinan untuk semua muridnya meloloskan diri dari sekolah itu.
"Pantesan aja, hari pertama gue masuk ke sekolah ini. Kedua mata gue di tutup pake kain. Ternyata eh ternyata-"
"Pokoknya gak usah lagi lah berulah buat di keluarin dari sekolah ini. Mau sampai lo nenek-nenek pun gak akan pernah bisa. Sampe lo udah bener-bener dinyatakan gak stres lagi, kelakuan udah baik, dan dinyatakan lulus. Mungkin lo bakal bisa keluar dari sini"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments