[6]

"Udahlah, malu-maluin diri lo sendiri kalo kaya gini Jin" Ucap Jije berbisik. Jin mendecik kesal, dan pergi masuk ke kelas.

"Woi! Woi!!! Ada cewek mau mabur dari sekolah ini, manjat tembok sekolah!" Teriak Jimi memberitahu seisi kelas, membuat semuanya menatap keluar jendela. Ternyata itu Renila, dari kelasnya. Sudah di pergoki kepala sekolah.

"Anjr. Gak salah emang gue suka sama tuh cewek" Ucap Vixa membuat seisi kelas menatapnya.

"Ngapain lo pada liat gue? Naksir? Keren banget gue, bisa buat cowok modelan lo pada naksir ke gue"

"NAJIS!!!" Ucap semua anak laki-laki disana, diikuti lemparan buku mengenainya.

"Bagus! Gue ada temennya!"

"Mau kemana lo, Stella!" Teriak Renila.

"Minggat dari sekolah ini lah, mau apalagi!"

"Eh! Urusan gue sama lo belum selesai!" Ucap kesal Jinata.

"Berisik lo pada!!" Kesal Suga, keluar dari kelas itu.

"Idih! Idih! Anak siapa sih tuh anak?!" Tanya Vixa.

"Ibunya donatur di sekolah ini" Rami memberitahu.

"Anjr!"

"Apalah daya lo, punya Ibu cuma jadi *****" Ucap tajam Jin.

"Mau ngajak ribut?" Kesal Vixa, sambil mencondongkan dada ke tubuh Jin.

BRAK!!!

Gubrakan keras kepala Jin mengenai meja kelas. "Cewek setan!!" Teriak kesakitan Jin tepat ke wajah Stella.

"Panggilan sayang lo buat gue langka banget yah"

"Najis!"

"Harusnya gue yang lebih najis gak sih? Punya temen sekelas, hobinya terus nyakitin hati dengan mulut lo yang makin kesini makin berulah"

"Mulut-mulut gue, lo gak usah repot-repot buat terus belain anak-anak yang emang pantes gue ganggu"

"Harusnya lo sadar diri, perbanyak ngaca. Lo barusan bilang nyokap tuh anak *****? Gak sadar diri lo, nyokap lo juga sama nya!"

"Maksud lo apa?!"

"Gak tega gue bongkar masalah begituan di depan banyak orang begini"

"Ikut gue!" Jin langsung menariknya.

"Eh! Mau ngapain lo?!" Rami menahannya.

"Gue cuma ada urusan sama ini anak, gak perlu lo ikut campur"

"Kalo gue gak ngijinin gimana?" Jin terus tak memedulikan perkataan Rami.

"Harus banget gue yang turun tangan?" Ucap Yudistira, menahan Jin membawa Stella. Jin yang tak percaya dengan keadaan sekarang, menghela nafas dengan berat. Diikuti senyuman ledeknya.

"Lo cewek ***** juga? Di bayar berapa lo? Apa harus gue bayar lo dulu? Mau berapa?"

"Jaga mulu lo!!" Teriak Rami langsung menonjok wajah Jin, hingga memar.

Jin hanya tersenyum sambil memegang bibirnya yang sudah penuh darah. "Seneng lo sekarang? Dasar cewek *****!" Ucapnya lagi, membuat Stella kesal dengan semua ucapan yang setiap kali Jin lontarkan ke arahnya. Tak perlu waktu lama, tamparan terus menerus mengenai wajah Jin. Tanpa henti tamparan menghantam wajah Jin, sekarang Stella benar-benar kesal. Semua kekesalannya kini dia luapkan semuanya.

"Stell!! Udah kali!" Ucap Yudistira sambil memeluk tubuh gadis itu, berusaha menjauhkan tubuh gadis itu dari Jin.

"STELLA!!!" Dia sama sekali tak memedulikan perkataan Yudistira sekarang.

Semua murid fokus memegang ponselnya masing-masing, memvideokan kejadian. Dan mempostingnya ke grup tw, dan membuat buming seisi sekolah. Kini, videonya sudah mencapai 1 juta penonton. Dengan berbagai komentar yang positif juga negatif dengan kelakuan Stella.

Keduanya kini berada di ruang kepsek, dengan wajah Jin yang sudah babak belur. Sementara, Stella masih ingin terus menampar keras wajah Jin. Tatapannya kini seakan ingin membunuh Jin.

"Disini saya sebagai kepala sekolah, jadi kamu sebaiknya ceritakan semuanya kepada saya. Apa yang sudah terjadi, sampai kamu memukul terus menerus wajah Jin"

"Bu.." Ucap dengan nada tak percaya Jin.

Stella terus menceritakan apa yang sudah terjadi sebenarnya. Membuat kepsek benar-benar tak menyangka dengan kelakuan anaknya sendiri. "Saya udah cerita, boleh saya keluar dari ruangan ini?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!