[11]

BOM!!!

Suara ledakan membuat seluruh murid penasaran dengan suara misterius itu. Dan, lagi-lagi itu perbuatan Stella. Terus melempar petasan kepada Yudistira yang terus mengintili dirinya. "Berenti lo ikutin gue!" Yudistira tak memedulikan, mimik wajah terus menye-menye pada Stella.

"Yudis!!!"

"Apaan sih?!"

"Gue lempar nih petasan, masuk ke mulut lo. Mampus lo!"

"Ada yang ngomong, tapi gak ada wujud"

"Bu, Bu!!" Teriak Stella, yang melihat keberadaan Bu Popi disana. Dia langsung menghampirinya, dan bersembunyi di balik tubuh bu Popi.

"Hobby banget kamu buat keributan!"

"Dia tuh ngintilin saya mulu bu"

"Ya, tapi gak sampe lempar-lempar petasan juga Stella"

"Gak anti mainstream kalo gak pake petasan bu"

"Stella, saya bakal beri kamu hukuman. Karena, sudah buat keributan"

"Oke, bu. Saya mending di hukum dari pada terus di intilin nih anak"

"Saya juga kena hukum kan bu?"

"Apaan sih lo, Yudis!"

"Kan saya juga pengaruh Stella buat keributan kaya tadi"

"Saya yang buat keributan bu, dia gak salah kok"

"Hukum saya juga bu, saya ridho kok"

"Yaudah hukum dia aja, saya mau kembali ke kelas"

"Yaudah saya juga mau ke kelas"

"Apaan sih!"

"Kalian berdua, saya hukum bersihkan aula basket setelah pembelajaran selesai"

"Kan waktu itu udah"

"Waktu itu kan?"

"Ibu~" Rengek Stella.

"Jadi gak sabar deh, rasanya jadi pengen cepet-cepet beres semua pelajaran"

"Gila lo!" Ucap Stella, langsung lari menjauh dari Yudistira.

Bel berbunyi sangat kencang, tanda pembelajaran di sekolah sudah selesai. Stella yang sedari tadi sudah membuat rencana untuk menghindar dari Yudistira, lagi-lagi gagal total. Yudistira terus membuat gagal rencana Stella untuk menjauh dari dirinya. "Mau kemana?" Ucapnya sambil menarik tas Stella, dan menahannya.

"Lepasin!"

"Emangnya lo siapa berani perintah-perintah gue segala, Rami?"

"Gue ada urusan sama Stella"

"Gue sama Stella dapet hukuman dari Kepsek, jadi gak ada waktu"

"Lama-lama lo rese juga yah, urusan gue lebih penting dari pada hukuman lo"

"tetep gak bisa"

"Bentar doang, ribet banget lo! Duluan nanti gue nyusul" Ucap Stella langsung menghempas genggaman Yudistira.

"Udah sana masuk asrama, tuh anak udah gak ada. Lagian ngapain juga sih tuh anak ngikutin lo mulu?" Ucap Rami pada Stella.

"Kamu nanyea? Mana gue tau lah. Yaudah, gue balik ke asrama sekarang. Thanks ya!"

Sementara, Yudistira terus menunggunya di aula. Stella yang tak kunjung datang, membuat Yudistira kesal. "Lama banget tuh anak. Jangan-jangan kabur lagi!" Dia langsung menyalakan ponselnya, namun tersadar jika dirinya tak mempunyai nomor Stella. Dia langsung berjalan kearah asrama wanita. "Eh-eh! Tunggu! Mau kemana Yudis?!" Tanya mpok lala.

"Ke kamar Stella, mpok"

"Ini asrama khusus wanita! Balik kanan sekarang!"

"Yaelah mpok, saya kesini mau jemput tuh anak aja. Karena, saya dan dia itu dapet hukuman dari bu Popi. Eh, dianya malah kabur"

"Tunggu disini, biar saya ke kamarnya"

"Saya ikut"

"Jangan macem-macem!"

Yudistira terus berjalan di belakang mpok lala. Hingga sampai dimana langkah kaki berhenti, di kamar nomor 23. Terus mengetuk-ketuk pintu kamarnya itu, dan pas sekali yang buka adalah Stella. Kedua mata Stella membesar, saat melihat ada Yudistira disana. "ELO!!" Yudistira hanya tersenyum, sambil menarik tangan Stella.

"Apa sih ah?!!"

"Kamu dapet hukuman kan dari bu Popi? Kenapa malah asik diem di kamar!!" Amarah mpok lala menghantam mental Stella.

"Saya lagi cari sesuatu dulu mpok di kamar, ini saya mau ke aula kok"

"Alasan itu mah mpok"

"Kamu! Kenapa ikut-ikut saya sampai sini?! Bukannya saya tadi suruh untuk diam di lobi?!" Yudistira hanya cengegesan, tak tau mau menjawab apa.

"Yaudah kalian ke aula sekarang, dan untuk kalian berdua. Kembali ke asrama tidak boleh lebih dari jam 6, kalo lewat siap-siap saya kawinin kalian!"

"Baik mpok"

"Cie mau banget kawin sama gue" Stella yang mendengar itu, mimik wajahnya langsung berubah seakan jijik dengan ucapan Yudistira tadi kepadanya.

"Ogah gue, Dis. Ogah!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!